Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Pertarungan Dimulai


__ADS_3

"Oke, tanpa menunggu lama lagi, mari kita mulai pertarungan ini. Kasihan pembaca, mereka sudah lama menunggu ini sejak BAB sebelumnya, tapi tidak dimulai-mulai," kata Elena dengan malas yang menunjukkan jika dia aslinya tidak mau bertarung dan sedang malas.


*Sh!* *Blurb!* *Cyrax!*


Bayangan di bawah kaki Elena sedikit melebar, lalu memunculkan beberapa liter air, dan akhirnya kumpulan air tersebut membentuk sebuah katana berwarna putih pucat seperti kristal.


‘Kemampuan dari elemen dimensi yang aku dapatkan dari Noctis memungkinkan aku untuk memanipulasikan objek 2 dimensi seperti bayangan. Menggunakan kemampuan ini, aku telah memasukkan air dalam jumlah banyak di dalam bayanganku yang mungkin itu akan berguna di masa mendatang. Selain itu, aku juga memasukkan berbagai benda penunjang kehidupan seperti tas, baju, dan lain-lain. Tentu saja, mereka memiliki lokasi dimensi kedua yang berbeda agar tidak saling bercampur satu sama lain.’


‘Lalu, aku yang memiliki kekuatan cenayang juga memakai Hydrokinesis untuk mengendalikan air dan menggunakan Crystallokinesis untuk mengubah air menjadi kristal. Menurutku, kedua kemampuan ini sangat cocok untuk dikombinasikan untuk membuat serangan kuat dan keras yang melayang dan terbuat dari kristal, namun aku lebih suka membentuk senjata jarak dekat seperti katana menggunakan kemampuan ini.’


*Wung!*


Elena menghentakkan kakinya kananya dan melesat pada Pięć dengan menyisakan pola segi enam berwarna biru di tanah yang dipakainya sebagai tumpuan.


‘Kemampuan ini sebenarnya adalh adalah Telekinesis, yang mana membuatku bisa menggerakkan objek tanpa menyentuhnya. Dengan menggunakan beberapa modifikasi dariku, aku dapat membuat sebuah perisai energi berwarna biru pucat yang akan sangat membantu dalam pertarungan. Fungsi utama dari teknik ini adalah menciptakan bidang tolakan yang memiliki energi lebih besar, namun juga bisa dibuat sebagai perisai, pedang, dan lain-lain.’


*Trank!*


Ketika Elena menebaskan katana miliknya pada Pięć, secara tiba-tiba sebuah perisai transparan berwarna giok muncul dan memblokir serangan Elena. Perisai itu terlihat tipis dengan ketebalan kurang dari 1 Cm, namun dia memiliki daya tahan sangat kuat, yang mungkin sebanding dengan baja.


‘Oh, iya, aku tidak memperhatikannya. Dia seharusnya memiliki empat boneka yang dapat membantunya dalam pertarungan. Dia sebenarnya memiliki 5, tapi aku sudah mengalahkan satu. Di antara keempat boneka miliknya, salah satu dari mereka memiliki kemampuan untuk menciptakan perisai yang kuat. Aku sudah mendengar tentang ini dari “Dia”.’

__ADS_1


*Slash!*


Dari arah kiri Elena, sebuah sabit mengayun dengan cepat, menyapu dan memotong semua yang ada di jalurnya. Tampaknya benda ini sangat berbahaya, sehingga lebih baik menghindarinya dari pada menangkisnya atau akan menderita beberapa luka sayatan yang pastinya tidak enak untuk dirasakan.


*Ngung!*


Sementara tangan kanan Elena masih memegang katana yang berbenturan dengan perisai, tangan kiri Elena membuat bidang energi dan memukulkannya pada perisai tersebut, membuat Elena terdorong mundur ke belakang sejauh beberapa belas meter.


*Srt!* *Srt!* *Srt!* *Srt!* *Srt!*


Beberapa ilalang tinggi mendadak tumbuh dengan cepat dari tanah dan melilit tubuh Elena.


Dia sempat tercengan selama beberapa saat, namun kembali tenang setelah mengingat, ‘Boneka milik orang ini yang satu lagi memiliki kemampuan untuk mengendalikan rumput-rumputan atau daun. Mungkin yang satu ini tidak terlalu kuat, tapi tetap saja berbahaya jika sampai mengenai tubuh, karena kekuatan ikatannya bisa meremukkan tulang manusia normal.’


Suhu tubuh Elena meningkat secara drastis sebelum pada akhirnya api menyala menyelimutinya dan membakar habis semua ilalang yang mengikatnya. ‘Aku bisa menangani ini menggunakan Thermokinesis yang merupakan kemampuan untuk mengendalikan suhu tubuh. Tapi aku lebih suka tidak terlalu banyak menggunakan ini karena memerlukan fokus tinggi. Jika Thermokinesisku tidak menaikkan suhu pakaian yang dikenakan, bisa-bisa aku menjadi telanjang setelah itu terbakar.’


*Sis!* *Sis!* *Sis!*


Beberapa paku kayu melayang mengarah pada Elena dalam kecepatan yang sangat tinggi. Mereka mungkin hanya kayu, namun tetap saja ujung mereka runcing dan keras, akibatnya akan menjadi berbahaya saat mereka menusuk tubuh.


*Buh!*

__ADS_1


Elena menggembungkan pipinya sebelum dia menyemburkan bola api yang sangat besar pada paku-paku kayu tersebut.


*Sis!* *Sis!* *Sis!*


Paku-paku kayu yang telah menjadi gosong masih saja tetap melekat dengan cepat dan mengincar Elena. Bola api yang digunakan Elena tidak cukup kuat untuk menghentikan dan membakar mereka sepenuhnya.


‘Gawat, ya. Aku tidak menyangka jika semburan api dari Pyrokinesis yang merupakan kemampuan mengendalikan api tidak cukup untuk menghentikan itu semua.’


*Cring!* *Stab!* *Stab!* *Stab!*


Elena berteleportasi dan membiarkan paku-paku kayu menusuk pada tanah kosong setelah melewati tempatnya sebelumnya, yang merupakan udara kosong.


Walaupun memerlukan paragraf yang panjang untuk membuat kronologinya, namun pada kenyataanya adegan tersebut terjadi hanya dalam waktu beberapa detik saja. Dimulai dari Elena yang maju menyerang, kemudian dia kembali mundur sambil menghilangkan beberapa tantangan yang terjadi selama ia berada di udara.


Elena muncul di tempatnya awal --di samping Theresa-- dan mengatakan, “Itu tadi benar-benar serangan yang berbahaya, ya. Sepertinya, kalian benar-benar berniat untuk membunuhku dalam pertarungan ini. Apa kalian tidak memiliki rasa kasihan pada seorang gadis kecil yang tidak berdosa ini? Setidaknya, apa kalian tidak ingin menggunakan serangan yang tidak berbahaya dalam hal ini?” Sambil tersenyum dalam ekspresi seriusnya.


“Wah, wah, gadis kecil, ya? Aku tidak melihat sosok gadis kecil dalam dirimu. Bukankah kamu lebih cocok disebut “monster” dari pada menganggapnya sebagai seorang gadis kecil? Jika kamu memang benar-benar seperti gadis kecil, bersikaplah layaknya gadis kecil normal yang menyukai permen dan kedamaian, bukan pedang dan menghabiskan hidupnya di dalam hutan!” kata Sześć untuk memberikan sindiran yang mengingatkan Elena.


“Aku adalah seorang gadis kecil. Jika aku melakukan hal-hal yang kamu katakan, maka itu artinya hal tersebut memang wajar untuk dilakukan oleh seorang gadis kecil. Logika dunia memang seperti ini, ‘kan? Kamu harus mulai mengikuti perkembangan dunia ini dan menggunakan logikamu, lho, Bibi Bertopeng Aneh!” Elena kembali menyiapkan katana miliknya dan bersiap untuk memulai serangan selanjutnya.


“Huh, dipanggil dengan sebutan aneh itu … aku rasa itu benar-benar tidak menyenangkan. Maka dari itu, aku akan mulai memperkenalkan diri walau sedikit terlambat.” Szesc menaruh tangannya di depan dada, kemudian dengan anggun sedikit menundukkan kepalanya sambil mengatakan, “Perkenalkan, aku adalah tetua keenam dalam Red Moon. Panggil saja aku dengan sebutan Szesc mulai dari sekarang.”

__ADS_1


“Aku kurang dengan sebutan kalian. Selain itu, aku yakin kalian sudah mengetahui namaku yang merupakan target kalian. Tapi tetap saja, aku ingin tahu dengan orang yang sedang murung di sana. Walaupun kita musuh, aku rasa cukup kasihan melihatnya dalam kondisi terpuruk seperti ini.” Elena mengarahkan matanya pada Piec yang masih berlutut dengan aura muram di sekitarnya.


__ADS_2