
*Stab!* *Stab!* *Stab!*
Yovanca menusukkan jarinya pada udara di bawahnya. Bersamaan dengan itu, beberapa anak panah angin tercipta dan langsung menusuk pada kepala Serigala. Mereka memberikan dampak yang tidak terlalu berarti, tetapi beberapa di antara mereka yang mengenai sekitar mata membuatnya menutup mata dan berhenti dalam gerakannya selama beberapa saat.
*Bang!*
Ketika mendarat, dia menggunakan kepala serigala sebagai alasanya, kemudian langsung menendangnya sambil menambahkannya menggunakan sihir elemen anginnya, yang membuat tendangannya ini beberapa kali lebih kuat. Tujuan dari serangan ini bukan untuk menjatuhkan serigala, tetapi untuk memberikan gaya dorongan yang lebih besar untuk menghindar lebih jauh.
Dia bersalto beberapa kali sebelum akhirnya mendarat dengan damai.
"Hmm… aku sudah bermain-main dengannya beberapa kali. Aku rasa ini sudah cukup dan aku harus menyelesaikannya sekarang juga," ucapnya tenang.
*Whirl!* *Zlab!*
Noctis secara tiba-tiba muncul dari portal yang ia ciptakan di sebelah Yovanca. Urusannya sudah selesai, kemudian dia siap untuk melakukan pertarungan. Entah apakah keberadaannya di sini akan berguna atau tidak, tapi bahkan cacing sekalipun masih berguna sebagai umpan. Inilah peran yang bisa diambil Noctis jika dia tidak berguna.
"Noctis! Ke mana saja kamu sampai membuatmu baru sampai ke tempat ini?" tanya Yovanca sambil tersenyum riang.
Dia belum tahu bila Noctis pergi ke antah berantah, dia hanya tahu bila Noctis bersama Sophia dan Alex. Alasan mengapa Yovanca bertanya seperti itu adalah, jika Noctis bersama kedua partnernya dalam perburuan, dia seharusnya tahu bila Serigala melarikan diri dari mereka, jadi seharusnya dia bisa datang ke sini lebih awal. Kemungkinan lainnya yang bisa dipikirkan Yovanca adalah, Noctis yang mencari keberadaan Serigala di seisi hutan.
"Aku memiliki beberapa urusan penting, yaitu membuat jebakan." Dia kemudian melipat tangannya dan memiliki wajah bangga. "Sangat tidak elegan sekali untuk bertarung secara membabi buta pada hewan monster seperti dia. Monster itu mungkin memiliki kekuatan, tapi tidak dengan kepintaran dan akal. Manusia seperti kalian seharusnya bertarung menggunakan kepintaran kalian, bukan? Dari pada bertarung secara langsung, lebih baik membuat jebakan saja."
"Kau benar." Yovanca mengangguk pelan sebelum melanjutkan, "Jadi, di mana jebakan yang telah kamu buat? Aku akan memancingnya ke dalam jebakan itu."
"Hehe, ikuti aku! Akan aku buat dia merasakan kematian dari tertusuk puluhan pedang!" Noctis berbalik dan melayang pergi.
Yovanca mengarahkan matanya ke langit pada langit terang penuh bintang sebelum dia berbalik dan berlari mengikuti Noctis menggunakan dorongan anginnya. Dia perlu cepat atau Serigala ini akan memakan melalui punggungnya. Orang biasa pasti akan ketakutan dan lari terbirit-birit ketika tahu ada monster sekuat itu yang bisa memakan mereka dengan mudah.
__ADS_1
Kemampuan dari dorongan angin memang berguna untuk menambah kecepatan, tetapi kurang efektif ketika harus digunakannya di dalam hutan penuh pepohonan ini. Pohon-pohon yang menghalangi mengharuskan dia untuk bermanuver dengan cepat dan tajam. Setidaknya, itu bisa meringankan berat tubuhnya dan bergerak lebih cepat meski tidak bisa mendorong seperti jet.
•••••
Melewati berbagai medan penuh akar yang timbul di dalam hutan, Yovanca hanya mengikuti Noctis dan memasukkan Monster Serigala ke dalam jebakan. Tak jauh dari sana sudah ada jebakan yang diciptakan oleh Noctis. Jebakan itu sangat sederhana, berupa lubang galian dalam yang ketika serigala itu lewat maka dia akan jatuh. Setelahnya, maka mudah saja untuk mengalahkannya. Kurang lebih seperti itu rencananya.
"Tunggu, Noctis, kamu bergerak terlalu cepat!" gerutu Yovanca.
"Ada apa, Manusia? Aku rasa aku sudah mengurangi kecepatanku."
"Kalau medannya normal aku bisa bergerak lebih cepat dari pada ini, rapi kenapa kau memilih tempat yang sulit dilalui seperti ini? Apa kau sengaja untuk menjatuhkanku kah?"
"Muahahaha, itulah kenapa manusia lemah! Muahahaha…." Noctis tertawa terbahak-bahak pada sesuatu yang tidak jelas.
*Slash!*
"O-Oke, baiklah." Menyadari ancaman dari Yovanca akhirnya dia pun memilih untuk berhenti.
*Srak!* *Srak!* *Srak!*
Namun masalah mereka tidak berhenti sampai di sana. Tak jauh dari mereka, si Serigala bergerak melalui jalur yang ditumbuhi ilalang tinggi. Lagi pula kemampuan fisiknya jauh melebihi manusia. Tubuhnya mampu bertahan dari ranting dan dedahanan pohon yang menerpa tubuhnya.
"Ini situasi buruk, bukan?" gumam Yovanca.
*Tap!*
Dan benar saja, Serigala langsung menerkam ke arah mereka. Noctis baik-baik saja sebagai makhluk yang melayang. Namun untuk Yovanca, beruntung dia bisa melompat tepat waktu.
__ADS_1
"Serigala yang ganas…."
Yovanca melompat ke dahan pohon. Selanjutnya dia seperti itu, lompat dari satu dahan pohon ke dahan pohon lainnya, layaknya seorang ninja.
"Kau lebih hebat dari yang kubayangkan, Manusia."
Tempat dari jebakan Noctis sudah dekat. Hanya perlu beberapa meter lagi dari sana. Tetapi monster Serigala juga tak kalah dekat. Jaraknya dengan Yovanca sudah tak jauh lagi. Serigala ini cukup tajam instingnya dan cekatan untuk naik ke atas pohon mengikuti Yovanca. Semakin dekat, mulutnya terbuka dan siap menggigit Yovanca. Tapi sebelum itu ….
*Tap!*
Yovanca melompat ke udara terbuka. Di bawahnya adalah jebakan. "Kau sampai juga akhirnya." Noctis menangkap Yovanca ketika wanita itu mulai turun.
Hanya serigala itu jatuh dengan mulut terbuka, akan menggigit Yovanca. Perhatiannya yang sebelumnya terlalu fokus pada targetnya membuatnya tidak menyadari akan medan sekitar. Dia tidak menyadari tentang adanya lubang dalam di depannya. Alhasil dia terjun bebas ke dalam lubang itu.
Di lain sisi, Yovanca yang dibawa Noctis berhasil mendarat di tepian lubang. Lubang buatan Noctis memang sangat dalam dan tidak terlalu lebar yang membuat Yovanca berkomentar, "Wah, kamu hebat ya bisa buat lubang dalam secepat ini~. Tapi dengan ukuran seperti ini, bukannya dia bisa memanjat, ya?"
"Ah ya…. Aku tidak memikirkan itu…," Noctis berkata pelan.
Benar saja, Serigala itu menggunakan sisi-sisi dari lubang yang digali Noctis. Dia melompat tinggi ke langit sebelum mendarat tepat di depan mereka berdua. Kejadian ini mengulang kembali, mengulang ketika si Serigala memberikan intimidasi pada mangsanya.
"Ah… sekarang jebakan yang kau buat tidak ada gunanya sama sekali. Untuk apa kamu lahir di dunia ini?" cemoohan Yovanca.
"Woy, aku punya banyak kegunaan!" Noctis mengelak. "Lagi pula aku ini adalah spirit kontrak dari putrimu," tambahnya.
"Itu bahasan untuk nanti saja. Sekarang fokus kita adalah menghadapi Serigala ini terlebih dahulu." Yovanca mengeluarkan belati di kedua tangannya.
Serigala tersebut melompat pada mereka berdua. Tapi ketika masih di udara, Noctis menggunakan kendalinya atas bayangan untuk menciptakan tali yang menjerat Serigala. Dengan begitu, Serigala berhenti di udara.
__ADS_1
"Nah, kenapa nggak dari tadi saja kamu menggunakan cara ini?"