
Tahap awal dari rencana telah berhasil. Mereka berdua telah berhasil menjadi pelayan di Rumah Runaria. Sebagai pelayan, tentu mereka berdua melakukan pekerjaan dengan baik dan benar, mulai dari menyapu lantai, menyirami, memasak, dll. Banyak pekerjaan yang harus dilakukan dan keduanya mencari-cari bukti disela-sela pekerjaan mereka.
Saat ini adalah malam hari. Mereka berdua berdiskusi mengenai kemajuan dalam mencari penemuan bukti. Beruntung keduanya mendapatkan kamar yang sama sebagai orang yang mendaftar di hari yang sama. Ini membuat keduanya tidak perlu kerepotan pergi ke kamar satu sama lain.
“Bagaimana? Apa kau sudah menemukan bukti, Elena?”
“Ya, ada beberapa ruangan rahasia di dalam mansion ini. Letaknya jauh di bawah tanah. Untuk pintu aksesnya, keberadaannya terhubung dengan kamar Tuan Rumah, Nana.”
Salah satu kemampuan cenayang Elena adalah Penerawangan. Dia bisa melihat suatu tempat yang ingin dilihatnya meski tidak menatap tempat itu secara langsung. Tidak sulit baginya untuk mengetahui sesuatu yang tersembunyi seperti ruang rahasia. Dia hanya perlu menyisir seluruh mansion menggunakan kemampuan Penerawangan ini.
“Jadi benar, pemilik rumah ini terlibat dengan Black Night Company,” gumam Schwartz.
“Masih belum pasti. Menurutku dia tidak pernah berbohong pada kata-katanya. Dia hanyalah gadis biasa yang kesepian. Memang sih dia memiliki keahlian dalam berbisnis dan mengurusi Perusahaan Runaria meski daring, tapi masih terlalu awal untuk menyangkutpautkan dirinya dengan Black Night Company. Dia belum pernah ke ruang bawah tanah itu dan belum ada yang ke sana. Kita masih perlu menyelidiki ini lebih lanjut.”
“Dan bagaimana kamu bisa tahu letak ruang bawah tanah dan lainnya? Apa jangan-jangan justru kamulah yang berafiliasi dengan Black Night Company? Sejak awal saja aku sudah mencurigaimu dari rekam jejakmu di Asosiasi Trainer.” Schwartz menatap curiga.
“Ap-Apa? Aku ini 100% tidak berkomplot dengan mereka. Apa yang aneh dari rekam jejakku?” Wajah Elena heran.
“Tentu saja aneh. Registrasimu menjadi anggota dengan waktu kejayaanmu sangat dekat. Seakan kamu memang kuat dari awal.”
“Itu memang benar. Aku memang kuat sejak awal. Hanya saja aku tidak pernah muncul ke muka publik sebelumnya. Makanya aku agak gap tech,” jawab Elena tanpa mengelak.
Schwartz menatap datar Elena. “Kau bahkan tidak mengelak. Baiklah, untuk sementara aku akan mempercayaimu sebagai ‘tidak berafiliasi dengan mereka’. Tapi bukan berarti aku menganggapmu sebagai rekan yang bisa dipercaya. Aku tidak akan memberikan banyak informasi rahasia dari Asosiasi.”
__ADS_1
“Terserah kau saja. Lagi pula aku punya caraku sendiri dalam mencari informasi.”
Pembicaraan malam mereka berakhir sampai di sana. Keesokan paginya mereka melakukan pekerjaan sebagai pelayan seperti biasa. Hanya pekerjaan rumah yang dilakukan dengan lebih profesional. Keduanya tidak bisa mengacau sampai dikeluarkan atau harus mencari cara yang lebih sulit untuk menyelesaikan penyelidikan.
Pagi ini Elena mengantarkan makanan ke kamar Tuan Rumah, Nana Runaria.
Dia mengetuk pintu sembari berkata, “Permisi, Nona. Saya membawakan sarapan hari ini.” Dalam benaknya, ‘Ini mengingatkanku ketika masih berada di Mansion Madison. Biasanya para pelayan lah yang akan mengantar makanan ke tempatku. Tak kusangka suatu saat aku akan menjadi pelayan.’
“Masuk!” jawab suara seorang gadis dari dalam.
Membuka pintu, Elena memandang sosok Nana Runaria yang masih di atas kasur mengenakan piyama. Rambutnya yang berwarna pirang masih agak acak-acakan tetapi tetap menawan, matanya berwarna hijau terang, dan dia memiliki kulit putih cerah. Dia sungguh gadis yang cantik.
“Selamat pagi, Nona. Saya akan menaruh makanan di sini. Kemudian saya akan pergi bila Anda tidak keberatan,” ujar Elena.
Elena tersenyum dan menjawab, “Anda tenang saja, Nona. Ini sudah pekerjaan saya untuk mengurus segala keperluan untuk menjaga tempat ini. Juga, kepala pelayan, Draka, sangat baik dalam membimbing kami. Anda fokus saja pada pekerjaan Anda.”
“Baiklah, kalau begitu aku akan bekerja keras hari ini juga!” ujarnya penuh semangat.
Elena berbalik, akan pergi dari kamar itu. Tetapi sebelum keluar dia melirik ke salah satu lukisan. Dia sadar jika di balik lukisan itu ada sebuah jalan rahasia menuju ke ruangan rahasia. Namun untuk saat ini dia tidak akan langsung pergi ke sana, Terlalu tidak ada waktu untuk melakukannya atau dia akan mendapatkan ceramah dari Draka. Makanya dia langsung pergi setelahnya.
Hari ini Elena mengerjakan pekerjaan dengan lebih cepat. Pelayan lainnya yang melihat kerja keras Elena terperangah melihat kecepatan Elena. Alasannya melakukan ini sangat sederhana, yaitu ia ingin menelusuri ruangan rahasia. Biar nggak kena ceramah makanya ia menyelesaikan tugasnya terlebih dahulu.
Dan kemudian baguslah, sesuai dengan yang direncanakan, akhirnya Elena berhasil menyelesaikan pekerjaannya beberapa kali lebih cepat dari jam seharusnya. Ia lalu pergi ke sebuah ruangan di mana tidak ada orang di sana, kemudi dia menggunakan Teleportasi.
__ADS_1
Elena tidak langsung berada di tempat terbawah dari ruang rahasia. Dia berada tepat di balik lukisan yang ada di kamar Nana. Tempat itu adalah lorong dengan dinding dan lantai kayu, masih sama dengan koridor di dalam mansion. Dia melanjutkan dengan berjalan beberapa jauh. Langkahnya sangat senyap karena meskipun tak terlihat beberapa orang di luar sana mungkin masih dapat mendengar langkah Elena dan menyadari ada yang tidak beres.
Kemudian setelah beberapa lama berjalan, akhirnya pemandangan mulai berubah. Dinding di sisi kanan-kiri berubah dari yang sebelumnya kayu menjadi bebatuan, begitu pula lantai yang terbuat dari tanah. Perjalanan Elena kali ini berubah jadi menurun. Dia bisa menebak bila jalurnya telah mulai membawa dirinya ke bawah tanah.
"Baiklah, kali ini seharusnya sudah cukup jauh," gumam Elena. "Keluarlah, Aya!"
*Zrrt!*
Bayangan Elena melebar. Setelahnya penther Elena, Aya, keluar dari sana.
Kucing itu melompat ke atas kepala Elena dan berujar, "(Huh, akhirnya kau memanggilku juga, ya. Tahukah kamu betapa membosankannya untuk berada di dalam bayanganmu untuk waktu yang lama?)"
"Ya, maaf. Aku tidak memiliki tempat lain untuk menyembunyikanmu," jawab Elena.
"(Sudahlah. Yang lebih penting dari itu, apakah ini sudah sangat untuk bertarung? Jujur saja, aku merasa jika tempat ini sangat suram.)"
"Memang. Saat ini kita memang berada di bawah tanah. Jadi jika kau sudah tahu, jangan banyak komen."
Mereka berdua lanjut berjalan menuruni lorong. Pemandangan berubah beberapa kali kali, dari yang sebelumnya lorong berbatu dan lantai tanah, berubah lagi menjadi sepenuhnya batu mengkilap. Di dalam sini juga gelap sehingga Elena menggunakan kemampuan Pyrokinesis untuk menerangi jalan mereka. Kemudian tak lama dari itu mereka sampai ke tempat terbawah, tapi ….
"Sudah kuduga. Kau lah anggota Black Night Company itu!" pekik Schwartz.
"Tu-Tunggu, ini tidak seperti yang kau bayangkan!" Elena berkata dengan tergagap. "Lagi pula bagaimana caramu ke sini?"
__ADS_1