
*Grab!*
Fedora berhasil menangkap tangan Elena.
“Hou…, apakah hanya sampai di sini saja kekuatanmu? Aku pikir, kamu akan bisa bertarung lebih dari ini.” Dia menunjukkan seringainya.
“Aya!” teriak Elena memberikan aba-aba.
“(Baiklah! Aku tahu aku tidak memiliki waktu untuk bersantai!)”
*Sis!* *Sis!* *Sis!*
Beberapa pasak hitam ditembakkan Aya dalam jarak sedekat itu.
*Tap!*
Fedora melompat ke belakang untuk menghindari pasak sambil berpikir, ‘Dia…. Kombinasi mereka berdua sangat bagus untuk bisa memberikan aba-aba seperti ini. Sangat jarang ada seseorang yang bisa terhubung dengan penther mereka secara sempurna. Biasanya, memerlukan waktu yang sangat lama untuk bisa saling benar-benar mengerti antara trainer dan penther.
*Set!* *Sis!* *Sis!* *Sis!*
Aya tidak berhenti sampai di sana. Dia melompat ke udara ke arah Fedora sambil menembakkan beberapa pasak hitam.
*Set!*
Alih-alih mundur, Fedora justru menghindari semua pasak tersebut dan membiarkannya lewat ke belakangnya, sementara dia maju dan berusaha memukul Aya yang masih di udara.
‘Momen yang tepat untuk menyerang musuh saat dia berada di udara. Lokasinya ini akan membuatnya sulit membuat gerakan untuk menghindar,’ batin Fedora.
__ADS_1
*Bang!*
Namun Elena tentu saja tidak membiarkannya. Dia masuk ke antara Aya dan Fedora sebelum menangkap pukulan tersebut menggunakan tangan kanannya.
*Bam!*
Bersamaan dengan itu, tangan kiri Elena bergerak dengan cepat, meninju dengan mengincar bagian ulu hati Fedora. Tapi tentu saja tidak semudah itu, Fedora berhasil menangkap tangan Elena menggunakan tangan kanannya meski sudah memiliki meningkatkan kecepatan dari skill 1 Aya.
*Scratch!*
Aya yang masih terjatuh, memanfaatkan posisinya dengan mencakar tangan Fedora.
‘Tch! Kucing ini…. Kukira dia hanya akan menjadi pendukung dan tidak benar-benar memiliki kekuatan fisik yang perlu untuk diperhatikan….’ Fedora menggeram dan melirikkan matanya pada Aya yang terjatuh.
*Tack!*
*Drap!*
Fedora segera menghentakkan kakinya ke tanah dan melompat mundur. Tatapan matanya menatap tajam sambil mewaspadai pada Elena dan Aya. Saat ini dia sudah tahu, dia tidak bisa meremehkan pasangan trainer dan penther ini yang dianggapnya sebagai pemula.
Sekarang, dia sudah tersudut dan dibelakangnya terdapat sebuah dinding. Ia tidak memiliki pilihan lain selain melakukan serangan yang lebih kuat melawan kombinasi Elena dan Aya. Tentu saja dia bisa melakukannya, karena sejak awal dia sama sekali belum mengeluarkan penther miliknya.
‘Efek skill Black Catcher lebih lambat dari yang aku pikirkan. Padahal akan bagus jika perisai itu bisa diserap menggunakan skill ini dan seranganku mengenai lehernya.’ Elena menarik kembali tangannya menyiapkan kembali kuda-kudanya.
*Puck!*
Bersamaan dengan itu, Aya kembali mendarat dengan mulus di atas kepala Elena.
__ADS_1
“(Bagaimana? Apa kamu bisa mengalahkannya?)” tanya Aya.
“Ini lebih sulit dari apa yang aku pikirkan,” jawab Elena sambil menatap serius pada Fedora.
Fedora membenarkan posisi berdirinya--mengambil posisi tegak--dan memasukkan tangan kirinya ke dalam saku, sedangkan tangan kanannya mengarah pada Elena dengan jari-jari tangan yang dirapatkan, kemudian dia berkata, “Bolehkah aku tahu, ada urusan apa kalian berdua datang ke tempat terpencil ini? Anak-anak seperti kalian tidak seharusnya berada di tempat ini, lho.”
Wajah Fedora tersenyum santai, seakan tidak ada kejadian apapun yang mengagetkannya. Elena sendiri tahu jika ini hanya senyuman palsu yang digunakan untuk membuat lawannya merasa bergidik atau ketakutan, namun tidak bisa dipungkiri jika Dia dan Aya sama sekali belum mendaratkan serangan vital pada Pria itu.
Elena sama sekali tidak mengubah ekspresi wajahnya ketika menjawab, “Kami menemukan gua, lalu terperosok jatuh ke tempat ini secara tidak sengaja. Jika jawaban ini memuaskanmu, bisakah kamu memberitahu kami alasan kedatanganmu ke tempat ini? Melihat usia dan jebakan yang masih rapi dari tempat ini, aku yakin tidak banyak orang yang ke mari. Tahu tentang tempat ini saja sudah aneh, pasti lebih aneh lagi saat kamu datang dengan sengaja.”
‘Sejak awal, alasan mengapa aku dan mereka terjebak di labirin ini memang tidak penting. Tidak ada salahnya aku membocorkan beberapa informasi untuk mendapatkan informasi darinya. Juga, sepertinya dia berasal dari organisasi kejahatan. Aku mungkin bisa mendapatkan uang dengan menjual informasi ini.’
Elena mengingat kembali tentang perkenalan mereka sebelumnya, di mana Fedora mengatakan jika dia berasal dari organisasi bernama Black Night Company. Elena yang memiliki kemampuan Mnemokinesis mengingat sebagian besar hal-hal yang ada di dunia ini, sehingga jika dia tidak mengingatnya, maka itu seharusnya hanya organisasi kecil atau rahasia.
Opsi organisasi kecil dapat kita abaikan karena kemungkinan besar mereka tidak akan sanggup menemukan tempat ini. Jika pun secara kebetulan mereka menemukannya, mereka akan memberitahukan ini kepada pihak yang lebih berkuasa untuk penyelidikan lebih lanjut. Akan tetapi karena mereka tidak membuat laporan mengenai tempat ini, maka kesimpulan yang bisa didapatkan adalah mereka yang bergerak dalam dunia gelap.
Yang membuat Elena lebih yakin jika orang di depannya ini berasal dari organisasi gelap adalah, dia menyebutkan nama yang sepertinya jahat. Bukankah nama yang mengandung kata-kata “Black” dan “Night” seperti terdengar memiliki kesan yang misterius dan bergerak secara sembunyi-sembunyi? Inilah yang Elena pikirkan ketika mendengar nama itu.
Tentunya, ini bukan sesuatu yang baik karena dia hanya menebak ini berdasarkan nama belaka. Jangankan menilai buku dari sampulnya, Elena bahkan menilai ini dari judulnya. Maka dari itu, cara ini tidak patut untuk dicontoh dan sebaiknya ditinggalkan saja karena malah akan membuat kebanyakan orang memiliki prasangka sembarangan hanya karena masalah nama.
“Jika kamu sangat memaksa untuk ingin tahu ….” Fedora bari akan memulai penjelasannya saat Elena memotong.
“Tidak, terima kasih. Sesungguhnya aku tidak sekali-kali memaksamu untuk mengatakan asal-usul dan apa tujuanmu. Begini-begini, aku adalah orang yang menghargai privasi seseorang dan tidak akan bertindak secara keterlaluan ketika orang itu tidak mau mengatakannya. Jadi jika kamu tidak mau mengatakannya, maka kamu tidak perlu mengatakannya.”
“....” Fedora terdiam mendengarkan perkataan Elena ini. Sebelumnya Gadis ini yang bertanya, namun sekarang dia mengatakan jika tidak memaksa. Dia bingung dengan konsep berpikir musuhnya ini. “Jadi, kamu ingin tahu asal-usul dan tujuanku ke sini atau tidak?”
“Aku sudah tahu jika kamu berasal dari organisasi Black Night Company dan sedang melakukan sebuah misi di tempat yang gelap dan sunyi ini. Tapi, aku tidak akan menolak jika kamu memberitahu informasi lebih lanjut,” jawab Elena dengan santai, meski tidak mengubah ekspresi wajahnya.
__ADS_1