
Beberapa lama mereka menunggu di gazebo ini, tetapi masih belum ada perubahan signifikan selain mereka bertiga yang menunggu dengan damai sambil membuat beberapa candaan aneh dan tidak jelas. Sophia yang merupakan bagian dari grup, lebih terlihat tenang dan tidak terlalu aktif menanggapi mereka berdua. Otaknya tidak berhasil mengikuti candaan acak mereka berdua. Alhasil, dia pun termenung sambil memandangi awan putih….
Setelah beberapa lama, akhirnya Pracowity datang ke sana. Memerlukan waktu yang cukup lama memang, tetapi baguslah karena mereka bisa mendengarkan apa yang perlu dilakukan setelah ini. Memang sangat sulit dan mengesalkan jika harus menunggu dalam kebosanan. Setidaknya Theresa dan Noctis tidak terlalu bosan, dan ini lah gunanya dari teman.
“Wah, sungguh, kalian berdua selalu terlihat riang dengan salah satu teman kalian—Sophia—yang memiliki wajah datar dan tenang. Apakah kalian bertiga menunggu terlalu lama di tempat ini?” Pracowity datang dengan wajahnya yang memiliki senyuman elegan.
Penampilannya sangat menawan di hadapan mereka bertiga yang merupakan tamu. Memang sebagai seorang ratu, dia memang memerlukan penampilan perfeksionis agar orang-orang yang menunjukkan pandangan ke padanya dapat merasakan aura bahwasanya dia merupakan seseorang dari kalangan atas. Dia tidak bisa berlaku seenaknya dan membuat kerajaannya dipandang rendah.
“Tidak apa-apa, kok. Kami tidak terlalu lama menunggu di sini,” jawab Theresa dengan senyuman riangnya yang masih berbekas.
Entahlah, mungkin hubungannya dengan Noctis menjadi semakin dekat setiap harinya, bahkan lebih dekat dari Elena yang merupakan kontraktor Noctis. Hubungan antara guru dan murid ini menjadi dekat setiap harinya dengan mereka berdua yang saling bertemu di ruang kelas atau lapangan. Yah, bukan sesuatu hal buruk dengan hubungan yang saling mendekat. Hanya hubungan antara guru dan murid.
“Aku tidak memiliki masalah terlalu besar untuk menunggumu selama ini. Tetapi jika bisa, aku ingin kamu datang lebih cepat. Begini-begini meski tidak terlihat, aku adalah orang sibuk dan memiliki banyak pekerjaan untuk dilakukan.” Noctis menunjukkan wajah dinginnya, mengembalikan martabatnya sebagai spirit tingkat raja.
“....” Sophia terdiam tanpa memberikan tanggapan. Dia tidak memiliki sesuatu yang istimewa untuk dikatakan selain, “Datanglah kemari lebih cepat!” Hanya saja sebagai orang yang penyabar atau lebih seperti dia ingin terlihat tenang, dia diam-diam saja dan tidak mengatakan isi hatinya. Juga, ekspresi datarnya yang mirip Elena ini tampak imut untuk sebagian orang….
“Maaf, maaf, aku memiliki beberapa pekerjaan yang memerlukan prioritas dan tidak bisa ditinggalkan begitu saja, jadi aku membuat kalian bertiga menunggu di tempat ini. Aku sungguh minta maaf untuk membuat kalian menunggu, padahal kalian bertiga akan menjadi agen yang bekerja untuk kerajaan secara sukarela, tanpa bayaran sepeserpun.” Pracowity merasa agak canggung dengan itu.
__ADS_1
Theresa mendekatkan bibirnya ke telinga Noctis sebelum berbisik, “Sensei, apa maksudnya dengan bekerja secara sukarela? Kamu sama sekali tidak mengatakan ini ke pada kami?”
“Aku rasa akan menjadi sesuatu jika membuat keluarga kerajaan memiliki hutang budi pada kita, jadi aku memang sengaja untuk tidak meminta bayaran padanya. Kamu paham dengan maksudku, ‘kan? Dengan membuat keluarga kerajaan berhutang budi, kita mungkin akan memiliki beberapa hal yang bisa dilakukan saat tempat ini berada di situasi tidak menguntungkan,” jawaban Noctis menggunakan bisikan.
“Hah….” Sophia menghela napasnya dan sedikit menggelengkan kepalanya melihat mereka berdua.
“Anu… apakah kalian memiliki masalah?” tanya Pracowity untuk mendapatkan perhatian mereka berdua.
Theresa segera beralih pada Pracowity, dan mengatakan, “Tidak apa-apa. Kami hanya membuat beberapa diskusi kecil tentang apa yang perlu dilakukan untuk mengembangkan bisnis di akademi. Karena di pertemuan ini kebetulan ada kamu yang merupakan ratu, kalau beruntung mungkin kami bisa mendapatkan perizinan dengan cepat.”
“Ya.” Kemudian Theresa mengalihkan topik, “Yang lebih penting lagi, ada pekerjaan apa kamu memanggil kami ke mari? Aku yakin sesuatu yang penting pasti terjadi sampai Noctis dipanggil ke tempat ini. Jadi, bukankah kita tidak bisa membuang lebih banyak waktu lagi?"
Pracowity sangat memahami pikiran Theresa di balik pengalihan topik ini. Dia menyembunyikan wajah curiga di dalam benaknya dan menunjukan ekspresi senyum elegan, memalsukan pikiran sebenarnya. Dia yang merupakan ratu telah melatih kemampuan untuk membaca atau menebak pikiran seseorang hanya melalui ekspresi wajah. Ini juga membuat dirinya lihai dalam menyembunyikan ekspresi aslinya. Bagaimanapun politik tidak semudah itu sampai dia bisa mengedepankan emosi….
Tentu saja, kemampuan ini tidak akan sebagus Telepati Elena yang dapat membaca secara akurat pikiran seseorang. Keterampilan milik Pracowity hanya merupakan kemampuan seorang psikolog dari melihat gelagat seseorang, bukan kemampuan magis tingkat tinggi. Setidak-tidaknya, ini lebih baik dari pada tidak memiliki keterampilan sama sekali.
"Kau benar, kita tidak bisa membuang lebih banyak waktu lagi." Mempertahankan ekspresi palsunya, Pracowity menghela napas sebelum melanjutkan, "Singkatnya, aku ingin kalian bertiga pergi ke kerajaan tetangga dan menjadi bala bantuan di sana. Mereka memiliki beberapa masalah dengan bajak laut. Jumlah bajak laut di sekitar kerajaan mereka meningkat pesat akhir-akhir ini."
__ADS_1
"Penyerangan bajak laut? Apakah lokasinya berada di kerajaan Freies?" kata Sophia.
"Ya! Mereka adalah kerajaan di selatan dari kerjaan Pulchrasia ini. Mereka memang kerajaan kecil, tetapi waktu berdirinya mereka tidak jauh berbeda dari kerajaan kita. Lokasi mereka berbatasan dengan laut membuat mereka memiliki potensi hasil kelautan besar, sehingga kerajaan kita merasa akan menjadi keuntungan di masa depan ketika teknologi kelautan meningkat."
"Apakah itu adalah yang dikatakan ahli kita?" tanya Theresa dengan mata berbinar.
"Ya, itu yang dikatakannya." Mata Pracowity sedikit melirik ke arah Noctis.
Maksud dari ahli yang dibicarakan oleh mereka tidak lain lagi adalah Noctis. Selain ahli dalam mengajar, dia juga memiliki peran penting di kerajaan ini dalam perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (IPTEK). Dia telah melakukan perjalanan ke berbagai macam dunia, dia memiliki banyak informasi tentang teknologi di masa depan. Ini membuat prediksi masa depan menjadi lebih akurat.
Jika itu orang biasa dari dunia ini, mereka hanya akan menganggap kemajuan teknologi perairan dari suatu kerajaan adalah jumlah kapal milik mereka. Namun jika itu Noctis yang telah menjelajah ke berbagai dunia, dia memiliki variabel tambahan yaitu diperkirakan, yaitu peningkatan teknologi seperti kapal yang menjadi lebih canggih.
Sebagai contohnya di dunia nyata adalah Arab Saudi. Di sana hanya berupa negara kecil dan sederhana yang berada di tengah gurun di masa lalu. Akses untuk ke sana sangat sulit, membuatnya terisolir dari dunia luar. Namun setelah teknologi untuk menambang minyak meningkat, perekonomiannya di sana langsung meningkat dengan pesatnya.
Inilah prediksi Noctis di level berbeda di mana dia juga memperhitungkan gambaran teknologi di masa depan. Penggambaran Noctis tentang teknologi di masa mendatang juga sangat akurat karena melihat langsung teknologi di lokasi yang telah diterapkan.
"Setidaknya aku mendapatkan beberapa hak khusus di negara ini sebagai ganti dari pekerjaanku," kata Noctis.
__ADS_1