
Malam hari sangat gelap di sini. Noctis bersama Sophia dan Theresa sedang berjalan di jalan setapak dengan ilalang tinggi di kanan-kirinya. Mereka mengandalkan cahaya bulan dan bintang untuk penerangan. Untung saja, lokasi yang sedang mereka eksplorasi ini bukan merupakan hutan, sehingga pepohonan tidak menghalangi cahaya dari langit. Namun tetap saja, suasana di sekitar mereka sangat sepi dan terasa sangat mencekam dengan hanya kesepian dan mereka yang melalui jalan setapak itu.
“Ap-Apa ki-kita tidak salah tempat, Noctis? Te-Tempat ini terasa sangat sepi dan mencekam. Ba-Bagaimana jika ada hantu yang tiba-tiba muncul dan memakan kita dari belakang? Bukankah ini berbahaya karena manipulasi bayanganmu tidak bisa digunakan saat tidak ada bayangan sama sekali?” Theresa dengan gemetaran memeluk tangan kanan Noctis.
“Kamu terlalu berlebihan, Theresa.” Noctis dengan bosan mengarahkan pupil matanya pada Theresa. “Pertama, aku sudah pastikan jika kita saat ini sudah berada di tempat yang benar, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Kedua, ini ada hubungannya dengan pencarian Elena, jadi kamu seharusnya lebih antusias dengan ini. Ketiga, kita memang akan bertemu hantu, jadi jangan kaget kalau ada hantu yang tiba-tiba muncul dan mengagetkan kita.”
“Se-Seram…. Aku harap mereka ramah dan tidak memiliki wujud yang menyeramkan. Aku tidak kuat dengan sesuatu yang seram-seram soalnya. Aku memang menyukai suasana malam karena itu terasa menangkan dan misterius, namun berbeda dengan sesuatu yang menyeramkan. Aku buruk dalam sesuatu seperti itu.” Theresa semakin erat dalam memeluk lengan Noctis.
“Bukankah kamu ini menyukai hewan kelelawar sebagai hewan favoritmu? Bagi sebagian besar orang, kelelawar dianggap makhluk menyeramkan karena aktif di malam hari, yang mana itu berhubungan dengan kegelapan. Dan karena elemen kegelapan dianggap sebagai sesuatu yang menyeramkan di kerajaan Pulcharsia, kelelawar yang tidak bersalah ikut terlibat menjadi hewan yang ditakuti,” kata Sophia datar.
“Um…. Jangan mengatakan sesuatu seperti itu, Sophia.” Theresa mengarahkan wajahnya yang cemberut pada Sophia. “Kelelawar itu kan imut karena mereka berukuran kecil. Juga, mereka bisa terbang tanpa menggunakan penglihatan mereka untuk mengetahui sesuatu yang terjadi di sekitar mereka. Benar! Kemampuan ekolokasi mereka sangat keren ketika kita memikirkannya lebih lanjut.”
__ADS_1
“Hah….” Noctis dan Sophia menghela napasnya ketika Theresa mulai berbicara tentang hewan yang satu ini--kelelawar--.
“Bayangkan saja jika ada orang yang bisa merasakan sesuatu di sekitarnya hanya dari suara. Bukankah dia akan menjadi hebat dalam pertarungan karena tidak memiliki titik buta? Aku berpikir, apa aku bisa memanipulasikan organ di sekitar telingaku untuk menciptakan kemampuan ekolokasi, ya? Ta-Tapi, jika aku melakukan itu, aku akan terlalu peka dengan suara dan akan kesulitan mendengarkan bunyi. Atau, atau aku harus mengaktifkan ini dalam pertarungan saja dan menonaktifkannya saat sedang damai? Aku rasa itu akan menjadi sesuatu yang sangat menarik untuk dipelajari.”
“Oh iya, Elena memiliki kemampuan Penerawangan yang bisa membuatnya melihat tempat yang tidak bisa dilihat dengan matanya. Apa jangan-jangan itu juga ekolokasi karena bisa juga dipakai pada tempat-tempat gelap. Mungkinkah aku juga bisa menggunakan kemampuan yang sama dengan Elena? Kami berdua yang seharusnya sama-sama manusia seharusnya bisa saling membagikan pengalaman saat menggunakan keterampilan, bukan?”
“Seharusnya, Elena bisa memakai kemampuan Telepatinya untuk memasukkan pengetahuan tentang memakai Penerawangan kepadaku. Kalau tidak salah, target dari Telepati Elena akan mengalami sakit kepala selama beberapa saat berhubung menerima ingatan dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Aku seharusnya tidak masalah, berhubung aku memiliki tekad yang sangat kuat. Ini mungkin sedikit berlebihan untukku, tapi aku yakin bisa menerima ingatan dari seorang cenayang.”
“Hei, Noctis. Apa kamu yakin orang yang akan kita datangi ini adalah orang baik dan tidak masalah untuk menyerahkan pencarian Elena pada mereka?” Sophia menengok pada Noctis sebelum melanjutkan, “Saat ini kita berada di dunia lain, lebih tepatnya di desa GHAIB. Desa GHAIB itu sendiri adalah tempat tinggal bagi para hantu atau dalam kurung spirit asli dunia ini. Bukan hanya cara evolusi mereka yang berbeda dari kita, tapi seharusnya mereka memiliki bahasa yang berbeda jauh dari kita, bukan?”
“Yap, aku sendiri juga setuju dengan yang baru saja kamu katakan.” Noctis melipat tangannya sambil mengangguk. “Di dunia kita, spirit memiliki dapat mengendalikan elemen yang sama dengan elemen yang mereka miliki. Namun di dunia ini, hantu atau spirit khas dunia ini memiliki sebuah skill dengan kemampuan unik, yang bahkan di antara dari skill-skill itu sangat curang.”
__ADS_1
“Skill yang mereka miliki ini biasa mereka anggap dengan sebutan bakat supranatural. Aku sendiri pernah melawan seseorang dari desa ini yang memiliki bakat supranatural berupa manipulasi dimensi sama sepertiku, tapi aku lebih kuat dan memiliki banyak item yang mendukung kemenanganku. Kamu tidak perlu merasa terlalu khawatir tentang apakah kita akan selamat atau tidak. Aku jamin kita semua pasti aman,” lanjutnya.
“Um, desa ini sangat unik, ya.” Sophia mendongak ke atas, pada langit malam penuh bintang. “Padahal, di dunia ini sejatinya tidak memiliki energi alam, tapi khusu desa ini menjadi sumber energi alam dalam jumlah besar. Kepekatan energi di sini, sekitar 2x dari yang ada di desa kita. Bayanganku adalah, penghuni di desa ini memiliki kekuatan yang sedikit tidak masuk akal.”
“Sudah kukatakan kita akan aman, jadi kita pasti akan aman. Lagian, mayoritas penduduk di desa ini adalah orang yang ramah. Selama kamu tidak memulai sebuah perkara, mereka tidak akan melakukan sesuatu yang buruk kepadamu. Aku sendiri bahkan sering menerima banyak oleh-oleh berupa souvenir dari mereka, kemudian oleh-oleh itu kuberikan pada anak di panti asuhan karena tidak sesuai dengan seleraku,” ucap Noctis.
“Ngomong-ngomong, Noctis. Orang yang akan kita temui dia seperti apa? Aku hanya mengetahui jika kita berbicara dengan bahasa yang berbeda dan dia adalah orang yang akan melakukan apapun selama pekerjaan itu halal dan dia mendapatkan bayaran. Aku hanya bisa menebak jika dia pastinya orang baik mengingat dia yang hanya menerima pekerjaan halal.”
“Hmm? Bukankah kamu sudah pernah bertemu dengannya sebelumnya? Memang, sih, pertemuan pertama kita dengan mereka tidak dengan damai. Tapi tetap saja, pertemuan itu berakhir dengan damai. Mana mungkin kamu lupa dengan kejadian beberapa bulan lalu?”
“Jangan-jangan!” Sophia tersentak mengingat kembali pengguna elemen dimensi yang ditemuinya bersama Elena beberapa bulan lalu.
__ADS_1