
*Swoosh!*
Monster serigala langsung melompat ke Noctis tanpa perasaan sungkan atau kasihan.
Monster itu sendiri adalah sebuah individu yang menggila karena telah terlalu banyak menerima energi alam. Ini membuat mereka memiliki peningkatan dalam kemampuan fisik, juga sihir jika mereka masih memiliki pikiran. Serigala ini telah kehilangan pemikirannya, membuatnya secara insting menyerang balik mereka bertiga tanpa motivasi jelas.
Jika dikatakan pertahanan diri juga kurang tepat karena ketiganya masih belum melancarkan serangan dan jika itu adalah perburuan maka juga tidak tepat karena serigala itu memiliki banyak tenaga dan tidak terlihat kelaparan. Insting liarnya sebagai hewan buas mendorongnya untuk melakukan tindakan anarkis dan menghancurkan sekitarnya.
“Tch, merepotkan saja!” gerutu Noctis.
*Swomb!”
Noctis menggunakan kemampuan dimensinya untuk berpindah secara instan dari tempat tersebut. Sebagai gantinya, sebuah batu besar berdiri kokoh di tempat Noctis berada.
Tergantung cara menggunakannya, kemampuan Noctis sangat menyeramkan. Tidak, kemampuan itu memang menyeramkan sejak awal. Jika pemilik elemen dimensi mau, dia bisa saja memanggil sebagian permukaan matahari dan menciptakan area panas membakar, atau membuka portal ke dasar laut dan menghancurkan musuhnya menggunakan semburan air bertekanan tinggi. Ini hanya masalah ke mana portal terhubung!
*Bang!*
Tidak bisa mengatur kaki depannya, serigala tersebut menabrak batu keras-keras dengan kepalanya.
Tampak menyakitkan untuk menabrak sebuah objek keras dalam lompatan cepat. Semakin cepat bergerak, maka akan semakin parah juga luka diterima. Kecepatan serigala beberapa kali lebih cepat dari serigala normal dan dia menghantam batu menggunakan kepalanya. Jika saja lebih lambat dan tidak terkejut, dia mungkin bisa menggunakan kaki depannya untuk meminimalkan kerusakan.
Dari sini dapat terbukti bila serangan Noctis juga memiliki fitur kejutan ketika lawan bergerak cepat. Entah mengapa, ini seperti kemampuan salah satu karakter anime yang sekarang mendapatkan banyak nerf. Tapi memang sejak awal kemampuan Noctis adalah manipulasi dimensi, maka akan sia-sia tidak memakai potensi penuh dari kemampuan ini.
__ADS_1
“Seperti yang diharapkan dari Noctis-sensei. Dia bisa menghindari dengan cepat meski jarak mereka sangat dekat.” Sophia mencoba melihat serigala yang ada di balik batu besar. Namun itu sia-sia saja karena batu besar ini menghalangi antara dirinya dan serigala. Ini menjadi salah satu kerugian untuk mereka, juga perkataan Sophia sebelumnya benar-benar sindiran. “Ngomong-ngomong, di mana Noctis-sensei? Dia bertukar tempat dengan batu ini, ‘kan? Aku tidak ingat ada batu besar di dekat sini, jadi dia seharusnya berada di tempat yang jauh sekarang.”
“Sudahlah! Cepat serang Monster itu sebelum dia memakan kita!” teriak Alex.
“Baik, baik,” jawab Sophia datar.
*Blurb!* *Blurb!*
Memanipulasi darah atau sebagian tubuhnya, Sophia menciptakan sebilah pedang darah berwarna merah gelap yang digenggamnya menggunakan kedua tangannya.
“Aku tidak mengatakan aku ahli dalam ilmu pedang, tetapi setidaknya aku bisa melakukan sesuatu.” Sophia membuat kuda-kuda dan langsung menerjang ke arah batu.
‘Hmm… mari kita analisis secara singkat. Musuh berada di balik batu besar. Dia tidak bisa melihatku dan aku juga tidak bisa melihatnya. Kami berdua sama-sama harus menggunakan insting kami untuk menebak dari mana musuh akan datang. Siapa yang benar akan mendapatkan keuntungan serangan dan yang salah akan menjadi pihak terserang.’
Sophia bersiap dengan kuda-kuda berpedangnya dan sambil berlari pada batu besar. Ketika dia berada di dekat batu itu, dia membuat pedangnya berada di bawah, siap untuk menebas ke arah atas pada musuhnya. Perhatiannya juga fokus pada sisi atas batuan di mana dia menebak musuh akan muncul dari sana. Satu serangan dan berakhir akan baik untuknya.
Kemudian….
*Gawr!*
Serigala tersebut dengan cepat muncul dari balik batu. Tubuhnya sangat kesit sampai terlihat sebagai sekelebat bayangan hitam untuk orang normal, belum lagi malam gelap ini memiliki warna sama dengan bulu hitamnya. Mata merahnya menyisakan jalur cahaya berupa berkas merah, menjadi petunjuk untuk lokasi keberadaannya. Dia menyerang dengan sangat ganas!
*Slash!* *Scart!*
__ADS_1
Namun berbeda dari dugaan Sophia yang berpikir jika serigala ini akan muncul dari atas baru, monster serigala ini muncul dari sisi kiri batu dan langsung mencakar Sophia beberapa kali sebelum melanjutkan menggunakan gigitan ganas dan tidak berprikemanusiaan. Tanpa rasa ampun dia menggigit berkali-kali dan merobek tubuh Sophia yang seperti gadis sepuluh tahun itu.
“Um, aku salah menebak tempat menyerang musuh.” Sophia hanya mengangguk pelan dan datar mengetahui situasinya.
“Jangan cuma “um”! Setengah tubuh bagian bawahmu sedang dirobek dan dimakan serigala itu!” teriak Alex.
Dia adalah Royale Spirit of Blood sehingga memiliki susunan tubuh berbeda dari manusia. Sistem sarafnya berbeda, dan luka yang merobek setengah tubuhnya ini tidak masuk dalam kategori fatal. Jangankan setengan tubuhnya, bahkan jika kepalanya sudah di makan atau hanya menyisakan kepala saja dia masih akan tetap hidup. Spirit itu sulit dibunuh meski bisa dilakukan.
*Blaze!*
Alex segera menyambar Monster Serigala bersamaan pedang api di tangan kanannya dan perisai api di tangan kirinya.
Nah, seharusnya ini digunakan sejak awal agar bayangan tercipta dan Noctis bisa memanipulasinya. Alur mereka dalam menggunakan kemampuan mereka sangat buruk. Seharusnya Alex menyalakan api, Noctis menjerat musuh menggunakan bayangan, kemudian Sophia menghancurkan musuh menggunakan darah. Ini adalah strategi paling simpel yang seharusnya.
“Grrr….” Menyadari bahaya, Monster Serigala beralih pada Alex dan malah mendekatinya.
Padahal Alex saat ini membawa pedang dan perisai api. Jika itu binatang biasa, mereka seharusnya takut terhadap api dan lari menjauh terhdapnya. Namun setelah serigala ini berubah menjadi monster, dia malah menargetkan Alex. Sungguh pengaturan dunia yang aneh dan tidak logis. Aku mulai berpikir apa yang dipikirkan Penulis.
*Slash!* *Scart!* *Prank!*
Alex memulai dengan tebasan, namun serigala itu menghindar dan mencakar Alex. Untung saja masih ada perisai api untuk menangkis serangan cakaran. Namun hanya dalam satu serangan, perisai itu hancur dan membuat Alex pada pertahanan terbuka. Tidak berhenti sampai di sana, Monster Serigala bersiap akan menggigit lawan Alex dan menang cepat.
“Hex!” Sophia mengarahkan lengan kanannya pada serigala dengan jari-jari tangan terbuka. Dia memanipulasi darah pada serigala itu dan membuatnya berhenti bergerak untuk waktu singkat. ‘Sayang sekali musuhku memiliki energi alam tinggi di dalam tubuhnya. Andai saja energi alam di dalam tubuhnya tidak mengganggu, aku bisa meledakkan dia menjadi kabut darah dalam satu serangan.’
__ADS_1