Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Suasana Sedih untuk Mereka


__ADS_3

“Ti-Tidak ada? Elena… tidak dapat ditemukan di manapun?” tanya Theresa dengan mata berlinang, tidak dapat mempercayai kabar tentang hilangnya Elena ini.


Kebetulan, zona waktu di dunia Penther (Elena berada saat ini) dan dunia spirit (dunia teman-teman Elena berada) adalah sama, sehingga malam hari Elena juga malam hari di dunia spirit. Memang, sedikit terasa aneh saat dua dunia berbeda memiliki waktu yang kebetulan sama, namun ini mungkin saja terjadi karena penulisnya tidak ingin repot-repot menghitung jika zona waktunya berbeda.


Meskipun mereka menduga jika Elena dibawa ke dunia lain, akan tetapi mereka berusaha mencari di reruntuhan rumah di sekitar sana, dan berharap Elena akan berada meski dengan kemungkinan yang sangat kecil. Theresa yang merupakan teman baiknya, tidak dapat menerimanya begitu saja jika Elena sampai menghilang dari muka bumi ini.


“Ta-Tapi, mes-meski Elena ada di dunia lain, dia masih memiliki Dragon Vein yang dapat membawanya kembali, ‘kan?” tanya Theresa dengan penuh harap.


Noctis terdiam untuk waktu yang singkat sebelum dia sedikit menggelengkan kepalanya, dan mengatakan, “Dengan Dragon Vein miliknya, Elena seharusnya bisa kembali sesaat setelah dia berada di dunia lain. Tapi, karena dia belum kembali juga setelah beberapa lama setelah pertarungan….” Noctis berhenti dan tertunduk, memiliki prasangka buruk mengenai ini.


“Ti-Tidak mungkin. Ja-Jangan-jangan….” Theresa bersedih dan meneteskan banyak air mata. Dirinya tak sanggup melanjutkan kalimatnya sendiri, sekalipun dia mengetahui tentang beberapa kemungkinan yang dapat terjadi pada Elena. Dari banyaknya kemungkinan yang bisa ia pikirkan, Theresa memikirkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi, yaitu Elena yang sudah mati saat ini.

__ADS_1


Sophia maju dan menepuk pelan kepala Theresa. “Tidak apa-apa, aku yakin Elena akan baik-baik saja. Ingat, mati bukanlah satu-satunya kemungkinan yang terjadi pada Elena. Bisa saja, dia hanya sedang kehabisan energi alam dan tidak dapat membuka portal untuk kembali pulang ke dunia ini, dan saat ini dia mencari cara untuk memulihkan energi alam. Ini masih belum saatnya untukmu bersedih hati, Theresa.”


Suasana menjadi hening dengan Theresa yang mencoba untuk menahan tangisnya. Mereka semua yang berada di sekitar Theresa juga tidak tahu apa yang bisa mereka lakukan untuk menenangkan Theresa sendiri. Mereka mungkin tidak memiliki perasaan yang sama dengan Theresa, akan tetapi mereka semua juga bersedih dengan kepergian Elena yang tidak mereka ketahui kondisinya saat ini.


“Umu, baiklah!” Theresa mengangkat kepalanya dan mengusap air matanya. “Dari pada memikirkan Elena, aku akan mulai dengan mengembangkan bisnis di ibu kota dan menabung. Ketika dia kembali nanti, aku akan mengajaknya jalan-jalan dan menghabiskan malam yang menyenangkan bersamanya. Aku memang masih belum tahu dengan kondisinya saat ini, tapi aku yakin dia baik-baik saja!”


“Fumu, sangat bagus.” Sophia membuat sedikit senyuman saat melihat Theresa yang sudah kembali bersemangat. Sebagai spirit kontrak Theresa, Sophia kurang lebih tahu tentang apa yang sedang Theresa pikirkan dan dapat memperkirakan perasaan Theresa. “Aku yakin, Elena juga akan sedih saat melihat temannya menangis selama kepergiannya.”


“Lalu, sebagai langkah awal untuk memulai rencanaku, aku akan menggunakan perusahaan dagang milik keluargaku --Magnifix-- untuk memberikan sumbangan dan membangun kembali wilayah yang rusak akibat serangan ini, kecuali akademi. Selain karena ini untuk mengembalikan kondisi masyarakat, aku yakin ini juga akan dapat meningkatkan nama perusahaan dagang Magnifix!” Theresa mengepalkan tangannya dengan bersemangat.


‘Terkadang, aku melihatnya sebagai seorang gadis yang tidak berdaya tanpa adanya Elena, juga aku melihat dia sebagai sosok pintar yang bisa diandalkan. Sebenarnya, wajah seperti apa yang kontraktorku ini miliki? Apa aku membuat kontrak dengan orang yang salah? Apa lebih baik jika aku memutus kontrak dengannya dan membuat kontrak lain dengan Glence?’ Sophia melirikkan matanya pada Glence di sampingnya.

__ADS_1


“Anu, Theresa, bukankah sedikit tidak adil jika kamu tidak memasukkan akademi sebagai target pembangunan ulang kembali pada proyekmu? Membuat relasi dengan para bangsawan akan memberikan lebih banyak keuntungan, lho,” ucap Glence dengan senyuman masam, mempertanyakan tentang rencana yang baru saja dibuat Theresa.


“Tidak, aku sudah memutuskan tentang ini.” Theresa melipat tangannya dan menggelengkan kepalanya. “Akademi adalah aset milik negara, dikhususkan untuk para bangsawan, dan memerlukan biaya lumayan mahal atau hanya akan ditertawakan oleh para bangsawan yang akan menempati tempat tersebut. Dari pada itu, aku lebih suka meningkatkan pamor di antara masyarakat umum.”


“Jangan salah sangka, bukannya aku ingin berbuat riya, tapi memang akan terlalu banyak memakan biaya jika aku membangun kembali akademi, atau hasilnya akan ditertawakan. Dengan menggunakan perusahaan dagang milik keluargaku, mana mungkin aku terlalu banyak menggunakan uangnya sampai membuat itu bangkrut. Jika itu adalah perusahaan milikku sendiri, tentu saja aku tidak akan merasa ragu untuk menggunakan uangnya sebagai bahan amal baik,” lanjut Theresa.


“Sangat bagus jika kamu sudah memiliki rancangan tentang masa depan. Tapi, gambaran akan selamanya tetap menjadi gambaran jika kamu tidak memiliki aksi untuk mewujudkannya. Jadi, kapan kamu akan mengerjakan proyek yang sepertinya dapat membantu masyarakat ini? Kerajaan pasti akan senang karena uang kas mereka sedang kosong untuk membuat pembangunan ibu kota di waktu-waktu lain,” kata Noctis.


‘Sebagian dari ibu kota memiliki wilayah yang kacau karena urbanisasi tidak terkendali di masa lalu. Akibat dari peningkatan penduduk yang terlalu cepat tanpa diikuti oleh penambahan lapangan kerja, jumlah pengangguran meningkat dan berakhir dengan banyaknya kriminal. Keluarga kerajaan memang sudah mulai melakukan pembangunan ulang ibu kota mulai dari infrastruktur dan keamanannya, tapi itu belum menunjukkan hasil yang signifikan karena sikap penduduk di sana. Aku sendiri sudah memastikan, tidak ada korupsi dalam dananya, jadi mereka bisa dipercaya,’ dalam benak Noctis.


“Aku akan memulainya besok hari.” Theresa berjalan pergi, meninggalkan mereka semua di ruangan itu. “Saat ini sudah malam dan waktunya tidur. Bekerja dengan kondisi lelah hanya akan memberikan hasil kurang optimal dan mungkin terjadi salah perhitungan yang malah membuat kerugian besar, juga aku lelah membantu pengungsi siang tadi.”

__ADS_1


Sophia hanya melihat tindakan Theresa di tempatnya, lalu kepada Noctis dia bertanya, “Kamu yakin ‘kan jika Elena akan baik-baik saja? Aku ingin menceritakan tentang ini padanya.”


“Entahlah.” Noctis mengangkat bahunya sebelum melanjutkan, “Ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi, seperti Teleportasi ke sebuah bintang atau black hole. Aku sendiri sering memakai kedua cara ini untuk memusnahkan musuh yang sangat alot.”


__ADS_2