Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Pertarungan Singkat


__ADS_3

*Scratch!*


Anak harimau tersebut mencakar pada Aya.


*Set!*


Aya bergerak ke samping menghindari serangan. ‘(Ya, aku lebih suka menghindar dari pada menerimanya. Status tertinggiku memberikan keuntungan pada kecepatan. Merupakan sesuatu yang sia-sia jika tidak menggunakannya. Sebenarnya, status hit point-ku terbilang buruk dan aku tidak suka merasa sakit. Lagian, kucing sepertiku memiliki tubuh lentur.)’


*Slash!*


Aya balik menyerang dan berhasil memberikan luka di dada Anak harimau.


Luka tersebut tidak terlalu dalam. Tidak ada darah yang mengalir dari sana, dan itu seperti hanya memotong bulu dari pada mengenai kulit.


‘(Aku juga sadar jika memiliki kemampuan serangan buruk yang membuatku dibuang oleh Trainer-ku sebelumnya.)’ Aya menatap kering pada bekas luka yang baru saja diakibatkannya. ‘(Aku yang tidak bisa memberikan kerusakan parah kepada musuhku, dianggap tidak berguna dalam pertarungan. Jadi, ya, dari pada tetap menyimpanku dan hanya menghabis-habiskan uang untuk makanan, dia akhirnya membuangku.)’


‘(Semoga saja, Elena yang merupakan trainerku saat ini tidak melakukan hal yang sama dengan ini. Aku hanya perlu makanan, selebihnya tidak terlalu perlu. Jika ditanya apa kelebihanku, maka aku akan menjawab memiliki bulu lembut dan penampilan imut.)’


‘(Kecepatanku tidak berguna dalam urusan logistik karena terbatasnya objek yang aku bawa, dan lebih efisien menggunakan penther jenis burung dan lewat dari langit. Dengan kemampuanku memberikan serangan yang hampir nol, aku sama sekali tidak berguna.)’


‘(Huh…, aku benci manusia yang menggunakan kami dalam pertarungan, aku ingin mereka merasakan bagaimana bertarung dan mempertaruhkan nyawa. Memang, sih, aku tidak akan mati karena mereka bisa menolong dengan cepat, tapi sangat menyakitkan untuk menerima serangan itu. Tubuhku yang rapuh bisa hancur jika digunakan untuk sesuatu seperti itu.)’

__ADS_1


*Glare!*


Di seluruh bulu-bulu Anak Harimau tersebut mulai menyala dengan warna merah-jingga dengan sinar yang tidak terlalu terang. Tetapi, setidaknya cahaya tersebut terlihat sangat jelas di dalam hutan yang gelap ini.


‘(Apakah itu skillnya? Apa yang akan terjadi selanjutnya?)’ pikir Aya dengan mata penasaran.


*Tap!* *Bite!*


Anak Harimau tersebut menerjang ke arah Aya dan menggigit dengan kuat.


*Set!*


Aya yang tidak memiliki kemampuan pertahanan memadai, memutuskan menghindari serangan tersebut.


Gigitan tersebut meleset dan malah mengenai sebuah akar pohon di belakang Aya, kemudian menghancurkannya menjadi berbagai serpihan kecil kayu.


‘(Ho-Horor, deh, kalau aku sampai tergigit olehnya. Tubuhku jauh lebih lunak dari pada batang kayu, aku akan langsung terbelah dengan luka gigitan jika sampai terkena olehnya. Dari sini, aku dapat menebak jika kemampuannya berhubungan dengan peningkatan kekuatan fisik. Tidak ada penambahan dalam kecepatannya, tapi kenaikan secara drastis terjadi pada kemampuan serangan.)’


*Slash!* *Slash!* *Slash!*


Aya tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, dan langsung menyerang ke arah Penther tersebut. Serangan cakarnya yang lemah, hanya memberikan luka ringan di atas permukaan kulit. Sesungguhnya usahanya sia-sia belaka mengingat tidak adanya luka yang vital, ini baru akan menunjukkan hasil apabila dilakukan berulang kali di tempat yang sama.

__ADS_1


‘(Waduh, waduh. Aku mulai kehabisan centher energi, nih. Aku akan mencoba untuk melakukan negosiasi dengannya untuk mengulur waktu. Sejak awal, sih, ini adalah urusan mereka untuk mendapatkan penther untuk menjadi rekan mereka. Aku sendiri hanya ikut-ikutan dan sebenarnya sama sekali tidak terlibat dalam masalah ini. Asalkan mereka sampai ke tempat ini, mereka seharusnya menghadapi penther ini sendiri, sementara aku hanya akan bersantai di atas kepala Elena.)’


“(A-Anu, bisakah kamu menghentikan ini terlebih dahulu? Tidak ada gunanya jika kamu melawan tanpa rencana tujuan, bukan?)” kata-kata Aya yang menyakinkan.


“(Men-Menyerah? Apa aku terlihat seperti sudah akan kalah? Aku tidak akan menyerah begitu saja pada kalian!)” Anak Harimau tersebut menajamkan tatapannya pada Aya dengan perasaan waspada dan curiga.


‘(Untung saja kami berdua masih sama-sama spesies kucing. Setidaknya, aku bisa berkomunikasi cukup lancar dengannya. Jika dia bukan Harimau dan spesies dari keluarga yang jauh berbeda, aku hanya bisa berkomunikasi dengan menebak bahasa tubuhnya. Jujur saja, aku sendiri tidak terlalu suka dengan burung itu--Bromo Agni--karena bentuk tubuhnya yang terlalu banyak berbeda dariku.)’


Jadi begini, ya. Sebenarnya Aya dan penther--hewan--lainnya menggunakan bahasa mereka masing-masing yang berbeda dengan manusia. Karena itu, Penulis memberikan tanda kurung pada dialog mereka, untuk menunjukkan kalau sebenarnya bahasa mereka itu berbeda dari manusia. Kenapa tidak ditulisi, seperti “Meow”, “Kik”, atau lainnya, itu karena hanya akan mengganggu atau memperbanyak kata dalam satu BAB. Jadi untuk mempermudah, langsung saja ke dialog dengan tanda kurung.


“(Tidak, tidak, tidak, aku tidak menyuruhmu untuk menyerah, aku hanya memintamu untuk bergabung dengan kami.)” Aya menggelengkan kepalanya.


“(Apa menurutmu aku selemah itu sampai akan bergabung dengan kalian? Aku tidak akan semudah itu jatuh pada perangkap kalian dan akan terus bertarung untuk kebebasanku sendiri!)” jawab Anak Harimau dengan lantang.


“(Ini bukan jebakan, kok. Bukankah menyeramkan dan menyedihkan berada di hutan yang gelap dan luas sendirian? Aku tidak melihat keluargamu di sini, tapi melihatmu yang sendirian membuatku menebak jika kamu sudah terpisah dari mereka. Jadi, karena itu. Dari pada sebatang kara di sini, kamu bisa ikut dengan kami dan memiliki keluarga baru,)” Aya masih bersikeras untuk mengajaknya.


Tujuan Aya memang bukan untuk mengajaknya bergabung, melainkan hanya mengulur waktu. Bagusnya, mereka berdua melakukan kejar-kejaran dalam satu jalur lurus, sehingga Elena dkk tidak akan kesulitan untuk mencari mereka berdua. Yang menjadi masalah di sini, adalah medan jalanan yang agak sempit. Bromo Agni dapat dengan mudah melewatinya, tetapi untuk ukuran manusia, itu akan memakan waktu sedikit lebih lama.


“(Kamu bisa menebaknya, ya.)” Anak Harimau tersebut menjadi lebih tenang dengan memadamkan aura merah di sekitar tubuhnya. “(Aku memang memiliki sedikit kenangan buruk dengan manusia. Mereka telah menangkap Ibuku beberapa hari lalu dan membunuh Ayahku saat aku belum lahir. Ibu selalu memberitahuku untuk menjauhi mereka karena mereka semua berbahaya. Karena itu, aku tidak mau ikut dengan kalian.)”


‘(Masa lalu yang cukup kelam juga. Meskipun tubuh kami memiliki ukuran yang kurang lebih sama, namun aku lebih tua darinya sebab memang ukuran kucing lebih kecil dibandingkan harimau. Aku sendiri tidak bisa menyangkalnya saat aku sendiri juga mendapatkan perlakuan buruk dari trainerku sebelumnya. Bahkan, di toko hewan peliharaan, Aku mungkin malah disuruh membuat anak dengan lelaki yang tidak kukenal.)’

__ADS_1


“(Tenang saja, tidak semua manusia itu jahat, kok.)” Aya tersenyum terang sebelum berubah menjadi seringai. “(Manusia yang jahat itu hanya mayoritasnya saja. Makanya kamu jangan terlalu percaya pada mereka. Jika kamu lengah, kamu malah akan dimanfaatkan sebagai alat penghasil uang dan memiliki bayaran yang jauh lebih kecil dari seharusnya. Ini sangat mirip dengan perusahaan gelap, lho.)”


__ADS_2