Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Obat Tidur?


__ADS_3

"Apakah ini … racun?" Cztery memberikan tebakan setelah mengamati secara singkat.


"Tidak, tidak, tidak, ini bukan racun, ini obat tidur. Kita akan memakai ini untuk membuatnya tidak sadarkan diri selama sementara waktu." Dwa menggelengkan kepalanya dan membenarkan.


Pięć mengangkat tangannya dan bertanya, "Kenapa kita tidak meracuninya saja? Bukankah akan lebih cepat kalau dia mati dari pada hanya tidur yang hanya sementara waktu?"


Dwa membuat suara batuk sebelum menjelaskan, "Seperti yang kita ketahui, tubuh spirit yang terlihat oleh manusia sebenarnya dibuat dari sihir dari elemen asli mereka. Sama seperti ini, tubuh Spirit King of Darkness tercipta dari bayangan dan akan hancur jika terkena racun. Karena aslinya dia bukan makhluk yang memiliki wujud fisik, jadi dia tidak akan mati jika tubuh fisiknya hancur, dan diperlukan serangan yang bisa menghancurkan jiwa dari spirit untuk memusnahkannya."


"Dengan kata lain, dia tetap akan sadarkan diri walau tubuhnya hancur terkena racun, dan hanya sihir murni saja yang bisa benar-benar melukai mereka, 'kan? Makhluk yang sangat merepotkan." Szesc melipat tangannya dan menaruh kali kanannya di atas kaki kiri.


"Memangnya, obat tidur dapat digunakan untuk membuat mereka tertidur?" tanya Pięć.


"Aku sudah memastikannya, obat tidur memiliki efek yang sama antara yang digunakan manusia dan spirit, jadi aku sudah memastikan jika dia juga akan tertidur jika terkena obat tidur ini," jawab Dwa.


"Hmm, obat yang mempengaruhi pikiran juga memberikan pengaruh yang sama dengan spirit, ya." Pięć memejamkan matanya, seakan memikirkan sesuatu yang penting dan mendalam.


"Apa yang kamu pikirkan, Pięć?" tanya Cztery menatapnya.


"Tidak." Pięć membuka mata sambil menggelengkan kepala sebelum melanjutkan, "Aku hanya berpikir apa obat perangsang akan membuat mereka ikut jatuh. Tidak apa bukan jika sesekali melakukan "itu" dengan spirit kontrak yang berlawanan jenis dengan kita? Lagi pula, spirit tidak bisa membuat keturunan dengan manusia karena pada dasarnya tubuh mereka hanya proyeksi dari elemen sihir yang mereka miliki."

__ADS_1


*Bam!*


Szesc langsung melesat dan memukul Pięć sampai kepalanya membentur meja batu. Untung saja kepala Pięć lebih keras dari yang terlihat, sehingga dia baik-baik saja hanya karena pukulan ini.


"Kenapa kamu memukulku!" teriaknya tidak terima sambil mengangkat kepalanya kembali.


"Itu balasan yang setara saat berbicara mengenai itu tepat di depan seorang wanita!" Szesc menepuk-nepukkan demhan pelan kedua telapak tangannya.


Wajahnya tidak terlihat karena tertutup oleh topeng miliknya. Namun jika topeng Szesc disingkirkan, akan terlihat dengan sangat jelas bahwa dia saat ini sedang tersipu malu menanggapi kata-kata Pięć.


Anggota lain yang ada di ruangan ini terdiam melihat hubungan antara Pięć dan Szesc. Mereka berdua tidak ingin ikut campur dalam urusan keduanya, sebab tidak ingin memperkeruh keadaan yang ada, atau malah akan membuat pertemuan ini menjadi lebih lama.


"Ehem, benar, aku rasa kita harus melanjutkan pembahasan ini." Dwa mengalihkan matanya dari Szesc, masih merasa tidak enak dengannya.


"Yap, tepat sekali. Kita harus melangkah pertemuan ini apapun yang terjadi, jangan terhenti karena masalah kecil seperti ini," dukun Cztery.


Namun bahkan jika mereka berdua berkat demikian, ruangan ini menjadi senyap setelahnya dengan suasana canggung yang menyeluruh di sana. Inilah apa yang akan terjadi jika terdapat satu perempuan sedangkan anggota lainnya merupakan laki-laki, dan satu anggota laki-laki itu membahas topik rapat yang tidak-tidak.


"Cepat lanjutkan!" bentak Szesc.

__ADS_1


•••••


'Jadi begitulah ceritanya. Maka dari itu, aku —Cztery— memiliki tugas untuk membuatnya Noctis A.K.A Spirit King of Darkness untuk jatuh ke dalam pengaruh obat tidur ini. Dwa telah memberitahukan untuk tidak berusaha menyerangnya selain memberikan obat tidur ini, karena ditakutkan dia memiliki perangkap atau mekanisme pertahanan otomatis dari dunia lain tentang serangan. Namun jika ini gagal dan hal buruk terjadi, Dwa sudah berjaga-jaga di sekitar sini dan akan membantuku untuk lolos.'


'Sebenarnya peralatan sihir tidak ada di dunia ini, tapi Dwa memiliki kemampuan untuk pergi ke dunia lain dan sudah mempelajarinya bagaimana cara membuatnya di sana. Katanya, Spirit King of Darkness juga memiliki kemampuan ini, sehingga dia mungkin memiliki alat sihir yang dapat memberikan serangan balik secara otomatis ketika akan diserang.'


"Jadi, bisakah kamu mengatakan tentang hadiah undian yang aku dapatkan? Aku memiliki beberapa hal yang harus segera aku lakukan setelah ini, sehingga aku tidak bisa berlama-lama dengan menghabiskan waktuku di tempat ini. Jika hadiah ini memerlukan waktu yang lama untuk mendapatkannya, aku lebih baik langsung kembali sekarang juga," minta Noctis disertai senyuman di wajahnya.


‘Jadi seperti ini penampilan Spirit King of Darkness. Orang awam tidak akan menduga bila dia sebenarnya merupakan spirit. Spirit biasanya akan bergerak dengan cara melayang untuk memudahkan mobilitas mereka, namun dalam kasusnya, dia berjalan menggunakan kedua kakinya seperti manusia normal, sehingga cukup sulit membedakannya dari manusia biasa. Pantas saja Dwa mengatakan jika Noctis bisa membangun negara di saat spirit lainnya hanya bisa menghancurkan negara.’


‘Spirit yang memiliki usia tidak terbatas selama mereka tidak dibunuh. Ini akan menjadi sesuatu yang menyeramkan saat seorang spirit ingin menambah ilmu pengetahuannya karena mereka akan memiliki pengetahuan yang sangat … menakjubkan nantinya. Dwa yang mengatakan bahwa Spirit King of Darkness menuntut ilmunya di dunia lain, dapat dipastikan jika Noctis sangat menyeramkan ketika dia memasuki medan pertarungan nantinya.’


‘Bagaimanapun juga, aku harus bisa membuatnya tertidur sebelum rencana kami kali ini dimulai!’


“A-Anu, apa kamu baik-baik saja? Kamu tampaknya tidak bisa merespon pada apa yang aku katakan. Jika kamu sakit, lebih baik kamu mengambil istirahat dan mengurus perusahaanmu di lain waktu.” Noctis membuat alisnya sedikit turun, agar dia terlihat seperti mengkhawatirkan orang ini, walau pada kenyataannya dia kurang peduli.


‘Kulitnya lebih pucat dibandingkan kebanyakan orang yang aku temui. Cukup masuk akal jika dia sedang sakit atau tidak enak badan. Begini-begini, aku masih memiliki rasa kepedulian untuk manusia walau kami berbeda suku, ras, dan kebiasaan hidup. Aku bukan spirit yang anti sosial dan suka mengurung diriku untuk melakukan eksperimen seperti dulu,’ batin Noctis.


“Oh, ah, iya! Aku tidak apa-apa, kok, Pelanggan yang Terhormat. Aku hanya sedikit melamun memikirkan beberapa hal tentang daftar kegiatan hari ini, hehe,” jawab Alvino disertai tawa kering setelahnya.

__ADS_1


‘Apa dia menjadi curiga terhadapku? Semoga saja tidak karena urusan yang menyangkut Spirit King of Darkness dapat menjadi sangat merepotkan nantinya. Aku akan menjadi buronan dan tidak bisa mendirikan cabang di tempat ini nantinya,’ dalam benak Alvino A.K.A Cztery.


__ADS_2