Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Menuju Desa (Tanpa Nama)


__ADS_3

“Apa kamu memiliki tujuan setelah ini, Elena?” tanya Kai.


“Tidak ada.” Elena menggelengkan kepalanya. “Aku sama sekali tidak memiliki tujuan, baru saja kehilangan uang, dan hanya mengembara tanpa arah untuk menemukan sesuatu yang belum pasti. Jadi, jika boleh, bisakah aku ikut bersama kalian untuk sementara waktu?” minta Elena sambil tersenyum manis.


‘Aku tidak suka meminta sesuatu seperti ini. Kali ini aku meminta pada mereka karena kebetulan saja aku tidak memiliki uang dunia ini, kebutuhan sehari-hari, atau tempat tinggal. Sebenarnya aku sudah memasukkan itu semua ke dalam bayanganku, tapi berhubung aku tidak memiliki energi alam untuk membukanya, aku tidak dapat mengeluarkan itu semua.’


“Ke tempatku, kah?” Kai mengelus dagunya, memikirkan tentang ini. “Tentu saja, kamu boleh ikut bersama kami dan bermalam untuk beberapa waktu. Melihat seorang gadis kecil sendirian di hutan ini, tanpa uang dan tanpa penjagaan sebenarnya merupakan sesuatu yang cukup mencurigakan. Tai, aka terlihat seperti tidak punya hati saat kami meninggalkanmu di tempat ini seorang diri. Selain itu, aku yakin kamu akan mengikuti kami setidaknya sampai ke luar hutan ini.”


“Te-Terima kasih. Sebenarnya, aku hanya ingin ikut bersama kalian sampai ke luar hutan ini saja, aku sungguh berterima kasih dengan kalian yang mengizinkan aku tinggal di rumah kalian.” Elena merasa tidak enak dengan ini, namun dia tetap menerimanya karena memang membutuhkannya.


“Heh…, aku dengar kamu tidak memiliki uang. Apa yang akan kamu lakukan jika kamu tidak ikut tinggal bersama kami sementara waktu? Kamu masih memerlukan uang untuk menginap di hotel, lho.” Leon menunjukkan wajah mengejeknya pada Elena.


Elena terdiam sambil menahan geram dengan mengeratkan kepalan tangannya. ‘Ugh…! Anak ini…! Kalau bukan kakaknya adalah dermawanku saat ini dan aku memiliki cukup perlengkapan hidup, aku akan memukulnya dengan keras.’


“Jangan bersikap seperti itu, Leon. Tidak baik menggoda orang yang baru saja kamu temui untuk hari ini.” Kai melirik pada adiknya itu.

__ADS_1


“Maaf, Kakak.” Leon tidak memiliki jawaban untuk membela dirinya.


Singkat cerita, mereka bertiga berjalan menyusuri hutan, lalu dilanjutkan dengan menaiki Penther milik Kai setelah pepohonan menjadi lebih renggang dan lepas landas dimungkinkan. Langit malam ini terlihat mempunyai awan tebal dengan warna yang mulai kemerahan. Sebentar lagi malam, dan tidak bagus jika tetap berada di luar, terutama di dalam hutan seperti itu.


“Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan sejak tadi, Penther macam apa yang kalian cari sampai ke dalam hutan seperti itu? Tidak bisakah kalian membelinya di toko hewan peliharaan atau sesuatu lain yang lebih dekat?” tanya Elena sambil menatap pemandangan di bawah kakinya.


“Penther yang ada di toko hewan peliharaan biasanya lemah karena mereka terlalu lama terbiasa hidup di tempat yang damai, sehingga kurang baik dalam duel. Jadi, dalam rangka mendapatkan rekan yang kuat untukku, kami berdua pergi ke hutan ini dan mencari satu yang sepertinya cocok,” jelas Leon.


‘Perbandingan kekuatan antara Penther peliharaan dan Penther liar dapat diperkirakan seperti kucing rumahan dan kucing jalanan. Dari sini, aku juga dapat mengerti kalau biasanya Trainer melakukan duel melawan Trainer lainnya menggunakan Penther mereka. Sejujurnya, aku sendiri tidak suka melakukan adu binatang seperti ini, tapi tidak ada yang bisa aku lakukan berhubung aturan dunia ini dan aku mendapatkan nerf besar-besaran di sini.’


“Ngomong-ngomong, aku sudah penasaran tentang ini sedari awal,” ucap Leon yang menarik perhatian Elena.


“Apa?”


“Aku hanya ingin tahu, apakah pakaian dengan sisi kanan lengan panjang sedangkan sisi kiri menggunakan lengan pendek seperti itu sedang trend saat ini?” Leon menunjuk pada lengan kiri Elena. “Kami berada di desa kecil yang tenang dan tidak banyak orang dari kota, jadi aku kurang tahu tentang trend di kota-kota besar.”

__ADS_1


‘Ah! Aku sampai tidak sadar tentang ini. Sebelumnya, tangan kiriku terpotong di pertarungan sebelumnya. Tentu saja lengan panjang dari kemeja dan jaketku ikut terpotong dalam serangan ini.’


Elena menatap tajam dalam diam pada Leon, memberikan isyarat untuk tutup mulut dan sama sekali tidak mengungkit masalah ini sama sekali. Realitasnya, Leon tidak salah dalam ini. Justru dia sudah membantu dengan menyadarkan Elena dalam masalah ini. Namun sayangnya, Elena tidak senang dengan ini dan malah menatapnya dengan sinis.


“Ma-Maaf, aku tidak akan mengingatnya untuk waktu yang lain,” ucap Leon sambil menurunkan alisnya, merasa bersalah walau menjadi orang yang tidak salah sama sekali.


Kai tidak terlalu tertarik dengan interaksi antara Leon dan Elena. Dia hanya melirikkan matanya ke belakang pada mereka berdua dan sedikit tersenyum pada ini sambil tetap menghadap ke depan, menyembunyikan ekspresi wajahnya. Dia merasa, tidak buruk juga membuat adiknya berteman dengan orang asing itu walau dia masih belum mengenal banyak tentang Elena.


Memerlukan waktu beberapa lama untuk mereka sampai di desa asal Kai & Leon, akan tetapi untungnya mereka bisa sampai saat hari akan gelap. Tidak banyak hal “wow” di desa itu, hanya ada rumah penduduk, beberapa bangunan dari layanan pemerintah, jalan-jalan yang masih terbuat dari tanah. Setidaknya, bangunan di desa ini memiliki penataan tempat yang sangat baik dengan hanya ada sedikit bangunan. Suasana damai dan tenang yang ada di sana, membuat tempat ini cocok dijadikan tempat istirahat dari ramai dan sibuknya perkotaan.


Dalam suasana yang tenang ini, Elena bersama Leon dan Kai menyusuri jalanan sepi. Orang-orang tidak memiliki banyak urusan dengan mereka, dan orang-orang lebih suka menyiapkan sesuatu untuk kegiatan malam seperti makan malam atau lain-lain. Ini sama sekali tidak aneh, mengingat hari yang sebentar lagi akan berubah gelap dan mereka perlu tidur.


‘Hmm, lampu LED, tembok semen, dinding logam, arsitektur cukup modern, tapi jalan tidak diaspal. peradaban di sini kurang lebih sama seperti di bumi pada abad ke-21 atau peradaban tempat aku berasal. Tapi, pastinya akan terdapat cukup banyak perbedaan atas keberadaan Penther di dunia ini. Aku tidak tahu masalah apa yang akan bermunculan di dunia baru ini, tapi akan berusaha untuk bertahan di dunia ini sampai berhasil memulihkan Dragon Vein.’


‘Aku tidak yakin orang dari Red Moon yang membawaku ke dunia ini masih berada di dunia ini mengingat dia yang mempunyai item perpindahan antar dunia. Tapi jika aku menemukannya, aku akan terpaksa melawannya dalam kondisi tidak diuntungkan. Mengingat kemampuannya yang dapat menjinakkan spirit tingkat tinggi sampai puluhan, aku sangat yakin dia dapat dengan mudah memiliki ratusan Penther di dunia ini. Sungguh, dunia yang sangat menguntungkannya.’

__ADS_1


__ADS_2