Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Pergi Berburu


__ADS_3

Perjalanan cukup jauh menggunakan kereta. Sehari saja tidak akan cukup untuk membuat mereka sampai ke tujuan. Opsi untuk menggunakan kereta kuda memang bukan opsi paling simpel untuk dilakukan dan memiliki banyak masalah merepotkan. Ini adalah pilihan mereka menggunakan kereta, sehingga mereka tidak memiliki hak untuk mengeluh jika harus menghadapi perjalanan lama.


Sekarang hari sudah sore dan hampir gelap. Mereka berhenti di dalam sebuah hutan untuk bermalam. Cukup ekstrim untuk berada di dalam hutan selama semalaman, mereka memang sangat berani untuk melakukan ini. Tapi karena ketika mereka berada di pedalaman hutan ketika malam hampir tiba, mau bagaimana lagi. Mereka tidak memiliki cukup waktu untuk menembus hutan sebelum gelap dan melakukan perjalanan di dalam gelapnya malam terlalu berbahaya. Gangguan pada pandangan membuat kusir tidak bisa melihat jalan yang benar.


“Terima kasih, ya, Alex. Aku pikir kamu hanya akan menjadi beban dengan kami yang bekerja. Setidaknya, kamu sudah menjadi kusir dalam perjalanan ini. Keberadaanmu di sini tidak sepenuhnya sia-sia.” Theresa tersenyum pada Alex di hadapannya.


“Ya. Tidak masalah. Senang bisa berguna.” Alex menjawab juga sambil tersenyum dengan berpikir dalam benak, ‘Ugh… aku adalah ksatria terkuat di kerajaan. Bagaimana aku bisa turun pangkat menjadi kusir di tempat ini. Apakah sampai segininya aku tidak berguna di hadapan mereka semua sampai menjadi kusir? Aku ingin mengambil pekerjaan lain.’


Noctis datang dari belakang Theresa, dan berkata, “Ayo, jangan bermalas-malasan. Aku dan Yovanca akan mengurus tenda kita untuk malam nanti, kamu berburulah makanan untuk makan malam. Hanya beberapa hewan herbivora seperti rusa atau sejenisnya tidak akan menjadi masalah untukmu, ‘kan? Kamu tidak akan mendapatkan makanan jika tidak bekerja, lho.”


Prinsip yang sangat ketat, ya. Tidak mendapatkan makanan jika tidak bekerja. Jika itu adalah bumi modern seperti ini, gadis 10 tahun seperti Theresa masih belum bekerja. Meskipun bekerja, itu karena kondisi terpaksa atau memiliki kondisi khusus. Dirinya yang sendirian harus berburu mangsa sudah menjadi sesuatu yang terlalu jauh untuk diserahkan pada gadis berumur 10 tahun.


Akan tetapi Noctis sendiri sebagai guru Theresa mengetahui tentang keterampilan dan kemampuan Theresa dalam pertarungan. Theresa tidak terlalu kuat dalam bertarung dan lebih banyak membantu dalam hubungan ekonomi. Kemampuan bertarungnya tidak terlalu banyak dilatih, namun bukan berarti itu nol. Bagaimanapun dunia itu juga kejam dan kekuatan masih diperlukan. Tidak semua hal bisa diselesaikan menggunakan uang dan kata-kata. Kekuatan dan kekerasan seringkali menjadi jalan penyelesaian masalah yang malah menimbulkan konflik.

__ADS_1


“Hanya seekor rusa, kelinci, atau ikan, ‘kan? Baik, Sensei! Aku akan menyelesaikan ini sebelum gelap!” Theresa segera menghilang dari tempatnya dan masuk ke dalam semak-semak belukar tanpa arah yang menentu.


Dia sendiri tidak tahu akan ke mana tujuan dari jalan yang diambilnya ini. Pokoknya dia berjalan menyusuri hutan, menemukan mangsa secara sengaja maupun tidak, kemudian membawanya kembali. Baginya destinasi tidak diperlukan dan lebih mengharapkan pertemuan secara kebetulan dengan hewan. Dia hanya perlu mengingat jalan kembali. Sebuah pemikiran sederhana darinya.


Noctis melirik Alex, kemudian berkata, “Kamu juga. Aku tidak ingin kedua kuda itu kelelahan atau dimakan hewan buas selama kita tertidur malam ini. Tugasmu adalah untuk menjaga kuda-kuda itu, Pak Kusir.”


“Baik, baik.” Alex secara sepihak setuju dengan perkataan Noctis dan langsung meninggalkan Noctis sendirian di sana.


•••••


*Srash!* *Srek!* *Slash!*


Di dalam hutan, Theresa menempuh perjalanan sulit. Cabang pohon rendah dan rerumputan tinggi berhasil membuat pergerakannya melambat beberapa kali dan dia kesulitan dalam bergerak. Untuk mengatasi ini, dia menciptakan sebuah pisau menggunakan darahnya dan menebas semua yang menghalangi pergerakannya. Masih sulit dilakukan tetapi masih lebih mudah dari sebelumnya.

__ADS_1


“Hmm… ini lebih sulit dari dugaanku, tapi aku tidak bisa berkompromi melawan Noctis-sensei,” gumam Theresa sambil memperhatikan pisau darah di tangan kanannya. “Sudah kuduga, bekerja sebagai Petualang adalah profesi sulit. Selain membahayakan nyawa karena berhadapan dengan monster dan binatang buas, persaingan antar petualang membuat lahan berburu menjadi sulit dan menghabiskan banyak sumber daya. Aku beruntung untuk menjadi putri pedagang.”


Jika membicarakan suatu hal tentang sulit mudahnya sesuatu, sebenarnya itu kurang tepat untuk ada. Yang ada adalah terbiasa atau tidaknya dalam melakukan sesuatu. Bila tidak pernah mencoba, tentu saja hal itu akan menjadi sulit, sedangkan ketika telah menjadi ahli dalam bidang tersebut, maka sesuatu itu akan menjadi mudah. Oleh karena itu, inilah alasan mengapa belajar itu sulit.


Belajar sendiri adalah mencoba memasukkan pengetahuan yang masih belum diketahui. Jika sesuatu itu masih belum diketahui, bagaimana bisa sesuatu itu menjadi mudah? Tetapi meskipun belajar adalah suatu hal yang sulit karena tidak terbiasa, setidaknya masih bisa membiasakan diri terhadap proses belajar. Mulai dari mengatur jadwal sampai disiplin, proses belajar masih bisa dibuat mudah dengan kita terbiasa dalam melakukan proses belajar.


“Petualang adalah profesi di mana seseorang berburu dan melakukan pekerjaan permintaan dari serikat. Syarat untuk menjadi petualang sangat sederhana, yaitu hanya perlu mendaftar. Karena mudahnya proses registrasi sebagai petualang ini, seseorang memilih profesi ini ketika tidak mendapatkan lapangan kerja. Dampak negatif karena mudahnya pendaftaran adalah, jumlah petualang menjadi membludak sampai SDA tidak bisa mencukupi untuk semua petualang di kerajaan ini.”


“Petualang baru dan tingkat rendah yang masih belum terbiasa dengan pekerjaan mereka kebanyakan gagal ketika bertemu hewan buas, tidak terbiasa menghadapi berbagai pekerjaan, atau kalah dalam persaingan melawan petualan profesional. Namun untuk petualang tingkat tinggi, mereka memiliki masa depan cerah dan berpotensi tinggi untuk menjadi pengawal dari orang ningrat. Jika bisa menjadi pengawal dari orang ningrat, mereka akan memiliki jaminan pada kebutuhan pokok dan gaji tinggi. Benar-benar hadiah menggiurkan untuk warga biasa.”


“Pendaftaran mudah, kemungkinan kerja luas, dan bisa bekerja sesuai kemauan. Wajar saja jika banyak orang berniat untuk menjadi petualang. Namun jika itu saranku, profesi Petualang jangan dijadikan pekerjaan utama, cukup dijadikan sebagai pekerjaan sampingan. Alasannya karena pekerjaan ini memberikan penghasilan labil sehingga tidak bisa diharapkan.”


“Ini membuatku berpikir, apakah lebih baik untuk bergabung dengan Serikat Petualang? Meski aku tidak aktif di sana, aku masih akan melakukan pekerjaan dan mendapatkan beberapa prestise ketika ikut membantu dalam perburuan atau penyerangan juga pertahanan oleh monster.”

__ADS_1


__ADS_2