Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Asosiasi


__ADS_3

“Apa kamu yakin bahwa itu bukan merupakan penther alami, melainkan sesuatu yang lebih seperti buatan, Agen Eternity?” tanya seorang Pria yang berada di balik meja.


Dia terlihat sedikit terlalu tua untuk melakukan pekerjaan berat. Setidaknya dia sudah berada di usia sekitar 60 tahunan. Namun meski demikian, dia masih memiliki tubuh yang terlihat berisi dan berotot dan bisa melakukan beberapa pekerjaan yang tidak terlalu berat. Matanya memberikan tatapan mendalam pada wanita di depannya yang terlihat 18 tahunan.


Pria itu memakai jas dan jenis serangkaian seragam pakaian normal lainnya. Tampaknya dia memegang peran penting di tempat dia bekerja, sehingga jabatannya tidak juga dicopot pada usianya yang telah sepuh ini. Namun pastinya, dia akan memiliki keterbatasan kinerja sesuai meningkatnya usia dan melemahnya tubuhnya ini. Bukan sesuatu yang aneh karena manusia akan menjadi lemah ketika mereka berubah tua.


“Ya!” jawab Wanita yang ada di depannya.


Dia memiliki rambut berwarna violet dan pupil mata jernih yang memiliki warna serupa dengan rambutnya. Dia memakai sebuah gaun berwarna lavender dan putih serta memiliki rajutan berwarna emas di beberapa tempat. Dia juga memakai sarung tangan dan sepatu coklat yang terbuat dari kulit binatang asli. Sabuk yang melilit pinggangnya terbuat dari bahan sintetis, namun itu juga memiliki warna yang sama dengan sarung tangan dan sepatunya. Dan lagi, dia juga membawa sebuah pedang yang disarungkan dan tergantung pada sabuknya itu.



“Aku, Eternity Senolia, mendapatkan sebuah penther unik dari kota Einer. Data tentang penther tersebut sama sekali tidak ditemukan di basis data manapun, juga dia tidak memiliki sikap selayaknya binatang. Dia lebih seperti robot yang sudah memiliki programnya sendiri dari pada hewan alami. Sebagai tambahannya, penther yang satu ini sama sekali tidak merespon ketika aku memerintahkannya. Dia hanya menggunakan skill pertahanan saat menerima serangan. Ini membuat kami tidak dapat melihat kemampuan penuhnya,” lanjut Wanita itu.


“Begitu, ya. Kita masih kurang informasi tentang kemampuan penther ini. Sebaiknya kita tetap waspada terhadap sesuatu yang tidak diinginkan. Sebagai pihak yang kekurangan informasi, kita tidak tahu kapan penther ini akan membuat kegaduhan seperti meledakkan diri atau lainnya. Pokoknya, tetap lanjutkan saja penelitian tentang kemampuannya.” Pria Tua itu menghela napas lelah setelah mengatakan semuanya.


“Hmm? Apa kamu ada masalah dengan ini, Master?” tanya Senolia heran.

__ADS_1


“Tentu saja.” Dia memberikan alasan, “Semakin ke sini, semakin banyak sesuatu yang janggal mulai bermunculan satu per satu. Masalahnya aku sendiri menjadi semakin lemah setiap harinya. Aku tidak bisa menjaga umat manusia seperti di masa lampau kalau-kalau suatu bencana raya terjadi.”


“Tenang saja, Master. Aku yakin lambat laun semuanya akan menjadi semakin membaik dengan kemajuan umat manusia.” Senolia berusaha menghibur. “Beberapa waktu ini berbagai kabar mengejutkan bermunculan karena kemajuan manusia dalam menemukan reruntuhan dan peradaban kuno. Aku yakin sesuatu yang buruk tidak akan pernah terjadi. Ini hanya berbagai kabar mengejutkan saja.”


“Huh… aku harap kamu benar, Muridku,” sebuah balasan yang terdengar tanpa semangat diucapkan Pria Tua ini.


“Bahkan jika ada sesuatu yang buruk, maka aku akan melindungi dunia ini menggantikan dirimu, Master. Sudah menjadi tugasku sebagai murid untuk melanjutkan perjuanganmu.” Senolia menunjukkan senyummannya agar lebih menyakinkan.


“Oke, aku senang kamu sangat menghormatiku, tapi kita harus kembali ke pembahasan awal.”


“Selanjutnya, apa kamu tahu siapa yang menjual penther ini ke pada kita, Asosiasi?” tanyanya. “Aku tidak tahu apakah ini merupakan peringatan darinya atau dia hanya tidak sengaja melakukannya, namun dia akan menjadi orang yang penting. Kita perlu mengetahui dari mana dia mendapatkan penther ini. Bahaya yang tidak diketahui akan bermunculan bersamaan ditemukannya benda-benda asing.”


“Menurutku dia memberikan ini ke pada kita dengan sengaja dan ini merupakan peringatan darinya. Ketika dia melakukan transaksi ketika memberikan penther ini, dia hanya meminta uang untuk masuk ke dalam turnamen. Seharusnya, dia akan menerima lebih banyak uang karena menemukan sesuatu asing seperti ini, tapi dia memilih menolaknya. Aku yakin dia melakukannya semata-mata adalah karena ingin memperingati kita,” jawab Senolia.


‘Jika itu diberikan secara gratis, maka ini malah akan menjadi terlalu mencurigakan. Maka dari pada memberikannya secara gratis, dia memberikan ini dengan uang senilai harga untuk masuk ke dalam turnamen sebagai gantinya. Uang untuk biaya masuk ke dalam turnamen tidak terlalu mahal. Permintaannya ini bukan sesuatu yang memberatkan untuk kita,’ pikir Senolia.


“Sangat mengejutkan. Aku sama sekali tidak berpikir ada trainer bebas—trainer yang tidak aktif dalam Asosiasi—mendapatkan benda yang terlalu asing seperti ini. Apakah dia membuat perkumpulan sendiri? Atau apakah dia memiliki niat untuk menggulingkan Asosiasi? Kita tetap harus melakukan penyelidikan tentang niatnya sebenarnya.”

__ADS_1


Dia dapat mengetahui bahwa orang yang menjual penther itu tidak aktif dalam Asosiasi karena orang ini menjual trainernya, bukan memberikannya secara langsung, seperti masuk ke kantor cabang atau lainnya. Karena tindakannya yang tidak terlibat secara langsung ini, membuat orang yang memberikan trainer ini mendapatkan kesan seperti menjaga jarak dari organisasi.


“Apa kamu ingin aku untuk menyelidikinya, Master?”


“Apa ini tidak masalah bagimu? Bukankah kamu memiliki pekerjaan lain yang sama-sama juga menumpuk saat ini?”


“Tenang saja. “Mereka” memiliki pergerakan yang terlalu gesit, aku sama sekali tidak bisa mengendus jejak mereka. Dari pada aku melakukan pencarian yang belum tentu mencurahkan hasil atau hanya akan memberikan harapan hampa, akan lebih baik jika aku mendahulukan kasus ini lebih dulu, sebagai permasalahan yang tepat di depan mataku dan bisa dengan cepat aku kerjakan.” Senolia sedikit tersenyum untuk menyakinkan orang yang ia panggil Master ini.


“Hmm… ini akan menjadi pertimbangan yang lumayan sulit. Memutasikan tugasmu dari mencari jejak mereka menjadi menyelidiki orang yang memberikan penther ini ke pada Asosiasi menjadi keputusan yang sulit untuk aku tangani. Pada dasarnya, kamu merupakan agen berbakat. Orang yang memiliki posisi sebanding denganmu tidak banyak di seluruh Asosiasi ini.” Pria itu mengelus dagunya.


“Menurutku, akan lebih bermanfaat jika aku menyelidiki orang yang memberikan penther ini ke pada kita. Namanya adalah “Elena”. Kebetulan data tentang transaksinya masih ada. Bahkan, wajahnya juga terekam CCTV saat itu.”


“Jangan bilang, kamu meminta pergantian tugas ini karena kamu sudah lelah dalam melakukan pekerjaanmu yang sebelumnya? Apa kamu menganggap pekerjaan dari Asosiasi ini hanya permainan?” Tatapan matanya ke pada wanita itu berubah tajam.


“Apakah aku bermain-main atau tidak dalam mengerjakan tugas dari Asosiasi, pada kenyataannya tindakanku selalu membuahkan hasil. Tidak peduli apakah aku hanya bermain atau tidak, aku tetap berguna,” pembelaannya terhadap dirinya.


“Huh, baiklah. Aku memberimu tugas untuk menyelidiki orang yang memberikan penther itu ke pada kita.”

__ADS_1


__ADS_2