Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Pemenang Undian


__ADS_3

Masih sama di BAB sebelumnya, Noctis beserta Theresa dan Sophia terjebak di dalam kerumunan yang menjadi semakin ramai. Orang yang menyebabkan kerumunan ini --Wilk-- tampaknya memiliki niat terselubung kepada mereka bertiga, namun masih belum tahu apa yang akan dilakukannya sebelumnya. Sesuatu yang pasti dari ini, adalah orang-orang di sana yang tidak jaga jarak dan saling berhimpitan satu sama lain.


“Baiklah semuanya, tanpa menunda lebih lama lagi karena keburu siang hari, mari kita mulai undiannya!” Wilk berbalik dan mengambil sebuah potongan-potongan perkamen di atas meja, kemudian mengangkatnya tinggi dan mengatakan, “Cara untuk mengikuti undian dari kami tidak sulit. Anda sekalian hanya harus menuliskan nama, lalu siapa yang namanya terpilih akan mendapatkan hak atas hadiah utama hari ini.”


“Hmph! Aku akan pergi sekarang. Mengundi nasib bukan sesuatu yang pantas untuk dilakukan, aku bukan penjudi!” Noctis dengan sarkastik balik badan dan mulai menembus kerumunan orang di belakangnya.


“Apa kamu yakin, Noctis-sensei? Dia bilang, jika undian kali ini gratis dan tidak dipungut biaya sama sekali. Apakah kamu tidak ingin mencobanya sekali saja?” Theresa memegang tangan Noctis untuk menghentikannya sebelum pergi jauh.


“Ya, aku yakin. Selain itu, aku juga sangat yakin harga mahkota yang ada di atas kepalaku jauh lebih mahal dari pada hadiah utama tersebut.” Noctis mengetukkan jari telunjuk pada mahkota emas di kepalanya.


‘Aku heran kenapa mahkota itu tidak menarik perhatian orang sekitar. Apa Sensei menaruh sebuah sihir unik ke dalam mahkota itu? Yang aku tahu, Noctis-sensei memiliki kemampuan untuk mengembara lintas dimensi, jadi tidak aneh jika dia mempunyai satu atau dua keterampilan yang berbeda dengan dunia ini,’ pikir Sophia sambil menatap datar.


“Ta-Tapi, Noctis-sensei, bahkan jika kamu tidak menginginkan hadiahnya saat menang, kamu selalu bisa memberikannya kepadaku agar perusahaan Magnifix dapat mengamati lebih jauh tentang kemampuan orang yang akan menjadi saingannya.” Theresa membuat wajah memelas, memohon dengan sangat pada Noctis untuk ikut berpartisipasi.


“Hmm….” Noctis mengarahkan bola matanya ke atas, memikirkan lebih dalam tentang Theresa yang meminta padanya. ‘Bagaimana, ya? Aku dan Gadis Kecil yang satu ini tidak memiliki hubungan yang terlalu akrab. Kami berdua adalah guru dan murid, itupun beberapa minggu yang lalu, bukan sekarang. Memang aku rasa tidak ada ruginya, sekalipun jika mereka memberikan biaya pajak pada pemenang, karena aku bisa memakai tabungan Gadis Kecil itu.’


“Ya?” Wajah memelas Theresa menjadi semakin lebih menyedihkan dan meminta belas kasihan walau tidak diperlukan.

__ADS_1


“Hah, baiklah. Tapi jangan terlalu berharap. Hanya orang bodoh yang mengharapkan kemenangan dengan kemungkinan menang di bawah 10%.” Noctis menghela napas berat dan lelah pada Theresa.


‘Yah, memperhitungkan banyaknya orang yang ada di sini, kemungkinan menangnya sangatlah miris. Aku yakin Gadis Kecil itu (Elena) akan tetap mengikuti pengundian bahkan bila peluang menangnya di bawah 0,001% karena dia memiliki keterampilan yang membuat dia mendapatkan big win. Tapi aku yang bersaing sama seperti pelanggan lainnya, tidak akan terlalu banyak berharap kemenangan,’ pikir Noctis.


•••••


Beberapa saat telah berlalu dan semua orang yang ada di sana telah selesai memberikan perkamen berisikan nama mereka. Sekarang, saatnya bagi Wilk untuk mengumumkan pemenang undian gratis ini kepada mereka semua. Tidak ada yang merasa curiga mengenai ini dan mereka masih menganggap kalah tidak rugi dan menang akan untung, sehingga tidak ada salahnya mengikuti undian ini. Padahal bagaimanapun juga, ini tetaplah mengundi nasib dan itu tidaklah baik untuk dilakukan.


“Oke, jadi pemenangnya adalah ….” Wilk membuka salah salah satu perkamen dan meneriakkan, “Noctis! Yap, pemenangnya adalah Noctis. Tolong datang dan majulah ke sini, Noctis!” Namun dalam benaknya, 'Se-Sebenarnya bukan dia yang memenangkan undian ini, tapi aku mendapatkan tugas untuk membuatnya menang. Jadi, sudahlah. Bukan urusanku tentang ini.'


"Selamat, Noctis-sensei. Kamu berhasil memenangkan undian ini dengan mudah. Apa kamu merasa senang?" tanya Theresa.


"Biasa saja. Lagi pula, aku tidak tahu hadiah apa yang akan diberikan kepadaku. Kalau itu hanya lonceng mainan, bukankah tidak ada gunanya aku ikut dalam undian ini?" Noctis dengan wajah datarnya.


"Sudahlah, cepat sana pergi ke depan sebelum orang itu mengganti pemenangnya!" Sophia memukul pelan pada punggung Noctis.


“Baik, baik.” Noctis dengan malas maju ke depan menemui Wilk.

__ADS_1


‘Gawat, jangan sampai dia membaca kertas ini.’ Wilk dengan terburu-buru memasukkan kertas sebelumnya ke dalam kotak undian.


Masalahnya, kertas tersebut tidak berisikan nama Noctis. Jika Noctis sampai membacanya, maka dia akan mengetahui kebenaran kelam yang disembunyikan oleh undian kali ini, lalu menyadari bahwa ini memiliki niat terselubung yang berhubungan dengannya. Nocti tentunya tidak akan suka bila dia dipermainkan seperti ini dan akan langsung mengintrogasi Wilk langsung di tempat.


Sesampainya Noctis di depan kerumunan, Wilk langsung menjabat kedua tangan Noctis dan mengatakan, “Selamat, ya! Anda telah memenangkan undian gratis berhadiah dari perusahaan dagang Night Arc! Anda bisa langsung mengambil hadiah yang ada di gedung perusahaan yang ada di jalan xx blok xx. Jangan sampai terlambat di esok har, ya.” Sambil menunjukkan senyuman ramahnya.


Wilk sungguh sangat pintar melakukan akting, sampai-sampai Noctis yang merupakan raja roh dengan banyak pengalaman tidak menyadari niat tersembunyi. Antara tidak menyadari atau tidak niat ini memiliki perbedaan tipis dari Noctis. Tapi yang pasti, ini merupakan hari keberuntungan Wilk karena dia tidak perlu berurusan dalam hal kekerasan terhadap salah satu raja roh atau dia akan menjadi kabut darah.


‘Hmm? Kalau diperhatikan lebih dekat, seperti nya aku pernah menemuinya. Tapi, di mana, ya?’ pikir Noctis saat dia memperhatikan wajah Wilk dengan lebih dekat.


“A-Anu…, apa kamu tidak memiliki sesuatu apapun untuk dikatakan pada mereka semua?” minta Wilk dengan heran karena orang di depannya ini memiliki sikap yang terlalu tenang. ‘Biasanya, orang akan senang ketika mereka memenangkan undian. apalagi jika undian ini gratis dan tidak dipungut biaya sedikitpun. Apa orang ini sangat awam untuk hal semacam ini?’


“O-Oh, ah, iya. Terima kasih untuk undian ini dan aku sangat senang menjadi pemenang.” Walaupun Noctis mengatakannya seperti ini, ekspresi wajahnya menunjukkan sebaliknya --datar--.


“Haha, jadi seperti itulah reaksi dari pemenang kita.” Wilk mengeluarkan tawa kering, berusaha mencairkan suasana sebelum dia mendekatkan mulutnya kepada Noctis dan membisikkan, “Ngomong-ngomong, kami telah mengingat wajah Anda dan Anda tidak bisa menjual belikan hadiah ini kepada orang lain. Tolong ambillah hadiah sesuai ketentuan pemenang.”


“Tch!” Decih pelan Noctis yang masih dapat didengarkan oleh Wilk karena jarak mereka yang sangat dekat.

__ADS_1


__ADS_2