Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Keesokan Harinya…


__ADS_3

Satu malam akhirnya berakhir di dunia baru ini dengan Elena yang terbangun di pagi harinya. Masih belum ada kejadian spesial sampai saat ini, hanya Elena yang bangun tidur di pagi hari, kemudian akan menjalani rutinitas barunya di sini. Tanpa perlengkapan dari dunianya sebelumnya, ini mungkin akan menyulitkan Elena dalam beberapa hal.


“Hmm? Sudah pagi, ya?” Elena membuka matanya dan menatap pada langit-langit di atas kepalanya. “Semalam aku tidur cukup nyenyak walau berada di tempat antah-berantah dan tanpa perlengkapan milikku. Aku rasa, terlempar ke dunia lain secara paksa seperti ini tidak buruk juga. Tunggu! Aku rasa, akan lebih baik jika aku tidak terjebak di dunia ini.”


Elena mengambil posisi duduk di atas tempat tidurnya dan mengatakan, “Aku lupa memastikan apakah ada bulan di dunia ini atau tidak. Ini bukan lupa, tapi aku terlalu lelah untuk melakukannya. Jika masalah lupa, aku memiliki kemampuan Mnemokinesis yang dapat membuatku mengingat apapun dengan cepat, walau masih ada beberapa hal yang membuat aku lupa melakukan suatu aktivitas.”


“Aku masih bisa melupakan apa yang aku ingin lupakan. Memiliki banyak ingatan yang tidak perlu itu, malah akan memperbanyak isi kepalaku dengan sesuatu yang tidak penting dan membuat informasi secara acak terpikirkan. Selain itu, aku masih dapat melupakan sesuatu jika aku berada dalam kondisi emosi tertentu sampai-sampai melupakan kerasionalitasan dalam berpikir.”


“Aku tidak menganggap tindakan berdasarkan emosi merupakan sesuatu yang buruk karena pada dasarnya aku sendiri merupakan manusia dan memiliki emosi. Tapi jika tindakan itu sampai melukai individu lain yang tidak bersalah, maka ini akan menjadi sesuatu berbeda. Aku tidak mengetahui segalanya, aku hanya tahu apa yang aku tahu, sehingga aku tidak dapat memastikan secara akurat apakah seseorang bersalah.”


“Aku hanyalah manusia biasa dengan tambahan kekuatan cenayang yang membuatku lebih kuat, tapi ini tidak dapat mengubahku menjadi sang Maha Mengetahui. Terlalu berlebihan jika aku menganggap diriku adalah yang paling benar, paling kuat, dan paling adil. Aku hanya akan bergerak seperti apa yang aku anggap itu sebagai “benar” melalui data objektif di lapangan.”


Elena pun menghela napasnya dan menggelengkan kepalanya sebelum mengatakan, “Oke. Sudah cukup melamunnya, lebih baik aku mulai mengekplorasi dunia ini untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Berada di dunia asing, tanpa informasi apapun…, bisa-bisa aku dianggap sebagai orang aneh jika bertindak norak dan ketinggalan zaman.”


•••••

__ADS_1


Selesai mengerjakan aktivitas paginya di dunia ini yang berupa bantu-bantu memasak, menyapu, dan menyiapkan makanan, Elena memutuskan mulai berlari pagi--jogging--untuk lebih mengenal lingkungan sekitar dunia ini dan mengembalikan semangatnya. Ia masih belum memiliki energi alam yang terpulihkan, namun dia hanya memerlukan kekuatan fisiknya untuk olahraga hari ini.


‘Mending olahraga dari pada olah jabatan, ‘kan?’ dalam benak Elena untuk memberikan pembaca novel ini motivasi olahraga.


Sebagai tamu di dunia ini yang datang secara dipaksa, Elena meminjam baju milik keluarga Pyro. Dirinya sungguh merasa malu karena sudah terlalu banyak merepotkan keluarga itu, akan tetapi dia sendiri tidak dapat menolak karena mungkin akan dianggap menolak tawaran mereka dan malah menjadi tidak sopan. Tentu saja, sebagai anak yang baik dan berakhlak mulia, Elena akan membalas budi ini jika dia memiliki kesempatan di lain waktu.


Pakaian yang digunakan Elena adalah kaos training berwarna putih dan celananya yang berwarna biru gelap. Bukan berarti kaos Elena sepenuhnya berwarna putih, melainkan terdapat garis berwarna ungu gelap di sepanjang jahitan baju. Lalu untuk celananya, itu merupakan celana panjang yang sedikit terlalu besar untuk dikenakan olehnya, sehingga tidak memperlihatkan lekukan tubuhnya.


‘Hari ini tidak terlalu buruk. Beberapa tempat basah karena guyuran hujan semalam, tapi tidak ada bencana banjir yang perlu untuk diperhatikan. Masih ada genangan air dan tanah basah yang licin, membuat aku perlu berhati-hati. Namun di lain itu, tempat ini terlihat sangat nyaman dan sejuk dengan kelembaban udara yang sedikit basah.’ Pandangan Elena tertuju pada kiri-kanannya, dilihat saja, sedikit orang lalu lalang, memang ini desa nyaman.


Elena tidak merasa kaget dengan hal ini. Dia telah terbiasa berada di dalam medan pertarungan yang membuat instingnya tajam, meskipun tanpa kemampuan cenayang, sehingga dia hanya memiliki ekspresi datar saat melihat Leon. ‘Aku memulai start jauh lebih awal darinya. Aku hanya berlari secara santai, tapi jarak ini seharusnya sudah lumayan jauh. Kekuatan fisik anak ini tidak bisa diremehkan.’


“Seperti yang bisa kau lihat, aku hanya sedang lari pagi hari ini. Aku tidak terlalu mengenal lingkungan di sekitar sini, jadi aku mengambil inisiatif untuk lebih membiasakan diri. Kau tahu sendiri, ‘kan? Aku adalah pendatang, yang membuatku menjadi perlu membiasakan diriku di setiap tempat yang kukunjungi.” Elena mengalihkan wajahnya ke depan sambil menjawab.


“Fumu, seperti itu ya.” Leon mengangguk dan melanjutkan, “Aku masih kurang paham dengan sesuatu seperti mengembara atau bepergian dari satu tempat ke tempat lain. Sampai saat ini, aku hanya terus tinggal di desa tenang ini dan melihat suasana kota hanya dari smartphone. Jika aku pergi menjelajah seorang diri, aku yakin rasanya akan berbeda dari hanya melihat di balik layar kaca.”

__ADS_1


Elena melirik pada Leon sambil termenung memikirkan tentang ini. Dia sendiri memang masih belum menjelajahi banyak dunia ini dan jumlah ini hanya dapat dihitung pakai satu tangan. Akan tetapi, dia pernah mendengarkan cerita dari Noctis tentang petualangan ke berbagai dunia dan hal-hal menarik lainnya. Ia memikirkan jika posisinya saat ini sama dengan Noctis yang juga pernah terjebak di dunia tertentu.


Tujuan dari cerita ini bukan hanya semata-mata untuk hiburan, melainkan Noctis juga mencoba memberitahu Elena tentang apa saja yang sulit di dunia lain, hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sana, sesuatu apa saja yang menarik dan di mana tempatnya. Ini bukan hanya untuk menghibur Elena atau dongeng sebelum tidur, namun Noctis tahu tentang Elena yang akan melawan organisasi lintas dunia dan memerlukan pengalaman perihal dunia lain.


“Kau…, apakah kamu ingin menjelajah keluar desa ini dan melakukan petualangan?” tanya Elena tanpa menunjukkan wajahnya pada Leon.


“Hmm…, aku rasa itu bukan sesuatu yang buruk!” Leon menunjukkan senyumannya pada Elena, tetapi sayangnya Elena bahkan tidak melihat padanya. “Kakak dan Ayahku pernah bepergian ke berbagai macam tempat dan telah menjadi Trainer yang kuat. Mengikuti jejak mereka, aku rasa itu akan menjadi sesuatu yang keren.”


“Ini tidak akan semudah itu, banyak ancaman di dunia luar yang akan mengganggumu,” ucap Elena lirih.


“Hmm? Apa kamu bilang? Aku tidak bisa mendengarnya.”


“Bukan apa-apa dan abaikan saja.” Elena menunjukkan wajah datarnya, seperti memberikan penegasan untuk tidak mengungkitnya kembali.


Ketika mereka berdua sedang asyik berlari-lari pagi, mata Elena tertuju pada celah--gang sempit--antar rumah dengan seekor kucing yang tampaknya sekarat dengan sebuah seng yang tampaknya itu menjadi atap dan melindunginya dari hujan.

__ADS_1


__ADS_2