
“Boleh juga kamu bisa menangkis semua serangan itu sekaligus memperkuat senjatamu. Tapi, bagaimana jika aku melakukan seperti ini.” Fedora kemudian memberikan komando, “H-L-16, serang orang yang satunya!”
*Ngung!*
Tembakan yang berasal dari H-L-16 berhenti, digantikan dengan buih-buih bola cahaya yang berkumpul di depannya.
‘Gawat! Dia akan mengincar Leon!’ dalam benak Elena.
*Sh!* *Brak!*
Menggunakan semua kecepatannya, Elena berpindah ke tempat Leon dan menabraknya agar keluar dari jangkauan tembakan. Juga, Elena menjatuhkan Aya agar tidak ikut terkena serangan bersamanya.
‘(Bukankah ini merupakan tindakan yang gegabah untuk menyelamatkan beban?)’ batin Aya yang melihat Elena di tempat Leon. ‘(Sudahlah, aku sendiri juga berada di kondisi kurang menguntungkan saat ini.)’ Dia kembali pada serangan anak panah oleh H-D-08, dan berusaha menghindari mereka semua. Tentu saja, dia menggunakan skill 1-nya karena sangat sulit menghindari mereka semua menggunakan kecepatan normalnya.
*Wung!*
Tembakan sinar kuat terpancar dari H-L-16, namun Elena masih berusaha menyerapnya menggunakan katana hitam miliknya.
*Ssshhh!*
Suara mendesis, setelah cahaya tersebut menghilang, terlihat sosok Elena yang masih berdiri di tempatnya dengan beberapa asap tipis yang memancar dari tubuhnya.
“Hmph!” Fedora tercengang melihat perlawanan yang dilakukan Elena.
__ADS_1
Dia telah melihat jika cahaya putih tadi mengenai targetnya dan melahapnya sepenuhnya. Bahkan dalam konfrontasi sebelumnya, Gadis itu menerima beberapa dampak serangan meski bisa diabaikan dan tidak berbahaya. Namun tetap saja, seorang manusia yang bisa bertahan dari serangan itu memang merupakan sesuatu yang bisa dianggap sebagai sebuah prestasi.
*Bruk!* *Klontang!*
Tubuh Elena terkulai ambruk dengan katana yang tergeletak di sekitarnya.
‘Hah…, menerima serangan itu mentah-mentah, bukan merupakan sesuatu yang bagus untuk dilakukan, ya….’ batin Elena.
Dia telah terkulai lemas di lantai. Dengan tenaga yang sangat kecil, dirinya berusaha untuk bergerak. Namun sayang …. Tubuhnya tidak mampu mengikuti pikirannya karena luka yang diterima terlalu banyak. Dia hanya mengarahkan matanya pada medan pertarungan, di mana Aya berusaha menghindari puluhan anak panah yang mengenainya.
“Kupikir, kamu akan bertahan dengan menyerap serangan itu dan meminimalisir dampaknya. Aku salah, sepertinya skill dari penthermu itu memiliki batasan jarak dan tidak akan bisa menyerap serangan ketika berada di luar jarak kerjanya.” Fedora menatap Elena dengan senyuman sinisnya.
Kemampuan dari skill Aya hanya akan bekerja di jarak yang sangat dekat. Jika tidak, skill ini hanya akan membentuk senjata dengan tekstur keras seperti besi biasa. Dikombinasikan dengan kecepatan Aya, kemampuan ini akan menjadi skill serangan jarak dekat yang bagus karena kecepatannya setelah menggunakan skill 1 akan meningkatkan peluang dia bisa menghindar.
Dalam masalah Elena saat ini, dia lari menjauh dari Aya untuk menyelamatkan Leon. Ruangan ini memang kecil, namun ini sudah berada di luar jarak efek penyerapan centher energy. Alhasil, Elena menerima serangan itu menggunakan tubuhnya tanpa perlindungan dari skill apapun. Sebelumnya, dia juga sedang menonaktifkan Myokinesis dan Osteokinesis dengan hanya fokus pada Clairvoyance.
“(Ugh…! Dasar trainer yang nekat! Mana mungkin aku sendiri bisa mengalahkan mereka berdua dan orang itu!)” Aya menerikkannya dengan kesal sambil berusaha menghindari semua serangan yang mengarah padanya.
*Stab!* *Bruk!*
Satu serangan masuk dan mengenai tubuh Aya, dan membuatnya terjatuh.
“Hentikan itu, H-D-08! Seranganmu selanjutnya tidak perlu dilanjutkan karena mereka berdua sudah tidak bisa melanjutkan pertarungan,” perintah Fedora.
__ADS_1
H-D-08 menghentikan serangan anak panahnya ini. Bersama H-L-16, dia dalam keadaan siaga dengan melayang-layang di depan Fedora. Tanpa perintah apapun yang mereka terima, keduanya tidak memiliki sesuatu untuk dilakukan. Mereka hanya bersiap dan berjaga-jaga dari serangan yang mungkin diarahkan kepada tuan mereka--Fedora--.
*Step!* *Step!* *Step!*
Ruangan ini menjadi sunyi. Suara langkah kaki Fedora terdengar sangat jelas ketika dia mendekat pada Elena, mengabaikan kedua penther yang menjaganya.
Sementara itu, Leon terdiam di salah satu sisi ruangan. Dia hanya bisa memperhatikan adegan ini dengan matanya yang bergetar ketakutan, tidak tahu apa yang harus dilakukan dalam kondisi mereka saat ini. Dirinya tidak bisa memikirkan apapun yang bisa membantunya keluar dari situasi berbahaya ini, di mana seorang Pria dari organisasi kejahatan bisa memusnahkan mereka tanpa ada seorangpun yang menemukan jasad mereka mempertimbangkan tempat ini.
Fedora berjongkok dan mendekatkan kepalanya pada Elena. “Sayang sekali, ya, tapi perlawananmu sudah berakhir sekarang, khukhukhu.” Setelah terkekeh beberapa saat, dia melanjutkan, “Memang hanya ada sedikit trainer yang bisa memanfaatkan keterampilan bela diri dan mengkombinasikannya dengan skill penther mereka. Jika kau mau selamat, organisasi mungkin akan menerimamu. Tenang saja, aku akan merekomendasikanmu atas namaku.”
“Heh…, dalam mimpimu….” Elena menunjukkan wajahnya dengan senyuman kecil pada Fedora.
Tubuh fisiknya sudah menerima banyak kerusakan. Vitakinesis memerlukan waktu untuk menunjukkan perubahan dalam tubuhnya karena banyaknya luka yang diterima. ‘Ck, jika saja aku memiliki cukup energi alam, aku akan bisa mengatasi orang ini. Dengan kemampuanku saat ini, aku tidak yakin bisa mengalahkannya meski dalam tubuh prima.’
Elena masih memiliki beberapa energi alam yang disimpannya selama seminggu ini untuk berjaga-jaga dalam keadaan terdesak. Namun jika dia menggunakannya untuk memulihkan tubuhnya, energi itu akan habis setelah tubuhnya pulih. Dengan kondisi itu, alur pertarungan akan sama seperti sebelumnya, di mana dia akan ditembaki habis-habisan oleh kedua penther milik Fedora.
“Aku … lebih memilih tetap menjadi musuhmu … dari pada … harus melakukan kejahatan seperti itu …,” lanjut Elena.
‘Apa yang aku katakan, sih…. Sejak awal, aku tidak memiliki hubungan yang terlalu dalam tentang dunia ini…. Bahkan jika dunia ini hancur, aku masih akan bisa selamat dengan kembali ke dunia sebelumnya atau berpindah ke dunia lain….’
‘Prioritasku adalah untuk mengumpulkan energi alam secepat mungkin untuk kembali ke duniaku sebelumnya dan bertemu kembali dengan teman-temanku yang ada di sana. Bisa saja, mereka memiliki sesuatu yang bisa membantuku untuk kembali ke dunia sebelumnya. Kenapa aku malah menolaknya, ya….’
‘Tapi, aku juga bisa memahami. Orang ini mungkin akan menyuruhku untuk menghabisi Leon untuk membuktikan jika aku setia kepadanya. Aku telah berjanji untuk membantunya selama perjalanan ini, aku tidak bisa membiarkan dia berada dalam bahaya seperti ini. Aku tidak boleh menerima tawarannya!’
__ADS_1
‘Bahkan jika aku tertangkap di sini, setidaknya aku harus bisa mengeluarkan Leon dan Leo!’
“Apa? Kamu punya cukup nyali untuk menolak tawaranku, ya! Apa kamu tahu, apa yang bisa aku lakukan pada kalian bertiga dalam kondisimu saat ini? Kalian tidak akan bisa melawan lagi, lho,” ucap Fedora yang terdengar ringan namun kejam.