Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Shoggoth


__ADS_3

*Cring!*


Sześć berpindah tempat sebelum dia terkena tebasan pedang energi Elena.


Tujuan dari Teleportasi Sześć sangat jauh, dari yang sebelumnya adalah kawasan hutan dengan langit berawan, Sześć berpindah ke lokasi lautan di mana hanya ada air berwarna biru di sana, dengan suasana di sana cerah dengan langit berwarna jingga milik sore hari. Entah berapa kilometer yang telah dilewatinya dalam waktu singkat, tapi itu sangat jauh.


*Tap!*


Sześć mendarat dan berdiri di atas air sesampainya dia di sana. Ia telah membuat kontrak dengan berbagai spirit dari banyak elemen, hanya air seperti ini sama sekali tidak akan mengganggunya.


‘Sayang sekali, spirit tidak bisa meregenerasikan energi alamnya di dunia ini. Aku perlu mendapatkan alternatif lainnya untuk mendapatkan energi alam di dunia ini. Kebetulan, ada sebuah energi yang disebut “Centher” yang mirip energi alam, tapi tetap saja spirit tidak dapat memakainya.’


Di depan Sześć saat ini, adalah sebuah gua yang terbuat dari batu-batuan seperti karang. Ukuran dari gua tersebut dapat dikatakan luas. Dari luarnya saja, itu tampak memiliki mulut gua yang berukuran beberapa puluh meter, dengan dinding bagian luar gua yang memutar dengan keliling ratusan meter. Dalamnya mungkin dapat digunakan untuk tempat tinggal jika didekorasi dengan benar.


Sześć berlari-lari kecil menuju ke gua yang berjarak beberapa puluh meter dari tempatnya. Dia memiliki ekspresi serius di wajahnya, lagi pula dia memang tidak dapat bermain-main setelah terjebak di dunia ini. Dirinya juga tidak akan langsung ditemukan oleh rekannya karena lokasi Teleportasi di dunia ini acak, dan tidak bisa kembali sebab tidak memiliki kristal Teleportasi ruang-waktu dengan koordinat pulang.

__ADS_1


Ini sebenarnya merupakan sesuatu yang sangat bodoh saat Dwa tidak menciptakan kristal Teleportasi ruang-waktu kembali ke dunia spirit saat dia bisa melakukannya, namun memang seperti inilah yang menunjukkan betapa tidak siapnya organisasi Red Moon pada realitanya. Sejak awal, mereka memang jauh lebih lemah dari musuh mereka, tetapi mereka tetap memaksakan diri.


‘Hou…, tempat ini masih sama dengan saat pertama kali aku datang ke dunia ini, masih tetap gelap, basah, dan lembab. Apa dia tidak memiliki selera seni yang bagus untuk menghias tempat ini, atau aku yang memang tidak tahu apa-apa mengenai seni. Yah, aku rasa pilihan pertama lebih masuk akal dibandingkan yang kedua. Aku harap, dia bisa membuat ini lebih nyaman untuk ukuran manusia.’


Perlahan, Sześć berjalan di air dalam gua yang keruh. Berbeda dengan lautan dalam sebelumnya, kaki Sześć sedikit tenggelam dengan dia berpijak di atas batuan gua. Batuan di sana memang licin yang membuat Sześć perlu berhati-hati dalam berjalan, atau jika tidak dia akan terjatuh ke dalam air, kemudian pakaiannya akan berubah basah.


Tidak ada musuh yang berniat menyerang Sześć saat ini, sehingga memang tidak akan terlalu berbahaya jika Dirinya sampai jatuh. Hanya saja, akan menjadi sedikit memalukan dan menyakiti harga diri apabila Sześć sampai terjatuh dan memiliki pakaian yang basah.


‘Hah…, kenapa juga aku mau bergabung ke organisasi aneh dengan seragam yang norak seperti itu. Apa aku membelot dengan mengasingkan diri di dunia ini, ya? Lagian, aku juga tidak memiliki gaji yang bagus di sana. Setiap hari, aku disuruh bekerja dengan mengumpulkan berbagai spirit tingkat tinggi yang katanya akan dipakai untuk pasukan organisasi.’


‘Aku memang suka binatang seperti spirit dan organisasi memfasilitasi dengan memberikan resep untuk membuat sesuatu yang disebut Pet House. Jika bukan karena kontrak antara aku dengan mereka, mungkin akan jauh lebih baik jika aku memilih untuk pensiun.’


Sześć berhenti di tengah-tengah gua dengan sebuah batu yang mencuat dari dalam air. Batu tersebut menjadi satu-satunya pijakan yang tidak terendam air selain stalakmit di sekitar sana. Dari sini dapat diketahui, sudah pasti sepatu yang dikenakan Sześć basah terkena air laut dan ini membuat kaki merasa tidak nyaman ketika berada dalam sepatu basah (pengalaman Penulis).


“Keluarlah! Aku tahu kamu bersemayam di dalam seluruh gua ini. Aku memerlukan beberapa bantuan darimu, jadi keluarlah!” ucap Sześć dengan suara yang sedikit keras dan bergema di dalam gua.

__ADS_1


*Blub!* *Blub!* *Blub!*


Seluruh permukaan air di dalam gua tersebut memunculkan gelembung di permukaannya, seakan terdapat makhluk hidup yang menghembuskan napasnya dari dalam air.


*Sret!*


Kemudian, sebuah benda hitam misterius yang memiliki tekstur lembek seperti slime mulai timbul dari dalam air. Benda ini lembek dan lengket ini mungkin menjijikkan untuk sebagian orang, akan tetapi ini tidak bagi Sześć yang tidak menyentuh benda tersebut secara langsung. Pikirnya, ‘Aku juga merasa jijik melihat ini, tapi aku memakai sepatu untungnya.’


Benda hitam tersebut berkumpul di tengah-tengah ruangan dan menyusun tubuh manusia, lebih tepatnya merupakan sosok seorang pria. Dia memiliki rambut hitam panjang yang lurus ke bawah, di depan mata merahnya dia memakai kacamata kecil dengan bingkai emas, dan Ia mengenakan pakaian mirip-mirip butler lengkap dengan dasi berwarna hitam.


Aura di sekitarnya terasa suram, atau lebih tepat jika itu disebut sebagai menyedihkan, bagaikan seorang no life* yang sudah lama tidak meninggalkan ruangannya dalam waktu lama. Mata sipitnya dan alisnya yang menunjukkan seperti tatapan tajam mungkin akan memberikan tatapan mengintimidasi untuk beberapa orang hanya dengan dia yang menatap padanya.


*No life berarti menggambarkan orang yang tidak memiliki kehidupan atau yang kurang berpartisipasi dalam kehidupan sosial di sekitarnya. Sebutan "nolep" juga ditunjukkan oleh orang yang sering menyendiri, tidak menyukai keramaian, bahkan tidak jarang mereka benci dengan kehidupan sosial.


“La-Lama tidak bertemu, Shoggoth. Apa kamu baik-baik saja masih menyendiri di dalam gua langit ini? Apa kamu sudah memiliki teman di lokasi yang sangat sepi ini? Sejujurnya, aku juga merasa kasihan dengan kamu yang hanya sendirian di sarangmu ini, tapi aku tidak memiliki hak untuk ikut campur pada kehidupan pribadimu.” Sześć tersenyum di balik topengnya ketika dia menyapa Pria itu dengan sedikit canggung.

__ADS_1


Tampaknya dia memiliki hubungan yang cukup buruk dengan orang ini. Ini tidak dapat dikatakan buruk juga karena keduanya masih saling bertemu satu sama lain, namun bukan berarti ini dapat dikatakan sebagai baik ketika Sześć memiliki nada suara canggung ketika berbicara dengannya. Jika ingin membuat pengandaiannya, mungkin akan terlihat seperti teman lama yang telah lama berpisah karena beberapa konflik kecil-kecilan.


“Ada apa kamu datang ke tempat ini? Kami tahu sendiri bukan? Aku tidak suka diganggu dengan kedatangan orang luar,” ucapnya sinis dan dingin.


__ADS_2