
“Baiklah, Gadis Kecil. Sebelum riwayatmu berakhir di sini, akan aku beritahu kepadamu, tentang apa yang aku lakukan di sini,” kata Fedora dengan nada sarkastik.
“....” Elena tidak memiliki sesuatu untuk dikatakan. Dia menatap tajam pada Fedora, mungkin akan mendengarkan beberapa penjelasan sebelum dia menggunakan Teleportasinya yang cacat saat ini.
“Summary, aku di sini ada untuk mengambil sebuah item yang dipercaya dari zaman lampau dan itu merupakan peninggalan para either terdahulu. Either yang merupakan bentuk organisme dari planet lain--alien--, kemudian kekuatan mereka diturunkan kepada para penther, organisasi akan menggunakan item itu untuk menciptakan sebuah senjata adidaya!” katanya keras-keras dengan sarkasme dan percaya diri.
‘Benar juga, ya. Di sini ada sebuah item yang akan aku ambil sebelumnya. Tentu saja aku masih ingat tentang item yang akan kuambil sebelum orang ini datang menyerang. Aku tidak mau mengambilnya sebelumnya, karena ini merupakan pertaruhan apakah centher energy milik Aya dan Leon cukup atau tidak, juga aku merasa terlalu berbahaya jika aku melepaskan dukungan Aya. Selain itu, dia mungkin bisa mencuri item itu setelah kami memanggil item tersebut.’
‘Tapi sekarang berbeda. Aku katana yang tercipta dari skill Black Catcher Aya memiliki jumlah centher energy yang “lumayan” besar setelah itu menyerap serangannya beberapa kali. Kemungkinan 80% itu akan cukup untuk bisa memanggil item tersebut, jadi ini bukan sesuatu yang buruk untuk dicoba. Jika pun aku gagal mengambilnya, setidaknya aku sudah berusaha sekuat tenaga sebelum menyerahkan sisanya pada Sang Maha Kuasa.’
Kemampuan cenayang Elena bisa digunakan tanpa energi alam meski ini akan menyebabkan kekuatannya menjadi beberapa kali lebih lemah. Juga, kemampuan cenayang ini tidak ada hubungannya dengan fisik, sehingga tetap bisa digunakan dalam kondisi Elena saat ini, di mana dia menderita beberapa luka akibat serangan sebelumnya.
*Fish!*
Katana tersebut bergerak. Gerakannya menciptakan suara desisan yang cukup pelan, namun masih bisa didengar, membuat Fedora terkejut akan ini dan menoleh ke asal suara sambil meneriakkan, “Apa!”
*Trang!*
Katana tersebut jatuh ke salah satu simbol lingkaran di tengah-tengah ruangan. Gerakannya menyeret tanah sebelum jatuh, sampai-sampai dia memperdengarkan suara ketika dia sebuah besi jatuh ke lantai.
__ADS_1
Fedora sama sekali tidak mengambil tindakan akan hal ini. Dia hanya menatap dengan terkejut pada katana tersebut, mencari-cari dan memikirkan apa yang bisa membuat katana tersebut bergerak sendirinya. Dugaan pertamanya adalah itu merupakan ulah penther Elena--Aya--, namun dia sendiri tidak terlalu yakin mengingat Aya yang berada dalam posisi terpojok.
Alhasil, tidak ada tindakan yang diambilnya untuk menghentikan katana tersebut. Dia sendiri juga tidak tahu apa yang akan terjadi dan apa kegunaan dari lingkaran itu. Satu-satunya informasi yang dimilikinya, adalah tentang terdapat sebuah item dari zaman lampau--artefak--, kemudian dia memiliki misi untuk mengambilnya. Dia menganggap ini sebagai sesuatu yang mudah karena tempatnya yang terpencil dan akan lolos dari pihak yang akan menghentikannya.
*Glare!*
Cahaya terang menyala dari lingkaran tersebut, diikuti oleh pola-pola geometri yang ikut memancarkan cahaya putih terang benderang.
Mereka semua yang melihat cahaya tersebut memejamkan matanya karena terlalu silau untuk diperhatikan. Untuk Elena, meski dia memejamkan matanya, dia melihat melalui penerawangannya setelah menyelesaikan pencahayaan yang memungkinkan dirinnya untuk melihat apa saja yang terjadi di balik cahaya terang benderang.
Perlahan-lahan, katana hitam tersebut mulai memudar. Saat ini, centher energy yang ada di dalamnya sedang dikonsumsi--dipindahkan atau diserap--ke dalam pola tersebut.
Apa yang dilihatnya di sana merupakan sebuah pedang berwarna putih. Warna putih tersebut lebih mengarah pada warna keperakan, dan terdapat di seluruh badan pedang, mulai dari gagang sampai ke seluruhan bilahnya. Warna perak ini sangat … bersih dan mampu memantulkan cahaya yang diterimanya, sehingga dia akan terlihat sangat menonjol, di tempat-tempat gelap.
Pedang tersebut memiliki bilah yang sangat tipis. Kedua sisinya melingkar dengan bagian tajam atau lancip berada pada ujung bilahnya. Dalam sekali lihat, Elena dapat memperkirakan jika pedang ini digunakan untuk “menusuk” dari pada untuk menebas.
‘Rapier kah? Aku belum pernah memakai senjata yang menggunakan teknik tusukan untuk mengalahkan lawan. Tapi karena ini merupakan warisan dari masa lampau, aku tebak dia memiliki sebuah kekuatan khusus. Lagi pula, aku dan either sama-sama berasal dari dunia lain, sehingga kami berdua memiliki pengetahuan yang tidak dimiliki oleh penduduk dunia ini.’
*Float!*
__ADS_1
Tanpa menunggu lama lagi, Elena menggunakan Telekinesis untuk memindahkan tubuhnya secara paksa menuju pedang tersebut.
Fedora yang masih memejamkan matanya dan menutupi wajahnya menggunakan tangannya sama sekali tidak bisa mengambil tindakan untuk menghentikan pergerakan Elena. Cahaya ini terlalu menyilaukan untuknya. Dia berada dalam keadaan sama dengan Leon yang juga menutup matanya dan memalingkan wajahnya ke dinding menghindari pancaran cahaya tersebut.
Kedua penther Fedora juga tidak mengambil tindakan apapun, sebab mereka hanya akan bergerak sesuai dengan perintah tuannya. Namun karena tuan mereka tidak bisa bertindak, keduanya hanya diam mematung dalam posisi waspada. Selain ketika mendapatkan komando dari Fedora, mereka baru akan bertindak ketika trainernya dalam masalah.
Yang Elena incar kali ini adalah pedang--artefak--tersebut, bukan Fedora, sehingga kedua penther itu tidak menganggap gerakan Elena sebagai ancaman kepada trainer mereka, melainkan sesuatu yang lain, seperti sedang melakukan serangkaian gerakan strategi atau sesuatu yang lain.
*Grab!*
Tangan Elena menggenggam gagang pedang tersebut.
Seketika itu juga, cahaya yang ada di sana mulai meredup perlahan-lahan, namun Leon dan Fedora masih tidak membuka matanya karena bayangan cahaya masih terlihat dalam pandangan mata mereka.
‘(Silau! Apa yang sebenarnya sedang dilakukan trainerku? Apa dia memiliki kartu tersembunyi yang bisa membalikkan kondisi kita saat ini? Sungguh, bahkan jika dia merupakan trainerku, dia belum menceritakan semua tentang dirinya. mayoritas informasi tentangnya yang seharusnya penting untuk aku pelajari tidak diberitahukannya kecuali jika aku bertanya.)’
Aya juga termasuk individu yang terkena pancaran cahaya itu. Kesadarannya masih tersisa, dia hanya terkena beberapa serangan kecil. Beberapa serangan ini tidak memberikan dampak terlalu fatal untuknya, walaupun Hit Point-nya dalam level ini juga tergolong sedikit dan bisa mati karena beberapa serangan. Ini juga yang membuat Elena meninggalkannya sebelum menerima serangan kuat itu.
*Swish!*
__ADS_1
“Hmm, rapier ini terasa sangat ringan.” Elena mengayunkan pedang rapier di tangannya dari atas ke bawah, merasakan bobotnya. ‘Aku juga merasakan sebuah ledakan energi yang meluap-luap darinya. Ini bukan energi alam, lebih mirip seperti centher energy. Aku tidak bisa mengendalikan energi ini secara leluasa. Aku memerlukan teknik dari Telepati untuk mengendalikan centher energy di dunia ini, sama seperti yang aku lakukan dengan skill 2 Aya.’