Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Warisan dari Zaman Dulu


__ADS_3

Kai turun setelah melakukan penerbangan selama beberapa jam. Dia berada di depan piramida dengan Bromo Agni yang hinggap di bahu kanannya dan sedang memperhatikan tempat itu dengan seksama. “Tempat ini luar biasa, ya. Menurut pendapat pribadiku, tempat ini seperti memiliki aura-aura kuno atau semacamnya. Ada peluang untuk dijadikan tempat wisata kalau saja akses jalannya mudah.”


“Tapi, memperkirakan jarak tempuh tempat ini, seharusnya tidak akan mudah menyulap lokasi ini menjadi sebuah objek wisata. Aku sendiri memerlukan waktu selama beberapa jam untuk sampai ke sini, dan itu pun aku melewati jalur udara. Membuat infrastruktur yang bisa membawa seseorang ke mari tidak akan menjadi PR yang sesederhana itu.”


Kemudian, dia mulai melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam sana.


Suasana di piramida ini sangat sepi dan sunyi. interior tempat ini tertutup oleh lapisan pasir tipis, tetapi mereka masih memiliki bentuk yang jelas. Kai sendiri hanya berjalan maju menyusuri tempat ini untuk menemui orang yang memanggilnya ke mari, juga dia memang tidak memiliki urusan apapun terhadap interior tempat ini. Tidak mau membuat orang itu--ayahnya--menunggu, dia melanjutkan perjalanan tanpa memperhatikan sekitarnya dengan seksama.


“Akhirnya kamu datang juga, Kai. Aku sudah lama menunggu di tempat ini.” Sambut seseorang yang tiba-tiba datang ke ruangan itu.


Orang ini memakai jubah panjang berwarna merah tanpa tudung. Bagian depan dari jubah itu yang tidak tertutup sepenuhnya, memperlihatkan baju dan celana berwarna merah marun yang dikenakannya. Wajahnya terlihat seperti berada di usia 40 sampai 50 tahun, rambutnya sudah beruban dengan warna putih pendek, dengan matanya yang berwarna merah gelap.


“Heh, justru aku lah yang seharusnya menggerutu tentang waktu yang lama.” Kai sedikit tersenyum. “Lama tidak berjumpa, Ayah. Aku lihat kabarmu masih baik-baik saja seperti biasanya. Jika kamu bisa pulang, maka pulanglah sesekali. Jika kamu tidak pulang seperti ini, Adikku--Leon--hanya akan menjadi tambah membencimu, lho. Apa kamu tidak masalah dengan itu?”

__ADS_1


“Aku memiliki pekerjaan penting yang tidak bisa ditinggal pulang karena masalah kecil, dan aku juga tidak memiliki penther yang benar-benar cocok untuk melakukan perjalanan seperti milikmu.” Dia tersenyum kecil sambil memperhatikan dengan seksama pada Kai dan Bromo Agni. “Juga jangan memanggilku dengan sebutan “Ayah” ketika sedang bekerja seperti ini. Panggil aku dengan dengan nama dan gelarku, Dr. Francais.”


“Huh, baiklah, Doktor. Aku tahu kamu adalah orang yang dingin pada keluargamu sendiri, ini membuatmu dibenci oleh mereka.” Kai melipat tangannya dan memalingkan wajahnya. “Ini juga yang membuatmu dibenci oleh adikku sendiri, lho. Kamu memang menjadi orang yang sukses sebagai seorang peneliti, namun kamu gagal menjadi seorang Ayah. Sungguh sesuatu yang tragis untuk diandaikan.”


“Jangan salah sangka, Kai.”Francais mulai menjelaskan, “Aku tidaknya mengabaikan keluargaku untuk penelitianku ini. Hanya saja pekerjaan yang tidak ada habisnya ini membuatku tidak bisa meluangkan banyak waktu bersama kalian. Oh, dan jangan lupakan para petinggi. Mereka tidak ingin aku membuang waktuku untuk sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Aku sendiri juga kesulitan untuk berurusan dengan mereka.”


“Terserah kau saja, Ayah. Aku juga tahu jika penelitianmu tentang kehidupan penther kuno--either--akan sangat membantu umat manusia. Selama kamu pulang, setidaknya 3 bulan sekali dan bisa bermain bersama Leon, aku rasa ini bukan penawaran buruk sampai untuk bekerja sebagai bawahanmu,” ucap Kai sinis.


“Baguslah jika kamu mau menjadi bawahanku. Di zaman sekarang ini, hanya ada sedikit trainer tingkat tinggi yang masih waras. Kebanyakan dari mereka terlalu berfokus pada tujuan dan ambisi masing-masing, entah itu untuk menjadi yang terkuat atau mendapatkan banyak popularitas. Mereka melupakan tugas asli seorang trainer yang seharusnya menggunakan kekuatan mereka untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat,” jawab Dr. Francais santai, mengabaikan sikap Kai ini.


“Mau bagaimana lagi, ‘kan?” Kai mengangkat bahunya sebelum menjawab, “Bagaimanapun manusia adalah makhluk yang hidup dalam ideologi atau pendirian pribadi mereka. Bahkan orang labil pun menjadikan kelabilannya menjadi sebuah ideologi bagi mereka. Ketika sebuah ideologi terlanjur tertanam keras dalam diri mereka, mereka tidak akan melakukan sesuatu yang berbanding terbalik dengan ideologi tersebut, dengan mengabaikan tindakan jahat dan baik.”


“Umu, aku akui pelajaran filsafat darimu memang bagus untuk orang tua sepertiku. Tapi, jangan lupakan kalau kamu ke sini untuk menjadi asistenku, bukan hanya membual tentang ideologi yang saling bertubrukan. Jika kamu hanya ingin mengatakan tentang filsafat, kembalilah pulang atau pergilah ke akademi. Kebetulan juga guru BK di zaman ini sama-sama gila seperti para trainer.” Francais berubah menjadi serius saat itu juga.

__ADS_1


“Maaf, Doktor. Jadi, apa yang akan kita lakukan di sini? Secara garis besar, aku dapat mengetahui jika tempat ini merupakan sebuah makam. Yah…, sebenarnya aku hanya melihat di film-film jika piramida itu merupakan sebuah makam dan menjadi tempat mumi bersemayam. Sejujurnya aku sendiri juga kurang tahu apa yang akan dan apa yang sedang kita lakukan di tempat ini.”


“Aku tidak akan menyangkal jika kamu mengatakan tempat ini sebagai sebuah makam. Hanya saja dari pada mengatakan tempat ini sebagai makam seseorang, tempat ini merupakan makam dari sebuah teknologi peradaban purbakala yang ditebak-tebak merupakan peninggalan dari para either. Seperti biasa, tugasmu hanya akan menjadi kompensasi saat aku sedang berada dalam bahaya,” jelas ayah Kai.


‘Penther milik Dr. Francais bukan merupakan tipe petarung. Dia lebih seperti tipe yang berfungsi sebagai pendukung dalam sebuah penelitian. Salah satu dari tiga skill yang dimilikinya, Transmit memungkinkan dirinya untuk masuk ke dalam jaringan online mengabaikan tempat dan baik-buruknya sinyal. Ini membuatnya menjadi penther yang efektif saat ingin melaporkan sesuatu di tempat terpencil.’


‘Biasanya, dia akan meminta trainer sekitar untuk mengawalnya karena kemampuan bertarungnya yang lemah. Namun karena tempat ini terlalu terpencil, tidak ada seseorang yang mau datang ke tempat ini. Makanya, aku yang memiliki penther yang bisa terbang ke udara dipanggil ke tempat ini menggantikan trainer lain yang tidak becus dalam melakukan perjalanan.’


“Baiklah, Doktor. Intinya, ini hanya akan menjadi perjalanan seperti biasa, bukan? Kita berdua akan masuk ke dalam situs purbakala ini, dengan aku yang akan menjadi pengawalmu. Aku sangat paham jika itu adalah pekerjaan seperti biasa,” kata Kai.


“Ya. Baguslah jika kamu tidak memiliki banyak pertanyaan. Jika itu trainer sewaan, mereka akan bertanya ini-itu dan mencurigai aku sebagai bagian dari organisasi gelap.”


Di situs purbakala yang jarang dijamah trainer, penther mungkin berhasil berkembang biak dan berevolusi dalam bentuk yang tidak diduga-duga dan tidak disangka-sangka. Kasus ini sama dengan yang menimpa Elena dan Leon, di mana keduanya menemukan sebuah rayap dengan ukuran yang tidak normal.

__ADS_1


__ADS_2