
Elena bertarung melawan Draka. Sayangnya dia tidak cukup kuat untuk menang, tetapi untungnya Nana datang. Nana memiliki rekan either bernama Twilight Star yang merupakan tipe pendukung. Peningkatan kecepatan, barier transparan, pemulihan konstan, pengisian tenaga. Keempat itu adalah buff tambahan yang diberikan Twilight Star pada Elena. Kemudian dia juga meminjam belati milik Schwartz yang meningkatkan kemampuan serangnya.
*Set!*
Kecepatan Elena sangat cepat di bawah buff penambah kecepatan. Skill Shrink milik Twilight Star memberikan peningkatan kecepatan dalam angka tetap, kemudian Skill Accel dari Aya meningkatkan kecepatan Elena dengan penggandaan 2.5 kali. Dengan begini, dalam sekejap saja Elena sudah ada di belakang leher Draconik.
*Slash!* *Slash!* *Slash!*
Tebasan demi tebasan dilakukan oleh Elena. Setiap tebasan yang dilakukannya meninggalkan jalur merah dari belati Schwartz.
*Trank!* *Trank!* *Trank!*
Sayang, kekuatannya belum cukup. Kulit Draconik masih terlalu keras untuk serangan Elena.
“Roar!” Draconik menjadi murka atas serangan Elena. Dia mengaum lalu memutar tubuhnya. Ekornya berayun ke Elena.
*Cring!*
Namun sebelum itu terjadi, Elena menggunakan Teleportasi dan berada di atas.
*Slash!* *Slash!* *Slash!*
Mengulangi gerakan, Elena menebaskan bilah merah menyala berkali-kali yang terbang ke arah Draconik. Semua serangan itu tak satupun berhasil memberikan luka. Mereka membuat debu naik dan menutupi tubuh penther naga itu.
Langkah selanjutnya, Elena menghimpun banyak kekuatan pada belati. Semakin banyak centher energy atau energi alam yang dimasukkan, semakin menjadi terang warna merah yang berpijar. Dengan posisi Elena saat ini dia terjun bebas ke arah penther.
*Slash!*
Terpotong…. Baru saja debu menghilang dan sedikit tubuh Draconik terlihat, Elena mengayunkan belati dan berhasil memotong pangkal sayap Draconik, area yang dirasa paling mudah dipotong. Dengan begini naga itu hanya memiliki satu sayap tersisa.
‘Masih percuma! Dia tidak terlalu banyak menggunakan sayapnya. Serangan ini tidak berguna!’ batin Elena.
__ADS_1
*Cring!*
Sekali lagi Elena berteleportasi. Dia berada di samping Schwartz dan Nana kali ini.
‘Sa-Sangat cepat…. Aku tidak bisa mengikuti pertarungan ini,’ batin Schwartz.
“Wah~, hebat! Penther sebesar itu bisa terluka. Kemudian gerakanmu, gerakanmu sangat cepat, Elena!” Nana terperangah.
“Tidak, ini masih belum cukup.” Elena menyiapkan belati di tangan kanan. “Hanya sayap masih belum cukup untuk membuatnya tumbang. Juga, sejak tadi dia tidak menggunakan sayapnya.”
Serangan Elena cukup berguna. “Groar!” Naga itu memekik keras. Serangan tadi memang tidak fatal, tetapi itu cukup membuatnya marah. Dia membuka mulutnya lebar-lebar dan menghimpun sinar laser di sana. Selanjutnya ….
*Ngung!*
Dia menembakkan sinar laser ke segala penjuru.
*Rumble!* *Rumble!*
Serangan membabi-buta Draconik membuat seluruh ruangan bergemuruh. Langit-langit menjatuhkan kepingan-kepingan tanah pada mereka.
“Oe, Draka, cepat perintahkan penthermu untuk berhenti. Kita berempat akan terkubur hidup-hidup di sini!’ bentak Elena.
“Menghentikan dia? Hahaha, kenapa aku harus melakukannya?” Draka melemparkan satu pet house lagi dan mengeluarkan penther selanjutnya. Panther kali ini mirip seperti yang digunakan Fedora saat di labirin bawah tanah sebelumnya. Penher ini bercahaya putih. “Hanya kalian yang akan terkubur. Apa kalian pikir aku tidak memiliki antisipasi bila situasi menjadi runyam?”
“Apa!” Nana berteriak. “Penther macam apa itu?”
“Dengar, Nak, Black Night Company mengembangkan panther melalui modifikasi gen. Draconik yang kalian lawan saat ini adalah salah satunya. Sebagai penther hasil rekayasa genetik generasi awal-awal dia masih tidak stabil. Kedua sayapnya adalah organ vital yang menyimpan dan mengendalikan centher energy secara tak sadar di dalam tubuhnya. Setelah kau memotong, meski hanya satu saja, dia akan mengamuk. Centher energy dalam dirinya tak akan stabil lagi. Sejak awal dia adalah kartu sekali pakai!”
“Kejam! Memperlakukan penther seperti itu…,” kata Nana.
“Sejak awal penther adalah kekuatan liar. Tidak perlu berempati pada mereka!” ucap Draka dengan suara keras menggema. “Adios!”
__ADS_1
*Cring!*
Cahaya putih melahap Draka sebelum dia menghilang bersama penther buatan.
Sekarang Elena dkk. dalam bahaya dengan adanya bom yang disebut Draconik. Waktu mereka terbatas sebelum seluruh tempat ini hancur.
“Kabur menggunakan Teleportasi. Aku juga bisa melakukannya!” Dia berteriak.
“Tunggu, Elena! Di atas ada banyak orang! Lalu di bawah, kau tadi bilang jika di bawah ada bahan peledak berbahaya! Mereka semua akan mati jika kita pergi begitu saja!” Schwartz mengingatkan.
“Kalau begitu aku akan memindahkan penther ini ke suatu tempat.” Elena berjalan mendekati Draconik.
Sebelum itu terjadi, Schwartz menambahkan, “Kau tak bisa melakukan itu. Kita tidak bisa membuat kehebohan di atas sana.”
“Argh…! Merepotkan saja!” Elena berteriak kesal.
Tak memiliki banyak pilihan memang. Elena mau tak mau menggunakan kemampuan Teleportasinya berkali-kali. Dia pergi ke Mansion Runaria, tepat muncul di samping setiap orang yang ada di sana, kemudian memindahkan mereka. Menggunakan kombinasi Penerawangan dan kemampuan mentalnya yang kuat ia dapat melakukannya. Tapi tetap saja, hal ini boros dalam penggunaan energinya. Dia kehilangan energi terus menerus setiap kali menggunakan kemampuannya. Bukan berarti hal itu menjadi masalah. Lagi pula dia mendapatkan pemulihan energi berkelanjutan dari buff Twilight Star.
Alhasil dalam waktu hitungan detik saja, dia telah memindahkan seluruh orang yang ada di atas. Mereka berpindah ke bukit yang tak jauh dari sana. Kemudian ….
*Boommm!*
Ledakan besar terjadi tepat di lokasi Mansion Runaria. Semuanya hancur terlahap cahaya besar dari ledakan. Mereka yang berada tak jauh dari sana bahkan juga terkena hembusan dari angin ledakan. Beruntung mereka semua tidak berada di lingkup ledakan.
"Fiuh… untung kita sudah pergi dari sana. Aku tetap akan mati jika seluruh tubuhku lenyap. Luka fatal cukup untuk membunuhku juga, sih," ujar Elena.
"Ah, rumahku hancur…. Aku akan tidur di hotel untuk beberapa hari ke depan," kata Nana.
'Sekarang bagaimana caraku menjelaskan semua ini pada mereka?' batin Schwartz.
Ledakan besar dan lainnya membuat semua orang yang tidak terlibat bertanya-tanya. Mereka ingin tahu apa yang terjadi secara tiba-tiba. Tentu ini cukup membikin terkejut ketika tempat mereka berubah secara mendadak. Hal ini membuat Schwartz, selaku pihak terkait, memberikan penjelasan. Beruntung mereka semua cukup mudah untuk diajak bicara. Schwartz melakukan sedikit manipulasi terhadap informasi yang dijelaskan. Beberapa informasi tidak bisa dijelaskan Schwartz atau itu memerlukan izin dari atasannya.
__ADS_1
Kemudian karena tempat mereka bekerja hancur, mau tak mau ya bagaimana lagi. PHK. Dengan hancurnya Mansion Runaria untuk sementara waktu tidak banyak yang akan mereka kerjakan. Nana hanya memerlukan beberapa dari mereka. Dia juga tidak ingin membuang uangnya untuk membayar orang yang tidak bekerja. Sejujurnya, perekonomiannya tidak terlalu terdampak karena yang hancur adalah kediamannya.
Selanjutnya adalah untuk Elena dan Schwartz, mereka berdua kembali ke Asosiasi untuk melaporkan. Tak lupa juga, mereka "mengajak" Nana untuk memberikan keterangan mengenai either-nya.