Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Munculnya Tokoh Antagonis Dunia ini


__ADS_3

*Jleb!* *Jleb!* *Jleb!* *Brak!*


Aya menggunakan skill ke-2nya untuk menghancurkan sebuah pintu batu. Setelah menggunakannya sebanyak beberapa kali, pintu tersebut langsung hancur menjadi puing-puing batu.


Pintu tersebut memiliki bahan yang sama dengan yang menyusun seluruh tempat di sini--batu--. Pintu tersebut terhubung ke sebuah ruangan yang telah dilihat Elena menggunakan kemampuan Penerawangan.


Ini tentunya menjadi sebuah sesuatu yang mengherankan, sebab sejak tadi mereka hanya menemukan lorong, lorong, dan belokan. Satu-satunya ruangan yang berbeda seperti ini membuat mereka, terutama Elena berpikir bahwa di dalam sana terdapat sesuatu hal penting dan menjadi sesuatu yang memang dijaga oleh pembuat labirin ini.


Karena rasa penasaran itu, mereka berdua memutuskan untuk membobol ruangan ini meskipun belum terlalu tahu apa resiko yang akan keduanya alami, terutama Elena yang menyarankannya. Bagaimanapun juga, dia bisa menggunakan kemampuan Teleportasi saat berada di situasi mendesak, walaupun saat ini dia sendiri kesulitan mengendalikannya.


“(Fiuh, apa aku sudah beralih profesi menjadi pekerja bangunan sekarang? Baru kali ini aku menggunakan kekuatanku selain hanya dalam pertarungan. Ngomong-ngomong, sekarang aku berpikir jika ada banyak cara menggunakan skillku ini di lain hanya memakainya dalam sebuah pertarungan. Mungkin, aku bisa mengendap-endap dan mengambil uang seseorang dengan mudah.)” Aya membuat seringai licik sambil menatap pada pintu yang telah dihancurkannya.


“Sudahlah, jangan membuat kejahatan di muka bumi ini. Kamu malah akan terkena azab jika memiliki pikiran buruk seperti itu. Bahkan jika tidak, aku sendiri yang akan menghukummu, karena aku yang merupakan trainer juga akan terkena imbas saat kamu melakukan kejahatan. Kemudian jika kamu tidak ada sesuatu yang diperlukan lagi, cepat naiklah dan aku akan melanjutkan perjalanan!” kata Elena dingin.


“(Baiklah. Menjadi pekerja yang tidak dibayar itu memang sangat menyesakkan, lho.)” Kata Aya sambil melompat ke atas kepala Elena dan duduk di sana.

__ADS_1


“Tempat ini masih gelap sama seperti di lorong-lorong sebelumnya. Ini tidak aneh karena sejak awal kita memang berada di bawah tanah, tapi tetap aneh saat ruangan ini menjadi satu-satunya tempat yang merupakan lorong. Padahal, di tempat lain hanya merupakan lorong dan jalanan yang dipenuhi jebakan dan bertujuan untuk melawan penyusup.” Leon memperhatikan secara seksama di dalam lorong itu.


“Mau bagaimana lagi, ‘kan? Namanya juga, ruang harta karun di antara banyaknya lorong jebakan. Wajar saja jika ini menjadi berbeda dari yang lain,” jelas Elena menebak-nebak.


Dia tidak benar-benar tahu apakah tempat ini merupakan ruang harta karun atau bukan. Yang dia tahu adalah tempat ini yang berbeda dari yang lainnya menggunakan Penerawangan. Menggunakan Penerawangan juga, dia hanya melihat bahwa ada berbagai pola geometris di dalam ruangan ini. Dirinya sendiri tidak benar-benar tahu untuk apa pola-pola itu, sehingga dia memilih pergi ke sini untuk memastikannya.


Menggunakan Penerawangan pula dia berhasil menemukan tempat ini. Meski lokasi situs purbakala ini sangat lebar, tidak sulit mengetahui keseluruhan tempat ini menggunakan Penerawangan yang mana memiliki jangkauan cukup luas. Apalagi kebanyakan tempat berupa lorong, sehingga satu ruangan ini menjadi sangat mencolok.


‘Yah, biasanya memang ada sihir formula yang menggunakan gambaran pola geometris pada permukaan suatu objek untuk membuat benda tersebut memiliki efek tertentu. Hanya saja, itu tidak berasal dari dunia spirit dan aku tidak benar-benar menguasai tentang teknik sihir yang satu ini. Setidaknya, Noctis sangat ahli dalam menggunakannya.’


“Umu!” Leon menganggukkan kepalanya sebelum masuk mengikuti Elena.


•••••


“Tch, tempat ini sangat luas sekali, ya. Aku sudah bosan melewati lorong-lorong ini. Apa sejak awal tempat ini memang tidak memiliki ujung? Apakah atasan masih waras mengirim satu orang saja dalam pencarian menyebalkan di tempat luas dan berbelit-belit seperti ini? Sudah gaji yang tidak seberapa, ditambah pekerjaan yang menjadi semakin sulit. Dunia mulai menjadi tempat yang menyebalkan, ya,” gerutu seorang pria yang berjalan dalam gelapnya lorong ditemani sebuah lentera.

__ADS_1


Dia mengenakan sebuah topi fedora berwarna coklat. Pakaiannya berupa kemeja berwarna hitam dengan sebuah rompi yang menutupinya. Celana panjang sampai mata kakinya dengan warna coklat yang serupa dengan kemejanya. Ia memakai sepatu boot yang lebih tua dibandingkan dengan baju dan celananya itu.


Untuk penampilan fisiknya, dia memiliki rambut dan alis berwarna kecoklatan. Matanya berwarna kuning keemasan yang tidak jauh berbeda dengan warna mata dan alisnya. Kulitnya berwarna putih, namun itu tidak terlalu putih yang membuatnya tidak terlihat pucat. Dia mungkin memiliki hubungan yang sangat buruk dengan tempat dia bekerja sampai-sampai memancarkan sebuah aura tidak menyenangkan.


*Blar!*


Sebuah suara memecahkan kesunyian di dalam labirin bawah tanah ini.


“Ap-Apa? Apa itu?” Dia pun menjadi kaget dan tercengang mendengar suara itu. “Apakah ini sebuah gempa bumi? Kalau begitu ini akan menjadi sangat berbahaya dengan aku yang ada di bawah tanah. Pintu keluar terlalu jauh untuk bisa aku gapai. Aku berada dalam masalah besar dan hanya akan menemukan jalan buntu kalau sampai lorong ini runtuh.”


Ini tentunya menjadi reaksi yang sangat wajar. Dia memang berada di dalam bawah tanah, tanpa perlengkapan keamanan, atau tempat sembunyi dari kecelakaan bencana alam. Sekalinya lorong ini runtuh atau terendam air, niscaya dia akan terkubur atau tenggelam hidup-hidup di tempat ini tanpa seorangpun yang mengetahuinya. Kedua masalah itu--tenggelam atau terkubur hidup-hidup--tentunya bukan akhir yang diidamkan oleh mayoritas orang.


“Tidak, tunggu. Jika ini merupakan gempa bumi, seharusnya itu akan terasa di seluruh lorong dan akan berlangsung selama beberapa saat. Kali ini, getaran ini hanya terasa sekali saja, dan ini juga tidak menyeluruh pada seluruh ruangan di sini. Dengan kata lain, dapat diambil asumsi jika hal tersebut bukan berasal dari bencana alam, melainkan sesuatu yang lain,” gumamnya dengan tangan yang memegang dagu.


“Jangan-jangan, para petinggi asosiasi trainer itu sudah tahu tentang reruntuhan labirin rahasia ini, dan mereka melakukan penelusuran untuk mengamati tempat ini? Aku tahu mereka memiliki akses yang luas di dunia ini, bahkan memiliki wewenang yang bisa melampaui pemerintah dalam beberapa kasus sebagai organisasi yang mengendalikan gerakan trainer di seluruh dunia. Tapi, ini terlalu berlebihan jika mereka bisa menemukan situs yang telah terkubur selama beratus-ratus tahun ini.”

__ADS_1


“Aku harus cepat! Sebelum para pihak asosiasi itu menemukan sebuah rahasia yang telah terkubur di tempat ini, aku harus mengambil benda itu dan memberikannya pada organisasi. Sebuah item yang akan sangat berguna untuk perkembangan penther itu, harus didapatkan oleh organisasi dan tidak bisa dibiarkan untuk dimiliki asosiasi!” Dia mengepalkan erat tangannya.


__ADS_2