
*Whirl!*
Bahkan jika Noctis mengatakan bahwa dia akan pergi ke dunia lain untuk membeli hamburger, pada nyatanya dia menuju ke tempat lain. Dirinya saat ini berada di Istana Kerajaan, di salah satu lokasi yang “cukup” sepi.
Pada dasarnya, di Istana Kerajaan ini terdapat terdapat terlalu banyak orang yang bekerja di sini, entah mereka hanya pelayan yang membersihkan lingkungan istana atau para pejabat yang mengurus pemerintahan. Jadi ketika terdapat lokasi yang benar-benar sepi, kemungkinan itu terlalu rendah mengingat banyaknya orang yang bekerja di tempat ini.
“Tempat ini masih sama seperti sebelumnya. Aku harus berterima kasih pada Raja karena dia telah memberikan akses bagiku untuk masuk ke Istana sesuka hati. Jika tidak, akan terlalu merepotkan meminta izin bagi para penjaga kerajaan agar aku bisa masuk. Hanya untuk masuk ke sini saja, aku akan menghabiskan terlalu banyak waktu.”
Lokasi Noctis merupakan sebuah taman. Itu merupakan taman kecil yang terkadang digunakan keluarga kerajaan, utamanya raja dan ratu untuk bersantai dari pekerjaan mereka yang terlalu merepotkan. Tempat ini mungkin tidak luas, namun setidaknya ada kolam kecil, gazebo, dan berbagai jenis bunga yang menghiasinya. Cukup lumayan untuk tempat rekreasi sejenak sebagai ganti tidak bisa pergi ke tempat jauh.
Sementara para pelayan berjalan di lorong yang mengelilingi tempat itu, suasana di sana tenang dan senyap dengan mereka semua yang tidak membuat suara. Seperti yang diharapkan dari profesional, mereka mengetahui apa yang harus dilakukan untuk membuat perasaan nyaman bagi penghuni tempat ini. Lagi pula, kebanyakan dari pekerjaan di sini memerlukan ketenangan untuk melakukannya, mulai dari rapat serius dan lainnya.
“Aku ke sini bukan hanya untuk mengganggu semua orang, aku memiliki beberapa hal yang harus dibicarakan ke pada seseorang yang ada di sini,” gumam Noctis menjelaskan.
Dia berjalan menuju gazebo melewati sebuah jembatan kecil atau mini yang melewati kolam buatan. Seterusnya, dia hanya duduk di sana sambil memandangi penataan di sana, memikirkan apakah ada yang kurang atau apakah ada yang bisa ditambahkan. Pekerjaannya terlalu sedikit sebagai makhluk yang memiliki terlalu banyak waktu dan kekuatan.
•••••
Beberapa lama waktu berlalu dengan Noctis yang kekurangan pekerjaan. Setelah itu, seseorang masuk ke taman tersebut dan menghampiri Noctis.
__ADS_1
Dia adalah seorang wanita. Rambutnya panjang keemasan yang dikepang dengan pupil matanya berwarna biru. Memiliki senyuman wajah ramah dan menyenangkan siapa saja yang melihatnya. Tubuhnya kurang lebih seperti Yovanca dengan pinggul yang ramping dan …. Selanjutnya dia juga terlihat elegan dan memiliki kharisma yang menawan.
“Kamu kembali ke sini, ya, Noctis. Apa yang kamu memiliki sebuah urusan penting sampai secara langsung datang ke sini?” sapanya dengan senyuman ramah. “Sangat jarang mengetahui seorang spirit pendiam sepertimu untuk mau pergi ke tempat yang sempit ini.”
Kemampuan dimensi Noctis memungkinkan dirinya untuk pergi ke tempat yang jauh dengan waktu yang sangat singkat. Jika dia mau, dia bisa saja pergi ke sebuah pulau terpencil dengan suasana yang jauh lebih asri dari pada tempat ini. Namun dia memilih untuk tetap berada di sini dari ke sana, menunjukkan bahwa dirinya mempunyai suatu kepentingan untuk dilakukan.
“Seperti yang diharapkan dari seorang ratu. Kamu bisa menebak detail kecil dari apa yang dilakukan seseorang,” kata Noctis ketus.
Dia kemudian duduk di samping Noctis, dan berkata, “Fufufu, apa itu sebuah sindiran? Kamu terlalu banyak memberikan pujian hanya untuk masalah sekecil ini. Aku hanya bisa berasumsi kalau kamu sedang menyindirku saat ini.”
“Terserah seperti apa kamu akan menganggap apa yang baru saja aku katakan,” jawaban Noctis.
Isi dari apa yang wanita itu katakan mungkin terdengar seperti ancaman bagi sebagian orang. Namun, tidak ada tanda-tanda atau sikap yang menunjukkan bahwa dia sedang keberatan dengan apa yang dilakukan Noctis. Senyuman cerah nan elegan di wajahnya ini menghapus emosi asli yang dimiliki wanita ini. Tapi akan Noctis dengan seluruh pengalamannya akan mengetahui antara senyuman asli dan senyuman sendu.
“Aku kembalikan perkataan itu padamu. Apa kamu atau kalian berani melawanku yang memiliki perbendaharaan dari berbagai dunia? Salah satu hartaku mampu menghancurkan Ibu Kota ini dengan mudah dalam beberapa tebasan. Apa kamu pikir aku akan takut saat melawan beberapa manusia biasa seperti kalian? Kalian hanyalah debu bagiku.”
“Benar juga, sih. Kamu memiliki terlalu banyak kekuatan dari harta—senjata—yang kamu miliki. Semua orang di kerajaan kami saat ini tidak memiliki kesempatan menang melawanmu.” Senyuman di wajahnya menghilang, berubah menjadi ekspresi serius sebelum dia mengatakan, “Kembali ke topik utama, apa yang kamu inginkan dari kami? Kami akan mendukung selama itu berada di dalam kekuasaan kami.”
“Tidak ada.” Noctis menggelengkan kepalanya. “Aku ke mari bukan untuk meminta sesuatu dari kalian. Aku ke mari untuk mengabarkan sesuatu dari kalian.”
__ADS_1
“Apa itu?” Pracowity sama sekali tidak mengubah ekspresinya ketika bertanya.
“Ini tentang kurikulum pendidikan di negara ini.” Dia berdehem sejenak sebelum melanjutkan, “Pada dasarnya, semua orang di sini akan masuk ke kelas mana yang mereka sukai saat berada di usia muda. Tidak ada sesuatu yang pasti mana yang harus mereka pelajari untuk lulus.”
“Kalau hanya itu, bukankah kami sudah memberikan beberapa mata pelajaran wajib untuk diikuti agar bisa lulus? Di kerajaan ini, kurikulum sekolahan tidak sebebas itu, lho.” Wajah Pracowity kembali tersenyum cerah dan elegan setelah dia mengetahui topik pembicaraan kali ini tidak terlalu berbahaya.
“Ya, aku setuju dengan apa yang kamu katakan. Namun tetap saja, di usia mereka yang masih terlalu dini, mereka terlalu labil untuk bisa memilih pelajaran. Tidakkah kamu berpikir jika mereka kurang baik dalam memilih mana yang baik untuk mereka dan mana yang kurang tepat untuk mereka pelajari?”
“Maaf saja, tapi kami merasa usia 10 tahun sudah cukup untuk mengatakan seseorang sebagai dewasa dini atau remaja. Justru membiarkan mereka memilih mata pelajaran yang dapat mereka tempuhi merupakan langkah awal untuk dapat mengajarkan mereka melakukan pemilihan yang bijak. Kami tidak akan mengubah kurikulum pendidikan, setidaknya untuk saat ini.” kata Pracowity.
“Aku di sini bukan untuk mengkritik kurikulum pendidikan kalian. Seperti yang aku katakan sebelumnya, aku ke mari untuk mengabarkan sesuatu ke pada kalian.”
“Dan, apa itu? Aku masih ingat dengan sangat jelas jika kamu sendiri yang mengarahkan pembicaraan ini ke arah kurikulum pendidikan di kerajaan ini.”
“Sangat sederhana, aku hanya ingin mengatakan jika aku akan mengajarkan sesuatu yang berada di luar dari apa yang kerajaan ini ajarkan ke pada mereka. Jika mereka sampai menerapkan ilmunya ini di dunia ini, mungkin akan mempengaruhi perkembangan kerajaan ini.”
Pracowity terdiam sejenak sebelum mengatakan, “Tidak apa, silahkan saja. Kami telah memberikan izin ke padamu untuk mengajar dan memiliki akademi itu. Maka kami akan menyerahkan apa yang ingin kamu lakukan di sana.”
“Yakin? Peningkatan IPTEK yang tidak dibarengi dengan perkembangan akhlak terpuji masyarakat berkemungkinan besar menyebabkan masalah, lho.”
__ADS_1
Pracowity terdiam tanpa mengatakan apapun, namun mulutnya menunjukkan sebuah seringai.