Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Saatnya Serius


__ADS_3

Sementara mereka semua sedang bertarung, Dwa masih ada di gedung cabang perusahaan Night Arc untuk mengawasi Noctis dan Alvino A.K.A Cztery untuk memastikan mereka berdua tidak akan terbangun dalam kurun waktu lama. Yang diperhatikan Dwa tentunya adalah Noctis yang merupakan individu berbahaya lainnya selain Elena. Jika yang satu ini sampai terbangun, maka semua rencana yang telah disusunnya akan menjadi percuma.


*Touch!* *Touch!*


“Apakah ini aman? Dia tidak akan terbangun, ‘kan?” Dwa menyentuh pipi dan tubuh Noctis memakai jari telunjuknya, mewaspadai jika sampai terbangun. “Aku tahu jika obat tidur yang aku dapatkan dari dunia lain itu memiliki efek menidurkan yang sangat kuat, tapi aku sendiri tidak tahu seberapa tinggi efektifitasnya saat digunakan pada seorang raja spirit.”


“Yah, baguslah kalau dia tidak bangun. Dengan ini, rencana kami untuk mengeliminasi Elena akan menjadi lebih aman dan terjamin. Tapi sebelum aku ikut masuk ke dalam pertarungan ….” Dwa menengok pada Alvino yang tertidur di ranjang sebelah Noctis. “Mungkin ada baiknya aku memindahkannya ke tempat lain dari pada ada di dekat Noctis.”


*Whirl!*


Dwa membuka portal yang terhubung ke markas Red Moon yang sebelumnya digunakan untuk rapat, kemudian dia memasukkan Alvino ke dalam sana. Noctis yang telah menyadari tentang perangkap Cztery, dia tidak akan membiarkan orang ini keluar hidup-hidup kalau sampai dia terbangun lebih dulu.


•••••


*Sis! *Sis!* *Sis!* *Ngung!*


Masih melanjutkan pertarungan, Elena dan Pięć terlibat dalam pertarungan sengit dan cepat. Salah satu boneka milik Pięć --Cula-- menembakkan paku-paku kayu sedangkan Elena menghalaunya menggunakan bilah energi yang berasal dari pedangnya.


‘Semakin lama diamati, pola serangannya menjadi semakin mudah dimengerti,’ batin Elena.


*Tap!*

__ADS_1


Elena melompat ke atas, mundur dan mengambil jarak dari pada Pięć yang dikelilingi keempat bonekanya.


*Sret!* *Sret!* *Srat!*


Beberapa ilalang tinggi tumbuh dengan cepat mengarah pada Elena dan berusaha mengikatnya.


*Bosh!*


Elena memberikan pembelaan diri dengan mengumpulkan api dari Pyrokinesis di dalam mulutnya, lalu menyemburkannya yang diperkuat dengan manipulasi energi atau Telekinesis membuatnya menembak dengan kuat dan langsung membakar ilalang.


*Slash!* *Slash!* *Slash!* *Sis!* *Sis!* *Sis!*


Beberapa sabut, paku kayu, dan pedang berwarna giok melesat pada Elena dalam kecepatan tinggi.


Elena berteleportasi mundur dalam cahaya putih, namun tetap diikuti oleh mereka semua, kemudian kembali berteleportasi ke langit namun tetap sama dan diikuti oleh mereka semua. Merasa tidak ada gunanya untuk lari, Elena mengumpulkan api dari Pyrokinesis dalam satu titik padat, kemudian menciptakan ledakan pada serangan yang mengarah padanya menggunakan bola api berkepadatan tinggi sampai membentuk ledakan.


*Cring!*


Elena berteleportasi pergi beberapa belas meter dari Pięć untuk mengambil napas singkat dari pertarungan ini. ‘Merepotkan saja. Mengubah-ubah kemampuan pikiran yang sedang aktif memberikan dampak yang cukup besar pada stamina mental. Aku akan menggunakan Telekinesis, Clairvoyance, Pyrokinesis, dan Myokinesis. Ada kalanya membiarkan satu slot kosong tanpa menggunakan kemampuan untuk menghemat stamina,’ pikirnya.


“Apa kamu ingin menyerah saja? Aku rasa seranganmu sejak tadi tidak dapat memberikan hasil padaku sama sekali dan hanya menghabiskan staminamu saja. Aku akan memberitahumu, keempat boneka milikku ini mempunyai kepintaran buatan sehingga aku tidak perlu selalu mengendalikan mereka, selain itu mereka memakai energi alam secara langsung dari pada memakai energi alam yang aku kumpulkan. Bertarung dalam jumlah stamina, hanya akan menjadi sia-sia saja saat melawanku,” ucap Pięć dengan terkekeh di balik topengnya.

__ADS_1


‘Energi alam itu sendiri adalah energi yang bertebaran di alam sekitar dan dapat merespon kesadaran mental manusia atau makhluk berpikiran lainnya. Semakin banyak berlatih mengumpulkan energi ini, maka kapasitas energi alam seseorang akan meningkat. Dan semakin banyak seseorang mencoba menggunakannya, mereka akan dapat mengontrol energi alam dengan baik.’


‘Aku yang merupakan cenayang, dapat mengumpulkan energi alam di luar tubuhku sehingga mampu menggunakan energi alam itu sendiri jauh di atas kapasitasku, yang mengakibatkan aku memiliki daya serang berkali-kali lebih kuat sampai-sampai menghancurkan akademi ini. Namun dalam pertarungan kali ini, aku akan keburu mati duluan jika dia menyerang dengan cepat.’


“Menyerah? Apa kamu berpikir aku akan menyerah semudah dan secepat itu? Ini belum sampai 5 menit kita bertarung, bukankah ini justru kamu sendiri yang malas dalam mengatasi pertarungan kali ini? Jika harus, tidak masalah kalau aku sampai harus bertarung selama seharian penuh, lho!” Elena mengarahkan ujung lancip katananya pada Pięć disertai senyuman percaya dirinya.


‘Kecepatan pemulihan energi alamku memang termasuk sangat cepat, sih. Aku hanya perlu waktu beberapa detik untuk mengisi kembali energi alamku ke angka 100%. Ini dikarenakan aku dapat memaksa energi alam masuk ke dalam tubuhku menggunakan kemampuan pikiranku di lain hanya mengumpulkan energi alam secara alami. Kemampuan ini juga tidak terlalu membebankan mentalku karena termasuk efisien.’


“Begitu ya. Kalau seperti itu yang kau mau, maka kau akan bertarung sampai kehabisan tenaga, ‘kan? Sayang sekali aku tidak dapat memberikanmu kematian yang mudah kalau seperti ini, aku harus menyerangmu berkali-kali sampai waktu yang tidak ditentukan,” ujar Pięć.


“Jangan harap aku tidak tahu. Walaupun kalian memiliki rencana yang matang dengan mengusir Noctis dari tempat ini.?” Elena membuat senyuman kecil.


“Hou, seperti yang diharapkan darimu. Aku tidak menyangka kalau kamu dapat mengetahui kami melakukan sesuatu pada spirit kontrakmu itu.” Pięć merasa kagum mengenai kemampuan Elena.


“Tentu saja, apa kamu pikir aku tidak merasakan jika koneksi pikiran antara aku dan Noctis terputus dan dia tidak dapat memberikan respon sama sekali. Namun di sisi lain, aku jika kalian tidak benar-benar memakai kekuatan penuh organisasi kalian. Yah, aku bisa menyimpulkan bila kalian sedang menghimpun kekuatan yang lebih besar sehingga tidak akan menggunakan semua milik kalian dalam satu kali pemakaian ini saja,” lanjutnya.


“Aku tidak tahu sampai mana kamu mengetahui tentang organisasi, tapi kamu harus dibunuh saat ini juga karena keberadaanmu tetap akan menjadi berbahaya di masa depan. Sebenarnya aku selalu ingin memberikan kematian yang mudah pada targetku, tapi aku tidak akan memberikannya padamu saat kamu memberontak dan memberikan perlawanan sengit seperti ini. Kalian berempat, maju dan habisi dia!” teriak Pięć sambil mengangkat tangannya ke arah Elena.


Tidak seperti sebelumnya, saat keempat boneka Pięć relatif tenang dan membuat strategi defensif, kali ini mereka berempat maju menerjang pada Elena. Resiko dari menggunakan mereka seperti ini adalah kemungkinan besar Elena akan langsung datang ke tempat Pięć dan memberikan serangannya, namun masalah ini dapat diatasi dengan Pięć yang bertukar tempat dengan salah satu boneka miliknya.


*Tap!*

__ADS_1


“Akhirnya, kau sudah mulai serius, ya! Seharusnya kamu melakukan ini dari awal!” Elena menajamkan matanya sebelum maju menerjang ke arah empat boneka tersebut.


*Slash!*


__ADS_2