
*Booommmm!*
Ledakan besar terjadi ketika mereka berdua melakukan bentrokan. Ledakan tersebut menghempaskan angin di sekitarnya dan menerbangkan bangunan di sekitarnya sejauh puluhan meter dari sana. Juga, kawah sebesar belasan meter terbentuk di sana, mengitari Elena dan Dwa.
Setelah asap ledakan yang menyelimuti menghilang, terlihat sosok Elena dan Dwa berada di tengah-tengah kawah. Di satu sisi, Elena memegang pedang energinya dengan bilah berwarna biru setelah pedang ambernya non aktif, kemudian di sisi lain Dwa berlutut pada Elena dengan bilah energi kebiruan yang mengarah ke lehernya.
“Hah…, sungguh pertarungan yang sangat melelahkan, ya. Aku tidak menyangka sebagai dampak dari kita berdua akan membentuk kawah berukuran belasan meter dengan kedalaman beberapa meter. Tapi dari ini, sudah jelas jika aku yang menang dan tidak ada yang bisa kau lakukan lagi dalam kondisimu saat ini.” Elena menunjukkan senyumannya yang cerah sebagai pemenang.
Dwa bernafas berat selama beberapa saat dan bertanya, “Apa kau yakin tidak ingin mengikatku dengan sesuatu? Aku bisa saja melarikan diri atau menyerangmu, lho.”
“Menurutmu apa itu berguna? Aku yakin kamu masih bisa menggunakan keterampilan ruang-waktu untuk langsung berpindah tempat atau mengendalikan bayangan untuk menyerangku Aku tahu, kamu pasti tidak akan bisa membuka portal dengan kondisimu yang kelelahan saat ini, tapi cepat atau lambat kamu pasti akan pulih dari ini.” Senyuman di wajah Elena menghilang, menjadi ekspresi datar dan serius.
‘Ya, itu memang benar. Aku perlu waktu beberapa menit untuk mengisi energi alamku sampai bisa kugunakan untuk membuka portal. Aku bisa saja mengendalikan bayangan untuk menyerangnya saat ini, tapi beberapa serangan kecil tidak akan ada gunanya dan dia akan dapat menghindarinya dengan sangat mudah. Dengan kata lain, aku berada dalam kondisi skakmat saat ini,’ batin Dwa.
‘Ini pertarungan yang cepat dan sulit. Aku memakai cukup banyak stamina mental hari ini dan merasa sedikit pusing. Aku harap ini segera berakhir dengan dia yang mau menyerahkan dirinya dengan baik-baik. Akan sangat merepotkan kalau dia sampai lari dan kembali menyerang di masa mendatang. Sepertinya, semua komplotannya sudah menyerah dan aku tidak perlu bertarung lagi,’ pikir Elena.
__ADS_1
“Apa kamu tidak ingin membunuhku? Ini adalah kesempatan yang tidak datang berkali-kali,” kata Dwa datar.
“Seakan-akan aku memiliki hobi dengan itu.” Elena menatap jijik pada Dwa sebelum melanjutkan, “Aku tidak suka membunuh seseorang. Jika bisa, aku lebih suka jika mereka bekerja padaku atau disebut juga menjadi bawahanku. Yah, aku akan lebih suka jika mereka menjadi budak dan aku tidak perlu membayar mereka. Tapi jika terpaksa …, aku juga dapat membunuh seseorang untuk membela diri.”
“Naif. Tidak semua masalah akan selesai dengan pertemanan, kau tahu? Jika kamu ragu dengan ini, kau tidak tahu kapan musuhmu yang telah menjadi bawahanmu akan menyerangmu dari belakang. Bukankah ini malah akan membuat kerugian yang jauh lebih besar untukmu pada masa mendatang? Apa kamu tidak takut dengan masalah itu?” Dwa menyipitkan matanya saat menatap Elena.
“Huh, harus aku akui jika yang kamu katakan ada benarnya.” Elena menghela nafasnya dengan lelah dan mengatakan, “Dari pada itu, bisa kamu beritahukan di mana Noctis berada? Walaupun terkadang kami berdua bertengkar dan berselisih, tapi kami berdua tetaplah merupakan pasangan dan peduli antara satu dengan lainnya. Selain itu jika tidak ada Noctis, kepalaku terasa kosong.”
“Anu, mengatakan kalau kalian berdua adalah pasangan itu … bukankah itu agak sedikit kurang spesifik? Tidak bisakah kamu mengatakan jika kalian berdua adalah pasangan spirit dan kontraktor? Jika kamu hanya mengatakan sebagai pasangan, orang-orang akan salah paham dan mengartikan kata pasangan dalam artian lain, lho.” Dwa merasa heran dengan permainan kata-kata Elena.
Elena memang sedang dalam kondisi lelah mental setelah menggunakan banyak kekuatan cenayangnya saat ini. Meskipun tubuhnya baik-baik saja secara fisik dan tidak terlihat bekas cedera apapun, namun sesuatu yang lebih melelahkan dalam hal pikiran seperti pembicaraan yang berbelit-belit dapat membuatnya menjadi marah.
“Ba-Baik, aku akan menjawabnya. Jadi sebenarnya, tadi itu aku ….” Dwa berhenti memberikan kronologi ceritanya saat melihat adegan di depannya yang sangat mengejutkannya.
*Cring!*
__ADS_1
Sześć tiba-tiba saja muncul di belakang Elena setelah cahaya kekuningan dari Teleportasi elemen cahaya miliknya membawanya ke sini.
“Apa!” Elena terkejut sehingga langsung menengokkan kepalanya ke belakang pada Sześć.
“Sayang sekali aku kalah melawan salah satu temanmu itu dan Dwa kalah saat melawanmu dan tidak berdaya. Setidaknya, aku akan membawamu ke dunia lain bersamaku agar dapat memberikan waktu melarikan diri bagi Dwa,” ucap Sześć dengan dingin bersamaan dia yang melingkarkan lengannya pada Elena.
*Glare!*
Cahaya keunguan terlihat menyilaukan dari tempat Elena dan Sześć sebelum itu menghilang dengan naik ke atas dan Elena beserta Sześć yang tidak ada di sana.
‘Oh, ya, aku ingat. Aku pernah memberikan kristal perpindahan ruang antar dunia kepada masing-masing tetua Red Moon kecuali ke-1 & 3. Kristal tersebut akan membawa dia dan apa yang sedang dipegangnya ke dunia lain, yang mana dunia itu akan menguntungkan untuk cara bertarung tetua yang ada. Aku tidak memiliki kristal itu karena merasa tidak penting saat aku memiliki kemampuan membuka portal. Tidak kusangka, akhirnya aku malah diselamatkan dengan dia memakai kristal yang memiliki kemampuanku.’
Dwa kemudian berdiri dan mendongak ke atas, kemudian mengatakan, “Ini akan menjadi sesuatu yang sangat bagus untukku dan organisasi. Karena Elena tidak memiliki Dragon Vein saat ini, dia tidak akan kembali untuk waktu setidaknya beberapa minggu ke depan.”
“Sejujurnya aku ingin melanjutkan penyerangan pada kerajaan ini sekalian juga dengan Noctis yang sedang tertidur dan Elena yang menjadi hambatan sudah menghilang. Tapi memperhitungkan kekuatan kami saat ini yang juga sudah babak belur, ini tidak akan menjadi happy ending bagi kami. Bahkan jika Elena tidak ada, masih ada beberapa orang seperti Spirit King of Light dan Alex yang menjadi ancaman saat ini.”
__ADS_1
Dia lalu berbalik dan berjalan pergi sambil mengatakan, “Ini akan memerlukan beberapa waktu sampai aku mengumpulkan cukup energi alam untuk pergi, tapi lebih baik aku mencari juniorku yang satu itu sebelum pergi. Unit Ksatria Perak seharusnya tidak mengejarku atau berpatroli di sekitar sini setelah melihat pertarungan dengan 0% dapat membantu, tapi ada kalanya tetap waspada dari pada menyesal.”