
Piec berdiri dan mulai memperkenalkan dirinya dengan datar. “Aku adalah tetua kelima dalam Red Moon. Salam kenal, ya. Lalu ….” Kemudian, empat sosok muncul di sekitar Pięć dan mengelilinginya.
Wujud dari boneka pertama cukup mirip dengan ksatria. Dia memakai zirah lengkap di seluruh tubuhnya yang terbuat dari baja dan mengkilap berwarna hitam. Di tangan kanannya, dia memegang sebuah pedang besar sedangkan di tangan kirinya memegang sebuah perisai yang tebal. Tingginya kurang lebih sama dengan manusia dewasa, dengan tampilan sedikit lebih tinggi dari Pięć.
Boneka kedua memiliki wujud seperti Grim Reaper atau dewa kematian, lengkap dengan sabit yang dibawanya. Sebagai sosok yang mirip Grimm reaper, dia memiliki tubuh yang seluruhnya terdiri dari kerangka dan mengenakan jubah hitam yang menutupi tubuhnya. Tingginya sama dengan boneka yang pertama, hanya saja dia melayang yang membuatnya lebih tinggi. Sebagai tambahan, jubah yang digunakannya tidak rapi, melainkan melayang-layang karena tertiup angin.
Yang ketiga tampak seperti orang-orangan sawah, atau lebih tepatnya jelangkung. Dia memiliki kepala dari batok kelapa dan baju berupa kain merah lusuh dengan banyak lubang. Selayaknya jelangkung lainnya, dia memiliki tubuh yang terbuat dari dua kayu dalam posisi vertikal dan horizontal yang saling mengikat membentuk rangka layang-layang. Dia tidak terlalu tinggi dan hanya sampai ke lutut orang dewasa.
Lalu yang terakhir, dia memiliki tubuh yang mirip dengan manusia biasa, hanya saja dia memiliki kulit yang sangat pucat, mata yang terpejam sepenuhnya, dan mekai jubah hitam yang sangat menutup tubuhnya dengan rapi, kontras dengan Grimm Reaper sebelumnya.
"Boneka ksatria itu adalah Satria, Lalu yang kedua adalah Rip (jika menggunakan huruf besar RIP, maka adalah singkatan Rest in Peace atau beristirahat dalam damai), ketiga adalah Jaila, dan terakhir adalah Cula. Apa kamu berani melawan yang akan menjadi 1 VS 5, Elena?" Pięć membuat sebuah senyuman kecil di balik topengnya.
"Aku? Takut melawan kostum aneh itu? Kamu terlalu meremehkanku, Pięć!" teriak Elena.
'Pertama gunakan Clairvoyance untuk menjernihkan penglihatan, lalu Myokinesis memperkuat otot, Osteokinesis untuk mengeraskan tulang, Prekognisi untuk melihat beberapa saat ke masa depan, lalu Telekinesis modifikasi untuk menambah gaya energi yang dihasilkan. Sebenarnya aku juga ingin menggunakan Telepati untuk membaca pikirannya, tapi batasku saat ini adalah 5 kemampuan pikiran dalam sekali pemakaian.'
Clairvoyance milik Elena membuat pupil matanya terlihat menjadi lebih jernih dan memantulkan objek di depannya seperti kaca, lalu Myokinesis membuat otot-otot Elena menjadi lebih kencang dan kuat. Untuk Telekinesis, ini membuat aura biru tipis menyelimuti seluruh tubuh Elena.
*Tap!* *Ngung!*
Ketika Elena menghentakkan kakinya denhan keras, sebuah bidang energi berbentuk segi enam berwarna biru pucat muncul dan mendorongnya dengan lebih keras. Akibat dari hentakkan ini, lantai di sekitar Elena ikut hancur menjadi retakan.
*Slash!*
Dalam sekejap, Elena langsung muncul di depan Pięć dan menebaskan katana miliknya, membelah angin dalam kecepatan lebih cepat dari sebelumnya.
'Akan bagus jika ini memberikan serangan telak, tapi aku sangat yakin itu tidak akan terjadi. Lebih tepatnya, aku sudah melihat dia akan menangkis setelah ini.'
*Trank!* *Prank!* *Clank!*
Perisai giok kembali muncul dan menangkis serangan Elena. Namun perisai tersebut hancur, namun Rip menciptakan sabut di belakang perisai, menebas katana Elena dan mengubah jalur serangannya.
*Bom!*
__ADS_1
Serangan Elena menciptakan sebuah kawah beberapa puluh sentimeter di tempatnya mendarat.
*Srt!* *Srt!* *Srt!* *Sis!* *Sis!* *Sis!*
Ilalang panjang tumbuh dengan cepat di bawah kaki Elena dan paku-paku kayu melesat dari punggung Elena. Keduanya berasal dari Jaila dan Cula.
*Tap!* *Stas!*
Elena menghentakkan kakinya di tanah dan melompat ke atas sebelum cengkraman ilalang menjadi lebih kuat. Akibat dari gerakan Elena ini, dia sempat memutus ilalang tersebut dan berhasil melompat ke atas tepat pada waktunya.
*Sis!* *Sis!* *Sis!*
Sayangnya, paku-paku kayu masih mengincarnya, sekalipun Elena telah berpindah tempat. Mereka dikendalikan oleh Cula dan memang memiliki kemampuan untuk melayang sesuatu dengan keinginan dari penggunanya, dengan Cula yang mengendalikannya.
*Krak!* *Brak!* *Blark!*
Elena dapat melihat gerakan dari paku-paku kayu dengan sangat jelas saat Clairvoyance diaktifkan. Lalu, dia menggunakan sisi datar dari katana miliknya dan menghancurkan semua paku kayu menjadi serpihan kecil-kecil.
*Bang!*
"Akh!" Dari punggung Elena Satria menciptakan perusai dan memukul Elena dengan sangat keras menggunakan itu.
Perisai yang diciptakannya tidak hanya akan berdiam diri di satu tempat, melainkan juga dapat bergerak dan digunakan untuk melakukan serangan. Kemampuaycukuo multifungsi tergantung bagaimana cara menggunakannya.
*Slash!* *Slash!* *Slash!*
Beberapa sabit sudah siap menghampiri Elena dengan mata sabit tajam yang bersiap memotong-motong tubuhnya.
*Swung!*
"Huh!" Elena mengayunkan katana miliknya dalam posisi mendatar pada sabit-sabit tersebut dengan bilah biru yang melayang-layang di udara.
*Slash!*
__ADS_1
Pangkal sabit terpotong, memisahkan dua bagian antara pegangan sabit dengan mata sabit.
'Untung saja sabit tersebut hanya dapat digerakkan ketika dia memiliki tubuh yang utuh. Jika tidak, kumpulan dari mata sabit tajam itu akan memotong-motong tubuhku menjadi beberapa banyak bagian.'
Informasi ini mampu didapatkan oleh Elena menggunakan Prekognisi-nya yang membuat Elena dapat melihat beberapa saat yang akan datang. Dia telah melihat dirinya sendiri yang memotong sabit tersebut, lalu itu akan membuat sabit berhenti dikendalikan walau masih akan melayang-layang di udara.
*Wung!*
Elena menciptakan barrier energi berbentuk bola mengelilinginya untuk melindungi dirinya dari mata sabit tajam yang masih melayang-layang di udara. Bahkan jika mereka tidak dapat dikendalikan lagi, namun mereka yang melayang di udara masih memiliki bentuk tajam dan membahayakan.
*Slash!* *Slash!* *Slash!*
Elena memang tidak menderita luka fatal saat menggunakan barrier sebagai pelindungnya, namun tetap saja mata sabit masih dapat menyayat barrier Elena dan menyisakan beberapa lubang di sana.
*Jlak!*
Di tanah, tempat Elena akan mendarat, beberapa paku kayu muncul dari tanah, mengarah ke atas, menyambut Elena dengan ujung-ujung mereka yang tajam dan keras.
*Cring!*
'Yang satu ini berbahaya!' Elena mematikan Osteokinesis dan berganti menggunakan Teleportasi.
Selanjutnya, dia kembali muncul di belakang Pięć dan siap menggunakan katana miliknya memberikan tebasan fatal. Dan untuk penambahan kerusakan serangan, Elena kembali memakai Myokinesis dan menambahkan energi Telekinesis kepada bilah pedangnya.
*Trank!*
Rip muncul menggantikan tempat Pięć dan menangkis serangan Elena menggunakan sabitnya.
*Set!*
Menarik sabitnya kembali, Rip berniat untuk melakukan tebasan kuat pada Elena.
'Jadi ini kemampuannya, ya. Dia bisa berpindah tempat dengan boneka miliknya untuk menambah tingkat keselamatannya dalam sebuah pertarungan. Tidak memiliki kemampuan serangan, namun sangat berguna. Katena ini kekuatan yang mereka miliki tidak dapat hanya diukur menggunakan angka.' Elena melirikkan matanya pada Pięć yang tersenyum kecil di balik topeng miliknya.
__ADS_1