
“Leon, sepertinya aku dan Aya tidak akan bisa melawan mereka berdua sekaligus. Kamu lawanlah yang memiliki warna terang itu, aku akan melawan yang satunya,” kata Elena memberikan komando.
“Eh? Ah! Ya!” Komando Elena ini sedikit membuatnya terkejut.
Dia masih sangat amatir dalam pertarungan. Catatan pertarungannya antar trainer adalah nihil, kecuali itu hanya beberapa latihan melawan Elena atau saran dari Kai. Dia merasa inferior jika harus masuk ke dalam pertarungan profesional seperti ini. Akan tetapi, dia hanya bisa setuju karena Elena sendiri tidak bisa berbuat banyak dalam situasi terdesak ini.
‘Oke, aku tahu dia tidak akan banyak membantu dalam masalah ini, tapi ini lebih baik dari tidak sama sekali. Setidak-tidaknya, dia bisa menjadi sasaran tembak untuk beberapa putaran,’ batin Elena memikirkan sesuatu yang busuk.
“Kalian berdua ingin bekerja sama untuk melawan mereka dalam 1 VS 1? Hahaha..., jangan harap kalian bisa menang! Kalian kalah dalam masalah level dan kekuatan!” suara sarkastik dari Fedora.
“Hmph! Mari kita lihat saja, siapa yang akan memenangkan pertarungan ini!” Elena mendengus sombong dengan percaya diri.
“Serang dia!” Fedora menunjuk Elena sebelum melanjutkan, “Gunakan skill ke-3, Light Laser Beam untuk mengubahnya menjadi abu!”
*Ngung!* *Wung!*
Cahaya mulai berkumpul di hadapan H-L-16 sebelum sebuah sinar dalam intensitas yang sangat terang menembak seperti laser ke arah Elena. Sinar tersebut menyapu segala yang dilewatinya dan membuat ruangan yang sebelumnya gelap hanya berpenerangan senter Elena menjadi menyilaukan.
‘Nama skill dan cara dia mengucapkannya memang chuuni, tapi aku tidak bisa meremehkan dampak serangannya begitu saja!’ ucap Elena dalam benaknya dengan sangat cepat.
“Aya! Fokuskan semua skill ke-2 milikmu ke kanan kananku!” Elena mengarahkan tangan kanannya ke depan dengan sinar yang semakin mendekat ke arahnya.
Aya sama sekali tidak menjawab, namun dia melakukan sesuai komando Elena. Bagaimanapun kecepatan skill ini sangat cepat sangat cepat sebelum mencapai mereka berdua. Bisa dibilang, serangan yang satu ini berorientasi pada kecepatan, sehingga menjadi efektif melawan musuh yang gesit. Hanya saja, Elena tidak segesit itu sampai mencapai level Fedora bahkan menggunakan skill 2 Aya.
*Absorb!*
__ADS_1
Kilauan cahaya itu dengan cepat langsung terserap ke lapisan kabut hitam di tangan kanan Elena.
Kemampuan ke-2 Aya ini sangat bagus untuk menjadi teknik pertahanan melawan serangan magis karena memiliki efek penyerapan centher energy, namun juga bisa memberikan serangan fatal saat centher energy lawan diserap menggunakan skill ini. Satu-satunya kelemahan dari kemampuan ini, adalah waktu penyerapannya yang relatif lambat.
‘Panas…. Sebagian besar dari centher energy pada serangan itu berhasil diserap, tapi bukan berarti 100% centher energy diserap. Serangannya ini memiliki suhu tinggi untuk memanggang lawannya hidup-hidup, seperti menjemur ikan asin di pantai.’ Tubuh Elena terlihat sedikit lemas setelah menerima serangan itu.
“Hahaha…, usaha yang bagus untuk berusaha menyerap seranganku. Tapi, kemampuanmu ini tidak cukup cepat untuk menyerap semua serangan itu, hahaha….” Fedora tertawa melihat tubuh Elena yang menjadi lemas ini.
Dia sendiri menjadi kurang kerjaan setelah perannya dalam pertarungan diambil alih oleh kedua penthernya, dia bingung harus melakukan apa. Karena itu, dari pada diam saja dia membuat gerakan acak dan tidak jelas seperti tertawa terbahak-bahak atau melakukan sesuatu yang lain. Hanya saja, apa hal lain selain mengatakan beberapa patah kata tidak jelas dan tertawa terbahak-bahak?
*Scratch!*
Leo menyelinap mendekat pada Fedora, kemudian menebas menggunakan cakarnya.
Menggunakan peningkatan dari skill 1 Leo yang bisa meningkatkan kekuatannya, Leo seharusnya bisa memberikan luka dalam pada tubuh Fedora yang hanya merupakan manusia. Namun sayang, Fedora sempat bergerak menyamping sebelum cakar itu berhasil mengenai tubuhnya.
Dengan kejamnya, dia menendang Leo sampai menabrak dinding, kemudian terkapar tidak berdaya di lantai.
“Kau…!” Leon menjadi geram melihat perlakuan pada penthernya.
Meskipun dia menjadi geram melihat rekan berharganya dalam masalah, tidak ada sesuatu yang benar-benar dia lakukan. Leon sama sekali tidak memiliki keterampilan bela diri. Dia hanya manusia biasa di dunia ini yang memimpikan untuk melakukan perjalanan sebagai trainer secara normal. Ia sama sekali tidak menyangka akan menemui masalah dengan orang dari organisasi … tidak jelas seperti Fedora.
“Bukan kemampuan yang buruk untuk memiliki kemampuan yang bisa meningkatkan kekuatan. Tapi, tidak ada gunanya jika itu tidak berhasil mengenai lawanmu. Harus aku akui, dia memiliki potensi yang lumayan jika saja berhasil selamat setelah ini.” Fedora mengusap dagunya sambil memperhatikan Leo yang tergeletak tak berdaya di bawah dinding tempat yang ditabraknya.
‘Yah, aku sudah menduga jika mereka berdua tidak akan banyak membantu dalam perkelahian ini. Aku juga yang akan menyelesaikan semuanya,’ batin Elena dengan tenang karena sudah memperhitungkan ini semua.
__ADS_1
*Whirl!*
Kabut hitam di tangan kanan Elena mulai berputar mengelilingi lengannya. Dalam waktu yang singkat kemudian, kumpulan kabut itu berubah bentuk menjadi senjata menyerupai katana.
“Hmm? Skill itu bahkan bisa dibentuk menjadi wujud lain selama centher energy yang dimilikinya cukup. Aku tidak menyangka, kemampuanmu akan menjadi serbaguna seperti ini.” Fedora hanya memiliki ekspresi datar melihat dari kejauhan.
‘Aku hanya menggunakan manipulasi energi untuk sedikit mengendalikan bentuknya, sih. Ini bukan sesuatu yang sangat penting. Aku rasa, menggunakan senjata berwujud sesuatu yang biasa digunakan akan lebih mudah untuk dilakukan.’
“(Trainerku lebih hebat dari yang aku duga, ya. Tidak aku sangka dia bisa mengendalikan kemampuanku seperti itu. Sejak awal, apakah dia ini merupakan manusia karena bisa berbicara dengan kami--para penther--dan memiliki beberapa kemampuan aneh?)” gumam Aya.
‘Aku mendengarnya! Tidak bisakah kamu memilih kata yang lebih bagus, Aya!’
“Hmph! Kali ini tidak akan menjadi sama seperti sebelumnya.” Elena mengarahkan pedangnya pada Fedora. “Dengan senjata yang lebih panjang, nyaman, dan kuat ini, aku yakin akan bisa mengalahkanmu!”
“Coba saja!” Fedora kemudian memberikan kepada penthernya. “Kalian berdua, gunakan Twilight Arrow untuk memberikan serangan beruntun kepadanya! Biar aku lihat, bagaimana caramu menghindari seruan dari puluhan anak panah.”
*Ngung!* *Sis!* *Sis!* *Sis!*
Bola cahaya berwarna ungu terang berkumpul di depan H-L-16 dan H-D-8, kemudian belasan anak panah berwarna ungu terang ditembakkan oleh mereka berdua, dan langsung menyerbu pada Elena.
‘Myokinesis nonaktif, Osteokinesis nonaktif, Clairvoyance aktif. Aku hanya perlu kecepatan dari skill 1 Aya untuk menangkap semua serangan itu, dan memperjelas penglihatanku melalui Clairvoyance. Pokoknya, aku perlu memfokuskan kekuatan mental pada satu kemampuan cenayang dan menggunakannya seefisien mungkin!‘
*Slash!* *Slash!* *Slash!*
Kecepatan tangan Elena sangat cepat dalam mengayunkan katana itu dan menangkis semua anak panah bercahaya yang mengarah padanya.
__ADS_1
Selain untuk menghalau serangan agar tidak sampai mengenai dirinya, Elena sengaja menggunakan katana yang tercipta dari skill 2 Aya untuk mengumpulkan lebih banyak centher energy dan menabung untuk serangan yang lebih kuat.