Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Berburu Penther


__ADS_3

Saat ini adalah siang hari, sekitar jam 11.00-an. Elena bersama Kai & Leon pergi ke hutan untuk mencarikan Penther bagi Leon. Ini merupakan tujuan kedua kakak-beradik itu sejak kemarin hari. Kemarin saat mereka merasa menemukan seekor Penther, keduanya memutuskan kembali ke hutan untuk mencari penampakan yang kemarin Leon temukan.


Salah satu yang berbeda dari Elena adalah, di atas kepalanya terdapat seekor penther/hewan berupa kucing yang ditemukannya pagi tadi. Kucing tersebut memiliki bulu berwarna hitam legam dengan mata berwarna hijau muda kekuningan. Ukuran tubuhnya cukup normal untuk seukuran kucing biasa. Meskipun dia penther, dirinya masih tidak kehilangan sifat-sifat dari hewan biasa.


Selain itu, Elena memakai jaketnya yang masih tanpa lengan kiri, namun untuk bajunya dia mengenakan apa yang dipinjamkan Catherine padanya, yaitu sebuah kemeja berwarna merah menuju jingga dengan lengan pendek. Dia sama sekali tidak bisa melakukan kompromi dan tidak bisa memilih sendiri mengingat posisinya yang hanya merupakan tamu dan pengganggu di sana.


Jika kita menggunakan kilas balik, maka ceritanya adalah Elena dan Leon sedang lari pagi, mereka menemukan kucing yang sekarat, membawanya ke rumah keluarga Pyro, merawatnya dan memulihkannya menggunakan kemampuan cenayang--Vitakinesis--, terakhir kucing tersebut setuju untuk menjadi penther Elena dengan nama “Aya” yang dipilih Elena dari kata “Apa, ya?” sebab dia sendiri kebingungan untuk memilih nama.


“Apa kamu sudah baik-baik saja, Aya? Ini hanya beberapa saat dari kamu yang keluar dari kondisi sekarat, aku ragu kamu sudah pulih sebelumnya hanya karena sedikit istirahat seperti ini. Sebaiknya, kamu jangan memaksakan diri atau malah akan melukai dirimu sendiri.” Elena berjalan di barisan paling belakang ketika bercakap-cakap dengan Aya--kucingnya--.


Aya membuka sipit matanya dengan lelah, dan menjawab, “(Tenang saja, aku sudah baik-baik saja. Tubuhku memang masih lelah. Tapi, tiduran di atas kepalamu dan sesedikit mungkin bergerak aku rasa menjadi sesuatu yang bagus untuk memulihkan stamina kembali.)”


“Lagi-lagi kamu melakukan itu. Bisakah kamu menghentikan saja hal tersebut?” tanya Kai sambil menolehkan kepalanya ke belakang. “Mana mungkin manusia akan mengetahui 100% dari apa yang penther katakan. Beberapa trainer kelas atas yang telah memiliki hubungan dekat dengan penther mereka mungkin bisa melakukannya, tapi kamu hanya bertemu beberapa jam dengannya. Apa kamu benar-benar memahami dengan yang dikatakan penther itu.”


“Hmph! Jangan remehkan aku. Inilah sesuatu yang tidak akan diketahui oleh bocah sepertimu.” Elena mendengus dengan sombong, menunjukkan superioritasnya. “Aku sangat tahu apa yang dikatakan oleh kucing ini. Sebaiknya kamu jangan meremehkanku.”

__ADS_1


Salah satu dari banyaknya kemampuan cenayang Elena adalah Zoakinesis. Kemampuan ini memungkinkan Elena untuk dapat memahami perkataan hewan dan mampu berkomunikasi dengan lancar bersama binatang. Ketika Aya berbicara orang-orang mungkin hanya mendengarnya mengeong, namun bagi Elena itu semua memiliki makna dan Elena dapat menerjemahkannya menggunakan kemampuannya ini.


‘Memang aneh, sih, ketika ada seseorang bisa berbicara dengan binatang. Sekalipun itu trainer tingkat tinggi dan memiliki hubungan baik dengan penther mereka, setidaknya akan satu atau dua salah terjemahan. Belum lagi, penther yang mereka miliki mungkin akan mengartikan itu sebagai isyarat lainnya. Jadi, aku sangat aneh ketika bisa terhubung dengan Aya hanya dalam waktu beberapa jam.’


“Jangan begitu, Leon. Kakakmu ini juga bisa melakukan komunikasi yang sangat lancar dengan penther miliknya. Tidak seharusnya kamu meremehkan kemampuan berkomunikasi dengan penther yang trainer lain miliki.”


“Tapi, Kak….”


“Dengarkan itu, wahai Bocah. Tidak seharusnya engkau yang bahkan belum menjadi trainer menghina trainer meskipun dia hanya trainer level satu.” Elena membuat senyuman kecil untuk sedikit merendahkan Leon.


“Tch!” Leon tidak memiliki pembelaan kali ini karena realita dan pandangan objektifnya memang seperti itu.


‘Pertama, jika tidak memiliki Kartu Identitas Trainer (KIT), maka kepemilikan penther hanya sebatas hewan peliharaan dan bertarung menggunakannya adalah sesuatu yang ilegal. Kedua, KIT dapat digunakan sebagai kartu identitas pengganti visa, KTP, dan lain-lain. Ketiga, biaya pendaftarannya gratis. Keempat, kewajiban trainer adalah membantu masyarakat ketika bencana terjadi, akan tetapi bencananya sendiri jarang terjadi. Tiga keuntungan dan satu hal merepotkan. Ini bukan tawaran yang buruk,’ batin Elena.


‘Hanya ada beberapa hal di dalam KIT, diantaranya nama, umur, level, dan nomor registrasi. Level di sini dapat dinaikan dengan memenangkan duel melawan trainer lain, dan dipergunakan untuk mengukur tingkat kemahiran trainer. Sebenarnya ini bukan sesuatu yang bagus untuk mengukur tingkat kemahiran seseorang, karena bisa saja seorang trainer memiliki penther turunan yang kuat sejak awal. Selain kegunaan tersebut, level juga bisa digunakan untuk partisipasi dalam turnamen.’

__ADS_1


‘Untuk turnamen, sih, aku tidak terlalu tertarik. Tapi, pastinya ada hadiah besar jika berhasil menang, sedangkan aku memerlukan uang untuk bisa hidup di dunia ini. Aku rasa, aku akan mengikuti turnamen sampai memiliki cukup uang untuk beberapa bulan ke depan, kemudian kembali setelah Dragon Vein-ku kembali pulih. Aku tidak suka menghabiskan terlalu banyak waktuku di tempat asing.’


Mereka bertiga menjelajah hutan untuk waktu yang lama. Ini tidak sesederhana dengan yang mereka bayangkan saat ketiganya tidak dapat menemukan penther yang kemarin dimaksud oleh Leon. Elena sama sekali tidak mengeluh karena dia sendiri juga tidak memiliki cukup kegiatan untuk dilakukan pada hari ini, sedangkan Kai juga berniat mencarikan penther untuk adiknya.


“Apa kamu yakin melihat penther kemarin?” tanya Elena dengan perasaan ragu pada Leon.


“I-Iya, benar. Aku memang melihat siluetnya yang kabur karena sedang lari. Ta-Tapi, aku benar-benar melihat dengan jelas jika itu merupakan penther. Kita pasti akan menemukannya sebentar lagi, aku yakin itu,” jawab Leon dengan dirinya yang gugup.


“Bahkan jika kami berdua tidak keberatan untuk mencarikan penther, kami masih memiliki batasan waktu selama di hutan ini, kau tahu? Kita akan kembali sebelum hari mulai gelap atau akan menjadi lebih berbahaya di dalam hutan saat itu tiba. Aku benar, ‘kan, Kai?” Elena memalingkan wajahnya pada Kai dan menunggu tanggapan dengan percaya diri.


“Hutan ini cukup damai dan tidak akan ada penther buas yang akan menyerangmu saat bermalam di sini. Dan juga, penther milikku yang memiliki elemen api akan memudahkan kita untuk membuat api unggung. Tidak masalah jika kita bertiga menghabiskan malam di sini,” jawab Kai dengan dingin.


“Kau dengar itu? Kita akan tetap di sini bahkan jika hari menjadi gelap!” Leon menjadi senang mendengarnya.


*Growl!*

__ADS_1


Sayangnya perut mereka berempat berbunyi yang membuat Kai mengatakan, “Sayangnya kita akan kembali beberapa menit lagi jika tidak menemukan apa yang kita cari. Berada di sini sejak jam 11.00 siang cukup untuk membuat kita lapar tanpa makanan.”


*Kresak!* *Kresak!*


__ADS_2