Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Mari Kita Menyewa Sampan!


__ADS_3

Setelah melakukan pembicaraan selama beberapa saat dengan Resepsionis yang pendek dan cebol itu, Szesc memutuskan untuk pergi berkeliling. Sebagai tempat yang sering dikunjungi turis, suasana di tempat ini sangat ramai, masih sama seperti sebelumnya.


Mengabaikan itu semua, Szesc terus melangkah di jalannya sambil berpikir, ‘Huh…, ini akan menjadi sedikit masalah karena aku tidak memiliki uang. Aku sudah menukarkan beberapa koin emas, aku bisa bertahan dengan membeli makanan selama beberapa bulan ke depan jika tidak boros.’


‘Tapi, ini tidak akan semudah itu. Aku berencana melakukan penjelajahan di dunia ini, bukan hanya tinggal di satu tempat saja. Aku tidak tahu apakah dia mengejarku dan mencari keberadaanku di dunia ini atau tidak, tapi lebih aman jika aku terus bergerak dan sebisa mungkin menjauhinya. Aku sangat yakin dia bisa bertahan di dunia asing ini entah bagaimana.’


‘Dengan kekayaanku saat ini, aku bisa saja naik bus dan pergi ke kota lain untuk mengikuti turnamen di sana. Tapi, aku tetap merasa kasihan kepada orang itu karena tidak mendapatkan pemasukan sama sekali. Apa tidak ada yang bisa aku lakukan untuk menolongnya?’


*Wush!* *Byur!*


Ketika sedang asik melamun, tiba-tiba air laut menyembur naik.


“Hmm?” Lokasi Szesc tidak sedang berada di dekat garis pantai atau air laut, akan tetapi dia dari tempatnya ini dia bisa dengan jelas melihat apa yang baru saja keluar dari dalam air.


Bentuk dari makhluk itu mirip ular. Tubuhnya yang timbul dari dalam air dapat dikira-kira mencapai 30 meter, dan ini pun masih belum menghitung bagian tubuhnya yang berada di dalam air. Kulit sisiknya berwarna biru, terdapat surai-surai berwarna biru yang lebih gelap seperti cincin yang mengitari di sepanjang tubuhnya. Satu dari cincin surai itu memiliki jarak 5 meter antara satu dengan lainnya.


“Woah…!” Orang-orang bersorak menciptakan suara ramai.


Para turis tersebut kagum akan pemandangan yang tidak biasa mereka lihat ini, sedangkan penduduk asli tempat ini hanya tersenyum dengan bangga atas apa yang dimiliki di wilayah mereka.

__ADS_1


Szesc terdiam ketika menatap makhluk itu dengan sudut mulutnya yang sedikit tersenyum. ‘Jadi inikah yang dinamakan Jormungand? Ukurannya memang luar biasa untuk ukuran hewan, juga gerakannya termasuk lincah dan seharusnya memiliki kemampuan bertarung yang hebat. Dia akan menjadi sesuatu yang bagus jika bisa tunduk kepadaku.’


‘Memperkirakan kekuatannya, dia seharusnya akan dianggap sebagai mitologi atau legenda hidup. Para trainer dari Asosiasi Trainer seharusnya memburunya untuk tujuan penelitian atau yang lainnya. Namun aku yakin, beberapa alasan dan pertimbangan membuat mereka tidak bertindak untuk mulai memburu penther raksasa yang satu ini.’


‘Kekuasaan Asosiasi Trainer memang lebih tinggi dari pemerintah dalam beberapa kondisi, tapi ini tidak bisa membuat mereka bisa bergerak seenaknya sendiri. Warga dari tempat ini pasti tidak mengizinkan perburuan dari penther ini karena keberadaannya menjadi sesuatu yang menguntungkan dan meningkatkan pendapatan ekonomi mereka.’


‘Jika perburuan dilakukan, ini malah akan menghancurkan ekosistem lautan yang akan memberikan kerugian besar kepada penduduk di sini. Oleh karena itu, ide untuk memburunya tidak juga dilakukan, dan mungkin akan dilakukan ketika ekosistem di sini sekalian saja sudah hancur.’


‘Bukan pemikiran yang buruk. Kalau sesuatu itu tidak bisa dipertahankan, sekalian saja sesuatu itu dirusak.’


Pemandang penther berukuran bukan sesuatu yang bisa dilihat setiap harinya oleh kebanyakan orang. Tentu saja, mereka semua menjadi terkejut ketika melihat makhluk kolosal yang satu ini. Bahkan untuk warga sekitar sini, mereka tidak melihat Jormungand timbul setiap harinya karena dia merupakan makhluk yang pasif bergerak ketika tenang.


Jormungand kembali masuk ke dalam air. Gerakannya ini membuat gelombang setinggi beberapa meter menyebar menuju ke bibir pantai.


Ketika mencapai pantai, gelombang itu masih terus maju dalam jarak yang jauh sebelum menghilang.


Tidak ada satupun kerugian karena gelombang ini, mereka telah memperhitungkan berapa lama siklus bangun-tidur Jormungand akan terjadi. Karena itu, pengunjung di tepi pantai telah dihimbau untuk pergi, sedangkan kapal di dermaga sedikit terangkat, namun tidak menderita banyak kerusakan karena itu hanya kapal kayu sederhana dan digunakan untuk menangkap ikan.


“Baiklah.” Pandangan Szesc kembali pada jalanan. “Selanjutnya aku akan melakukan sedikit pelayaran untuk mencari tahu lebih lanjut tentang makhluk ini. Beberapa nelayan di sini seharusnya mau meminjamkan perahu mereka untuk aku pergi ke tengah laut. Jika tidak bisa, aku masih bisa menggunakan cara yang aku lakukan untuk sampai ke tempat ini.”

__ADS_1


Sebelumnya Szesc berselancar di atas ombak menggunakan kekuatan spirit elemen air. Dia bersembunyi ke dalam perairan ketika akan mendekati daratan agar tidak terlalu mencolok, kemudian mengeringkan pakaiannya menggunakan bantuan spirit api dan air untuk memanaskan pakaian dan menghilangkan jumlah air yang tersimpan.


Selama perjalanan ini, dia tidak bertemu dan tidak menyadari keberadaan Jormungand yang sedang bersemayam di lautan dalam. Dia hanya lewat permukaan sebelum menyelam beberapa meter menggunakan bantuan spirit elemen air.


•••••


Singkat kisah, Szesc pergi menuju dermaga dan sampai ke sana setelah berjalan kaki selama belasan menit. Tidak ada yang spesial dalam perjalanannya ini, hanya ada kerumunan besar orang yang memenuhi jalan, namun jalanan masih lumayan lancar untuk dilewati.


Semakin dekat dengan dermaga, suasana di sana berangsur-angsur menjadi sepi. Kebanyakan orang menghindari atau lebih ke arah tidak tertarik untuk menuju tempat ini karena kurangnya objek wisata yang menarik. Mereka lebih suka makan makanan enak di restoran atau warung makan apapun itu yang ada di sana, atau jika tidak pergi ke toko cinderamata.


“Hmm…, papan kayu ini sedikit basah dan beberapa varietas tumbuhan laut terdampar di sini. Bahkan jika aku menyewa perahu, perahu itu pasti akan basah karena dilahap ombak sebelumnya,” gumam Szesc sambil melihat papan kayu yang menjadi pijakan kakinya.


Pandangan Szesc kembali ke depan sebelum dia bermonolog, “Perahu sampan di sini diikat menggunakan tali yang membuat mereka tidak terbawa ombak. Ketika ombak melahap sampan, mereka masih bertahan dan tidak jauh berpindah tempat sebab tali-tali itu. Namun tetap saja, mereka telah dilahap oleh air laut dan menjadi basah.”


“Seharusnya ini akan baik-baik saja dan tidak akan mempengaruhi tentang kemampuan bertarung sama sekali. Masalahnya, aku hanya memiliki satu potong pakaian, dan jika ini basah, maka aku tidak memiliki pakaian lain untuk aku kenakan.”


“Sepertinya aku salah perencanaan, deh. seharusnya aku membeli pakaian terlebih dahulu, kemudian baru naik kapal dan berlayar.”


“Yah, biarlah. Aku masih bisa menggunakan bantuan spirit air dan api untuk mengeringkan pakaianku seperti sebelumnya. Ini tidak akan menjadi sesuatu yang terlalu menjadi masalah untukku.”

__ADS_1


Setelah beberapa lama, Szesc akhirnya mendatangi seorang nelayan di sana dan mulai melakukan negosiasi tentang meminjam kapal.


__ADS_2