
“Apa kamu yakin kita tidak perlu mencari tempat berlindung dari panas di tempat ini, Sześć,” tanya Peruru yang sedang gelisah.
“Apa kamu khawatir?” Szes berhenti sejenak menatap wanita itu, dan berkata, “Kamu tidak perlu khawatir. Aku membawa lebih banyak persediaan air dari apa yang kamu lihat. Kita pasti akan berhasil melewati sabana ini.”
Tepat sekali! Mereka berdua melarikan diri dari warga kota sebelumnya yang masih belum mengejar mereka, atau lebih tepatnya tidak mengejar mereka. Sześć sendiri memilih untuk menghindari masalah merepotkan, yaitu kembali ke Kota dan mengatakan tentang dirinya yang mengatakan telah mengalahkan Jormungand. Kerunyaman masalah akan terjadi jika dia melakukan itu.
Sebelumnya, Peruru sudah mengatakan tentang masalah yang mungkin terjadi kalau mereka berdua kembali ke Kota, sehingga Sześć memilih pergi. Masalah yang dimaksud Peruru adalah warga yang mungkin mencaci-maki mereka karena pada awalnya Jormungand merupakan sumber pemasukan pariwisata di tempat itu. Meski niat Sześć baik, belum tentu itu akan menjadi sesuatu yang baik.
“Mengatakan tentang itu, aku masih merasa tidak yakin kita akan aman-aman saja di tempat ini. Bagaimana kalau hewan buas menyerang kita?” tanya Peruru bersama rasa risau.
“Apa kamu pikir aku akan kalah hanya karena melawan hewan buas? Kamu sudah melihatnya sendiri bagaimana caraku untuk mengalahkan penther berukuran kolosal seperti itu. Apa kamu berpikir hewan buas merupakan lawan yang cocok untukku?” Sześć lanjut berjalan dengan acuh.
“Masalahnya bukan pada kamu yang bisa mengalahkan mereka atau tidak, tapi masalahnya ada pada aku. Aku pasti langsung kalang-kabut kalau melawan hewan buas. Aku tidak memiliki penther atau keahlian tingkat tinggi sama sepertimu. Aku akan langsung tewas di tempat kalau itu terjadi.” Peruru berusaha mengikuti langkah kaki Sześć.
Hanya Sześć yang menjadi penjaga Peruru di tempat ini. Ketika dia tertidur, maka satu-satunya penjaga Peruru akan menghilang, jadi otomatis Peruru menjadi sendirian. Ini menjadi kondisi berbahaya untuknya berada tetap di tempat itu. Belum lagi, masih ada kemungkinan akan persediaan airnya ketika Sześć memilih pergi meninggalkannya.
__ADS_1
“Hei, Shoggoth. Apa menurutmu kamu bisa membelah dirimu dan membagikan sebagian dari milikmu ke pada orang ini? Aku kasihan melihatnya yang ketakutan setengah mati seperti ini,” bisik pelan Sześć.
Dia masih berjalan seperti biasa di tengah sabana yang seperti tanpa ujung ini. Dia berusaha untuk tidak membuat gerakan mencurigakan di depan rekannya. Sejak awal, Shoggoth yang merupakan either—yang merupakan eksistensi kuno—lebih baik disembunyikan saja dari pada muncul di tengah publik. Akan memicu masalah merepotkan bila keberadaannya ketahuan.
“Bisa saja,” jawaban singkat Shoggoth. “Tapi, bagaimana caramu memberikan setengah dari tubuhku ke padanya? Kamu masih perlu menyembunyikanku dari keberadaan publik, termasuk dirinya. Kalau kamu memberikan sebagian dari tubuhku secara terang-terangan, itu akan sama saja menunjukkan keberadaanku ke pada publik.”
Saking waspadanya Sześć dan Shoggoth terhadap bocornya informasi ke muka publik, mereka berdua tidak bisa memberikan informasi mengenai either ke pada Peruru. Terlalu beresiko melakukan ini. Keduanya tidak bisa memastikan apakah Peruru akan menutup mulutnya rapat-rapat mengenai informasi mengenai Shoggoth. Keduanya bukan Elena yang memiliki kemampuan Telepati.
“Masukkan saja sebagian dari dirimu itu ke dalam pet house, kemudian aku akan memberikan pet house ini ke padanya. Ketika bahaya menghampirinya, kamu hanya perlu ke luar dari sana dan mengatasi masalah itu. Juga, kalau kamu bisa, menyamarlah menjadi suatu wujud penther ketika kamu menampakkan dirimu,” saran Sześć.
Malam hari tiba. Mereka berdua bermalam di bawah sebuah pohon yang tidak jauh dari lokasi mereka berdua. Tempat di sekitar mereka ditumbuhi beberapa pohon dengan daun-daun kecil dan tipis. Di bawah mereka adalah tanah dengan lapisan pasir yang masih hangat sebab tingginya suhu di siang hari. Tempat ini tidak terlalu nyaman untuk tidur, tetapi lebih baik dari pada tidak sama sekali.
“A-Apa kamu yakin isi dari pet house ini merupakan penther yang kuat?” Peruru yang masih merasa gelisah menunjukkan sebongkah pet house di tangan kanannya yang dipegangnya dengan mengapitnya menggunakan jari telunjuk dan jempol.
Pet house tersebut memiliki kilauan gelap. Dia berukuran kecil dengan bentuk seperti kristal. Tidak terlalu tajam di kedua ujung sisinya, tetapi tetap tidak nyaman kalau benda ini sampai tertindih. Masukkan saja ke dalam saku untuk membawanya secara mudah. Itu tidak perlu dipikirkan terlalu mendalam tentang bagaimana membawanya.
__ADS_1
“Tentu saja. Apa kamu tidak percaya padaku?” tanya Sześć bersamaan dengan senyuman lembut, berusaha membuat wanita ini percaya pada dirinya.
“Bukannya aku tidak percaya ke padamu, tapi aku hanya khawatir pada keselamatanku.” Kemudian Peruru memberikan alasan, “Kamu sudah membantuku selama berada di perjalanan ini. Kamu juga mengalahkan penther raksasa—Jormungand—karena keberadaannya mengancam pekerjaanku. Hanya saja, aku terlalu takut kalau kamu tiba-tiba saja meninggalkanku di tengah-tengah tempat antah-berantah ini. Tidak banyak yang bisa aku lakukan di tengah sabana ini.”
Sześć bisa saja memberikan berisikan penther asal dan lemah ke pada Peruru, ini membuat Peruru merasa tidak terlalu dapat menggantungkan nasibnya ke pada orang ini. Dalam pandangannya, Szsc telah membantunya dalam banyak hal tanpa meminta imbalan, namun dia sendiri juga mengetahui kalau hubungan mereka berdua tidak terlalu dalam. Hanya dua individu berbeda yang bertemu beberapa hari yang lalu. Peruru tidak akan mengklaim hubungan mereka sangat dekat sampai-sampai yakin temannya ini akan berada di sisinya dalam segala kondisi.
Sudah menjadi sesuatu yang lumrah kalau manusia yang satu mencari keuntungan dengan mengeksploitasi manusia lainnya, atau melakukan sesuatu sesuatu lainnya hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Kerakusan menjadi salah satu sifat manusia. Memang tidak semua manusia itu serakah, masih banyak orang baik yang peduli sesamanya dalam hubungan mereka. Tetapi ini juga berlaku sebaliknya, di mana tidak semua manusia itu baik.
“Jadi begitu, ya. Aku bisa menebak kalau kamu menganggap aku akan meninggalkanmu karena kamu tidak berguna bagiku.” Sześć menyandarkan tubuhnya ke pada batang pohon di belakangnya. “Tenang saja. Selama tidak ada hal tidak terduga, aku tidak akan melakukan sesuatu tidak manusiawi, seperti meninggalkanmu sendirian tanpa penjagaan di sabana yang luas ini. Aku berjanji akan menjagamu sesuai kemampuanku.”
Sejak awal, Sześć lah yang menjadi orang yang bekerja untuk mereka. Peruru hampir sama sekali tidak memiliki kegunaan di tempat ini, selain mengekor padanya dan justru menjadi parasit dengan ikut memakan persediaan makanan. Dirinya yang tanpa memiliki satupun penther sama sekali tidak bisa berkontribusi dalam pertarungan.
“Hmm… aku masih belum terlalu yakin apakah yang kamu katakan ini bisa dipercaya atau tidak. Tapi, aku akan mempercayaimu untuk menjagaku.”
“Fumu!” Sześć hanya memberikan anggukan sambil berpikir, ‘Dia akan berguna dalam bidang komunikasi.’
__ADS_1
Peruru yang merupakan mantan resepsionis memiliki kemampuan komunikasi tingkat tinggi. Jika bukan karena kemampuan berbicaranya, dirinya tidak akan lulus untuk menjadi resepsionis.