Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Zetsubō~ (Tanpa Harapan)


__ADS_3

“Zetsubō~, Zetsubō~, Zetsubō~,Zetsubō~... 🎵.” Di tengah perjalanan mereka, Leon menyanyikan sebuah lagu tanpa tangga nada maupun lirik yang jelas. Masih belum diketahui apa alasan di balik dia yang menyanyikan lagu yang memekakkan telinga itu, namun yang pasti Elena sudah merasa terganggu dan menunjukkan urat-urat yang mengencang ketika di akan marah.


“Uh! Bisakah kamu menghentikan nyanyian itu! Ini mulai sangat mengganggu ketika kamu mengulangi kata yang sama berulang kali! Juga, suaramu sangat buruk dan aku menjadi semakin ingin memukulmu ketika kata itu keluar dari mulutmu!” teriak Elena yang sudah muak mendengar nyanyian atau rangkaian kata tidak jelas Leon.


Leon berhenti sejenak dan menatap Elena, kemudian mengatakan, “Bahkan jika kamu mengatakan demikian, lagu ini memang menggambarkan situasi kita berdua saat ini, bukan?” Leon kembali mengarahkan pandangan ke depan sebelum melanjutkan, “Ini baru setengah jam dari waktu kita berangkat, tapi kita sudah tersesat di dalam hutan kayu mati ini. Apa kamu tidak mengalami rasa putus asa yang sama denganku ini?”


Di sekeliling mereka berdua, saat ini merupakan hutan dengan pohon yang telah layu tanpa sedikitpun dedaunan. Selain itu, terdapat kabut yang membatasi jarak pandang mereka menjadi sekitar 20 meter. Saat ini, keduanya merasa kebingungan dan mulai ragu apakah mereka berjalan lurus atau hanya berjalan pada jalur memutar dan melewati jalan yang sama?


‘Hah, aku juga paham dengan maksud dari keputusasaan yang dirasakannya, sih. Setelah sampai di dunia ini dan memiliki pengurangan besar-besaran dalam menggunakan kemampuan cenayang, aku tidak benar-benar memiliki keterampilan yang efisien untuk digunakan saat ini.’


‘Yang aku pakai saat ini adalah Penerawangan dan mencoba melihat apa yang ada di ujung sana. Sayangnya, kemampuan Penerawangan-ku berkurang jauh dan hanya bisa melihat sampai ke jarak sekitar 70 meter saja. Padahal kalau ini adalah dunia sebelumnya--dunia spirit--, aku bisa menerawang sampai ke jarak ratusan meter atau bahkan ke kerajaan tetangga.’


‘Menggunakan Telekinesis untuk terbang juga menjadi pilihan yang buruk. Aku sendiri malah akan membuang-buang energi alam yang sudah dikumpulkan selama ini untuk membangun kembali dragon vein. Teleportasi? Aku rasa akan menggunakan ini sebagai pilihan alternatif terakhir. Aku takut tidak akan bisa mengendalikan Teleportasi ini dan malah muncul di dalam kawah gunung berapi.’


“(“Zetsubō”. Sungguh kata yang sangat mendeskripsikan kondisi kita saat ini, ya~,)” kata Aya penuh kebosanan dari atas kepala Elena.

__ADS_1


“Sudah, kamu diam saja, Kucing! Aku tidak menghitung berapa kali kamu mengolok-olokku selama perjalanan ini, tapi aku masih ingat jika kamu sudah membuat 28 kalimat yang berhubungan dengan mengejekku selama kita pergi. Apa kamu ingin kuubah menjadi sepatu? Jarang ada yang menggunakan kulit kucing sebagai bahan bakunya, tapi bukan berarti aku tidak memiliki ide gila seperti itu!” kata Elena dipenuhi cemberut.


“(Okey~.)”


*Track!*


Ketika mereka sedang berjalan dalam kebosanan mereka, tiba-tiba sebuah suara memecahkan keheningan tersebut.


“Ada apa?” Elena dan Kai mengarahkan pandangan mereka ke atas, pada asal dari suara itu.


‘Ap--! Sejak kapan mereka ada di sana?” Kai terkejut melihat gerombolan besar penther.


“Aku rasa nama resmi mereka adalah Nebula Sarcoramphus papa. Menurut kamus yang aku baca, mereka ini merupakan burung pemakan bangkai. Skill yang mereka miliki pada mula-mulanya berhubungan erat dengan kabut. Spesies mereka yang memiliki level rendah tidak berbahaya saat sendirian karena kabut yang mereka ciptakan tidak terlalu pekat. Namun, kecenderungan mereka yang membentuk koloni menjadi bermasalah,” jelas Elena.


“Be-Berarti kita akan dimakan hidup-hidup, dong. Apa kita bisa menang melawan mereka yang sebanyak itu?” tanya Leon dengan suara yang bergetar.

__ADS_1


“Jika hanya satu lawan satu sudah pasti kita menang. Bahkan level dari mereka yang agak tinggi bisa dikalahkan penther level rendah saat kita mengabaikan kemampuan terbang--melarikan diri--mereka.” Elena melirikkan matanya pada Leon, dan melanjutkan, “Apa kamu takut? Tenang saja, mereka hanya akan memakan bangkai. Itu artinya mereka tidak akan memakan kita selama kita masih hidup.”


“Oh, baguslah. Setidaknya kita tidak akan dimakan hidup-hidup.” Leon menghela napas lega ketika itu.


“Jangan senang dulu, Nak. Persediaan makanan kita hanya akan cukup untuk selama 2 hari atau bahkan lebih singkat dari itu. Kalau kita benar-benar menghematnya, mungkin itu akan cukup untuk 5 hari. Mereka akan menyesatkan kita selama beberapa hari itu, menunggu kita kelelahan, kemudian akan memakan bangkai kita. Ini bukan saatnya untuk senang.”


“Baiklah, terima kasih atas penjelasannya. Sekarang, aku ingin bertanya kenapa kita hanya membawa persediaan makanan yang sedikit seperti ini? Bukankah kamu sudah ahli dalam berpetualang dan seharusnya memperhitungkan berapa banyak makanan yang diperlukan? Sungguh, aku sangat curiga tentang asal-usulmu saat ini.” Leon menatap Elena dengan mata yang curiga.


“Aku pikir, hutan ini akan memiliki persediaan makanan yang melimpah dan kita bisa mengisinya di sini. Namun ketika kabut tebal seperti sekarang ini, sungai pun tidak akan bisa kita temui, dan kita memiliki waktu selama beberapa hari sebelum mati karena dehidrasi,” jawab Elena secara gampangnya.


‘Yah, aku masih memiliki pilihan terbang dan teleportasi. Aku akan menggunakannya saat situasinya menjadi semakin runyam. Tapi setidaknya, aku akan menunggu waktu menjadi malam hari. Kabut tebal dari burung ini akan menutupi sinar rembulan malam nanti. Aku mungkin akan malah terbang memutar ketika ingin keluar dari hutan ini, tapi aku sangat yakin tidak akan tersesat saat terbang ke atas.’


Kemampuan Lunarkinesis milik Elena membuatnya dapat mengendalikan cahaya bulan, termasuk mengubah mereka kembali menjadi energi. Saat siang hari, dia akan memiliki keterbatasan di mana tidak bisa mengumpulkan energi alam. Namun saat bulan bersinar di langit, dia akan berada di posisi lebih menguntungkan dari pada ini.


“Ka-Kalau begitu, aku hanya harus mengalahkan mereka semua, bukan? Aku rasa ini akan lebih mudah untuk dilakukan dari pada harus menunggu kita yang akan mati oleh mereka.”

__ADS_1


“Silahkan saja jika kamu ingin mencoba, Leon. Tapi, aku sangat tidak menyarankan cara ini karena mereka juga memiliki kemampuan gerak yang bagus. Mereka yang terbang di atas langit, akan menjadi lebih mudah menyerang dan menghindar dari pada kita yang hanya ada di atas permukaan tanah.”


“Mana tahu sebelum dicoba, ‘kan? Leo, serang dia!” Leon menunjuk pada salah satu burung di depannya sambil memberikan aba-aba.


__ADS_2