Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Misi Penyusupan


__ADS_3

Kembali ke Elina, ia memisahkan diri dari Kai dan Kitsuna secara diam-diam. Saat ini ia bersama Senolia. Elena telah setuju untuk melawan Black Night Company sehingga saat ini mereka berdua menuju ke markas Asosiasi Trainer.


"Woah, jadi ini toh markas rahasia Asosiasi Trainer yang dikhususkan untuk anggota elit. Tempatnya benar-benar tersembunyi." Elena memuji. Dia memperhatikan seluruh isi ruangan yang memiliki dekorasi sederhana, namun ia tahu jika ada beberapa alat tersembunyi untuk mengawasi siapa saja di dalam ruangan.


"(Ugh… apakah mulai seirama kita harus melawan musuh yang berbahaya? Pasti aku nih yang harus bertarung,)" ujar Aya.


"Aku kembali, Master. Aku juga sudah membawa orangnya," ucap Senolia dengan datar.


"Ah, Senolia, ya? Bagus, kau melakukan tugas dengan baik." Orang yang diajak bicara Senolia, Master menjawab. "Sekarang langsung saja ke misi selanjutnya. Aku yang akan menangani gadis itu mulai dari sekarang."


"Hei, misi apa? Bolehkah aku ikut?" sahut Elena.


"Tidak. Kau bukan termasuk anggota elit di sini. Kau tidak bisa ikut," jawab Senolia cepat.


"Meski kau sudah melihat kemampuanku?" tambah Elena.


Senolia mengalihkan pandangan ke Master. "Urusan administrasi misi dan lain-lain bukan kehendakku. Tanyalah padanya jika kau ingin tahu."


"Aku boleh ikut, ya?" pinta Elena dengan memelas pada Master.


Master berpikir sejenak secara mendalam mengenai Elena. Dia mempertimbangkan apakah Elena diikutkan atau tidak. Tentu saja kekuatan diperlukan dan semakin banyak rekan semakin baik, tapi membawa orang yang tidak kompeten malah akan memperkecil kemungkinan sukses dari suatu misi. Makanya tidak bisa sembarangan memilih orang dalam misi yang penting.

__ADS_1


"Senolia, menurutmu bagaimana kekuatannya?"


"Sangat bagus. Dia hanya sedikit lebih lemah dariku."


"Baiklah, kalau begitu kau bisa ikut misi. Tapi karena misi ini tidak terlalu banyak memerlukan kekuatan, kau akan bersama orang lain, bukan Senolia."


"Siapa?" tanya Elena. "Aku sih sama siapa saja enggak masalah. Cuman, aku gak mau kalau sama orang aneh."


"Ini bukan orang aneh, kok. Dia juga agen sama seperti Senolia," jawab Master. "Masuklah, Schwartz!"


Dari pintu di belakang mereka seorang anak laki-laki masuk. Usianya tidak jauh dari Elena. Dia memiliki rambut hitam pendek, pupil mata yang sama dengan warna rambutnya, dan kulit berwarna sawo matang. Dia memakai jaket putih dengan bulu pada kerahnya yang tidak dikancingkan memperlihatkan kaos merah yang dipakainya. Bocah ini memakai celana pendek sampai lutut berwarna biru cerah.


"Ada misi kah, Master?" kata bocah itu.


"Siapa dia?" tanya Elena.


"Schwartz, dia adalah anak didikku yang lain. Meski belum sekuat Senolia tapi kredibilitasnya dalam menjalankan misi tak perlu diragukan. Asal bukan misi yang melibatkan konfrontasi langsung dia hampir selalu menyelesaikan misi. Berteman baiklah dengannya, ya." Master tersenyum pada Elena.


"Baiklah, baik. Jadi apa detail misinya?"


Master menjelaskan detail misi yang harus mereka lakukan, setelahnya keduanya pergi menuju ke TKP.

__ADS_1


Penjelasan singkat mengenai misi yang harus mereka lakukan adalah misi penyusupan. Lebih jelasnya mereka harus pergi ke Rumah Besar Runaria. Rumah Besar Runaria adalah sebuah rumah mewah yang ditinggali putri satu-satunya dari Keluarga Runari yang telah hancur, Nana. Keluarga Runaria sendiri adalah pemilik dari perusahaan besar yang bergerak di bidang industri. Saking besarnya mereka pabrik dari produk mereka sudah ada di beberapa negara dan sangat terkenal.


Hanya saja untuk beberapa alasan semua anggota keluarga terbunuh saat liburan menyisakan putri mereka, Nana yang saat itu di rumah bersama pelayan-pelayan lainnya. Menurut daya yang didapatkan kematian Keluarga Runaria ini cukup janggal. Memang penyebabnya sangat jelas, yaitu rem blong saat berada di tikungan tajam. Yang menjadi pertanyaan di sini ialah bagaimana rem itu bisa blong? Sebagai orang kaya tentu mereka tidak akan seceroboh itu untuk tidak melakukan pengecekan sebelum melakukan perjalanan.


Awalnya diperkirakan bila ini adalah ulah musuh atau hater dari keluarga itu, hanya saja sampai saat ini masih belum terungkap siapa pelakunya. Maka untuk proses lebih lanjut anggota elit dari Asosiasi Trainer dikerahkan untuk melakukan penyelidikan, yang secara sekilas tidak ditemukan keanehan apapun. Tetapi beberapa kejanggalan membuat Asosiasi Trainer sekali lagi menurunkan agen elit mereka untuk melakukan penyelidikan yang lebih rahasia dan mendalam.


"Jadi ini tempat misi kita? Benar-benar besar, ya," kata Elena.


"Oi, jangan bersikap seperti anak desa. Tetap tunjukkan profesionalitasmu. Kita tidak sedang bermain-main di sini," ujar Schwartz.


Elena dan Schwartz berada di depan lokasi misi mereka. Rumah Besar Runaria jauh lebih besar dan sulit dibandingkan Mansion Madison milik keluarga Elena. Sudah begitu karena berada di dunia berperadaban lebih canggih maka beberapa alat keamanan dll. terpasang di dalamnya. Akan sangat sulit bagi mereka untuk masuk secara normal, tapi bukan berarti mereka akan menggunakan rencana yang rumit. Keduanya masuk lewat pintu depan!


Aya dan senjata Elena lainnya dimasukkan ke dalam bayangan. Untung dragon vein Elena sedikit demi sedikit mulai direkonstruksi ulang setelah beberapa lama prosesnya. Masih belum terlalu kuat untuk pertarungan, namun cukup sebagai penyimpanan. Mereka berdua masih harus waspada, terutama ketika masih belum tahu musuh seperti apa yang akan mereka hadapi.


“Kalian berdua ini datang untuk bekerja sebagai pelayan di sini, ya? Apakah kalian diundang?”


“Tidak.” Schwartz menggelengkan kepalanya. “Tapi kami memiliki rekomendasi dari seseorang dan pesan. Ini dia.” Ia memberikan selembar kertas padanya.


Orang itu membaca sekilas kertas tersebut. Tentu saja surat rekomendasi dan pengantar itu adalah palsu yag dibuat Asosiasi. Namun tingkat penulisannya sangat menyakinkan untuk surat tersebut dianggap asli. Alhasil mereka berdua bisa masuk ke dalam Rumah Besar Runaria dengan mudah. Langsung saja ada orang yang menyambut mereka ketika masuk ke ruang tamu sebagai orang yang mengurusi administrasi pendaftaran menjadi pelayan.


“Jadi kalian ini adalah orang yang ingin menjadi pelayan di sini, ya? Saya benar-benar bersyukur karena beberapa pelayan tiba-tiba memutuskan untuk mengundurkan diri. Baiklah, kalian bisa langsung bekerja hari ini juga, setelah menaruh barang-barang dan mengganti seragam,” ucap pria tua paruh baya itu.

__ADS_1


Dia juga merupakan salah satu pelayan di sini, Draka. Penampilannya mirip pria paruh baya dengan tubuh ramping. Ia memiliki rambut putih dan mata kebiruan. Sosoknya tersenyum ramah membuat semua orang melihatnya merasa nyaman.


‘Apakah dia mungkin orang dari Black Night Company?’ Elena menggunakan kemampuan Telepati untuk membaca pikiran orang itu. ‘Bagus sekarang pekerjaan di sini bisa menjadi lebih ringan. Tugas di sini menumpuk karena pelayan berkurang akhir-akhir ini,’ pikiran orang itu yang dibaca Elena. ‘Bukan kah?’


__ADS_2