Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Malam Hari


__ADS_3

Setelah menolong serigala tersebut, Theresa melanjutkan perjalanannya dalam mencari makan malam mereka. Suasana sangat sunyi senyap di dalam hutan ini. Hampir tidak terlihat adanya hewan buruan yang dapat mereka jadikan mangsa. Jika Theresa sendirian, maka ini tidak akan menjadi masalah, tetapi saat ini dia memiliki tanggung jawab untuk mendapatkan makanan untuk semua anggota grupnya. Dia akan kehilangan muka jika tidak bisa membawa kembali hewan buruan.


Sambil menggendong serigala kecil menggunakan lengan kirinya, Theresa menebas-nebas dedaunan lebat untuk membuka jalan. Sangat buruk untuknya untuk berada dalam lokasi sulit. Setidaknya dia masih mengetahui jalan kembali dan bisa berbalik kapan saja melewati jalan semak-semak yang sudah terbuka untuknya. Jika matahari terbenam, maka dia terpaksa untuk kembali ke kamp.


“Ini sangat buruk, aku tidak menemukan satupun hewan buruan di dalam hutan ini.” Alis Theresa turun dengan dia yang melihat di sekelilingnya. Dia memikirkan tentang hutan ini yang tidak bisa memberikannya mangsa sebagai makan malam mereka. “Apakah ada masalah ekosistem di hutan ini? Aku tidak menemukan satupun hewan buruan sejak tadi, aku berpikir jika jumlah pemangsa di dalam hutan ini bertambah drastis dan membuat ekosistem di sini hancur. Aku harus melaporkan ini pada lainnya!”


•••••


Melalui jalanan yang dilewati sebelumnya, dia kembali sampai di tempat sebelumnya. Noctis dan anggota lain dalam regu ini sudah berkumpul di sana. Mereka telah mendapatkan kayu bakar dan menyalakan api unggun untuk malam dingin nanti, juga mereka memerlukan api untuk memasak makanan. Sangat buruk untuk makan makanan mentah. Lakukan itu bila dalam situasi terpaksa, jangan terlalu banyak melakukannya. Tubuh manusia tidak sekuat hewan ketika lawannya bakteri.


“Ada apa kamu kembali, Gadis Pink? Kamu masih belum menangkap satupun buruan!” Noctis dengan wajah kesalnya adalah yang pertama menyambut Theresa.


Dia sudah dapat menebak jika serigala kecil di gendongan Theresa bukanlah makanan untuk makan malam mereka. Tidak mungkin gadis ini akan menjadikan hewan karnivora yang bertaring, bercakar, dan lain-lain sebagai makan malam. Dan yang paling mencolok dari itu, adalah volume daging serigala kecil tidak cukup untuk makanan mereka berdua.


“Noctis-sensei, aku sudah berkeliling di dalam hutan ini untuk beberapa lama, tapi sayangnya aku tidak bisa menemukan hewan buruan. Apakah menurutmu ada masalah dengan ekosistem di hutan ini, Sensei?” Theresa memelas.

__ADS_1


Sophia kurang peduli dengan itu. Dia melemparkan sepotong kecil kayu kering ke dalam api unggun sambil berkata dalam benak, ‘Tidak apa-apa jika kamu gagal, Theresa. Aku adalah Royale Spirit of Blood, aku adalah spirit. Spirit mendapatkan sumber makanan mereka dari energi alam di atmosfer sekitar, aku tidak benar-benar memerlukan daging sebagai makanan. Kamu tidak perlu bersedih hati tentang itu.’


“Sophia-chan, kau sangat kejam dengan mengatakan seperti itu! Aku, Alex, dan Bibi Yovanca memerlukan hewan buruan untuk makan malam kami. Apa kamu sama sekali tidak kasihan jika kamu menahan lapar sampai hari besok? Tidur dengan perut kosong itu, kami mungkin akan terkena masuk angin karenanya. Bisakah kamu lebih peduli?” tanggapan Theresa.


“Hmm….” Sophia dengan acuh memalingkan wajahnya.


Spirit dan kontraktor memiliki mental yang terhubung di antara keduanya. Kecuali dalam situasi khusus, mereka berdua akan saling mengerti tentang apa yang dipikirkan satu sama lain. Salah satu contoh situasi terputusnya hubungan mental ini adalah seperti Elena dan Noctis saat ini. Jarak mereka yang berada di antara dunia membuat mereka menjadi tidak bisa saling terhubung.


“Kamu sudah lama berkeliling dan gagal menemukan mangsa untuk malam ini, ya.” Noctis memegang dagunya dan memiliki tatapan mata seakan ini adalah situasi gawat darurat. Layaknya komandan yang memikirkan kekalahan pihaknya, Noctis berpikir dengan keras. “Hmm… ini adalah situasi yang sangat serius. Aku akan segera menangani masalah ini.”


Portal hitam terbuka, kemudian Noctis masuk ke dalamnya sebelum itu kembali menutup.


Sekarang hanya tersisa Yovanca, Theres, Sophia, dan Alex berada di sana dalam suasana sunyi. Kedua kuda mereka juga berada di dekat sana, tetapi keduanya sangat tenang, memakan rumput tanpa memperhatikan keduanya. Terlalu sunyi di sana dengan suara kayu bakar yang hancur oleh sebab panasnya api, selain itu suasana sangat tenang.


Matahari semakin lama semakin tenggelam di ufuk barat. Cahayanya perlahan sirna di dalam hutan gelap dan lebat ini. Beberapa kunang-kunang melayang menjadi penerangan selain cahaya api dengan suara jangkrik yang semakin membisingkan. Mereka berempat tetap tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan dan hanya menatap api unggun yang berkobar.

__ADS_1


Api unggun menjadi objek dengan pergerakan di tempat ini, sehingga pandangan mata mereka secara reflek tertuju pada mereka. Ia juga menjadi objek paling terang di dalam malam gelap ini. Tidak seperti bumi modern, di sana smartphone dan peralatan elektronik lainnya masih belum ditemukan. Noctis menjadi individu dengan kemungkinan tinggi untuk mempercepat laju perkembangan teknologi dunia itu, tetapi dia memiliki beberapa hal yang menahannya untuk melakukan itu.


Salah satu alasan Noctis adalah untuk menjaga kelestarian dunia. Bukan alam dunia tersebut, tetapi lebih mengarah pada progres dunia tersebut. Jika dia memasukkan teknologi dunia lain dan mempercepat proses dunia tersebut, maka dia sendiri akan takut jika masyarakat dunia perlu membiasakan diri dengan teknologi yang secara cepat berevolusi.


Harga nyawa manusia di dunia itu sangatlah murah. Seorang petualang atau prajurit yang hari ini mendaftar belum tentu akan kembali esok hari. Pada kemungkinan terburuk, jika Noctis memajukan level peradaban di sana secara terlalu cepat, dia memikirkan resiko tentang peperangan yang akan terjadi. Orang berotoritas tinggi tanpa memikirkan nyawa orang lain pasti akan memulai perang untuk mendapatkan sesuatu yang ia inginkan, entah itu gelar, kehormatan, atau ingin menjatuhkan pihak lainnya.


Apakah Noctis takut dengan pihak lain yang akan memulai perang? Tentu saja dia tidak merasa takut. Dia tidak akan peduli dengan konflik antar manusia sebagai seorang spirit. Baginya, ini hanya seperti hewan yang saling bertengkar. Bahkan ini lebih buruk dari hewan, di mana manusia memulai pertarungan untuk alasan bodoh seperti gelar kehormatan yang tidak memberikan apapun.


Bukankah manusia memiliki akal yang membedakannya dari hewan? Jika manusia tidak ingin diperlakukan sama seperti hewan, maka mereka perlu menunjukkan bahwa mereka berbeda dari hewan. Hewan tidak memiliki akal yang membuatnya tidak bisa melakukan banyak hal. Akal manusia seharusnya membantunya untuk menyelesaikan permasalahan dengan cara yang lebih baik.


“Senyap-senyap, Theresa, apa yang akan kamu lakukan dengan hewan itu?” tanya Sophia.


“Senyap-senyap?”


“Ya… soalnya kita saat ini tidak memulai percakapan dialog apapun. Kata “senyap-senyap” cocok untuk menggambarkan situasi ini, ‘kan? Atau, apakah aku harus menggunakan kata “diam-diam” karena kata “diam” adalah antonim dari kata “ramai”. Kalau ada orang “ngomong-ngomong”, bukankah itu berarti mereka sedang melakukan sesuatu yang “ramai”?” jelas Sophia.

__ADS_1


Ungkapan Sophia sangat rumit sekali, ya? Tidak masalah jika kalian tidak terlalu paham dengan maksud Sophia, karena bahkan Penulis sekalipun juga sedikit pusing tentang satu ini.


__ADS_2