Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Rekan Penther Baru


__ADS_3

“(E-Entah kenapa kamu mengatakan jika manusia merupakan makhluk yang berbahaya, tetapi kamu ingin aku bergabung bersama mereka.)” Anak Harimau tersebut memiliki suara bergetar merasa ketakutan ketika mendengarkan penjelasan Aya. “(Apakah kamu ingin aku bergabung bersama kalian? Atau, kamu ingin aku lari saat ini juga untuk selamat?)”


Aya pun tersenyum kecil, merasa senang dengan lawan bicaranya yang tampaknya paham dengan apa yang dikatakannya. “(Tenang saja. Apa yang aku katakan tadi adalah kemungkinan terburuknya. Memang benar, kamu mungkin hanya akan selalu memiliki hari-hari buruk tanpa memiliki kebebasanmu sendiri. Tapi, kamu akan baik-baik saja selama kamu cukup kuat.)”


“(Lalu, apa menurutmu aku cukup kuat saat ini?)” tanyanya dengan gelisah dan takut.


“(Yap! Kamu sudah lumayan kuat. Tidak bisa dikatakan sebagai yang terkuat, tapi sudah cukup hebat untuk bisa bertahan untuk menanggung kejamnya kehidupan bersama manusia.)” Aya mengangguk dan mencoba untuk menghiburnya. “(Aku sendiri sudah hidup selama beberapa lama dengan manusia-manusia itu, jadi aku paham dengan apa yang diinginkan manusia. Kamu hanya harus mengikuti saranku, lalu kamu akan baik-baik saja. Cukup mudah bukan)”


“(Hmm….)” Dia tidak bisa semudah itu menjawab Aya. Dirinya masih terikat dengan hutan ini, serta kurang yakin untuk bisa bergabung dengan manusia. Keraguannya ini membuat dirinya terdiam--termenung--memikirkan lebih dalam mengenai tawaran Aya.


Di satu sisi, Anak Harimau itu sendirian di dalam hutan ini dan tidak memiliki sekutu atau seseorang yang benar-benar dapat dianggapnya sebagai keluarga. Jika dia ikut, dirinya bisa bersama Aya dan memiliki seseorang yang dekat dengannya, namun dia sendiri masih merasa ragu jika manusia yang bersama Aya--Elena dkk-- dapat dipercaya.


“(Jika kamu memikirkan tentang orang-orang yang ikut denganku sebelumnya, kamu sama sekali tidak perlu merasa khawatir. Mereka semua adalah orang baik dan bisa dipercaya. Buktinya, aku masih baik-baik saja sampai saat ini. Selain itu, kamu mungkin bisa menemukan kembali Ibumu itu jika bersama mereka. Aku tidak mengatakan pasti ketemu, tapi setidaknya kamu dapat berusaha sekuat tenaga dan berdoa.)”


“(Um…, baiklah! Aku akan bergabung dengan kalian. Selama aku mengikuti kata-katamu, maka ini akan baik-baik saja, ‘kan? Aku memang kurang paham dan tidak terlalu tahu-menahu tentang budaya manusia, tapi seharusnya kamu bisa membantuku untuk memahami bahasa mereka.)” Dia mengangguk sebagai isyarat persetujuan.


‘(Ternyata ini lebih mudah untuk dilakukan, ya. Rencana awalku hanya untuk mengulur waktu sampai mereka datang. Semoga saja, Trainerku sekarang akan memberikan hadiah tambahan sebagai apresiasi atas kerja kerasku ini. Aku tidak akan meminta sesuatu yang mahal, kok. Hanya beberapa makanan ringan, seperti kue atau sesuatu lainnya.)’

__ADS_1


Hubungan Aya dan Elena dapat dikatakan bagus meskipun mereka baru saja bertemu. Salah satu faktor yang berperan besar dalam hal ini adalah kemampuan Elena yang dapat membuatnya berkomunikasi dengan baik dengan manusia. Tapi, Aya masih belum tahu, Elena sama sekali tidak memiliki uang di dunia ini dan tidak bisa memberikan sesuatu seperti imbalan.


*Kresak!*


Dedaunan dan semak-semak bergerak dengan sesuatu yang menyingkirkan mereka dari jalannya. Sudah pasti, itu adalah Elena dkk yang juga mencari keberadaan Aya.


Jarak antara Aya dan rombongan Elena tidak jauh sebenarnya. Beberapa menit saja Elena dkk berhasil sampai ke tempat Aya. Bahkan, pertarungan Aya dengan Anak Harimau hanya terjadi selama hitungan detik. Yang membuat ini panjang, adalah banyaknya dialog ketika dalam negosiasi dengan lambatnya kemampuan pembaca untuk membaca menjadi faktor lain.


“Ah, akhirnya kami menemukanmu, Aya. Aku senang sesuatu yang buruk tidak terjadi padamu, atau … terserah. Lagi pula, aku memang tidak menyuruhmu untuk mengejarnya dari awal. Kamu sendiri lah yang mengambil inisiatif untuk mengejarnya. Aku tidak akan merasa sedih dengan kamu yang menderita beberapa luka kecil.” Wajah Elena sungguh datar ketika mengatakannya.


‘Toh, juga, aku memiliki kemampuan Vitakinesis meskipun melemah. Meskipun ini lemah tanpa adanya energi alam yang menambah efektivitasnya, ini masih lumayan untuk dapat menyembuhkan luka luar yang ada di kulit. Untuk patah tulang dan organ tubuh yang terlanjur menghilang, aku tidak akan dapat memulihkannya lagi sayangnya,’ batin Elena.


Aya kemudian berdiri di hadapan Elena, dan menjelaskan, “(Woy! Jangan mengatakan sesuatu yang dingin seperti itu, dong! Begini-begini, aku sudah berhasil membuat penther yang merupakan target kalian menjadi rekan kita dan setuju untuk bekerja sama. Apa kamu tidak bisa lebih berterima kasih padaku sebagai rasa apresiasi?)”


“Begitukah? Baguslah.” Elena lalu berjongkok, mengarahkan tangan kanannya pada Aya, dan mengibas-ngibaskannya sebagai isyarat untuk mendekat. “Ke sini! Aku akan memberikanmu hadiah seperti yang kau mau.”


“(Memangnya apa yang akan aku dapatkan?)” Aya dengan perasaan heran berjalan mendekat pada Elena.

__ADS_1


*Pat!* *Pat!*


Elena dengan ekspresi datarnya mengelus kepala Aya. Begitu saja, tidak ada sesuatu yang lebih istimewa dari ini. Lagi pula, ini adalah sesuatu yang murah dan tidak perlu mengeluarkan uang.


“Yosh, yosh. Kamu memang kucingku yang baik hati, deh. Aku senang kamu menjadi rekan kami.” Ucap datar Elena sebelum melepaskan tangannya.


“(Hanya itu?)” Aya melongo dan tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. “(Aku berusaha keras untuk menjinakkannya, dan kamu hanya bersikap seperti itu? Apa kamu ingin mengajakmu bertarung, Manusia! Majulah! Akan aku tunjukkan kekuatan dari cakar-cakarku!)”


Beberapa uap amarah keluar dari kedua telinga Aya. Wajahnya memerah dengan cakar-cakarnya yang tajam, ditampakkan pada mereka bertiga.


“Maaf. Tapi, kami bertiga sama sekali tidak tahu apa yang sedang terjadi di antara kalian berdua. Bisakah kamu memberitahukan apa yang sedang terjadi?” minta Kai.


“Oh, itu.” Elena berdiri dan mengarahkan tubuhnya pada Kai dan Leon di belakangnya sebelum mengatakan, “Katanya, dia--Aya--sudah berhasil membuat penther ini menjadi menurut padanya. Kita bisa membuatnya menjadi rekan kita dengan lebih mudah dengan ini.”


“Benarkah! Bukankah itu benar-benar merupakan sesuatu yang bagus?” Leon berteriak dengan senang mendengarkan penjelasan Elena, kemudian dia mulai berjalan mendekat pada Anak Harimau tersebut.


Sayangnya, berbeda dari apa yang diharapkannya. Anak Harimau tersebut memasang waspada dengan mengeluarkan cakarnya dan menunjukkan gigi-gigi tajamnya. Dia siap untuk menyerang Leon jika sesuatu yang buruk dilakukan padanya.

__ADS_1


“(Oh, aku lupa bilang jika dia memiliki masa lalu yang lumayan tragis sampai tidak bisa mempercayai manusia sekarang. Kamu harus memperlakukannya dengan baik,)” jelas Aya setelah menenangkan dirinya.


Aya sendiri tahu kapan waktunya bercanda dan kapan waktunya untuk serius.


__ADS_2