Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Obat ini memiliki reaksi yang diharapkan!


__ADS_3

*Prank!* *Bush!*


Alvino terjatuh yang membuat botol kaca hancur karena benturan dengan lantai. Setelah itu, kabut berwarna keunguan yang merupakan cairan di dalam botol meledak memenuhi ruangan tersebut. Mereka berdua yang saat itu berada di dalam ruangan, tidak bisa lolos dan langsung menghirup banyak dari cairan tersebut, lalu hilang kesadaran.


*Gedebug!*


“Ugh… ini, ‘ka…?” Noctis kehilangan kesadarannya dan sempat memikirkan, ‘Sial! Seharusnya aku tetap menjaga kewaspadaan saat mengetahui jika dia memiliki sikap mencurigakan sejak awal aku masuk ke dalam gedung ini. Sudah aku duga, berjudi itu dosa dan pasti akan mendapatkan azab dari sang Maha Kuasa entah cepat atau lambat. Aku harus memperingatkan ini pada mereka semua untuk berhenti melakukan kegiatan maksiat secepat mungkin sebelum ajal menjemput.’ Sebelum kesadaran Noctis menghilang dan matanya tertutup rapat.


‘Apakah aku tidak diperlukan dalam penyerbuan kali ini? Setidaknya, aku tidak perlu ikut bertarung bersama mereka. Aku harap aku bisa sadar lebih cepat dari Noctis dan bisa kabur sebelum dia curiga. Enaknya, aku menggunakan alasan apa, ya? Apakah aku akan mengatakan jika terjadi kesalahan dan salah mengambil cairan?’ pikir Alvino menyadari bahwa ini merupakan rencana cadangan Dwa.


Mereka berdua tertidur saat itu juga, tidak mampu memberikan perlawanan terhadap obat tidur yang dimiliki Dwa. Dengan tidak sadarkannya mereka berdua, ruangan ini menjadi sepi senyap dengan kabut ungu pekat yang memenuhi ruangan. Jika ada seseorang yang secara tidak sengaja masuk dan menghirup kabut ini, mereka akan memiliki nasib yang kurang lebih sama dengan mereka berdua.


Setelah selama beberapa ruangan dipenuhi kabut pekat, akhirnya kabut berangsur-angsur mulai surut dan menunjukkan dengan jelas tubuh bernyawa keduanya yang tergeletak di lantai. Tentu saja mereka berdua baik-baik saja dan hanya tertidur, namun keduanya menjadi sangat rentang terhadap serangan dan tidak bisa bergerak untuk beberapa saat ke depan.


*Whirl!*

__ADS_1


Pusaran kabut hitam dengan beberapa arus listrik yang menyambar pada porosnya muncul tak jauh dari mereka berdua, diikuti dengan Dwa yang keluar dari sana dan memandang tubuh Noctis dan Alvino.


“Maafkan aku, ya, Cztery. Tapi, pengorbananmu ini diperlukan karena kamu telah gagal memenuhi tugasmu untuk membuat Spirit King of Darkness tertidur. Setidaknya, aku tidak akan menyia-nyiakan pengorbananmu ini, lalu aku dan kedua tetua lainnya akan memulai serangan untuk membasmi Elena Madison. Sekali lagi, aku minta maaf karena membuatmu tertidur bersama musuh!” Dwa menyatukan kedua telapak tangannya ketika dia meminta maaf pada Cztery yang tidak dapat mendengarnya.


Ekspresi wajahnya memang tidak terlihat karena dia memakai topeng. Namun, dia akan menunjukkan ekspresi bersalahnya ketika topeng tersebut dilepaskan. Dalam benaknya, Dwa mengatakan, ‘Lagi pula, kamu tidak akan ikut bertarung bersama kita. Antara kamu yang sadarkan diri dengan kamu yang tertidur, tidak ada yang berubah dari rencana kami, dan kamu akan tetap diam di tempat. Hmm, apa mungkin kamu akan menjadi umpan untuk tragedi selanjutnya, ya.’


*Zlab!*


Portal yang terbuat dari kabut hitam itu tertutup bersamaan dengan Dwa yang mengarahkan wajahnya pada Noctis. Memperhatikan dengan seksama, dia pun bergumam, “Dulunya aku pernah membuat kontrak denganmu. Tapi setelah kau meninggalkanku, aku memiliki beberapa masalah menyedihkan yang satu per satu menghampiriku, sampai aku ingin menghancurkan kerajaan ini.”


“Kamu tenang saja, Spirit King of Darkness. Aku tidak akan melawanmu atau menyakitimu. Aku tidak tahu kau ini sosok monster seperti apa, jadi terlalu beresiko untuk melukaimu saat ini. Tapi, meskipun begitu, aku masih akan tetap mengincar kontraktormu saat ini karena dia tidak ada sangkut pautnya dengan masalah ini dan justru dia merupakan salah satu bangsawan di dunia ini.”


“Ya, sudahlah. Pertama aku akan memindahkan tubuh mereka berdua ke kamar yang ada di lantai dua. Aku tidak bisa membiarkan orang lain secara tidak sengaja menemukan kalian berdua dan memberikan kepadamu pertolongan lebih awal. Aku tidak tahu efek maksimal dari obat ini, tapi seharusnya kalian berdua tidak akan tertidur selamanya.”


“Untung saja aku sempat berpindah ke ruangan lain sebelum asap ini menyebar seluruhnya. Rencana ini tidak akan berguna jika aku ikut menghirup asap ini.”

__ADS_1


Seperti yang ia monologkan sebelumnya, Dwa membopong tubuh mereka berdua pergi ke lantai 2. Proses ini tidak mudah, sampai-sampai dia berpikir, ‘Bukankah tubuh spirit seharusnya terbuat dari elemen yang mereka miliki? Lalu, kenapa tubuh Noctis memiliki bobot, sih! Apakah bayangan itu sebenarnya memiliki massa seperti benda-benda lainnya? Aku tidak tahu tentang ini dan selalu mengendalikan bayangan menggunakan sihir!’


“Hah, baiklah, aku sudah selesai memindahkan tubuh keduanya. Sekarang saatnya menghubungi Pięć dan Sześć untuk memulai aksi mereka!” Dwa pun menekan alat seperti earphone yang berada di telinga kirinya.


•••••


Di tempat lain, lebih tepatnya di akademi, Pięć dan Sześć telah stand by di sana dan menunggu arahan lebih lanjut dari Dwa. Mereka berdua bersembunyi di atas sebuah pohon dan tertutup dedaunan, dengan sebuah teropong yang mereka gunakan untuk memantau lebih jelas pergerakan Elena yang merupakan target mereka saat ini.


*Tit!* *Tit!*


“Sebentar, sepertinya aku baru saja mendapatkan pesan dari Dwa. Kamu awasi dia sementara aku akan melakukan beberapa dialog bersama Dwa, ya?” Szesc menyerahkan teropong itu pada Piec di sampingnya.


“Tentu saja, kamu tidak perlu merasa sungkan. Lagi pula, memang sudah menjadi tugas kita untuk mengawasi Elena karena dia merupakan target kita yang patut untuk diwaspadai. Dibiarkan sebentar saja ketika dia sudah mengetahui tentang keberadaan kita, aku tidak ingin melihat bencana apa yang akan diberikan pada kita.” Piec mengambil teropong dari Szesc.


‘Ngomong-ngomong, aku merasa jika target kita yang satu ini --Elena-- memiliki sikap yang sangat kalem atau lebih tepatnya … lesu, ‘kan? Bahkan saat pelajaran seperti ini, dia masih bisa bersikap tenang dan tidak memperhatikan guru. Akan tetapi sekalipun begitu, dia masih bisa menjawab semua soal yang ada dengan tepat dan cepat ketika dipanggil maju ke depan kelas.’

__ADS_1


‘Aduh, aku jadi merasa tidak enak mengawasi seorang gadis 10 tahun seperti ini. Aku merasa, aku menjadi orang bejat yang mengincar seorang anak kecil tak berdosa. Sebenarnya, sih, kami memang sedang mengincarnya dan melakukan hal buruk padanya (membunuhnya), tapi aku tetap merasa tidak nyaman terhadap ide mengawasi gadis kecil seperti ini.’


__ADS_2