
*Stomp!* *Stomp!* *Stomp!*
Belasan spirit tingkat tinggi yang berbentuk hewan itu berlari dengan cepat menerjang ke arah Theresa, Sophia, Angelica, dan Glence sambil menghancurkan dan menginjak-injak semua yang dilewati oleh mereka.
'Hah, ini sangat gawat. Belasan spirit tingkat tinggi seperti itu dapat menghancurkan seluruh akademi dengan mudah dan akan menyebabkan kerusuhan di kota ini. Sudah kuduga, tetap diam dan tidak bertindak adalah pilihan yang tepat,' batin Sophia dengan tetap memiliki mata datar.
'Spirit itu sendiri terbagi menjadi beberapa tingkatan, mulai dari spirit tingkat terendah, rendah, menengah, tinggi, royal, raja, dan teritorial. Spirit tingkat terendah hanya berwujud bola putih tanpa warna, rendah memiliki elemen mereka dan mempunyai warna, menengah adalah hewan kecil, tinggi merupakan hewan-hewan yang lebih besar, royal mempunyai wujud seperti manusia dan masih dibagi lagi menjadi beberapa tingkatan, raja sama dengan royal dengan tambahan dapat memerintahkan spirit tingkat terendah sampai menengah dan mempengaruhi tingkat tinggi, terakhir teritorial yang hanya aku dengar dari Noctis-sensei tanpa melihatnya langsung.'
'Orang ini —Sześć— sangat memperhatikan karena tidak mengeluarkan spirit elemen cahaya, atau itu akan diurus dengan mudahnya oleh Spirit King of Light ini. Selain itu, semua spirit ini memiliki tatapan mata kosong seakan telah dicuci otaknya. Pokoknya, aku tidak boleh ditangkap olehnya atau akan bernasib buruk!' Sophia melirikkan matanya pada Akari.
"Ba-Bagaimana ini? Ki-Kita tidak mungkin bisa mengalahkan mereka semua bukan!" Theresa memegangi kepalanya dengan takut.
"Hmph! Hanya spirit tingkat tinggi. Apa menurutmu aku akan kalah saat melawan mereka?" ucap Akari dengan nada sombong, merasa dapat mengalahkan mereka semua dengan mudah.
Memperhitungkan selisih kekuatan antara spirit tingkat tinggi dengan spirit tingkat raja, seharusnya Akari memang dapat dengan mudah mengalahkan mereka semua pada normalnya. Namun saat Akari mengatasi mereka semua, tentunya Sześć akan memberikan bantuan pada spirit miliknya, bukan?
*Nging!*
Akari mengangkat tangan kanannya, lalu butiran cahaya kekuningan mulai bersinar terang dan berkumpul di dalam telapak tangannya. 'Akan aku tunjukkan pada mereka semua kemampuan dari seorang raja roh!' pikirnya.
*Grab!*
Sześć muncul di belakang Akari dan memegang tangannya secara tiba-tiba, lalu cahaya yang terkumpul di tangan Akari memudar dan menjadi lenyap, seakan diserap oleh pakaian Sześć.
__ADS_1
"Ap-Apa!" Mata Akari tercengang ketika dia melihat ke belakang pada Sześć.
Sebagai raja roh, Akari termasuk ada di dalam rantai makanan kelas atas, yang artinya dia tidak memiliki banyak musuh yang dapat menyakitinya, dan sebagai hasilnya dia tidak memiliki kemampuan bertarung yang baik dengan hanya memiliki kemampuan sihirnya yang kuat. Ia sama sekali tidak menyangka tentang kejadian kali ini.
"Hehe, ekspresi kaget dari seorang raja spirit tidak buruk juga. Tapi, aku sama sekali tidak tertarik dengan spirit sepertimu yang tidak tahu cara untuk bertarung dan hanya mengandalkan kekuatan mentah yang kamu miliki." Sześć tertawa kecil ketika menghentikan serangan Akari.
*Cring!*
Sześć melakukan Teleportasi sebelum setelah itu. Lokasi Sześć memang tidak berubah, namun dia menjadi posisi berjongkok dengan satu kaki menyeleding kaki Akari.
‘Tch, dia bahkan memiliki elemen cahaya dan bisa menggunakan Teleportasi seperti itu. Aku memang bisa menggunakan hal serupa bahkan lebih baik, tapi apa-apaan mereka itu? Aku tidak pernah tahu tentang orang yang pernah membuat kontrak dengan lebih dari belasan spirit. Dilihat dari mata mereka semua, aku rasa semua spirit itu telah dicuci otaknya,’ batin Akari.
*Cring!* *Wing!*
Akari berteleportasi ke belakang Sześć sesaat sebelum tubuhnya benar-benar menyentuh lantai, lalu dia telah bersiap dengan pedang cahaya yang langsung dibebaskannya pada leher Sześć. Sześć sebenarnya sudah menyadari tentang Akari yang pergi ke belakang tubuhnya, akan tetapi dia tetap stay cool dengan diam di tempatnya sambil melirikkan matanya ke belakang.
*Grab!* *Bam!*
“Terima kasih. Akan aku anggap itu sebagai pujian!” Sześć mengepalkan tinjunya, memperkuatnya menggunakan elemen tanah dan api, lalu dia memukul Akari sekeras yang ia bisa.
Sebagai manusia dan bukan berspesialis dalam serangan jarak dekat, Sześć tidak benar-benar memiliki kekuatan fisik cukup besar yang membuatnya mampu menumbangkan seorang raja spirit dalam sekali serangan. Namun setelah tinjunya dilapisi dengan elemen tanah dan api, kekuatan serangan fisik miliknya menjadi lebih kuat sebagai penambahan dari serangan magis.
*Krak!* *Brak!* *Bruk!* *Bak!*
__ADS_1
“Akh!” Akari terkena pukulan tersebut, yang mana ini membuat dirinya terhempas beberapa belas meter sambil menembus semua dinding yang ada di belakangnya, sampai akhirnya dia berhenti setelah mencapai sisi lain gedung akademi, tepat di tanah lapangan luas di mana murid-murid mengadakan kelas olahraga mereka.
Untung saja semua yang ada di sini sempat melakukan evakuasi mandiri secepat mungkin sebelum pertarungan menjadi semakin sengit. Dalam tahap pertarungan ini, murid dan guru biasa tidak akan dapat banyak memberikan bantuan dan justru malah menjadi beban. Memanggil ksatria, tentara, atau pihak keamanan lainnya akan menjadi pilihan jauh lebih bijak dari hanya diam dan menjadi mayat tanpa usaha apapun.
“Dasar…, baru kali ini aku yang merupakan raja spirit menderita luka sebesar ini setelah puluhan tahun. Jika bukan karenanya (Angelica), ini semua seharusnya tidak terjadi…,” rintih Akari sambil berusaha bangkit dari tanah berdebu.
Akari memang memiliki kecepatan tinggi sebagai spirit elemen cahaya. Namun dengan keterampilan bertarungnya yang hampir nihil, dia tidak memiliki refleks tubuh cukup baik saat serangan datang padanya, alhasil dia pun menerima pukulan keras bahkan bila itu tidak terlalu cepat.
*Cring!*
Sześć muncul di atas Akari dengan kaki kanan yang diangkat dan siap untuk menginjak menggunakan elemen tanah dan api sama seperti sebelumnya, mengincar punggung Akari yang belum sempat bangkit itu.
*Cring!* *Bang!*
“Ha!” Akari berteleportasi sebelum kaki Sześć menghentak pada tanah dan menerbangkan debu ke sekitarnya. Setelah debu terangkat, kaki Sześć tenggelam beberapa sentimeter disertai kawah kecil-kecilan --hanya beberapa sentimeter-- yang mengitarinya.
‘Cepat juga. Di mana dia sekarang?” Sześć menengok pada sekelilingnya, mencari keberadaan Akari yang lenyap dalam perhatiannya. Sayangnya, dia tidak dapat menemukan lokasi dari Akari setelah melihat ke seluruh penjuru mata angin.
“Di sini!” teriak Akari.
“Hmm?” Sześć menengok ke atas, tempat asal suara Akari.
Di atas sana, Akari telah bersiap dengan ratusan pedang cahaya kekuningan yang dapat merobek tubuh target normal berkali-kali. “Hmph! Satu dari pedang cahaya ini mampu menembus tubuh manusia dewasa dengan mudah, sekalipun mereka memakai sebuah zirah. Jangan harap kamu bisa keluar dengan selamat setelah ini!”
__ADS_1
*Sis!* *Sis!* *Sis!* *Sis!* *Sis!*
Ratusan pedang cahaya tersebut menukik dan meluncur ke bawah dalam kecepatan sangat tinggi dengan ujung-ujung pedang yang sangat runcing.