
“An-Anu, Sophia-chan, apa kamu tahu untuk mengatasi situasi kali ini? Aku rasa sekarang kita berada dalam situasi yang tidak aman atau yang dikenal juga berbahaya,” ucap Theresa dengan suara bergetar, merasakan ancaman yang menimpa mereka saat ini.
Sebelum pertarungan antara Szesc dan Akari dimulai, Szesc sempat memanggil belasan spirit tingkat tinggi yang menjadi pasukannya dan dapat meratakan area sekitarnya. Walaupun Szesc telah diurus Akari sejak awal, namun spirit yang ia panggil tidak menghilang, menyebabkan Theresa, Sophia, Glence, dan Angelica dikepung oleh mereka semua.
“Aku memang spirit tingkat royal dan beberapa kali lebih kuat dari setiap individu di antara mereka. Tapi kamu juga harus tahu, aku yang memiliki elemen darah mendapatkan kerugian besar sebab mereka semua tidak memiliki darah. Jika saja yang aku lawan adalah mandia, aku sangat yakin bisa mengalahkan mereka dengan membuat mereka mengalami pendarahan internal,” jawab Sophia sambil melirikkan datar matanya pada Theresa di sampingnya.
“Begitu ya. Jadi, kita harus menghadapi mereka dengan cara manual dan tidak dapat mengandalkan kemampuanmu sebagai spirit. Ini akan menjadi merepotkan, tapi aku sangat paham dengan masalah yang kita hadapi saat ini.” Theresa mengangguk paham atas penjelasan Sophia.
“Entah kenapa kenapa aku sama sekali tidak senang dan justru tersindir saat kamu yang mengatakannya. Apakah kamu mau kuubah menjadi bubur darah sekarang juga? Bahkan jika kalian bertiga tidak membantu, aku yakin dapat keluar dari tempat ini hidup-hidup.” Sophia memutar matanya dari Theresa, kemudian lebih fokus pada barisan spirit di depan mereka.
Kalimat yang dikatakan Theresa lebih terdengar seperti sindiran karena Sophia terlihat tidak kompeten sebagai spirit karena tidak bisa mengalahkan spirit tingkat tinggi yang ada di bawahnya. Memang, dia mendapatkan kerugian karena jumlah darah di sekitarnya yang dapat dikendalikan hanya sedikit. Ini menjadikan Sophia memiliki kekurangannya sendiri saat melawan spirit lain, namun ia memiliki kemungkinan kemenangan yang sangat besar saat melawan manusia atau makhluk yang memiliki darah.
‘Se-Seram! Ternyata dia memiliki elemen darah, toh! Seingatku di animenya, Theresa memiliki kontrak dengan royal spirit elemen air bernama Pisces. Kenapa ada perbedaan sangat besar antara dunia ini dan animenya? Sudah dari Elena yang memiliki penampilan di luar naskah, sampai organisasi yang tidak pernah dijelaskan dalam cerita! Apa aku bereinkarnasi ke dunia yang salah?’ batin Angelica sambil memasang senyuman kecut.
“Hmm, ada apa kamu tersenyum kecut seperti itu? Ini bukan saatnya untuk tertawa dan kita sedang ada dalam situasi berbahaya dan mendesak.” Glence menyadari tingkah Angelica dan ingin menyadarkannya.
“Ti-Tidak ada apa-apa, aku sama sekali tidak memikirkan sesuatu yang aneh tentang ini.” Angelica mengayunkan telapak tangannya ke kiri dan ke kanan pada Glence.
“Kalian berdua tenanglah, aku sedang memikirkan rencana yang cocok untuk menghadapi semua spirit itu atau kalian berdua akan dimakan hidup-hidup oleh mereka. Aku tahu spirit tidak makan manusia, tapi kalian akan mati saat mereka menyerang kalian,” peringat Sophia.
__ADS_1
“Jadi, bagaimana caramu untuk mengatasi mereka semua?” tanya Glence.
“Apa kamu memiliki kontrak dengan seekor spirit? Aku tahu kamu merupakan putri dari seorang ksatria pedang bernama Alex Miecz dan seharusnya kamu memiliki satu atau dua keterampilan pedang. Namun kalau kamu tidak memiliki kontrak dengan spirit manapun dan tidak dapat menggunakan kemampuan magis, tidak ada gunanya semua keterampilan pedang itu,” kata Sophia.
‘Di dunia ini, seseorang harus mempunyai kontrak dengan spirit agar dapat memanfaatkan energi alam dari spirit karena sejatinya manusia tidak dapat mengolah energi alam secara langsung dengan sendirinya. Ada beberapa latihan dan kondisi agar mereka dapat menggunakan sihir tanpa spirit, namun tetap saja ini sulit untuk dilakukan oleh orang awam,’ batin Sophia.
‘Elena yang dapat menggunakan energi alam tanpa bantuan spirit miliknya --Noctis--, termasuk dalam sebuah kasus langka. Bukan hanya dia, musuh yang kita lawan saat ini kemungkinan besar juga mempunyai trik agar dapat memakai sihir tanpa spirit. Keberadaan mereka benar-benar sangat unik dari kebanyakan orang.’
“Ya. Aku sudah membuat kontrak spirit dengan roh tingkat menengah.” Glence mengangguk sebelum melanjutkan, “Datanglah, Schere! Aku memerlukan bantuanmu untuk situasi kali ini.”
*Sss!*
Kelomang atau umang-umang, atau ada pula yang menerjemahkannya sebagai ketam pertapa atau kepiting pertapa, adalah krustasea dekapod dari superfamily Paguroidea. Sebagian besar dari sekitar 1.100 spesies anggota Paguroidea memiliki perut asimetris, yang tersembunyi dalam cangkang siput laut yang telah kosong yang dibawa-bawa oleh hewan ini. Sebutannya dalam bahasa Inggris, hermit crab (ketam pertapa) konon diperoleh karena perilakunya yang gemar mengembara dan kebiasaannya hidup sendiri di “rumahnya”.
Kelomang yang dipanggil Glence memiliki ukuran sebesar telapak tangan orang dewasa. Dia memiliki kulit bagian luar yang berwarna kemerahan dengan warna putih pada bagian dalamnya. Cakangnya memiliki bentuk kerucut seperti cangkang siput dengan warna krem mengarah ke putih menuju ke warna pasir pantai. Selain itu, terdapat sebuah lambang lingkaran kekuningan seperti matahari di atas cangkangnya.
“Wah! Kelomang! Sudah lama aku tidak melihatnya. Bukankah spesies hewan ini berhabitat di pantai? Bagaimana dia bisa datang ke tempat ini?” Angelica memiliki mata berbinar ketika memperhatikannya.
“Apakah kamu benar-benar harus terkagum seperti itu? Saat ini kita dalam bahaya, tolong jangan terlalu mudah untuk terpengaruh oleh sesuatu semacam ini,” saran Glence.
__ADS_1
“Fumu, baguslah kalau kamu memiliki kontrak spirit dan dapat ikut bertarung bersamaku.” Angguk Sophia sebelum melanjutkan, “Rencananya sangat sederhana. Aku akan maju di garis depan menjadi tanker utama di sini, Glence di belakangku melawan yang lebih kecil, terakhir Theresa berada di garis paling belakang menembaki mereka semua. Tujuan kita bukan untuk mengalahkan mereka, kita hanya harus bertahan sampai ada bantuan yang datang. Apa ini cukup dimengerti?”
“Tu-Tunggu, lalu bagaimana denganku?” tanya Angelica sambil menunjuk dirinya sendiri.
“Aku sangat yakin kamu hanya memiliki keterampilan memasak dan tidak dapat bertarung. Karena itu, kamu ada di belakang Theresa, mendoakan keberhasilan kami, dan memohon ampunan terhadap semua dosa yang telah kamu lakukan selama ini,” jawab Sophia datar.
“Ugh, dengan kata lain, aku sama sekali tidak memiliki kegunaan di tempat ini.” Angelica memiliki aura suram di sekitarnya ketika mendengar kata-kata Sophia.
“Haha, Sophia-chan memang tidak memiliki ampun sama sekali, ya,” tawa canggung Theresa.
“Mari kita mulai!” aba-aba Sophia.
“Ya!” jawab Theresa dan Glence di saat yang hampir bersamaan.
*Blurb!* *Slurp!* *Burn!* *Nging!*
Darah mulai keluar dari telapak tangan Sophia dan Theresa, kemudian membentuk sebuah pedang pada Sophia sementara membentuk busur pada Theresa. Di lain sisi, Glence membuat pedang dari api dan sebuah perisai dari cahaya kekuningan.
‘Spirit elemen ganda, ya. Sangat jarang untuk menemuinya di masa sekarang ini. Dengan elemen ganda yang dimilikinya, raja spirit api atau cahaya saja tidak akan dapat memberikan perintah padanya. Diperlukan mereka berdua yang memberikan perintah yang sama atau spirit yang satu ini tetap akan pada kemauannya sendiri.’ Sophia melirik pada spirit Glence --Schere-- ketika memikirkannya.
__ADS_1