Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Raungan Monster di Dalam Gelap Malam


__ADS_3

Melihat Theresa memberikan makanannya pada serigala kecil, Noctis memberikan miliknya pada Theresa. Dia agak malu-malu ketika memberikan miliknya itu, dia sebelumnya telah mencibir Theresa tentang terlalu baik memberikan miliknya sendiri pada binatang, karena jika hanya untuk binatang, makanan mentah sekalipun tidak akan menimbulkan masalah besar pada pencernaannya, atau mereka memang memakan makanan mentah-mentah. Memang terlalu berlebihan memberikan makanan enak hanya pada binatang yang kamu temui hari ini.


“Kamu sendiri juga mau memberikan milikmu, Noctis-sensei.” Theresa tersenyum dengan cekikikan kecil. “Kamu yang memberitahu untuk jangan terlalu baik pada lainnya, tetapi kamu sendiri yang melakukannya. Bagaimana dengan pemikiran dan ideologimu sebelumnya? Apakah kamu akan mengkhianati pemikiranmu sendiri?”


“Berisik!” kata Noctis dengan nada tinggi. Wajahnya mengarah ke arah berlawanan dari Theresa. Dia terlihat malu-malu dan jarang terlihat seperti ini. Dia juga dengan lirih berkata, “Pada dasarnya sebagai spirit aku tidak memerlukan makanan seperti ini. Aku juga merupakan gurumu dan memiliki tanggung jawab padamu, jadi kamu tidak perlu merasa terlalu sungkan padaku. Selebih itu….”


“Selebih itu…?”


“Jangan menilai sesuatu hanya dari satu sisi,” lanjut Noctis pada kalimat terputusnya. “Untuk mendapatkan informasi lebih akurat, kamu perlu melihat sesuatu dari berbagai sisi. Jika hanya menggunakan satu sisi dan satu sudut pandang, malah akan menjadi pemikiran memihak dari pada pemikiran objektif. Mengkhianati pemikiran sendiri dan melihat semuanya dari banyak sisi adalah salah satu cara untuk memberikan penilaian lebih akurat pada suatu topik. Jangan salah paham dan berpikir aku merasa kasihan padamu.”


“Noctis-sensei….” Theresa tertegun melihat tabiat baik Noctis. “Aku, aku tidak pernah melihatmu melakukan sesuatu seperti ini sebelumnya. Biasanya kamu hanya akan menyediakan fasilitas dan membiarkan kami—para muridmu—untuk melakukan usaha sendiri. Jangan-jangan, kamu merasa tidak nyaman karena baru pertama kali ini melakukan sesuatu seperti ini?”


Sebelum reinkarnasi Elena ke dunia ini, Noctis merupakan pengembara ke berbagai macam dunia untuk mendapatkan berbagai macam item. Setelah mendapatkan item-item tersebut, dia akan menelitinya dan menghabiskan banyak waktu untuk hal itu. Tidak aneh jika kemampuan sosial Noctis rendah. Dia adalah individu dari dunia berbeda ketika dalam pengembaraan, membuatnya juga membatasi hubungan sosial di dunia latar pengembaraannya. Tidak aneh bila hubungan sosial Noctis buruk.


“Sudah! Kamu mau atau tidak? Tanganku mulai kaku karena rerlalu lama merentangkannya seperti ini. Jika kamu menerima, cepat ambil. Dan jika kamu tidak mau, maka aku akan memakannya sendiri! Apa kamu pikir aku juga tidak ingin memakan benda yang telah lama aku panggan selama sekitar sepuluh menit ini?” Noctis menunjukkan amarahnya, menyuruh Theresa cepat-cepat memilih.

__ADS_1


“Hehe, tentu saja aku akan menerimanya. A-Aku su-sudah merasa lapar karena tidak makan seharian ini.” Theresa melemparkan stik kayu kosong di tangan kanannya ke dalam api unggun, kemudian mengambil sosis milik Noctis. “Sejak pagi tadi kita tidak berhenti untuk makan siang, kita tidak membawa bekal makanan apapun untuk dimakan di dalam kereta, aku merasa lapar setelah tidak makan seharian ini. Terima kasih banyak, Noctis-sensei.”


“Hmph!” Noctis kembali memalingkan wajahnya.


“Wah, wah, kalian berdua sangat romantis sekali, ya.” Yovanca tersenyum lebar melihat tontonan ini. Baginya, ini sangat menarik dan menakjubkan melihat salah satu raja spirit terkuat bersikap malu-malu. “Theresa mengambil sosis milik Noctis dan memakannya. Jika ini bukan makna secara harfiah, ini pasti akan menjadi sesuatu yang sangat romantis.”


‘Bibi Yovanca, jangan katakan itu! Kamu harus ingat tentang pembatasan usia! Novel ini ditujukan untuk anak-anak berusia sepuluh tahun ke atas. Akan menjadi masalah besar jika kamu memasukkan unsur dewasa seperti itu! Apa kamu tidak khawatir jika novel ini akan dicekal di negara ini?’ Sophia berteriak di dalam benaknya sambil mengernyitkan bibirnya.


*Roar!*


“Raungan yang keras! Apa ada monster di sekitar sini?” Fokus alex tertuju pada asal suara.


Gelapnya malam membuatnya sulit melihat. Hewan-hewan malam tidak terlalu jelas terlihat ketika mereka terbang menuju langit tinggi. Beberapa burung hantu dan hewan-hewan bersayap lainnya hanya terlihat seperti sekelebat bayangan hitam yang melintasi langit. Selebihnya, cahaya dari bulan mati tidak memberikan pantulan warna jelas pada hewan-hewan tersebut.


“Ayo kita ke sana! Mungkin ini adalah alasan mengapa hutan ini sangat sepi. Kita harus melindungi ekosistem hutan ini dengan mengeliminasi predator peringkat terlalu tinggi. Kita tidak bisa membiarkannya tetap di sini dan memangsa semua hewan di sini dan mengacaukan ekosistem hutan!” Theresa segera berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


“Tunggu, aku sama sekali tidak membawa senjata, bahkan pedang cadangan atau pisau aku tidak membawanya. Terlalu berbahaya pergi ke sana!” Alex ikut berdiri, tetapi tidak berpindah dari tempatnya.


Sebagai ksatria, dia memiliki keterampilan dalam menggunakan pedang. Tetapi sebagai kusir, dia tidak membawa senjata. Bukan tugasnya untuk melawan monster dan ancaman bahaya selama perjalanan. Dia memiliki tugas utama untuk menjadi kusir selama perjalanan mereka. Dia tidak membawa kekuatan bertarung saat ini.


Jika lawan nya hanya berupa bandit pemula, dia masih bisa menang menggunakan tinjunya dan mengambil senjata milik lawan. Namun saat ini lawannya adalah monster! Ada perbedaan kekuatan antara manusia dan monster. Tidak semudah untuk dia bisa mengalahkan monster menggunakan tinjunya. Pertahanan dan kekerasan dari tulang monster malah akan membuat Alex menyakiti tangannya sendiri.


“Tidak perlu takut, Alex.” Sophia berdiri dari tempat duduknya. Dia segera melahap sosis yang telah dipanggangnya dalam satu gigitan. ‘Panas! Aku tidak seharusnya memakan semuanya dalam satu gigitan. Tapi jika aku terlalu lama, mereka akan meninggalkanku sendirian di tempat ini. Jika ada apa-apa pada barang-barang kita sementara aku ada di sini, aku yakin aku akan dijadikan kambing hitam.’


Setelah melahap semuanya dalam satu gigitan, Sophia melanjutkan, “Kita memiliki Noctis di sini. Aku yakin Noctis-sensei bisa menghancurkan seluruh hutan dalam hitungan detik jika dia mau. Monster kecil seperti itu tidak akan menjadi masalah untuknya.”


“Benar juga, ya.” Alex lanjut bermonolog, “Lagian aku masih memiliki kontrak dengan Royal Spirit of Fire. Aku masih bisa membuat pedang sihir api sebagai senjata substitusi. Kenapa aku harus takut hanya menghadapi beberapa monster kecil?”


“Baiklah, sudah diputuskan, ya.” Yovanca menghirup napas dan bersikap tenang. “Kalian bertiga, Sophia, Noctis, dan Alex, akan maju ke sana dan menghadapi monster itu, kemudian aku dan Theresa akan diam di tempat ini untuk berjaga-jaga jika monster itu lari ke mari.”


“Aku memang berpikir jika tidak ada gunanya terlalu banyak mengerahkan personel ke sana. Aku rasa serigala kecil ini juga ketakutan.” Theresa duduk sambil membelai lembut serigala di pangkuannya.

__ADS_1


‘Sigh, harusnya aku tidak menyarankan Alex pergi ke sana. Aku lebih suka duduk diam di sini,’ batin Sophia.


__ADS_2