
Melanjutkan yang sebelumnya, makan malam pun dilakukan setelah semua persiapan usai. Masih sama seperti sebelumnya, saat ini masih belum ada sesuatu yang spesial, dan malam hari ini masih terasa damai tanpa adanya gangguan dari luar. Perlu diingat, walaupun sudah beberapa BAB sejak Penyerangan Red Moon, timeline di sana hanya berjalan beberapa jam saja.
"Maaf karena sudah merepotkan. Sungguh, aku merasa sangat tidak enak karena merepotkan kalian terus-terusan seperti ini. Apa tidak ada sesuatu yang bisa aku lakukan untuk membalas kalian? Anda bahkan meminjamkan pakaian ini untukku." Elena menundukkan kepalanya pada Catherine yang di seberang meja ketika merasa canggung akan hal ini.
Sedikit berbeda dari sebelumnya, Elena memakai sebuah jaket berwarna buru gelap dengan warna abu-abu putih di lengannya, dan celana baju berwarna putih di dalamnya. Untuk celananya, dia masih memakai sama seperti sebelumnya --mikiknya-- karena itu masih baik-baik saja. Elena bagaimanapun tidak ingin merepotkan keluarga ini lebih jauh sebagai tamu yang tak diundang.
Menu makan malam hari ini di keluarga Pyro adalah ayam panggang yang membuat Elena sampai berpikir, 'Sungguh kasihan sekali nasib Penther di dunia ini. Bukan hanya dijadikan alat bertarung, tapi mereka juga diternakkan dan dimakan. Aku merasa bahwa mereka memiliki kehidupan menyedihkan di dunia ini.'
"Sudah, sudah, tidak apa-apa. Lagi pula, itu hanya pakaian kecilku yang sudah tidak aku pakaia lagi mulai sekarang. Kamu bisa membawanya bepergian bersamamu jika kamu mau. Kamu tidak perlu merasa sungkan dengan ini," ucap Catherine sambil menunjukkan senyumnya.
"Aku akan membalas kebaikan ini di lain waktu jika ada kesempatan. Aku tidak suka jika harus berhutang budi kepada seseorang dan melupakannya begitu saja." Elena mengangkat kepalanya dan melanjutkan, "By the way, apa hanya ini orang yang ada di keluarga ini?"
Dia menengok ke kanannya pada Kai, kemudian ke kiri pada Leon. Sepertinya masih kurang si ayah yang saat ini tidak ada. Ini membuat Elena penasaran, meskipun dia sendiri tahu bahwa tidak sopan untuk ikut campur dalam urusan rumah tangga orang lain.
"Ya, begitulah. Ayah adalah seorang Trainer hebat yang bepergian ke berbagai penjuru dunia, sehingga dia jarang pulang dan mengabaikan kami yang merupakan keluarganya." Leon memalingkan wajahnya dengan bibir yang cemberut ketika mengatakannya.
"Jangan begitu, Leon. Meskipun seperti itu, dia merupakan orang yang baik dan merawat kita walau hanya memberikan uang bulanan. Kamu jangan mengatakan hal-hal buruk pada ayahmu seperti itu, ya," kata Catherine.
__ADS_1
"Hmph!" Leon mendengus kesal, tidak mempedulikan kata-kata ibunya itu.
Sementara terjadi serikat perseteruan antara Catherine dan Leon, Kai tetap diam di tempatnya dan makan tanpa bersuara, membuat keberadaannya menjadi senyap dan keluar dari perhatian mereka semua. Elena juga tidak memperdulikannya karena merasa Kai tidak akan terlihat dalam masalah ini dan memilih menjadi orang luar.
'Hmm, kurang lebih, aku bisa menebak jika dia tidak suka dengan ayahnya yang pergi terlalu lama meninggalkan keluarganya. Aku rasa, aku baru saja menginjak topik berbahaya dan tidak menyenangkan yang seharusnya tidak aku bahas di di tempat ini. Uh, aku merasa sangat bersalah saat ini,' pikir Elena.
"Ma-Maaf. Ternyata, memang lebih baik jika aku tidak membahas topik semacam ini, aku merasa bersalah." Elena menyatukan kedua telapak tangannya ke depan tubuhnya.
"Tidak, tidak apa-apa. Kami memang memiliki hubungan keluarga yang kurang harmonis, ini sama sekali bukan salahmu. Jangan menyalahkan dirimu sendiri atas semua yang terjadi di sini," ucap Catherine untuk menenangkan Elena.
•••••
"Hah, sungguh menyedihkannya nasibku. Aku sudah kehilangan Dragon Vein dan terlempar ke dunia lain, lalu aku juga memiliki energi alam yang sedang kosong saat ini. Aku tidak terlalu mempermasalahkan bagian terlempar ke dunia lain, tapi setidaknya tolong berikan aku energi alam yang cukup." Elena hanya menatap dengan datar dan malas di ranjang di depannya.
Dengan hanya pakaian yang merupakan pinjaman dan lama tidak dicuci ini, bau dari baju yang dipakai Elena sudah pasti kurang nyaman. Ia juga berada di dalam loteng yang kotor dan berdebu, meskipun di sana ada ranjang. Untungnya, tidak banyak jaring laba-laba di dalam sana sehingga Elena penampilan loteng masih manusiawi untuk ditinggali.
Elena perlahan dengan malas naik ke atas ranjang. Pikirnya, 'Siapa yang tahu ranjang ini akan runtuh saat aku dengan cepat naik ke atasnya. Aku akan mengambil pilihan teraman, dengan menaikinya secara perlahan.'
__ADS_1
Dan, benar saja. Beberapa kali terdengar suara deritan dari ranjang seakan-akan itu ingin roboh. Namun pada kenyataannya, ranjang tersebut masih cukup kuat untuk menahan beban tubuh Elena dan tidak roboh di sana.
"Yap, baguslah. Aku tidak harus menerima beberapa luka jatuh dari robohnya ranjang dengan ini," monolog Elena yang berbaring di sana.
*Cetar!*
Suara petir menyambar dengan keras, diikuti dengan hujan yang dengan deras turun di sana. Dengan ini, malam gelap yang mencekam diikuti oleh petir dimulai, hanya saja tanoa adanya hantu penasaran.
"Hujan, ya? Aku tidak membencinya. Aku rasa, suasana malam dengan suasana hujan dan sesekali guntur tidak akan buruk. Bagiku, ini justru membuat suasana yang damai dan menenangkan ketika akan tidur." Elena mulai memejamkan matanya dengan melanjutkan, "Semoga saja…, besok… akan menjadi… lebih baik dari… pada ini…."
*Cetar!*
Sementara di dalam loteng kamar yang mulai dingin dengan Elena di dalamnya, sepasang mata kuning berpijar terang di sebuah gang sepi yang tidak jauh dari sana. Tinggi dari mata tidak menunjukkan bahwa dia manusia, itu lebih menunjukan jika pemiliknya adalah hewan berukuran sedang, antara kucing atau anjing.
"(Di-Dingin…! Te-Tempat ini terlalu dingin…. Aku bisa mati karena kedinginan jika tetap berada di tempat ini,)" ucap lemah sesuatu yang ada di sana.
Matanya mulai tertutup dan tubuhnya perlahan-lahan mulai lemas. Dia mulai kehabisan tenaga dan kedinginan berada di luar saat malam hari yang hujan ini. Cuaca yang sangat dingin ini, memberikan ancaman berbahaya ketika suhu tubuh seseorang berkurang secara drastis. Pada kemungkinan terburuk, dia akan mati.
__ADS_1
'(Ak-Aku, aku sudah tidak makan beberapa hari terakhir ini, membuatku merasa sangat kelaparan. Apa aku akan dapat bertahan hidup untuk malam ini? Aku sangat menyadari, aku hanya merupakan Penther lemah di sini. Tapi, apakah aku sama sekali tidak memiliki hak untuk memilih hidup?)'