Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
H


__ADS_3

Fedora memasukkan tangan kirinya ke dalam saku celananya. Kemudian, tangannya keluar dengan membawa sepasang kristal--pet house--berwarna ungu gelap dan satunya lagi bercahaya dengan warna putih pucat.


*Flash!*


Kedua cahaya, ungu gelap dan putih cerah memancar setelah Fedora melemparkan kedua pet house-nya ke lantai, diikuti munculnya kedua sosok penther miliknya.


‘Sebenarnya sudah sejak beberapa hari aku memikirkan tentang ini, mengapa trainer cenderung membanting pet house mereka ke lantai padahal mereka bisa mengeluarkan penther tanpa melakukan itu? Maksudku, bukankah para trainer akan perlu memungut kembali pet house mereka yang berserakan di lantai setelah penther menyelesaikan tugasnya? Belum lagi memperhitungkan kemungkinan pet house pecah dan perlu mendapatkan yang baru,’ batin Elena dengan muka datar.


‘Selain itu, kenapa beberapa orang membeli pet house sama dengan jumlah penther yang mereka miliki? Aku pernah mencoba, Aya dan Leo masuk ke dalam 1 pet house yang sama dan ternyata mereka muat di dalamnya. Sungguh, aku tidak tahu bagaimana pikiran orang-orang di dunia ini,’ tambahnya.


Masing-masing dari penther miliki Fedora kurang lebih memiliki wujud yang sama. Mereka seperti utusan benang bercahaya yang membentuk wujud bola dengan sepasang sayap di punggung (?) mereka. Juga, salah satu dari mereka memiliki warna ungu gelap, sementara yang satunnya memiliki warna putih terang. Sangat kontras meski memiliki bentuk fisik serupa.


“Biar aku menebak. Kamu tidak mau memberitahukan kepadaku tentang informasi lebih lanjut mengenai organisasimu, ‘kan? Aku yakin ini adalah arti dari mengeluarkan ke-2 penthermu dan menjadi lebih serius dari sebelumnya,” kata Elena dengan wajah seriusnya.


“Bukankah kamu sendiri yang bilang jika kamu tidak memaksa aku untuk menceritakannya? Maka tidak masalah bukan jika aku melakukan sesuatu sekasar ini?” Fedora mengangkat alisnya, merasa heran dengan Elena.

__ADS_1


“Huh…, hidup ini sudah sulit, tapi sekarang orang ini mempersulitnya. Apakah aku memang harus membiasakan diri dengan perubahan dunia yang terlalu cepat?” Ekspresi wajah Elena sedikit berubah menjadi lelah.


Perubahan dunia yang Elena maksud adalah dari dunia spirit menjadi dunia penther. Mulai dari sistem sampai cara bertarung kedua dunia ini memiliki perbedaan yang terlalu jauh. Untung saja, Elena memiliki pengalaman hidup di bumi dan tahu dasar-dasar tentang apa yang harus dilakukan di dunia yang lebih modern. Jika tidak, dia akan melakukan hal bodoh karena memiliki kebiasan hidup terlalu mendalam di abad pertengahan eropa.


“Biar aku perkenalkan. Penther yang berwarna gelap itu H-D-08, lalu yang berwarna terang itu adalah H-L-16. Berbeda dengan penther kebanyakan, mereka adalah penther buatan yang muncul dari beberapa eksperimen organisasi. Walaupun wujud mereka sangat sederhana, namun mereka sangat tangguh dan serangan fisik biasa tidak akan melukai mereka, lho.” Senyuman di wajah Fedora berubah menjadi seringai.


“H-D-08? H-L-16? Aku tebak, singkatan dari “H” adalah untuk Homunculus, “D” untuk Darkness, “L” untuk Light, lalu angka di belakang mereka menunjukkan urutan kapan mereka diciptakan. Mengingat adanya 2 digit angka, dapat aku asumsikan jika jumlah total mereka ada 99 maksimalnya,” tebak Elena dengan raut wajah seriusnya.


Meski tampak serius begitu, tidak bisa dipungkiri dia sedikit tertawa di dalam benaknya. Dia menganggapnya lucu ketika kedua penther ini memiliki nama berupa urutan, yang mana ini mengingatkannya pada sesuatu yang kekanak-kanakan seperti Chuunibyou. Namun dia tidak tertawa karena atmosfer tegang di antara mereka. Jika ini di tempat lain, dia mungkin akan tertawa.


‘Orang ini…, apakah dia sangat bodoh sampai membocorkan informasi tentang kelemahan organisasinya? Aku yakin, dia setidaknya menjadi lebih waspada dalam pertarungan ini sampai-sampai mengeluarkan penthernya. Tidak mungkin dia akan membocorkan informasi karena dia menganggap remeh kami berdua, ‘kan?’ Elena memasang wajah datar dan heran dalam benaknya.


“Hmm…?” Elena mengendorkan penjagaannya dengan mengusap dagunya. “Mereka memang tidak bisa level up, tapi mereka sangat bagus mengingat langsung memiliki 3 skill aktif + 1 skill pasif ketika mereka diciptakan. Tapi, mereka akan sangat rentan jika tidak memiliki skill yang bervariasi. Maksudku, jangan bilang kalau 20 dari mereka hanya memiliki skill yang sama, ‘kan?”


“Huh, Gadis kecil ….”

__ADS_1


“Namaku Elena! Jangan memanggilku dengan sebutan itu!” teriak Elena menegaskan.


“Baiklah, Elena. Sebenarnya aku sendiri juga sudah komplain pada mereka tentang skill mereka yang kebanyakan sama. Hanya saja, para ilmuwan di sana juga tidak bisa sebebas itu menciptakan penther dengan banyak skill. Oleh karena itu, mereka berdua dianggap sebagai maha karya dan sesuatu yang dibanggakan oleh organisasi, meski aku sendiri tahu tidak peduli seberapa banyak jumlah mereka, mereka akan kalah ketika menemukan musuh yang bisa meniadakan efek skill mereka.” Fedora setuju dengan Elena.


‘Lagi-lagi dia mengatakan tentang kelemahan organisasinya. Apakah dia benar-benar bodoh atau sengaja memberikan informasi ini karena meremehkan kami? Kemungkinan ke-3 selain mereka berdua, adalah dia memberikan informasi yang bisa membingungkan. Apa aku perlu memastikan pikirannya menggunakan Telepati?’


‘Tidak, tidak, lebih baik aku tidak melakukannya.’ Elena menggelengkan kepalanya di dalam kepalanya. ‘Aku akan tetap fokus pada kedua penther ini dan waspada ketika mereka membuat gerakan. Aku tidak perlu melakukan sesuatu yang tidak perlu, seperti melakukan interogasi di tengah-tengah pertarungan seperti ini.’


“3 skill aktif dan 1 skill pasif? Mereka ini benar-benar sangat kuat, ya.” Leon ikut angkat bicara setelah menjadi penonton dalam beberapa BAB terakhir ini. “Kalau tidak salah, kemampuan setingkat ini sama seperti penther milik Kakak dengan dia yang menjadi trainer lebih dari level 40. Menurut buku, trainer selevel itu dan memiliki satu penther selevel itu, akan mendapatkan uang bulanan dari pemerintah selama mereka aktif memberikan kontribusi pada masyarakat.”


Elena terdiam mendengarnya. Dia baru saja mendengar sesuatu yang luar biasa, sesuatu yang berhubungan dengan uang. Dia mulai membayangkan bagaimana kehidupannya di dunia ini setelah Aya mencapai level yang sama dengan kedua penther Fedora ini.


“(Jangan bilang kalau kamu ingin aku cepat-cepat mencapai tingkat mereka berdua, kemudian hanya kamu saja yang menerima uangnya. Aku tidak akan pernah menyetujui ide tentang rencana ini.)” Aya memukulkan kaki depannya secara perlahan ke kepala Elena, diikuti dengan tatapan matanya yang secara sinis memandang ke bawah.


“Haha, ayolah. Kamu juga akan mendapatkan beberapa kekayaan itu, lho,” bujuk Elena.

__ADS_1


__ADS_2