
“Dasar, ya….” Elena memiliki ekspresi lelah ketika mengatakannya pada Fedora. “Apa kamu tahu, kamu sendiri sudah kesulitan untuk mencari jalan keluar dari labirin ini, juga dari kehidupan yang sulit ini. Tidak bisakah kamu memberikan masalah yang tidak menyusahkan kami berdua? Apa kamu tidak memiliki rasa kasihan pada kami?”
“Anu, Elena, bukankah yang dinamakan masalah itu pasti merepotkan?” Leon mengingatkan. “Kalau itu tidak merepotkan, maka itu tidak bisa lagi disebut sebagai masalah, lalu aku mau saja jika memiliki sesuatu yang bukan merupakan masalah. Tentu saja, aku sendiri juga mau kalau mendapatkan sesuatu yang bukan merupakan masalah seperti harta karun.”
Elena mengarahkan matanya yang sinis pada Leon sebelum berkata, “Tidak bisakah kamu diam terlebih dulu? Aku sedang melakukan negosiasi saat ini. Kalau kita beruntung, mungkin orang yang ada di hadapan kita sekarang akan memberikan kita informasi tentang cara untuk sampai ke permukaan dengan cepat? Sama seperti dengannya, tidak bisakah kamu tidak mengubah kehidupan yang sudah sulit ini?”
“Sepertimu kamu tidak memiliki kemampuan yang bagus untuk memahami masalah, ya, Gadis Kecil.” Fedora menunjuk pada mereka berdua, kemudian dengan enteng mengatakan, “Kau dan teman laki-lakimu itu, sebentar lagi akan aku cincang dan tempat ini akan menjadi makam kalian. Apa kamu tidak bisa lebih merasa takut saat berhadapan dengan orang dari organisasi berbahaya sepertiku?” Sudut mulutnya sedikit terangkat.
“Berani kau…! Kau sendiri punya nyali juga untuk menghinaku, ya. Aku tidak akan mengampunimu semudah itu, lho….” Elena menatap tajam dan memberikan aura menekan karena merasa terhina.
Teman laki-laki dalam bahasa Inggris dapat diartikan sebagai Boyfriend. Lalu, Boyfriend sendiri juga dapat diterjemahkan sebagai pacar ke dalam bahasa Indonesia. Seharusnya, kemampuan Xenoglossy Elena akan mengartikan kata tersebut sebagai teman laki-laki, namun Elena yang sedikit bisa bahasa Inggris malah mengartikan kata ini sebagai pacar. Tentu saja dia menjadi marah sebab sejak awal dia tidak memiliki hubungan apa-apa dengan Leon. Patinya, tidak akan menyenangkan saat seseorang memasangkan kita dengan orang yang kita temui bahkan belum sampai 1 bulan.
“Guh…!” Fedora merasa bergidik saat aura mencekam Elena menghampirinya. ‘Siapa dia? Bagaimana dia bisa memberikan aura menekan seperti ini? Rasanya, dia seperti seseorang yang sudah melewati banyak pertarungan dan melatih kekuatannya dalam kurun waktu yang lama dari pada hanya mengandalkan kekuatan penther miliknya. Aneh, kenapa organisasi sama sekali tidak memiliki informasi mengenai dirinya?’
“Serang dia, Aya! Mari kita tunjukkan kemampuan yang bisa kita berikan padanya! Hajar dia dan tunjukkan pilihan yang ada saat menganggap kita sebagai lawannya!” teriak Elena dengan lantang memberikan aba-aba pada Aya.
*Tap!*
__ADS_1
Aya melompat ke udara dari tempatnya berada, kemudian jatuh ke atas kepala Elena.
Dia sedikit menyeringai, seperti mendapatkan sebuah tantangan yang lumayan seru untuk dilakukan. Selama ini, dirinya hanya berdiam diri atau melakukan sesuatu yang tidak benar-benar penting. Sekali-kali, pertarungan seperti ini akan membuatnya bersemangat dan bisa meregangkan otot-ototnya yang terlalu lama tidak digunakan ini.
“(Ok, hell or hell kah? Maksudnya kita hanya akan memberikan pilihan yang menyiksa padanya, ‘kan? Ini akan mirip seperti si Kancil yang tidak mendapatkan ampunan karena mencuri timun. Heh, aku jadi kasihan dengan kancilnya karena dia hanya mencuri sesuatu yang sangat murah, tapi mendapatkan ganjaran yang terlalu menyakitkan ini.)” Dia berdiri di atas kepala Elena sambil memperhatikan Fedora.
“Mau bertarung, ya, kau, Gadis Kecil? Baiklah. Tapi, aku sama sekali tidak akan memberikan ampun kepadamu!” Fedora memasukkan tangan kanannya ke dalam saku celananya, bersiap mengambil pet house miliknya.
*Sis!* *Sis!* *Sis!*
‘(Walaupun trainerku mengatakan untuk memberikan balasan yang menyakitkan kepadanya, aku tidak bisa mengambil nyawanya atau membahayakan dirinya seenaknya saja. Aku yakin trainerku--Elena--juga memahami tentang tindakanku ini, dan dia sendiri juga tidak benar-benar bermaksud untuk menghabisinya. Kami ini hanya pengembara yang cinta damai, sih.)’
‘(Selama seminggu ini, aku sudah melatih akurasiku sehingga aku sangat percaya diri dengannya. Semua pasak hitam yang aku lemparkan itu hanya akan mengenai tubuhnya pada bagian yang tidak vital, jadi seharusnya dia tidak akan mati. Dan tentu saja, trainerku lah yang mengajari tentang teknik melumpuhkan musuh seperti ini. Bahkan hati nuraninya tentang melumpuhkan musuh juga kejam, ya.)’
*Tank!* *Tank!* *Tank!*
Ketika pasak hitam sudah mendekat pada Fedora, tiba-tiba saja itu terpelanting seakan terdapat sebuah dinding transparan yang menghalanginya.
__ADS_1
‘Apa itu!’ teriak Elena dalam benaknya.
“Bagaimana? Apa kamu terkejut hanya dengan ini?” Fedora menunjukkan senyuman percaya dirinya. “Jika hanya karena ini kamu terkejut, kamu tidak berhak menyebut dirimu menjadi seorang trainer, lho.”
“Berisik! Iya, deh, iya. Aku mengakui kalau aku memang baru saja menjadi trainer minggu lalu dan sekarang aku memiliki level yang hanya 1 digit angka! Apa kamu puas dengan pernyataanku ini? Kalau sudah, tidak perlu mencemoohku lebih jauh lagi, ‘kan?” teriak Elena dengan urat-urat yang menegang.
‘Bukan berarti aku benar-benar marah terhadap masalah ini. Perlu diingat, musuh yang terbawa emosi cenderung memiliki koordinasi dan perencanaan serangan yang kacau. Dengan kata lain, memancing emosi musuh memang merupakan salah satu strategi untuk bisa mendapatkan kemenangan. Tapi kalau kekuatan musuh jauh di atasmu, maka kamu akan menerima resiko berupa menjadi samsak tinju.’
“Akan aku beritahu kamu sesuatu, Gadis Kecil. Mengeluarkan penthermu dalam pertarungan memungkinkan musuhmu mengetahui spesies apa mereka, dan jika itu trainer tingkat tinggi, kebanyakan dari mereka bisa menebak skill dari penther tersebut. Ketika skill dari suatu trainer terungkap, maka musuhmu akan memiliki lebih banyak pemikiran terhadap strategi yang akan digunakan untuk mengalahkanmu.”
“Jadi untuk menghindari masalah itu, alih-alih mengeluarkan penther kamu malah membuat penthermu mengeluarkan skillnya dalam pet house, benar bukan?” tebak Elena. “Tapi bukankah ini juga memberikan masalah lain? Kamu akan menjadi orang yang ditargetkan menggantikan penther yang bertarung dalam medan pertarungan. Jika kamu buruk dalam menghindar, maka kamu hanya akan menjadi samsak tinju. ‘kan?”
“Ya, benar sekali. Baguslah jika kamu lekas paham. Hanya saja, aku yang merupakan trainer profesional sudah memiliki cara untuk mengatasi ini.” Fedora mengambil posisi kuda-kuda seperti akan melakukan pertarungan bela diri.
Tubuhnya menyamping dengan tangan kanannya yang ditapakkan seperti menyerupai pisau. Tangan kirinya masih tetap diam di tempatnya, karena dia merasa tidak akan terlalu memerlukan sekuat tenaganya dalam pertarungan ini. Wajahnya yang tersenyum menunjukkan jika dia saat ini meremehkan Elena dan Leon yang hanya merupakan trainer pemula.
‘Aku bisa asumsikan dia memiliki penther type support yang dapat memberikan peningkatan dalam kekuatan dan pertahanan. Ini sangat unik karena penther lebih populer dibandingkan bela diri di dunia ini. Seni bela diri memang masih ada, namun tempat seperti dojo sudah mulai luntur karena kebanyakan orang lebih suka melatih penther mereka dari pada tubuh mereka.’
__ADS_1