
Fedora sampai ke tempat Buah Evolusi berada. Di sekelilingnya banyak mayat dari Trainer bergelimpangan. Penuh darah dan berbau menyengat. Tentu bukan dia yang melakukannya, melainkan para Trainer itu mati ketika berusaha mengambil Buah Evolusi.
“Dasar, ya. Siapapun yang melukai di dalam hutan ini akan menjadi incaran penther. Memetik Buah Evolusi juga akan dihitung. Berjalan saja sudah sulit,” keluh Fedora.
Ia mendongak ke atas pada Buah Evolusi. Buah tersebut berwarna merah dengan motif seperti sisik di kulitnya. Ukuran dan bentuknya hampir sama dengan Buah Naga. Buah tersebut berada di cabang pohon tertinggi. Tidak ada satupun batang atau daun pada tempat buah tersebut tumbuh seakan dia berkata, “Petiklah aku!”
“Sangat licik dan sungguh penther yang cerdik.” Fedora memandang pohon di hadapannya. “Penther tipe hantu hanya akan menyerang individu yang dilihatnya. Benda ini bahkan bukan pohon, ini adalah penther tipe tumbuhan. Dia menjalarkan akarnya ke tumbuhan hutan dan menyerap nutrisi mereka. Kemudian buah ini, jika dipetik orang lain maka orang itu akan mati dan buah ini akan meningkatkan penther itu sendiri ketika matang.”
Tempat di sekeliling pohon itu selain banyak mayat bergelimpangan di sana juga lahan kosong. Tidak jauh dari sana, pada bagian semak-semak, para penther mengitarinya dan memperhatikan gerak-gerik Fedora. Sudah banyak yang saling bertarung di sini. Mereka berjaga jika Fedora melakukan tindakan kekerasan.
“Aku memang disuruh mengambilnya sendiri tapi, Apakah seharusnya aku membiarkan gadis itu menjadi umpan? Yah, itu tidak akan berakhir baik. Dia terlalu cekatan.”
Fedora mengambil Pet House dan melemparkannya. Dari sana seekor penther homunculus keluar dan mengambang. Dia adalah penther buatan dari Black Night Company [lihat BAB 68]. Dia bergerak naik ke puncak pohon dan memetik Buah Evolusi. “Sayang sekali buah itu belum matang sepenuhnya. Yah, jika pun matang akan langsung dikonsumsi oleh penther itu.” Fedora mengangkat tangannya bersiap menerima buah. Penther yang memetik buah tersebut langsung hancur karena serangan semua penther di sekitar sana. Buah tersebut jatuh ke arah Fedora.
Namun belum sampai buah itu ke tangan Fedora, *Set!*, sebuah bayangan hitam bergerak menyambar buah tersebut.
“Apa!” Fedora terkejut.
“(Muehehehehe…. Si Elena itu sudah menduga kalau mengambil buahnya juga akan memicu serangan dari penther di sini. Kalau tidak bisa mengambil dari pohon, tinggal mengambil dari orang yang sudah mengambilnya, gyahahaaha…,)” cemooh Aya dengan bahasa kucingnya.
“Kucing itu… bukannya dia miliknya?”
__ADS_1
Di tempat lain Elena masih menjadi incaran para penther tipe hantu. Jumlahnya sekarang telah berlipat-lipat ganda dari sebelumnya karena setiap penther tipe hantu membantu rekannya. Ini menyusahkan Elena. Maka dari itu, dari pada bertarung Elena melarikan diri. Dia meminjam kemampuan Twilight Star untuk menambah kecepatannya. Beginilah cara menggunakan tipe pendukung.
“Wah, ngeri. Kalau aku melawan mereka bisa-bisa aku melawan semua penther di dalam hutan ini. Menggunakan dukungan dari Twilight Star untuk memulihkan tenaga aku mungkin bisa melakukannya. Aku lebih suka tidak merusak ekosistem, sih.”
“Sialan!” Fedora berteriak kesal melihat Aya menjauh. ‘Draka mengatakan jika kucing itu hanya menjadi pendukung. Tak kusangka dia akan memisahkan diri dari Trainer-nya. Apa kecerdasannya setinggi itu untuk memiliki inisiatif sendiri?’
Kucing itu bergerak sangat cepat hingga meninggalkan jalur bayangan hitam di tempatnya. Skill Accel miliknya telah diasah berkali-kali dan menjadi sangat meningkatkan kecepatan. Belum lagi Elena melakukan yang aneh-aneh padanya seperti mengukir Dragon Vein.
Tentu tidak akan sekuat milik Elena. Juga, lebih tepat jika menyebutnya sebagai purwarupa dari pada mirip aslinya. Elena tidak mempunyai cukup waktu untuk membuat yang asli. Tapi ini cukup untuk membuatnya jauh lebih kuat dan lebih cepat berkembang dibandingkan penther biasa.
Fedora sekali lagi melemparkan pet house. ‘Aku tidak suka melakukan ini, tapi tidak ada pilihan lain. Aku akan mengambil langkah nekat!’ Dia melemparkan pet house itu ke arah Aya. Dari sana muncul penther homunculus berwarna putih. Penther tersebut menghimpun cahaya pucat sebelum menembakkannya pada Aya.
Aya menengok ke belakang karena mendengar suara pet house yang hancur. Di sana dia melihat penther yang sudah melayangkan serangan padanya. ‘(Jadi begitu, dia sudah mulai nekat untuk menyerang di dalam hutan ini.)’ Dia berbelok dan melanjutkan langkah dengan jalur zig-zag. Ini membuatnya semakin sulit untuk diserang.
Tak perlu waktu lama, para penther tipe hantu itu menjadi gerombolan besar. Tak sulit bagi mereka untuk memusnahkan penther Homunculus Fedora. "(Khukhukhu, tempat ini sangat menguntungkanku yang bukan tipe penyerang,)" Aya terkikik melihat Homunculus itu tak berdaya. Namun itu tak lama. Fedora segera melemparkan pet house lain berisi penther Homunculus.
Jumlah kali ini tidak main-main. Ada belasan dari mereka dan masing-masing menembakkan sinar cahaya. Memang jumlah penther hantu lebih banyak, tetapi mereka sama sekali tak berkutik. Mereka menjadi sasaran tembak empuk dari penther Homunculus yang juga menghancurkan hutan.
"(Woy! Apa kamu tidak takut merusak hutan? Ini sudah keterlaluan!)" teriak Aya. Dia mengubah jalur.
Di tempat lain Elena tengah dikejar penther. Dia melakukan kesalahan di awal. Satu penther hantu menarik yang lainnya. Jumlahnya meningkat secara konstan. "Sepertinya ini sudah cukup," gumam Elena. Dia menggunakan kemampuan Teleportasi dan berpindah ke tempat Aya. Selanjutnya ia sekali lagi memakai Teleportasi sambil membawa kucing itu. Mereka berada di tempat Nana.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa kamu berhasil?" tanya Nana.
"Tidak buruk. Setidaknya kita berhasil mendapatkan Buah Evolusi." Elena mengambil buah dari Aya dan menunjukkannya.
"Fumu, bagus. Kalau begitu mari kembali ke markas dan laporkan ini." Nana memberikan anggukan.
Mereka akan pergi, namun…. "Kalian semua, jangan harap bisa pergi secepat itu," suara Fedora dapat didengar oleh mereka. *Ngung!*, Sambaran cahaya hitam menyusul. Serangan itu berhasil mengenai Elena meski dia sudah secara refleks menghindar. Buah Evolusi jatuh dari tangannya dan seekor penther Homunculus mengambilnya. Kejadiannya sangat singkat. Hanya sepersekian detik.
Di samping Fedora dua penther Homunculus melayang. Bentuk mereka sama dengan lainnya, bola yang melayang-layang. Salah satu putih dan satunya hitam. "Maaf saja. Tapi hingga akhirnya akulah yang akan mendapatkan buah ini."
"Jangan harap!" Elena mengambil rapier dari dalam bayangan. Dia menggunakan kemampuan Teleportasi muncul di belakang Fedora.
*Ngung!*
Elena menusuk, namun barier cahaya kebiruan melindungi pria itu.
"Tidak akan semudah itu dan aku tidak berniat bertarung." Fedora melirik ke belakang dengan pupil berada di sudut mata. "Lain kali kita bertemu, kami akan mengalahkanmu!" Suara Fedora menggema ketika tubuhnya mulai diselimuti cahaya dan menghilang.
Elena memperhatikan tempat kosong di depannya. "Cih, kemampuan Teleportasi. Benar-benar merepotkan."
"(Kalau begitu kau sebut apa dirimu yang bisa menggunakan Teleportasi!)" teriak Aya.
__ADS_1
"Itu pikirkan itu lain kali saja. Aku rasa bukan hal baik untuk terus berada di hutan ini. Para penther sedang mengganas karena kejadian sebelumnya," kata Nana.