Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Penther yang Telah Berevolusi


__ADS_3

“Elena, awas! Aku rasa dia adalah penther yang telah berevolusi!” Leon melompat ke depan Elena untuk menghentikannya.


“Bahkan jika kamu mengatakannya seperti itu, dan aku tahu jika itu merupakan penther yang telah berevolusi. Dia hanya merupakan penther rayap! Apa yang bisa dilakukan olehnya meski berada di level evolusi yang sedikit lebih tinggi!” Elena menunjuk pada rayap di depannya.


Yap, itu hanya merupakan segerombolan rayap. Yang membuat mereka berbeda dari kebanyakan rayap adalah ukuran tubuh mereka yang mencapai 15 sentimeter dan tubuh mereka yang berwarna hijau terang. Selain itu, mereka tidak benar-benar memiliki perbedaan fisik yang signifikan dengan rayap biasa. Justru tubuh mereka yang besar ini membuat mereka lebih mudah diketahui yang menjadi boomerang untuk mereka.


“Ta-Tapi, aku dengar penther yang telah berevolusi memiliki kekuatan yang lebih tinggi dari yang belum berevolusi, bukan? Bukankah itu berarti kita tidak akan tahu apa yang mungkin bisa mereka lakukan pada kita?” kata Leon dengan suara yang bergetar.


‘Memang benar, sih, penther bisa menjadi lebih kuat setelah berevolusi. Bahkan, penther yang sebelumnya kutemui bisa memerintahkan burung bangkai yang memiliki rank lebih rendah darinya. Tapi, bagaimanapun ini hanya rayap, ‘kan? Bahkan jika dia menjadi lebih kuat, seharusnya dia tidak akan menjadi sesuatu yang sangat menyeramkan, bukan?’


"Jika kamu ingin tahu apa yang mungkin bisa mereka lakukan, biar aku sendiri saja yang mencari tahu karena saat ini kamu sedang ketakutan." Elena berjalan maju ke arah penther rayap tersebut dan menginjaknya.


*Dor!*


Ketika Elena menginjaknya, penther rayap tersebut meledak menjadi ledakan kecil. 'Ah, ini lumayan berasa juga saat dia meledak,' pikir Elena saat itu.


"(Fiuh, baguslah aku tidak memiliki tugas untuk menggigit mereka. Mana mungkin aku akan doyan makan sesuatu seperti itu. Gigiku bisa patah kalau aku memakan benda yang bisa meledak seperti itu, dan aku memang tidak memiliki keinginan untuk memakan serangga,)" komentar Aya.

__ADS_1


"(Mereka yang meledak pastinya memiliki skill peledakan diri, tapi di sisi lain itu juga membuat nyawa mereka melayang. Aku memandang buruk serangan bunuh diri seperti ini karena hanya sekali pakai, tapi itu juga efektif saat berada dalam situasi terdesak dan tidak memiliki harapan hidup sejak awal. Aku salut dengan kemampuan mereka,)" tambahnya.


Elena menengok ke belakang pada Leon dan berkata, "Seperti yang sudah kamu lihat, mereka memiliki kemampuan meledakkan diri ketika mati. Ledakan yang mereka hasilkan tidak terlalu besar, kamu tidak perlu khawatir selama tidak menginjaknya secara langsung."


"Oh, oke." Leon sendiri masih tidak terlalu yakin untuk melakukan tindakan ceroboh seperti menyerang penther sendiri bahkan setelah melihat kemampuan meledak setelah diinjak Elena.


Tentunya, kebanyakan orang di dunia ini senantiasa menggunakan penther untuk melawan penther lainnya, juga mereka sangat mengetahui jika penther lebih kuat dari mereka. Ini membuat mereka ragu untuk mengambil tindakan melawan penther secara langsung, meskipun mereka melihat jika penther itu memiliki sampul yang tidak berbahaya.


Berbeda dengan mereka, Elena berasal dari dunia lain dan memandang penther sebagai hewan yang sedikit lebih kuat. Elena sendri juga bisa membuat sebuah fenomena magis asalkan memiliki energi alam yang memadai, hanya saja dia sedang minim itu sekarang. Baginya, penther adalah eksistensi yang tidak jauh berbeda darinya, kecuali pada bentuk tubuhnya.


Elena berbalik ke depan, kemudian lanjut berjalan. "Mari kita lanjutkan perjalanan! Bahkan jika kita tidak berhasil menemukan jalan keluar secepatnya, kita tetap akan mendapatkan penghargaan karena menemukan reruntuhan ini. Tapi, ya…, itu tadi. Kita harus menemukan jalan keluar untuk melaporkan tentang reruntuhan ini."


Mereka berdua melanjutkan perjalanan suram mereka di dalam lorong-lorong ini. Beberapa kali mereka menemukan penther tingkat tinggi, namun yang mereka temui juga memiliki kekuatan rendah dan beehasil dikalahkan dengan Elena yang menginjak mereka.


Tempat ini yang berada di bawah tanah, membuat makanan tidak banyak tersedia, sehingga hanya hewan berukuran kecil yang bisa bertahan. Karena lokasi yang di bawah tanah, sinat matahari tidak masuk, sehingga tidak ada tumbuhan, dan jikapun ada, mereka adalah tumbuhan yang tidak memerlukan sinar matahari dalam proses memasak makanan mereka.


Beberapa hewan mikroorganisme masih ada di sini. Juga, lantai di sana basah karena air yang meresap dari permukaan. Suasana yang sepi ini membuat tempat itu terasa angker, terlebih lagi dinding dan lantai yang lembab. Keduanya hanya memiliki pilihan untuk terus berjalan dan mencari pintu yang belum tentu dapat, atau menghemat tenaga di sana, kemudian mati karena kelaparan dan dehidrasi.

__ADS_1


"Setelah berjalan selama ini, aku mulai menyadari jika tempat ini lebih mirip seperti labirin dari pada bangunan yang lain," kata Elena sambil tetap melihat jalanan di depannya.


"Labirin?"


"Ya. Lorong yang kita lalui sejak tadi memiliki beberapa cabang, tempat ini sangat rumit, dan beberapa kali terdapat jebakan yang harusnya untuk melawan penyusup. Satu-satunya tebakanku atas kegunaan tempat ini, adalah di sini digunakan untuk menjaga sesuatu yang berharga," jelas Elena.


Elena tidak asal memberikan tebakan. Dia telah menggunakan kemampuan Penerawangan yang membuatnya tahu sesuatu yang ada di balik tembok. Dengan jarak < 100 meter, Elena tidak bisa melihat keseluruhan tempat ini, yang membuat dia menjadi lebih yakin jika tempat ini dibuat untuk membingungkan penyusup. Juga, sejauh ini Elena masih belum menemukan ruangan apapun menggunakan kemampuan Penerawangan yang membuatnya berpikir hanya ada satu benda yang disembunyikan.


"(Uh…, aku mulai tertarik dengan apa yang orang di masa lalu sembunyikan di tempat ini. Apa itu emas, perhiasan, teknologi di luar dugaan, atau mungkin sebuah keterampilan yang sangat luar biasa! Aku jadi ingin menyusuri tempat ini lebih jauh.)"


"Kamu berisik, Aya. Jika kamu memang benar ingin menelusuri tempat ini, jangan duduk di atas kepalaku dan mulailah berjalan sendiri. Tubuhmu memang tidak terlalu berat, tapi ini sedikit mengganggu ketika aku mengangkat kepalaku seperti saat ini," kata Elena datar yang malah membuatnya menjadi semakin tegas.


"(Ap-Apa kita akan baik-baik saja dan bisa menemukan jalan keluar, ya?)" tanya Leo yang ada di bahu kiri Leon.


"Tenang saja, kita pasti bisa keluar dari tempat ini. Kalau kita tidak menemukan jalan keluar, maka aku akan membuatnya sendiri walau harus meruntuhkan tempat ini. Kamu tidak perlu bersedih hati atau merasa khawatir akan masalah ini," jawab Elena.


"Apa kamu sedang berbicara dengan penther? Jujur saja, aku merasa aneh dan masih belum terbiasa saat kamu tiba-tiba membuat dialog," komentar Leon.

__ADS_1


Elena memutar matanya dan tidak memperdulikan Leon. Ketika dia menemukan sebuah ruangan menggunakan kemampuan Penerawangan, berkatalah Elena, "Hmm, aku menemukan sebuah ruangan yang lain dari lorong ini. Mari kita menelusurinya!"


__ADS_2