
“Yah, sudahlah. Sayang sekali saat ini kamu masih belum bisa percaya padaku. Kalau begitu, mari kita bermain petak umpet! Kamu akan bisa menilaiku selama permainan ini!” saran Senolia.
‘Uh… dia lebih pintar dari yang aku pikirkan. Kupikir dia akan bertanya tentang apa yang perlu dilakukan agar mendapatkan kepercayaanku. Aku sama sekali tidak menyangka dia akan menjawab seperti ini. Alih-alih aku yang menggali sesuatu dari dirinya, justru dialah yang akan mendapatkan informasi tentangku. Aku tidak bisa bermain-main dengannya!’
Yang ingin dilakukan Elena adalah melakukan pembicaraan panjang dan lebar. Selama pembicaraan itu, dia perlahan-lahan akan membawa topik pada tujuan Senolia datang ke mari. Bahkan jika Senolia tidak mengatakan tujuan kedatangannya, setidaknya Elena akan mengawasinya menggunakan kemampuan Telepati. Begitulah apa yang Elena rencanakan sebelumnya.
Namun sayangnya, dengan Senolia yang mengajak untuk bermain, ini membuat dirinya kesulitan untuk mencari tahu tujuan Senolia. Terutama karena permainan ini adalah petak umpet yang membuat jarak di antara mereka berdua (secara harfiah) menjadi semakin jauh, sementara kemampuan Telepati terbatas.
'Hmm? Petak umpet? Aneh sekali, kenapa dia memintaku untuk bermain permainannya ini. Tidak, tunggu. Bukan itu masalahnya. Entah itu adalah permainan petak umpet atau lainnya tetap saja mencurigakan untuk bermain permainan di malam hari.' Antara kaget dan heran Elena memiliki kedua ekspresi itu secara bersamaan di dalam pikirannya.
"Kenapa kamu mengajakku bermain permainan itu?" tanya Elena.
'Aku rasa percuma saja bertanya padanya. Aku yakin tidak ada yang sebodoh itu untuk mengatakan tujuannya datang di mati, terutama saat dia mengajakku melakukan permainan di waktu mencurigakan. Tapi setidaknya aku bisa memikirkan bahwa dia mungkin ingin mengetahui kemampuanku.'
Senolia hanya tetap tersenyum mencurigakan sebelum mengatakan, "Aku anggap kamu setuju untuk ikut dalam permainan ini. Aku harap kamu tidak kabur selama permainan. Baiklah, mari kita mulai permainannya!"
__ADS_1
"Tung—! Aku masih belum bilang akan ikut bermain!"
Tanpa mendengarkan kata-kata Elena, Senolia melompat dari tempatnya menuju ke salah satu dahan pohon, kemudian pergi menggunakan lompatan ke dahan pohon lainnya sebelum dia menghilang di antara dedaunan rindang di dalam kumpulan pohon itu.
Tempat ini memang bukan merupakan hutan, tetapi pohon di sini termasuk lebat. Tempat ini berada di luar kota! Meski tidak jauh dari kota, tetap saja menjadi sepi atas sebab lebih banyak orang yang berkumpul di kota dari pada luarnya. Lagi pula, jika banyak pemukiman liar di luar kota ini, itu malah akan mengganggu ketentraman di sekitar sana.
"Huh… dasar, ya. Baru kali ini aku dipermainkan oleh selain Ibuku dan Noctis." Elena menggaruk kepalanya dengan heran dan kesal.
"(Dengan kata lain, dua orang yang bisa menaklukkan sampai-sampai mempermainkanmu adalah Ibumu dan orang yang dekat denganmu. Aku berasumsi kekuatanmu tidak bisa diremehkan di dunia asalmu.)"
Elena telah memberitahu Aya tentang dirinya yang berasal dari dunia lain. Memperkirakan tentang tidak banyak atau hampir tidak ada manusia yang bisa berbicara lancar dengan Aya, dirasa tidak terlalu beresiko untuk membiarkan Aya tahu tentang ini. Terlebih lagi, ini bisa membuat Aya menjadi lebih percaya pada Elena, juga mungkin akan membuat Aya dapat menerima teori terhadap sihir dari dunia spirit.
“(Terlalu mencurigakan tentang tingkah lakunya, tetapi meninggalkan sebuah perasaan kalau kita meninggalkannya dan langsung pulang sekarang juga. Terlebih lagi, dia mengatakan tentang sesuatu yang penting untuk kita.)” Aya menajamkan tatapannya pada tempat yang diperhatikan Elena.
“Langsung pergi setelah mengatakan permainan dimulai. Dia hanya mengatakan jika permainan ini adalah petak umpet, tapi sama sekali tidak mengatakan tentang aturannya. Secara garis besar, aku tahu kalau kita akan mencarinya yang bersembunyi, tapi langsung pergi setelah dia mengatakan itu tanpa mengambil jaminan? Ini artinya dia membiarkan kita memilih untuk ikut atau lewat.” Elena tersenyum kering memikirkannya.
__ADS_1
“(Ya…. Ini terlalu membingungkan untuk mencari apa niatnya sebenarnya.)’
Kebingungan akan sesuatu yang masih tidak diketahui tentu saja akan muncul dalam hati manusia ketika dihadapkan ke pada pilihan dalam situasi yang tidak dimengerti. Elena masih kekurangan informasi untuk dampak atau akibat yang mungkin terjadi saat dia memilih satu pilihan. Dia tidak memiliki gambaran mengenai apa yang terjadi ketika dia memilih pergi, dia juga tidak tahu apa yang akan terjadi jika dia memilih bermain. Perhitungan menggunakan kapasitas mental hanya memberikan kebuntuan.
Tidak perlu terlalu banyak berpikir saat berada di situasi yang sulit. Cukup lakukan apa yang menurutmu merupakan pilihan terbaik. Ketika kamu tidak melakukan apa-apa, maka tidak akan ada apa-apa yang akan terjadi. Bahkan jika pilihan yang dipilih bukanlah pilihan terbaik, setidaknya berpikirlah jika suatu progres telah berjalan saat engkau memilih sebuah pilihan. Kegagalan yang dimiliki hari ini, akan menjadi pengalaman di hari berikutnya meski itu tidak menjadi sebuah keberhasilan.
“Baiklah, mari kita mulai mencarinya dan mengikuti permainan ini!” Elena menunjukkan senyumnya ke atas pada Aya.
“(Yakin?)” Aya balik melihat ke bawah pada wajah Elena.
“Tentu saja. Dia sepertinya sudah tahu tentang kita sebelum pertemuan ini. Berkemungkinan besar bahwa dia telah mengawasi kita sejak waktu yang lebih lama. Kita berdua mungkin bisa mengatasinya, tapi akan menjadi lebih merepotkan ketika Leon dan Leo terlibat dalam hal ini. Bekerja ekstra itu bukan merupakan gayaku, lho,” jelas Elena.
“(Hah… bahkan jika kamu mengatakan tidak suka bekerja ekstra, pada kenyataannya kamu sudah melakukan pekerjaan ekstra dari pagi hingga malam saat ini. Aku tidak tahu jalan berpikirmu.)” Aya menghembuskan napas dan menggelengkan kepalanya memikirkan dan mencoba memahami cara berpikir trainernya yang sedikit ia pertanyakan.
Mengatakan tidak mau bekerja ekstra setelah berusaha menyenangkan penthernya, yang notabene merupakan sebuah pekerjaan tambahan merupakan sesuatu yang cukup kontradiktif. Tidak seharusnya melakukan suatu pekerjaan merepotkan seperti itu ketika tidak ingin mendapatkan pekerjaan tambahan. Bukankah tidur selama seharian lebih mudah untuk dilakukan dari pada melakukan sesuatu merepotkan seperti ini?
__ADS_1
“ini dan itu adalah masalah berbeda, jangan menggabungkan dua masalah menjadi satu!” Elena mengangguk dengan senyuman misterius untuk mengalihkan topik. “Lalu, sudah cukup untuk berbicaranya, dan sekarang adalah waktunya untuk mencari tahu tentang orang ini.”
“(Sungguh merupakan pengalihan topik….)”