
Mengabaikan pertanyaan Kai, Emera masuk ke dalam gua. “H-Hei! Jangan abaikan aku!” teriak Kai. Sayang sekali Emera mengabaikan dan dia terus berjalan ke dalam gua. Tempat ini sangat lembab. Air menetes dari langit-langit dan jalannya licin. Mereka perlu berhati-hati karena lantai batuan tidak enak untuk mendarat.
Berjalan selama beberapa lama, akhirnya mereka sampai ke sebuah ruangan luas.
“Akhirnya kau datang juga, Emera. Apa kau sudah membawa orang yang ingin kutemui?”
“Sudah, Tuan Lucia.”
“Jadi itu kah Lucia?” Kai mendongak ke atas, diikuti juga Dr, Francais.
Lucia adalah seekor either. Saat ini yang terlihat hanya kepalanya. Wujudnya seperti belut dengan ujung kepala runcing. Tubuhnya berwarna hijau di bagian atas dan putih di bawah. Terdapat pola garis-garis spiral yang memenuhi tubuhnya. Juga terdapat mahkota dari kayu yang berwarna keemasan.
“Benar, aku adalah Lucia. Salah satu either yang tertinggal di dunia ini. Aku menyerap air dari bawah tanah untuk mengubah area gersang ini menjadi area yang cocok untuk tempat tinggalku. Tapi karena tubuhku terlalu besar tempat ini menjadi seperti ini,” jelas either itu.
“Dilihat dari cara bicaramu, tampaknya yang kami lihat hanya sebagian kecil dari kepalamu,” tebak Dr. Francais.
“Benar, ini hanya kepalaku. Tubuh asliku adalah seluruh hutan ini,” jawab Lucia.
“Eh? Kalau begitu, dari tadi aku menyerangmu?” Kai menyadari kesalahannya. “Aku minta maaf. Aku tidak menyangka jika….”
“Tidak apa-apa, Anak Muda. Kau tidak salah. Memiliki tubuh yang terlalu besar membuat peretas masuk dan mengacaukan diriku. Justru aku berterima kasih karena telah menghilangkan bagian tubuh peretas itu.’
“Kau berada di situasi yang rumit, ya. Diserang peretas…,” ujar Dr. Francais.
__ADS_1
“Aku tidak tahu bagaimana mereka bisa ada. Tapi ada beberapa orang yang datang dan mengambil sampel tubuhku. Mereka bahkan membuat salinan dari diriku di tempat lain. Salinan tubuhku telah dimodifikasi dengan entitas lain yang membuatnya kacau dan membuatnya mengacau di suatu tempat. Tapi kalian tenang saja, aku merasa jika dia sudah dimusnahkan.”
“Memusnahkan either? Siapa yang bisa melakukannya?” Kai mengernyitkan dahinya.
“Entahlah, aku juga tidak tahu. Yang pasti dia sangat kuat.” Lucia lalu mengalihkan topik, “Yang lebih penting dari pada itu aku ingin meminta bantuan kalian. Aku ingin kalian menghancurkan siapapun itu yang telah menyerangku.”
“Kenapa tidak kau sendiri? Apa yang bisa dilakukan manusia seperti kami? Penther di zaman sekarang jauh lebih lemah dibandingkan either sepertimu,” tanya Dr. Francais.
“Aku pada dasarnya tumbuhan. Aku tidak bisa bergerak. Yang bisa kulakukan adalah menyalurkan akar dari bawah tanah dan menumbuhkan diriku yang lain di tempat lain. Lalu kalian tenang saja. Aku bisa merasakan jika penther-mu itu memiliki garis keturunan either.”
“Bromo Agni?” gumam Kai.
“Kemudian, aku juga akan mengirim Emera sebagai perwakilanku. Kamu tidak keberatan ‘kan Emera?”
“Tidak apa-apa, Tuan Lucia.” Emera menundukkan kepalanya. “Mereka bisa tertangkap oleh suku liar seperti Inicia. Aku jadi khawatir jika membiarkan mereka sendiri.”
“Sabagian diriku—versi mini—akan ikut bersama Emera. Dia akan menjelaskan informasi apa saja yang kudapatkan.”
XxXxXxXx
Perjalanan Alex, Theresa, Sophia, Yovanca, dan Noctis membawa mereka ke Wilayah Athalia—tempat paling ujung selatan dari Kerajaan Pulchrasia. Kemudian tentang Wilayah Athalia, wilayah tersebut adalah wilayah milik ayah dan ibu Yovanca, dengan Adrian Athalia sebagai kepala keluarga dan Bolena Athalia sebagai istrinya. Mereka berdua sudah tua, tapi masih mengurus wilayah karena tidak ada pewaris.
Yovanca sebagai putri pertama menikah dengan Alden Madison dan berada di Wilayah Madison. Pracowity atau putri kedua yang merupakan anak angkat menikah dengan Raja Kerajaan Pulchrasia, yaitu Zarknela, kemudian dia menjadi Ratu dan tinggal di istana kerajaan. Makanya kedua orang tua itu perlu mengurus wilayah yang berbatasan langsung dengan luar negeri. Mereka mengurus wilayah yang memiliki banyak pasukan untuk keamanan. Kurang lebih seperti itulah yang dijelaskan Yovanca pada Theresa.
__ADS_1
"W-Wah… te-tempat ini sangat berbeda dengan wilayah lainnya…." Theresa keheranan ketika dia mendongak ke luar jendela.
"Daerah Khusus Militer Atahalia. Tentu tempat ini berbeda dengan yang lainnya. Di wilayah lain ada rakyat biasa, pedagang, dan lain-lain. Tapi di sini, di sini 90% penduduknya adalah prajurit dan 8% pedagang dari luar, dan sisanya dari berbagai kalangan. Wilayah ini sendiri mendapat aliran dana militer dari kerajaan dan bertugas menjaga perbatasan. Tempat ini tidak cocok untuk pelancong," jelas Yovanca.
"Kalau ada yang berani mencuri di sini…." Theresa memikirkan seorang pencuri yang dikejar prajurit dari seluruh wilayah.
Sophia duduk sambil memejamkan matanya. Spirit dan kontraktor dapat membagikan apa yang mereka pikirkan. Karena penglihatan juga masuk ke dalam otak dan juga termasuk yang dipikirkan kontraktor, maka membagikan visual juga dimungkinkan dengan fokus mendalam. Inilah yang sedang dilakukan Sophia. Dia melihat dan mendengar yang Theresa lihat dan dengar.
Memiliki spirit kontrak terdapat keuntungan dan kekurangannya sendiri. Keuntungannya adalah mendapatkan kedekatan terhadap unsur yang sama dengan yang dimiliki spirit, kerugiannya adalah kehilangan privasi. Bayangkan saja ada yang mengawasimu selama 24/7. Pasti rasanya sangat menyebalkan dan tidak bebas. Belum lagi jika spirit itu bermulut ember dan berlawanan jenis kelamin (meski spirit jenis kelamin spirit aslinya netral). Bahkan mandi pun akan terasa seperti mengumbat rahasia.
Tak perlu waktu lama berada di dalam kereta. Akhirnya mereka sampai ke Kediaman Atahalia. Setelah memarkirkan kereta, mereka berlima masuk ke dalam mansion. Para pelayan berjajar rapi menyambut mereka, kemudian sudah ada Bolena Athalia sebagai perwakilan Keluarga Atahalia.
Usia Bolena sudah lebih dari 70 tahun. Dahi dan tempat lainnya dipenuhi keriput. Rambutnya berwarna hijau zamrud, sama seperti pupil mata Yovanca. Matanya berwarna merah-jingga seperti warna api. Ia memakai kemeja dan rok panjang berwarna coklak. Di lehernya, terdapatnya syal yang melingkar. Meski sudah tua dia masih enerjik dan mengerjakan tugasnya dengan baik. Benar-benar bukan nenek-nenek biasa.
"Selamat datang. Bagaimana kabarmu, Yovanca? Apakah cucuku yang dingin itu juga ikut bersamamu?" Bolena menyedekapkan tangannya dan berkata sinis.
"Yah… sayang sekali dia tidak ikut bersama kita. Kabar terakhir dari Elena adalah dia terkirim ke dunia lain saat menghadapi musuh. Sekarang kami masih belum tahu keberadaannya," jelas Yovanca.
"Ap-Apa!" Bolena terkejut. "Huh… sudahlah. Mungkin ini nasibnya sebagai cucu durhaka." Dia berdehem sebelum melanjutkan, "Masuk dulu. Kita bicara di dalam."
Mereka semua masuk ke ruang tamu. Ada 2 sofa yang saling berseberangan dengan meja panjang memisahkan. 2 kursi juga diletakkan melengkapi setiap sisi meja panjang. Yovanca duduk di tengah Theresa dan Sophia, Noctis bersama Alex, sedangkan Bolena di kursi sendiri. Di sana Yovanca mengetakan semua kondisi terakhir tentang Elena. Bolena cukup sedih mengetahui cucunya berada di dunia luar (dunia lain), tapi dia mengalihkan dengan "Cucu Durhaka".
Memang, informasi tentang Elena tidak dimasukkan ke dalam laporan resmi. Elena masih belum sepenuhnya berafiliasi dengan istana kerajaan. Dia bukan prajurit. Bangsawan pun dia masih anak-anak. Melaporkannya sebagai prajurit akan memberikan gambaran bila Elena sudah masuk ke militer. Terlebih lagi, Elena dkk. juga memiliki misi rahasia dari Raja untuk menyelidiki Red Moon. Laporan yang tertulis adalah, "Seorang Putri bangsawan terlibat dan diculik. Penyelidikan lebih lanjut dikesampingkan."
__ADS_1
"Hmhp! Jadi pada akhirnya dia harus merasakan kesendirian di dunia lain? Biarkan dia merasakan azab karena tidak mengunjungi Neneknya ini.” Bolena melipat tangannya.
‘Elena, aku tidak tahu bagaimana kamu saat kecil, tapi nenekmu sangat membencimu!’ teriakan dalam batin Theresa.