Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Tantangan Asing


__ADS_3

Hari ini, Elena dan Aya sedang berjalan-jalan tanpa beban di kota yang mereka tempati saat ini—masih kota yang sama dengan sebelumnya—. Tidak banyak yang mereka lakukan, lagi pula dana yang mereka miliki terbatas. Namun meski demikian, setidaknya suasana kota yang hidup menjadi hal yang bagus untuk dirasakan. Setidaknya itu lebih baik dari pada Ibu Kota yang ada di dunia spirit.


“Apa kamu memiliki suatu tempat yang ingin kamu tuju, Aya? Kita tidak memiliki banyak dana untuk dihabiskan, lho.” Mata Elena melirik ke atas pada Aya. “Aku tidak ingin kamu meminta sesuatu yang sangat aneh dan tidak jelas, serta apa yang kamu minta itu akan menghabiskan terlalu banyak dari uang yang kita miliki.”


“(Apakah kamu selalu memandangku seperti itu? Selalu memandangku sebagai kucing yang rakus? Aku tidak akan meminta banyak hal, aku hanya ingin makan beberapa makanan enak!)” Pandangan Aya tertuju pada sekitarnya, mencari-cari sesuatu yang tampaknya enak untuk dimakan.


“Makanan mewah itu mahal. Lagi pula, makanan mewah bukan dibuat untuk mengenyangkan perut,” Elena mengingatkan dalam datar.


“(Berisik! Aku sama sekali tidak menginginkan makanan mewah, aku hanya menginginkan makanan enak!)” jawaban yang mempertegas.


Menu makanan ala restoran mahal tentu dibuat oleh chef ternama dan sudah berpengalaman. Tidak heran mengapa tiap menu pesanan para tamu menjadi karya seni tersendiri dari tangan para chef. Jadi tidak wajar saja harganya mahal karena dibuat dengan sungguh-sungguh dan menggunakan teknik memasak khusus. Maka untuk sobat miskin, lebih baik kalian makan nasi goreng di tepi jalan.


“Ya, maaf. Aku pikir kamu meminta makanan mewah saat mengatakan makanan enak,” kata Elena. “Sebenarnya aku mengetahui seseorang yang memiliki kemampuan memasak hebat dan mumpuni untuk membuat makanan enak dalam jumlah banyak. Hanya saja sialnya, aku tidak bisa menemuinya untuk beberapa alasan.”


“(Kalau kamu tidak bisa menemuinya, jangan mengatakannya! Sekarang aku jadi penasaran seperti apa orang yang kamu maksud itu!)” Aya mendongak ke atas membayangkan sebuah siluet dari seorang koki.


‘Orang yang aku maksud adalah Melati, sih [lihat BAB 1]. Dia merupakan pembantu di vilaku, kemampuannya dalam mengurus rumah tangga memang tidak diragukan lagi. Belum lagi kemampuannya yang sangat cocok untuk digunakan dalam kepengurusan rumah tangga. Dia benar-benar merupakan koki yang sangat cocok serta dapat melakukan pekerjaan rumah tangga di saat yang bersamaan. Belum lagi, aku sama sekali tidak membayarnya.’

__ADS_1


Elena hanya berjalan-jalan ke berbagai penjuru kota tanpa arah yang benar-benar pasti. Intinya, mereka berdua ingin mencari makanan enak yang cocok untuk dimakan kucing. Ini karena Aya sendiri yang terlalu bersikeras untuk mencari makanan enak yang berbeda dengan kebanyakan makanan kucing biasanya. Sungguh permintaan yang sangat merepotkan, ya.


Elena sendiri memilih untuk menurutinya sebagai trainer yang baik. Juga, apa yang diinginkan Aya tidak terlalu mahal, hanya saja merepotkan. Dia sangat menyadari jika penthernya telah melakukan pekerjaan yang cukup keras melakukan pertandingan di arena tanpa bantuannya. Jadi, dia juga merasa untuk memberikan beberapa hari libur ke pada Aya dengan memanjakannya menggunakan cara menuruti apa yang diinginkan kucing kecil ini.


•••••


Matahari perlahan pergi ke ufuk barat dan mulai terbenam. Sayangnya untuk mereka berdua, keduanya sama sekali masih belum menemukan makanan yang cocok yang diminta Aya. Sebagai trainer baik dan bertanggung jawab, tentu saja Elena masih melanjutkan pencarian atas makanan enak sampai hari berakhir atau malam datang.


“Hei, Aya. Apa kamu tidak merasa jika sudah saatnya untuk menyerah? Hari sudah hampir malam, tapi kita masih belum mendapatkan makanan enak sama sekali. Apa kamu tidak mau makan ikan goreng saja? Sangat melelahkan untuk terus berjalan di sini.”


“(Aku menolak!)” jawaban yang tegas. “(Setidaknya, mari kita mencari sampai malam.)”


Keduanya berjalan melanjutkan pencarian atas makanan enak. Akan tetapi tidak sampai beberapa langkah mereka bergerak, sebuah suara asing memanggil mereka dari belakang.


“Apakah kalian sedang mencari makanan yang enak dan murah? Aku mungkin bisa membantu kalian,” suara feminim itu terdengar nyaring menyapa keduanya.


Elena berbalik, kemudian mendeskripsikan penampilan wanita asing yang dipandangnya dalam hati, ‘Seorang wanita cantik dengan rambut ungu terurai panjang menyapa di sore hari. Di baliknya berupa sinar matahari yang tenggelam di ufuk barat, membuat potongan siluet yang sangat rapi. Dia memiliki sapaan ramah di raut mukanya, tetapi di lain itu dia juga memiliki aura pemberani.’

__ADS_1


Yap, orang yang memanggil mereka berdua adalah Eternity Senolia. Pergerakannya cukup cepat untuk ukuran seseorang yang berada di kota lain. Kemungkinan besar dia memiliki seekor penther tipe kecepatan atau lainnya untuk bergerak, dan tentu saja Penulis sudah mengetahui terhadap penther apa yang dimilikinya, hanya saja dia—Penulis—masih belum menjelaskannya karena serasa plotnya kurang nyaman kalau itu diberitahukan sekarang.


“Oh, sungguh wanita yang sangat menawan berbalut petang. Apa ada sesuatu yang bisa aku bantu?” tanya Elena sopan.


“Sebaliknya, aku rasa kalian berdua sedang mencari tempat makan yang enak di dekat sini. Aku pikir aku tahu tempat yang cocok untuk kalian. Aku yakin tempat ini memiliki harga yang terjangkau untuk setiap porsi yang mengenyangkan perut.” Wanita ini tersenyum lembut dengan matanya yang melirik Aya selama waktu yang sangat singkat.


‘Apakah dia mengamati pentherku? Aku tidak tahu apa tujuannya, tetapi aku lebih suka untuk waspada,’ pikir Elena di balik senyuman ramahnya yang palsu itu.


Tentu saja dia mengetahui apa yang sebenarnya dipikirkan wanita ini. After all, dia memiliki lumayan banyak pengalaman di dalam medan pertarungan. Beberapa detail kecil tidak akan lolos semudah itu untuk lolos dari pengamatannya. Kecuali orang yang melakukan pergerakan adalah orang yang sangat elit, dia akan dapat merasakan perasaan asing ketika orang itu melakukan gerakan mencurigakan.


‘(Makanan enak? Aku mencarinya!)’


Di atas Elena, Aya terlanjur tergiur tanpa menyadari gerakan mencurigakan Senolia. Lebih tepatnya dia sama sekali tidak menyadari atas pergerakan mencurigakan tersebut, Senolia lebih ahli dalam melakukan penyamaran, atau dia tidak akan mendapatkan posisi sebagai agen di Asosiasi. Hanya saja Elena memiliki lebih banyak keterampilan dan pengalaman sehingga dia bisa mengetahui gerakan mencurigakan.


‘Hmm… jadi itu adalah penther miliki orang yang memberikan penther aneh ke Asosiasi. Selama ini dia terlihat sangat normal. Apakah dia memiliki sekutu lain atau hanya kebetulan ketika menemukan penther itu?’ batin Senolia.


“Aku akan memberikan informasi tentang tempat makan yang enak. Tapi sebagai gantinya, bermainlah denganku,” ucapan Senolia bersama senyuman lembut mencurigakan.

__ADS_1


“Apa?”


__ADS_2