
Sudah 15+ hanya untuk adegan pertarungan saja dan selama itu juga plot cerita ini tidak jalan juga. Walaupun sudah cukup lama waktu berjalan saat saya menulis novel ini, yaitu beberapa hari, namun di dunia sana waktu hanya berjalan selama setengah hari saja. akhirnya setelah setengah hari, Noctis akhirnya terbangun dari tidur siangnya singkatnya.
“Gmn? Jam berapa sekarang?” Noctis perlahan membuka matanya, mengingat kembali kejadian yang telah menimpanya, lalu bergumam, “Oh ya, aku masih dapat mengingatnya dengan jelas jika sebelumnya aku tertidur setelah menghirup kabut yang lumayan aneh. Sudah kuduga, judi bukanlah perbuatan baik dan hanya akan membawakan kerugian pada pesertanya. Dari sini aku mendapatkan pelajaran, untuk tidak pernah mengikuti perjudian apapun sekalipun itu gratis.”
Noctis memiliki mata yang datar dan tanpa berisikan semangat sedikitpun. Dia sungguh telah bertobat atas kekhilafannya kali ini dan bersungguh-sungguh tidak ingin memainkan sesuatu yang menggunakan keberuntungan. Bahkan jika pemain judi memenangkan hadiah utama, mereka tidak akan membiasakan dirinya dengan kerja keras dan malah berakhir dengan kemalasan.
“Bagaimanapun dalam berjudi, sudah jelas yang paling untung adalah orang yang menggelar lapak. katakan saja sebuah perjudian memiliki hadiah utama Rp. 100.000,00 dengan harga untuk mengikutinya adalah Rp. 500,00. Jika orang yang mengikutinya 200+ orang, sudah pasti orang yang menggelar lapak akan untung walau itu hanya Rp. 500,00. Dan untuk pesertanya, mereka yang kalah tidak akan merasa banyak merugi karena hanya kehilangan Rp. 500,00.”
“Tapi itu semua tetap tidak boleh!” Noctis menatap dengan tajam dan tegas, walaupun tidak ada orang selain dirinya di ruangan itu. “Sekalipun itu hanya Rp. 500,00, uang sebanyak itu masih dapat digunakan untuk membeli permen. Jika kita menabung sebanyak Rp. 500,00 selama 365 hari, setidaknya itu akan menjadi sekitar Rp. 150.000,00 dan jumlah itu lumayan besar jika digunakan untuk tabungan. Makannya untuk kalian yang suka berjudi, togel, mempertaruhkan nasib pada keberuntungan yang tidak pasti, lebih baik jika kalian mulai bekerja keras walau itu hanya membersihkan kaca kendaraan di perempatan!”
“Huh, aku ini bicara apa, sih.” Noctis menghela napas sambil memejamkan matanya dan membukanya kembali. “Jelas-jelas tidak ada orang lain di sini. Aku rasa, aku akan menjadi orang gila jika berbicara sendiri di tempat ini. Dari pada terus rebahan di sini dan melakukan hal yang tidak berfaedah, lebih baik aku mulai memastikan kondisi di luar saat ini.”
__ADS_1
Noctis pun turun dari ranjangnya dan berjalan mendekati jendela yang terdapat di salah satu sisi ruangan. Pemandangan di sana masih sama seperti sedia kala, hanya saja terdapat beberapa bekas ledakan besar, beberapa rumah hangus, air yang menggenangi beberapa tempat, akademi yang telah lenyap, dan sebuah kawah menganga lebar. Tidak perlu diperdebatkan lagi, itu semua adalah hasil dari pertarungan kali ini.
“Umu, sesuai perkiraanku. Terdapat suatu pihak yang menyerang kerajaan ini di saat aku tidak ada. Yah, aku juga tidak terlalu peduli karena ini bukan tanah airku dan aku juga merupakan pengembara, tapi sangat “wow” saja melihat ada yang dapat membuat kerusakan sebesar ini pada kerajaan. Aku lahir di dunia ini, jadi aku kurang lebih paham jika pertarungan selevel ini biasanya dilakukan oleh naga atau raja spirit.” Noctis hanya mengangguk dengan wajahnya yang tidak bersalah ini.
“Aku sudah dapat menebak jika perusahaan dagang Night Arc masuk ke dalam pihak yang turut andil dalam penyerangan kali ini, tapi karena aku tidak terlalu familiar tentang ini, aku akan menanyakannya pada Gadis Pink itu (Theresa) di lain waktu dan tempat. Sekarang, aku akan jalan-jalan sebentar dan menemui Gadis Kecil itu (Elena) untuk mendapatkan informasi lebih lengkapnya.”
“Aku heran kenapa dia tidak dapat dihubungi saat ini. Kalau bukan tidur, aku yakin dia pingsan saat ini. Tidak mungkin dia akan terjebak di dunia asing dengan Dragon Vein yang ada di tangan kirinya.”
•••••
Hingga beberapa lama kemudian, Noctis akhirnya sampai di tempat dengan banyak orang berkumpul di sana. Yap, itu adalah kamp pengungsian yang baru saja dibuat beberapa saat lalu. Memperhitungkan kerusakan infrastruktur dan rumah milik warga sipil, beberapa orang akan bermalam di luar selama beberapa hari sampai rumah mereka selesai diperbaiki.
__ADS_1
Dari semua pengungsi yang ada di sana, tidak satupun dari mereka merupakan keturunan atau anak bangsawan. Ini bukanlah sesuatu yang aneh, para anak bangsawan masih memiliki beberapa uang saku dan mereka dapat menggunakannya untuk menyewa penginapan, sampai kediaman mereka mengirimkan pesan yang menuntut mereka kembali ke wilayah masing-masing dan mendapatkan sekolah lainnya. Ini menjadi hal yang wajar, karena tidak ada gunanya tetap di akademi yang sudah hancur.
Noctis menghampiri Theresa yang terlihat sedang sibuk dan bertanya, “Aku kurang lebih sudah tahu garis besar kejadian ini hanya dari melihat kondisi kalian. Bisakah kamu memberitahuku di mana Gadis Kecil itu berada sekarang?”
“No-Noctis? Kamu kembali?” Theresa dengan terkejut memandang pada Noctis, kemudian menjawab, “En-Entahlah, kami belum melihatnya sejak pertarungan ini berakhir. Aku sangat yakin dia tidak mungkin mati dan saat ini masih ada, tapi aku sama sekali tidak menemukannya. Oh, aku sedang sibuk membagikan beberapa tenda kepada pengungsi, jadi aku permisi dulu!” Theresa langsung melangkah pergi, mengabaikan Noctis yang masih ada di sana.
‘Ah, aku rasa ini mulai menjadi sesuatu yang gawat. Keberadaan Gadis Kecil itu tidak diketahui oleh teman dekatnya. Ini masih belum waktunya untuk berteriak dan melakukan hal gila, dan aku juga tidak sudi melakukan hal semacam itu.’
Noctis kemudian pergi dan beralih pada Sophia yang sedang duduk jongkok di salah satu pinggiran tanah lapang tersebut sambil memandang ke luar. Dia hanya memandang dengan mata yang kosong dan sepertinya sedang memikirkan suatu hal yang berat.
Noctis duduk di samping Sophia dan bertanya, “Apa yang sedang kamu pikirkan? Jarang-jarang aku melihat kamu seperti sedang memikirkan sesuatu yang berat seperti ini.”
__ADS_1
Sophia menengok pada Noctis, lalu berkata, “Apakah aku terlihat seperti itu? Kupikir, aku masih terlihat datar seperti biasanya.”
“Jangan meremehkanku. Walaupun hanya beberapa hari, tapi aku pernah menjadi gurumu. Aku dapat menyadari jika salah satu muridku sedang memiliki kendala walau dia tidak memiliki raut muka yang banyak berubah. Jika ada masalah, kamu bisa berbagi itu denganku sebagai gurumu dan sebagai sesama spirit,” kata Noctis.