Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik

Menjelajah Dimensi Setelah Reinkarnasi: Akademik
Serangan Mendadak


__ADS_3

Cztery, tetua keempat Organisasi Red Moon, siapa yang menyangka jika dia akan ada di Kerajaan Freies. Dia menyerang menggunakan alat peledak di penginapan mereka. Baginya mudah saja menyelinap. Dalam serangan ini, dia menggunakan Kalung Perbudakan Mod Version, sebuah alat untuk mengekang dan mengendalikan pikiran target, kepada Sophia. Kalung Perbudakan Mod Version dikembangkan Sześć sebelum dia pergi ke dunia lain. Beberapa dari mereka masih tertahan di gudang Organisasi.


Alex dan Noctis dikirim Yovanca untuk menyelamatkan warga sipil dan meminimalkan dampak. Sekarang tinggal Yovanca dan Theresa tersisa untuk mengalahkan Cztery.


“Muahahaha… siapa sangka aku akan bertemu dengan kalian di sini. Hari ini adalah malam yang indah, ya~.” Cztery melayang di langit. Jubah hitamnya berkibar tertiup angin. Dia memandang rendah Yovanca dan Theresa di bawahnya.


Yovanca berdiri di lantai 2 penginapan dengan atap hancur. Dia memandang Cztery dan Sophia yang melayang. “Biar ku tebak. Kau pasti memiliki bawahan. Kalian tidak akan senekat itu untuk melawan Spirit King of Darkness, Noctis.” Dia menyiapkan kedua belati di kedua tangannya.


“Seakan-akan aku overpower yang bisa membantai protagonis. Tentu kami sangat lemah dibandingkan dengannya. Maka tentu kami akan menggunakan sandera. Royale Spirit of Blood… tidak, tapi seluruh kota. Mereka semua adalah sandera kami, muahahahaha….” Cztery tertawa keras hingga dia menambahkan, “Yah, ini hanya sampai Spirit King of Darkness sampai kemari. Makanya aku harus cepat.”


*Crack!* *Crack!* *Crack!*


Cztery mengarahkan telapak tangannya pada kedua wanita di bawah. Aliran emas muncul dari kehampaan dan berkumpul di depan tangannya. Terbentuklah kubus dengan 2 lingkaran mengorbit padanya. Mereka berotasi pada jalur edarnya.


“Menghindar!” teriak Yovanca.


Theresa menyahut. Mereka berdua melompat untuk menghindar. Kemudian, *Boom!*. Suara ledakan keras terdengar ketika serangan Cztery mendarat dan menghancurkan sebagian besar bangunan penginapan. Debu terangkat dan bahan konstruksi turun.


Yovanca mencari Theresa dan menemukannya setelah asap menghilang. “Apa kau baik-baik saja, Theresa!”


Theresa sedikit lambat. Lengan kirinya terpotong hingga ke pangkal bahu. “Um, aku baik-baik saja.”


*Blop!* *Blop!*


Gelembung-gelembung darah bermunculan dari lengan yang terpotong. Kemudian lengan kiri Theresa terbentuk kembali.


“Sayang sekali kontrakmu dengan Royale Spirit of Blood tidak menghilang,” gumam Cztery melihat Theresa. “Tapi terlalu naif berpikir kemampuan regenerasi bisa mengalahkanku!” Cztery meneteskan darahnya ke tanah. “Bangkitlah Cerebrum!”


*Krak!* *Drak!*


Tetesan darah Cztery menyentuh tanah. Kemudian itu mulai bergejolak seperti akan bangkit. Selanjutnya ukurannya menjadi semakin besar disertai suara deritan yang memekakkan telinga. Hingga akhirnya satu tetesan darah itu menjelma menjadi sosok makhluk baru.

__ADS_1


“KAU PASTI BERCANDA!” teriak Theresa.


Bentuknya seperti kadal. Ukurannya raksasa, Panjangnya mungkin mencapai 30 meter dan tingginya 7. Seluruh tubuhnya terbuat dari emas,


“Graaaaa…!!!” Kadal Emas itu berteriak. Hembusan angin dari raungan membuat benda-benda terlapisi emas.


Untung Theresa sempat mengendalikan darah untuk menjadi semacam bola yang melindunginya dan Yovanca. Lapisan darah itu berubah menjadi emas pada bagian terluarnya.


“Nee, Theresa, kau pasti tidak bisa menggunakan pengendalian darah makhluk itu, bukan?”


“Kalau dia tidak memiliki darah, aku tidak bisa melakukannya.”


“Cerebrum, atau begitu aku menyebutnya. Dia adalah makhluk yang kuciptakan dari emas dan darahku. Tak sia-sia aku mempelajari sihir yang diberikan tetua kedua.” Cztery berujar pada mereka. “Aku yakin kalian tidak bisa melukainya, tapi… ini pasti beda cerita jika lawannya tidak bisa dibunuh.” Dia memandang Theresa. “Kalau begitu aku akan menyerahkanmu pada masternya pengendali darah. Kalau tidak salah siapa kau menyebutnya?” Cztery mendongak sambil memegang pipinya. “Sophia, bukan? Kalau begitu, maju dan kalah gadis itu, Sophia!”


Wajah Sophia datar tak berekspresi. Pupil matanya berwarna merah gelap tanpa tatapan pasti. Dia mengenakan gaun hitam kasualnya. Dari punggungnya, dia membuat sepasang sayap dari darah mencuat. Bentuknya mirip sayap merpati dengan warna merah gelap.


*Syut!*


Sophia melesat cepat. Dalam sekejap dia sudah ada di depan Theresa. Dia memegang pedang merah darah menggunakan kedua tangannya.


Theresa membatalkan niatan membuat busur darah dan dia melompat ke belakang. Namun tak sempat sehingga membuat kedua lengannya terpotong. Di samping itu, Yovanca juga bereaksi cepat. Dia mengayunkan belatinya untuk memotong tubuh Sophia menjadi dua, atas dan bawah.


“Hmph!” Theresa memanipulasi kedua lengannya yang terpotong menjadi darah. Darah menjadi bilah, bilah menyayat Sophia. Theresa mengincar ke leher.


Sophia menghindar hanya dengan menggerakkan tubuh bagian atasnya. Bilah tersebut memotong setengah dari lehernya. Kemudian dia tanpa ekspresi mengayunkan pedang darah pada Theresa.


Sebelum mengenainya, Theresa mengubah tubuhnya menjadi kabut darah dan mundur beberapa meter. Ia merekonstruksi ulang dalam bentuk tubuh sempurna. Menggunakan kedua tangannya dia memegang busur dan anak panah darah mengincar Sophia.


“Bangunlah, Sophia!”


\=\=\=

__ADS_1


‘Sudah berapa lama aku di sini?’ batin Sophia.


Berada di alam bawah sadar Sophia. Dia seakan berada di dalam lautan dalam. Di sekelilingnya adalah cahaya mentari yang mulai semakin gelap. Tubuhnya terus turun ke bawah. Pupil merah di matanya memiliki warna yang lebih gelap di tengah. Dia sama sekali tidak memiliki harapan hidup. Seakan-akan semua kenangan pahit yang dilihatnya dalam mimpi memukulnya.


‘Sekarang aku sudah mengingatnya….’


‘Karina…. Ketika aku masih menjadi spirit tingkat menengah, kau adalah satu-satunya orang yang mau menerimaku….’


‘Haha… ini mengingatkanku saat itu…. Dulu aku memiliki wujud hamster untuk wujud saat di tingkat rendah. Beberapa anak mengambilku dan menjadikanku teman, aku bermain bersama mereka…. Tapi….’


‘Aku membunuh mereka semua….’


‘Aku menggunakan kekuatan manipulasi darahku pada mereka. Kupikir aku akan menjadi spirit air yang bisa membuat mereka nyaman. Tapi aku membunuh mereka semua….’


‘Mengembara sendirian di hutan, aku berhasil mencapai tingkat Royal setelah sepuluh tahun atau lebih lama, ya? Sudahlah, siapa peduli. Aku mendapatkan wujud manusia saat itu. Seorang gadis kecil dengan rambut perak yang berdiri di tengah hutan…. Sendirian dalam kebingungan….’


‘Hingga akhirnya kau menemukanku….’


‘Mulai sekarang kita adalah teman, ya?—itu yang kau katakan setelah memandikanku. Saat itu aku merasa sangat senang. Saat itu aku kebingungan dengan perasaan senang. Tapi bersama denganmu, rasanya sangat menyenangkan.’


Sophia memejamkan matanya. Dia mengingat hari-hari di masa lalu. Ia berada di keluarga yang sederhana. Makanan didapatkan dari berburu di hutan. Sophia selalu maju melindungi Karina ketika ada hewan buas dan monster. Kemudian Karina mengajari Sophia ketika ada di rumah. Hari-Hari damai yang terus berulang. Andaikan itu bisa berulang hingga saat ini—harapan kecil Sophia.


‘Hingga insiden itu terjadi, benar bukan?’ Sophia menatap langit hitam hampa. Terlintas satu per satu benang ingatan merah.


Spirit berelemen darah adalah musuh alami semua makhluk yang memiliki darah. Mereka tidak akan bisa melawan spirit lain yang setingkat atau lebih tinggi darinya dan sangat lemah bagi spirit lain. Namun untuk manusia, mereka adalah momok yang sangat mengerikan.


Orang-orang datang ke rumah keluarga Karina. Mereka membunuh mereka dengan kejam. Hentikan!—teriakan Sophia waktu itu. Tidak ada satupun yang memperdulikan teriakan itu. Mereka menusukkan pedang ke jantung Sophia. Dia gemetaran. Hal itu justru membangkitkan amarahnya dan membunuh semua orang menggunakan pengendalian darah.


Sophia merangkak dengan 2 pedang masih menembus tubuhnya. Dia memegang mayat Karina yang berkubang darah.


‘Andaikan aku yang sekarang ada di sana, aku mungkin bisa menyelamatkan kalian. Tapi kekuatan ini juga tidak kudapatkan dengan senang hati. Aku dijadikan budak oleh dan dari Red Moon, membantai, dan melakukan genosida. Dari situlah aku mendapatkan peringkat menteri sebagai roh darah.’

__ADS_1


‘Spirit kejam sepertiku, lebih baik aku memang tidak ada di dunia ini saja, ‘kan?’


“Itu sama sekali tidak benar, kok!”


__ADS_2