
“Tidak!” inilah jawaban singkat yang diberikan Nelayan.
“Kumohon, Fisherman….” Szesc menyatukan kedua telapak tangannya dengan kepalanya yang tertunduk. “Aku perlu mengarungi lautan ini untuk mendapatkan foto Jormungand lebih dekat dan lebih jelas.”
Ini sudah pasti merupakan alasan palsu, terlebih lagi alasan ini juga aneh. Tidak banyak orang normal yang akan menantang maut hanya untuk karier mereka di sosial media, dan inilah yang yang saat ini dilakukan Szesc. Tidak, masih ada cukup banyak orang di sosmed menantang maut untuk membuat sebuah konten viral. Ini yang aku dapatkan dari media online.
“Sekali tidak, tetap tidak!” Fisherman menggelengkan kepalanya. “Mana mungkin aku mengizinkanmu untuk pergi ke laut saat penther sebesar itu sedang mencari mangsanya. Kamu hanya akan membuat dirimu menjadi bola daging sebagai makanannya.”
“Tidak perlu khawatir tentang itu, aku sangat percaya diri dengan kemampuanku!” Szesc mengangkat kepalanya secara spontan dan menaruh tangannya pada pinggangnya. “Juga, aku akan membayar kapalmu, sekaligus biaya jika itu sampai hancur. Ini bukan penawaran yang buruk bukan?”
“Sudah aku katakan, masalahnya bukan pada sampanku, tapi ada pada keselamatanmu.” Nelayang tua itu kembali menegaskan, “Sampan masih bisa diganti di kemudian hari, tapi sekali kamu mati, maka semuanya sudah usai! Aku tidak bisa membiarkan generasi muda yang masih memiliki umur panjang sepertimu mati saat ini juga.”
“Ayolah…,” pinta Szesc.
“Bahkan jika kamu mengganti rugi semua kerusakan yang ada pada barang-barangku, reputasiku akan hancur karena membiarkan seseorang pergi ke lautan hanya untuk menghantarkan nyawanya.” Dia menghela nafasnya. “Aku tidak bisa melakukan itu, dan aku juga tidak akan mengizinkan dirimu untuk melakukannya.”
“Guh! Kamu memang keras kepala, Fisherman. Aku akan mencari yang lainnya saja!” Szesc menghentakkan kakinya pada papan kayu bersamaan dengan dirinya yang pergi menjauh.
__ADS_1
‘Bukankah aku adalah orang terakhir yang kamu ajak melakukan negosiasi?’ Nelayan itu menatap punggung Szesc ketika dia pergi, sebelum dia berbalik dan melanjutkan, ‘Anak muda jaman sekarang. Mereka tidak selalu membahayakan nyawa mereka hanya untuk mendapatkan tantangan. Ini mengingatkanku pada zamanku dulu saat orang-orang terlalu antusias berburu sesuatu.’
•••••
“Heh! Kurang lancar, ya. Apa lebih baik jika kamu menghentikan rencanamu yang satu ini dan membuat yang lainnya?” tanya Shoggoth dalam bisikan.
“Tidak! Aku menolak!” Balasan Szesc juga pelan. “Aku masih memiliki pilihan untuk menyelam. Tapi itu akan terlalu melelahkan jika melakukannya sampai ke tengah laut. Sebelumnya aku tidak terlalu memikirkannya karena aku akan beristirahat setelah sampai, tapi kali ini tujuan selanjutnya adalah bertarung, sehingga melakukan ini akan sedikit beresiko.”
“Hehehe…, kamu harus bekerja sangat keras untuk melakukan sesuatu yang aman seperti ini, lho. Sesuatu tidak akan bergerak semudah dan sesuai dengan apa yang kamu bayangkan. Ini adalah pengalaman yang aku dapatkan setelah hidup selama ratusan tahun.”
Szesc menuju ke tepi jalan dan berhenti di sana. “Apa ini yang membuatmu tinggal di gua laut dari pada menjelajah ke seluruh dunia?”
Tentu saja, Szesc tidak terlalu bodoh untuk berhenti di tenngah jalan dan mengganggu kegiatan orang-orang di sana. Meski bisnis pariwisata sedang ramai dan melampaui perikanan, namun masih banyak nelayan yang memanfaatkan kedatangan Jormungand untuk mendapatkan lebih banyak uang saku dengan memungut ikan yang ketakutan dan menuju ke daratan.
“Ya, kurang lebih seperti itu.” Shoggoth membenarkan. “Manusia-manusia itu memiliki kemampuan yang baik dalam membuat rantai komando dan menyusun koordinasi yang bagus dan berhasil melukai diriku. Meski aku tidak mati, tapi memiliki jumlah volume tubuh yang berkurang sangat meresahkan bagiku untuk kembali memulihkannya. Aku lebih memilih tetap tinggal di gua dan mengumpulkan volume tubuhku sebelum menghancurkan dunia ini dalam satu gerakan.”
‘Nge-Ngeri…! Ternyata aku telah membuat kerja sama dengan makhluk yang ingin menghancurkan dunia.’ Szesc bergidik memikirkannya.
__ADS_1
Szesc melanjutkan perjalanannya setelah percakapan singkat yang terasa seperti monolog itu. Shoggoth terdiam setelah itu karena tidak memiliki topik lain untuk dibahasa.Suasana di antara mereka menjadi tenang, dengan Szesc yang menangkap suara dari keramaian yang ada di sekitaran dirinya. Dalam suasana yang gabut ini, langit masih berwarna biru cerah dan orang-orang melakukan pekerjaan mereka masing-masing.
“Hmm…? Apa itu?” Perhatian Szesc tertuju pada sesuatu.
Itu adalah Resepsionis yang ditemuinya beberapa saat lalu. Resepsionis ini sedang duduk di sebuah bangku warung makan dan menghadap pada lautan biru. Di tangannya terdapat sebuah segelas minuman coklat dingin dan dia menyedot isinya dengan sangat cepat. Tatapan matanya kosong, tidak seperti sebelumnya, di mana dia bersemangat untuk melayani pelanggan dan lain-lain.
Karena rasa penasarannya, Szesc menghampiri orang ini meski relasi di antara mereka sangat dangkal. Mereka hanya saling bercakap-cakap selama beberapa menit. Pertemanan pun mereka masih belum menjalinnya. Namun rasa kepenasaran tentang mengapa orang ini ada di sana membuat Szesc mendekatinya, mengabaikan hubungan di antara mereka berdua.
‘Wanita ini adalah orang yang sangat bertekad untuk mempertahankan usahanya, bahkan dia tidak meninggalkan meja walau tempat itu menjadi sepi tanpa pengunjung. Aneh, kenapa dia ada di sana dengan suasana hati yang terlihat murung, ya?’
Szesc berdiri di depan Resepsionis itu sebelum mengatakan, “Selamat siang. Apa yang membuatmu berada di tempat ini?” Sambil memberikan sebuah senyuman ramah seperti sebelumnya.
“Hmm….” Dia menengok datar pada Szesc, dan mengatakan, “Kamu, ‘kan…, Pelanggan yang sebelumnya?”
Yap, dia memiliki nada bicara yang sangat datar di bawah suasana hatinya yang sedang memburuk. Hal ini membuat Szesc berpikir, ‘Ah…, ucapannya bahkan menjadi datar sekarang. Jujur, aku tidak ingin membicarakan tentang apa yang terjadi pada dirinya setelah mendengar nada bicaranya itu. Tapi jika aku tidak membicarakan tentang ini, maka aku tidak akan bisa membantunya dalam mengatasi masalah yang sedang dialami olehnya.’
“Se-Sepertinya kamu sedang dalam sebuah masalah, ya,” lanjutnya sambil tersenyum namun sedikit ragu. “Kalau kamu sedang dalam masalah, kamu bisa menceritakan tentang dirimu kepadaku, lho. Aku mungkin tidak akan banyak membantu, tapi ini lebih baik dari pada menanggung semua beban seorang diri. Dan jika itu masih di dalam kesanggupanku, aku akan membantumu.”
__ADS_1
“Tidak usah,” Wanita bertubuh pendek itu menggelengkan pelan kepalanya, kemudian melanjutkan, “Ini adalah masalah pribadiku. Kamu sebagai orang luar tidak perlu merepotkan diri dalam masalah ini.” Dia mengarahkan matanya pada mata Szesc. “Aku yakin, setidaknya kamu sendiri juga memiliki beberapa kesibukan yang harus dilakukan.”