
“Sudah lebih dari satu minggu sejak penyerangan Red Moon terjadi, sekarang situasi di sini—Ibu Kota—telah menjadi lebih tenang dari sebelumnya,” ucap Theresa memberikan narasi.
“Akademi sedikit demi sedikit sudah kembali dibangun, namun tidak banyak murid yang memutuskan untuk kembali ke sana. Pembangunan ulang ini memiliki infrastruktur yang termasuk sederhana, sebab donatur yang memberikan sumbangan tidak banyak. Sejak awal, orang yang memberikan sumbangan untuk akademi ini memang hanya satu, yaitu Noctis.”
“Ngomong-ngomong soal Noctis, dia melakukan ini agar mendapatkan nama atau prestasi sebagai orang yang ikut membantu dalam pembangunan kembali akademi. Aku kurang tahu kenapa para Bangsawan tidak membantu pembangunan ulang akademi, tapi aku yakin mereka memiliki alasan pribadi untuk tidak melakukannya. Sebagai tambahan, mereka—para Bangsawan—memberikan homeschooling ke pada anak-anak yang seharusnya menimba ilmu di akademi.”
Akademi di Ibu Kota memiliki lokasi yang dekat dengan istana kerajaan, yang artinya ini memiliki pengawasan lumayan ketat dari raja secara langsung. Nilai akreditasi untuk sekolah yang satu ini seharusnya tidak rendah mengingat sistem yang mengawasinya. Namun di lain sisi, tempat di sana digunakan untuk kalangan elite dan memiliki biaya mahal untuk masuk, kecuali dalam beberapa kasus tertentu.
“Saat ini, hanya ada beberapa murid yang tergolong dalam sobat misquen yang memutuskan untuk berada di akademi dengan wajah baru.”
“Sementara kondisi di akademi perlahan-lahan mulai membaik tanpa konflik tambahan, masyarakat terdampak juga kembali memiliki kehidupan yang di berangsur-angsur normal. Aku membuat mayoritas dari mereka menjadi pedagang—penjaga toko—dan pengrajin untuk menambah peningkatan pemasukan dalam perusahaan keluargaku.”
“Aku sama sekali tidak memberikan paksaan ke pada mereka. Mereka sendiri yang memutuskan untuk menjadi pegawaiku. Menurutku, ada beberapa alasan mengapa mereka melakukan ini, salah satunya selain menguntungkan, ekonomi mereka juga hancur, sehingga bekerja untukku akan memberikan pemasukan yang lebih stabil dari keterpurukan ini.”
Hari ini, matahari telah naik ke langit, sekitar 7 hasta dari tempat ia terbit. Sinar matahari terlihat sangat terang benderang dengan awan di langit yang menyingkir pagi hari ini. Di dunia tanpa polusi udara dari karbon monoksida ini, pemandangan cerah dan udara yang segar terasa sangat nyaman dirasakan ketika berjalan-jalan di jalanan.
__ADS_1
Pagi ini, Theresa menuju ke ruang kelas barunya yang memiliki penampilan jauh sederhana. Tempat itu sudah hancur sebelumnya, jadi pembangunan ulang dilakukan secara tergesa-gesa sehingga hasil yang dibuat sangat sederhana tanpa ada tambahan ornamen yang tidak perlu. Ini lebih baik karena murid bisa fokus memandang guru dari pada perhatian mereka tertuju pada ornamen.
“Kelas ini sangat sepi….”
Setelah mengucapkan itu dan memandang pada sekeliling seisi ruangan, dia duduk di bangku paling belakang, di sebelah spirit kontraknya.
“Tentu saja ruang kelas ini sepi. Dari seluruh akademi, hanya ruang kelas ini yang masih berfungsi sebagai tempat terjadinya kegiatan belajar mengajar,” kata Sophia ketus.
“Hehe, kehancuran sebelumnya membuat kebanyakan orang meninggalkan akademi. Sekarang hanya ada 6 murid yang belajar di sini.” Theresa justru terlihat senang akan masalah ini. “Tempat yang sepi seperti ini, malah akan membuat fokus dalam belajar menjadi lebih baik.”
Nocti langsung duduk di meja guru di depan kelas, lalu berkata, “Kalian berenam kelihatannya sudah saling akrab satu sama lain dan terbiasa di akademi yang telah dibangun ulang ini. Meski hanya ada satu ruang kelas dan itu pun sangat sederhana, aku senang melihat motivasi kalian cukup membara tinggi. Untuk ke depannya, aku harap kalian bisa mempertahankan motivasi ini.”
“Baiklah, Noctis-sensei!” jawab Theresa lantang dan bersemangat. “Kalau boleh tahu, bukankah hari ini adalah jam pelajaran olah raga? Apa yang akan kita lakukan kali ini?”
“Tidak perlu terlalu dipikirkan. Kalian hanya akan melakukan beberapa latihan sederhana.” Noctis dengan tenang menjawab. “Paling-paling, kalian hanya akan melakukan latih tanding atau berlari mengitari lapangan beberapa kali. Kamu harus tahu, Theresa. Di kerajaan ini tidak ada materi atau kurikulum yang jelas. Pelajaran di sekolah sepenuhnya menjadi tanggung jawab kepala sekolah.”
__ADS_1
“Dan! Bukankah kamu adalah kepala sekolah itu?” kata Sophia sedikit sinis.
“Hehehe, tepat sekali. Setelah akademi ini hancur, aku membuat beberapa kesepakatan kecil dengan raja. lalu aku mendapatkan hak untuk mengatur apa-apa saja yang bisa dan boleh dilakukan di akademi ini. Intinya, aku mendapatkan kekuasaan tertinggi di sini, hahahaha….” Noctis tersenyum sambil mengatakannya.
‘Oh…. Jadi ini penyebab kenapa tidak ada orang yang kembali ke akademi. Kepala sekolah yang baru terlalu menakutkan untuk mereka, dan dia juga telah mengambil alih sekolah ini. Pantas saja para bangsawan tidak mau memberikan dana untuk pembangunan ulang akademi dan tidak banyak murid yang ada di sini. Fumu, sesuatu yang lumayan hebat, ya,’ batin Theresa.
“Theresa, memangnya kamu baru tahu kalau Noctis menjadi pemilik sekolah ini? Bukankah kamu memiliki hubungan yang dekat dengannya?” tanya Sophia setelah menoleh pada Theresa.
Di bawah hubungan spirit dan kontraktor mereka, keduanya—Sophia dan Theresa—memiliki pikiran yang saling terhubung satu sama lain. Sehingga ketika Theresa memikirkan sesuatu, maka Sophia akan mengetahui apa yang dipikirkan olehnya.
Hubungan antara Thersa dan Noctis sangat dekat. Hubungan Theresa dengannya berada di urutan kedua setelah bersama Elena. Di saat Theresa mengurusi bisnis di dunia ini, Noctis bertugas untuk mencari inspirasi barang dagangan di dunia lain. Kombinasi mereka menjadi sangat menakutkan saat keduanya mencari uang dengan cara curang.
“Selama ini aku sibuk mengurus bisnisku, kau tahu, Sophia? Sangat merepotkan untuk mengurusnya pada awal-awalnya,” kata Theresa. “Kalau sebuah toko berdiri di lokasi yang kurang menguntungkan, maka itu hanya akan membawa rugi, maka dari itu aku perlu memikirkan penempatan strategis dari toko. Karena jumlah toko yang perlu diatur ada banyak, jadi aku menghabiskan waktu cukup lama untuk mengurus mereka semua.”
Sophia mengangkat bahunya, lalu berkata, “Aku kurang paham dengan urusan jual-beli seperti itu. Aku hanya bisa bilang “terserah kau saja” kalau pembahasan yang kamu lakukan sudah masuk ke ranah sektor perekonomian.”
__ADS_1
“Sophia…, kamu juga perlu melatih keterampilan berdagang, lho.” Theresa tersenyum sebelum melanjutkan, “Kemampuan berdagang ini, sangat penting untuk menghasilkan banyak uang, atau setidaknya kamu memiliki pengalaman dalam jual beli di pasar. Seperti kalau kamu berada di negara asing tanpa uang, kamu akan bisa mendapatkan beberapa uang dengan berdagang.”