Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Mari Kita Akhiri Pertarungan ini!


__ADS_3

“Hmm….” Sześć memegang dagunya sebelum mengatakan, “Kemampuanmu lebih hebat dari apa yang aku bayangkan, ya.”


“Apa kamu menghinaku, Manusia?” ucap bengis salah satu Jormungand.


Entah apakah yang mengatakan itu merupakan yang asli atau hanya klon, yang jelas mereka berempat sangat identik satu sama lain, sehingga secara kasat mata orang biasa akan menganggap jika keempatnya adalah asli. Namun tentu saja, klon atau Jormungand palsu memiliki tubuh yang sepenuhnya terdiri dari air, sehingga memiliki pertahanan dan kemampuan menyerang lebih lemah dari aslinya dalam hal serangan fisik.


Lalu untuk Sześć, dirinya tidak memiliki cara ampuh untuk mengetahui mana yang asli dari keempat wujud Jormungand itu. Dia masih memiliki banyak kartu di balik lengan bajunya, namun hanya elemen listrik–halilintar– lah yang paling efektif untuk melawan musuh beratribut air seperti ini. Tampaknya, Sześć tidak memiliki keinginan untuk mengganti elemen serangannya.


*Ngung!*


Sześć mengayunkan tangan kanannya dengan ringan, kemudian sebuah tombak halilintar kembali tercipta.


“Ya, begitulah.” Sześć tersenyum sinis pada keempat Jormungand, kemudian melanjutkan, “Bukankah tidak ada gunanya memiliki banyak salinan dari diri sendiri jika mereka semua lemah? Mungkin kamu bisa menggunakan sebagai pengalihan, tetapi mengumpulkan beberapa belut tambahan tidak akan memberikan banyak perubahan hasil ketika melawan manusia.”


‘Aku sudah mulai mengetahuinya, sih. Penther ini menggunakan skill pengalihan karena dia takut terkena seranganku. Dari sini aku dapat membuat kesimpulan berupa, seranganku sangat kuat dan efektif untuk mengalahkannya. Beberapa serangan dari tombakku seharusnya bisa membuatnya lumpuh, pingsan, atau bahkan mokad seketika. Aku hanya perlu berhati-hati agar sampai tidak terkena serangannya karena tubuhku tetap empuk bagaimanapun juga.’


Jormungand menatap manusia kecil di depannya–Sześć–dengan matanya yang tajam. ‘Manusia ini…. Meskipun dia memiliki tubuh kecil, kecepatannya tidak bisa diabaikan. Dia bisa dengan mudah menyelinap ke belakang sambil menghindari serangan tanpa aku menyadari pergerakannya. Kebanyakan lawan akan mati setelah terkena serangan pertamaku–semburan air–, tapi manusia ini agak berbahaya untuk aku lawan.’


*Swirl!* *Swirl!* *Swirl!*


Sześć memutar-mutar tombaknya sebelum mengarahkannya pada keempat Jormungand.


*Tap!* *Ngung!*


Kemudian, dirinya melanjutkan dengan melompat beberapa meter, lalu menghilang dalam cahaya merah yang berpijar.


*Byush!* *Byush!* *Byush!*


Keempat penther kolosal ini merasa gelisah dan mulai melakukan gerakan acak memperhatikan daerah sekitarnya.


Tubuh kecil Sześć tidak menjadikan ini sebagai kelemahannya, justru ini menjadi kelebihan untuknya. Dengan tubuhnya yang kecil, dia menjadi lebih mudah untuk menyelinap dan memberikan serangan kejutan. Tentu saja, kecepatannya yang tinggi dari kemampuan halilintar miliknya memberikan kontribusi besar untuk melakukan serangan ini, kalau tidak dia akan bergerak lambat dengan tubuh kecilnya.


*Ngung!* *Slash!* *Slash!* *Slash!*

__ADS_1


Tanpa suara–senyap–, Sześć muncul di dekat salah satu Jormungand, kemudian memberikan belasan mematikan padanya.


Dia tidak mengetahui apakah ini asli atau hanya klon, namun dia tetap memberikan serangan mematikan padanya. Serangannya yang tanpa ampun ini memberikan luka yang sangat mendalam dan menyakitkan jika sampai terkena olehnya. Belum lagi, affinity halilintar yang dimilikinya dapat terkonduktorkan oleh air laut yang menjadi medan pertarungan.


*Byur!*


Jormungand yang satu ini berubah menjadi sejumlah besar volume air dan menghilang.


Yap, dia merupakan salah satu yang palsu untuk menyembunyikan yang asli. Nyawanya tidak terlalu berguna sebagai pengganti, namun tetap saja ini membuat yang asli merasa bergidik saat melihat klonnya menghilang dalam waktu yang sangat singkat tanpa dapat memberikan perlawanan atau bereaksi terhadap kecepatan gerak Sześć.


*Ngung!*


Sześć kembali menghilang setelah melancarkan aksinya.


‘Cih! Manusia yang sangat merepotkan!’ Jormungand mengutuk di dalam batin. ‘Detector!’ Dia mengaktifkan sebuah skill.


Skill yang digunakannya ini dapat membuat dirinya untuk merasakan area sekitarnya yang ada di luar jarak pandang penglihatannya. ‘Skill ini menggunakan sisikku untuk menjadi seperti detektor yang dapat merasakan listrik statis dari makhluk hidup yang ada di dalam air. Skill ini hanya akan berguna jika dia sedang menginjak permukaan laut atau berada di dalam air.’


*Byur!* *Byur!* *Byur!*


Mereka bertiga menyemburkan massa air lautan dalam jumlah besar dari dalam mulutnya.


Di atas permukaan air itu, sosok Sześć sama sekali tidak dapat dilihat melalui mata Jormungand. Dia hanya menyerang berdasarkan instingnya dengan memperkirakan pergerakan cepat Sześć dan melalui kemampuan deteksi miliknya. Kemungkinan serangan ini berhasil memang sangat kecil, namun tidak banyak pilihan yang dimiliki Jormungand untuk memberikan serangan efektif.


*Ngung!* *Whirl!* *Whirl!* *Whirl!*


“Halilintar Vortex!” Sześć berhenti di tempatnya dengan bayangan kabur berwarna merah, selanjutnya dia memutar tombaknya pada arah serangan ketiga Jormungand itu datang.


Sama seperti sebelumnya, sebenarnya meneriakkan nama skill atau keterampilan tidak memberikan peningkatan kemampuan apapun. Dia hanya melakukan ini karena akan merasa keren dan bersemangat dalam melakukannya. Ini merupakan tindakan yang sia-sia dan memalukan, tetapi untungnya tidak banyak yang menonton pertarungan ini.


*Crt!* *Cetar!* *Blar!*


Semburan air dari ketiga Jormungand tidak mampu menembus putaran tombak Sześć.

__ADS_1


Putaran itu memang sangat cepat karena bisa memblokir serangan kuat seperti itu, namun bukan itu poin utama dari kemampuan bertahan dari Sześć.


*Crt!* *Crt!* *Crt!*


Aliran listrik dari tombak Sześć mengalir melalui air besar yang disemburkan Jormungand. Itu dengan cepat merambat dan menuju ke arah tiga Jormungand. Karena ketiganya akan terkena bersamaan, maka entah asli atau palsu akan menerima dampak serangan dari yang satu ini.


*Creat!*


“Akh!” Ketiga Jormungand itu melebur menjadi masa besar air, dan menciptakan ombak kecil ketika mereka bertiga hancur.


‘Jadi begitu, ya.’ Sześć menatap ke lautan di bawah kakinya. ‘Sepertinya, dia memiliki kemampuan untuk mengganti dirinya dengan air laut, atau dari awal sudah kabur ketika dia masuk ke dalam air dan menciptakan klon.’


“Aku tidak menyangka bahwa penther sebesar dirimu akan tetap memiliki rasa takut berlebihan ke pada makhluk yang jauh kecil dari ukuran tubuhmu. Tapi, jangan harap kamu bisa melarikan diri dengan mudah untuk dapat melarikan diri dariku!”


Sześć mengangkat tombak halilintar itu setinggi kepalanya, seperti atlet yang bersiap melemparkan sebuah lembing.


*Sis!*


Tombak halilintar tersebut melesat dengan cepat, menembus air laut dan terus melesat ke bawah.


*Bom!*


Sesaat kemudian, ledakan besar berisikan sambaran petir yang sangat besar timbul dari dalam laut dan melesat naik ke atas langit.


*Wush!*


Hembusan angin besar menderu dari asal ledakan. Angin ini tidak berbahaya, namun tetap saja merupakan teknik serangan yang besar dan kuat untuk gerakannya.


‘Uh…!” Peruru berusaha tetap berdiri di atas sampan kecil itu, melawan hembusan kencang angin.


Kemudian, tubuh besar Jormungand naik ke atas permukaan.


Tubuhnya berubah menjadi gosong, dan matanya memutih. Namun meski demikian, dia masih hidup, lebih tepatnya sedang pingsan.

__ADS_1


__ADS_2